
Freya saat ini sedang berada di bandara. Hari ini adalah kedatangan Madam Amilia, Freya sengaja mengundang Madam Amilia untuk datang.
Karena kini Freya sudah percaya dengan wanita itu jika dia memang adalah neneknya. Madam Amilia selama ini akan selalu membantu Freya, meskipun bantuannya itu diberikan secara diam-diam, tapi Freya tahu jika itu berasal dari Madam Amilia.
“Apa kabar sayangku? sudah lama sekali Madam tidak melihat kamu, rasanya Madam rindu sekali pada kamu yang manis ini,” kata Madam Amilia yang hanya bisa dibalas senyuman dingin.
Freya saat ini adalah Freya yang sudah terbiasa dengan wajah dingin dan acuhnya, ia sudah biasa bersikap tidak tersentuh.
Walau begitu Madam Amilia paham jika Freya tidak bermaksud menyinggungnya dengan ekspresi yang seperti itu.
“Padahal Anda terkenal galak dan juga sulit untuk dihadapi, tapi saya tidak menyangka jika Anda bisa memuji nona saya seperti itu,” komentar Fina.
Madam Amilia yang mendengar itu, ia tidak tersinggung sama sekali, ia hanya diam dan tak mengatakan apapun itu. Mereka bertiga berjalan menuju tempat yang sudah Freya pesan.
“Ada apa? kenapa kamu meminta Madam datang?” tanya Madam Amilia yang hanya mendapatkan keterbungkaman Freya.
Tapi tak lama, George datang bersama dengan Donald yang selalu mengikutinya dari belakang. Kedatangan George itu membuat Madam Amilia sedikit bingung.
“Kenapa kamu juga mengundang laki-laki itu?” tanya Madam Amilia dengan tatapan mata yang terlihat tak percaya.
Freya yang mendengar itu hanya diam dan tidak mengatakan apapun. Ia lalu meminta Fina untuk memberikan dokumen pada Madam Amilia.
Setelahnya beberapa detik keadaan hening, hingga tak lama Madam Amilia menjatuhkan dokumen itu karena merasa terkejut.
“Maaf,” kata itu yang pertama kali Madam Amilia ucapkan saat ia menatap ke arah George.
Madam Amilia tidak menyangka jika selama ini dirinya telah salahpaham pada George. Laki-laki yang tumbuh besar dengan dilihat langsung olehnya.
Berbeda dengan orang lain yang tak tahu mengenai jati diri George, karena mungkin hanya beberapa orang yang tahu dengan identitas George, Madam Amilia adalah salah satu orang yang tahu identitas George.
Flashback
Saat itu, Madam Amilia masih muda, ia juga baru berusia sekitar kepala empat. Memang benar jika dirinya tidak bisa dikatakan benar-benar muda, tapi jiwanya yang seakan masih muda membuatnya terlihat awet muda dengan mengikuti fashion sesuai jaman.
__ADS_1
“Menyebalkan! kenapa bisa ada orang yang sesombong itu,” kata Madam Amilia yang kala itu merasa sangat kesal karena kerja samanya batal secara sepihak.
Madam Amilia termasuk ke dalam perusahaan terbesar ketiga yang ada di negara Z ini, ia juga merupakan keturunan bangsawan.
Hanya saja, saat berurusan dengan seseorang yang bisa membatalkan kerjasama seeenaknya itu, Madam Amilia tidak bisa berbuat banyak.
Orang itu adalah bangsawan pertama yang sangatlah dihormati, perusahaannya bahkan termasuk yang terbesar pertama di negara Z ini.
Siapa yang tak tahu negara Z? negara yang katanya kuat dan sangat kaya, bahkan tidak ada pengusaha ataupun negara lain yang berani menyinggung negara itu karena kekuatannya.
“Kamu kenapa ada di sini?” heran Madam Amilia saat ia hendak memasuki mobilnya.
Madam Amilia melihat laki-laki yang bertubuh lebam hampir di seluruh tubuhnya. Tapi yang membuatnya heran itu adalah, ekspresi anak yang berusia sekitar sepuluh tahun.
Ekspresi anak itu tidak terlihat kesakitan, ia hanya menatap acuh sekelilingnya dan bangkit dari duduk.
“Tunggu, sepertinya aku mengenal wajah ini,” kata Madam Amilia, ia terlihat berfikir sambil menebak apakah anak ini memang benar ada hubungannya dengan orang yang ia kenal.
Jika bukan karena status bangsawan itu yang lebih tinggi darinya, mungkin Madam Amilia tidak akan terima diperlakukan seperti ini.
“Aku memang anaknya,” kata anak laki-laki itu ubah tak lain adalah George, ucapannya itu sontak membuat Madam Amilia menatapnya tidak percaya.
“Tidak mungkin, laki-laki itu jelas belum menikah, kenapa bisa dia memiliki anak?” kata Madam Amilia.
“Bawalah aku, maka aku akan membantu kamu dalam banyak hal,” kata George dengan ekspresi yang terlihat meyakinkan.
Meskipun tidak percaya, tapi karena setiap Madam Amilia datang ke tempat itu untuk melakukan tawaran kerja sama, ia yang selalu melihat George dalam kondisi yang menurutnya cukup aneh, karena setiap datang ia pasti akan melihat luka lebam di sekujur tubuh George.
Pada akhirnya Madam Amilia membawa George dan memperlakukannya layaknya murid, beberapa hal Madam Amilia ajarkan pada George.
Nyatanya dirinya banyak di tolong oleh George hingga perusahaannya bahkan bisa semaju sekarang ini. Dan itu juga berkat bantuan George.
Flashback end.
__ADS_1
“Aku tidak tahu apapun tentang identitas George, tapi Madam pasti tahu tentang identitasnya,” kata Freya yang sebenarnya sudah merasa penasaran dengan identitas dan jati dirinya George.
“Jika Tuan George setuju agar aku menjelaskan mengenai identitasnya, maka aku akan langsung menjelaskan identitas dirinya pada kamu,” kata Madam Amilia yang seolah menunggu respon George.
Keterdiaman George seakan mengatakan jika ini belum saatnya Freya mengetahui identitas George. Dan mungkin George sendiri yang nantinya akan mengatakan identitas sekaligus masa lalu George.
...*****...
Saat itu,
Freya yang ingin memastikan keadaan Greta. Ia lalu pergi ke sel untuk melihat keadaan Greta saat ini.
Terlibat jelas melalui matanya sendiri, jika saat ini Greta sedang berbaring dengan tatapan kosong, seolah sedang putus asa karena apa yang diinginkannya tak terwujud.
“Apa dia sudah diberi makan?” tanya Freya pada seorang penjaga yang menjaga dan memantau makanannya Greta.
“Sudah, tapi beberapa hari ini ia hanya akan memakan sedikit makanan. Mungkin karena sudah beberapa hari berlalu ia tidak lagi mengkonsumsi obat terlarang itu.”
Freya yang mendengar itu hanya mengangguk, dan penjaga itu sedikit menjauh dan membiarkan Freya untuk lebih dekat dengan Greta.
“Sungguh disayangkan wajah cantik ini, padahal akan banyak laki-laki yang terpikat dengan wajah ini,” kata Freya yang pada akhirnya membuat Greta tersadar.
Tatapan mata Greta pada Freya langsung terlihat nyalang dan benci, ia terlibat seolah ingin sekali membunuh Freya.
“Ini semua juga karena kamu, kecantikanku terlihat tak berharga karena kamu!” kata Greta yang terdengar jika ia sedang menyalahkan Freya.
Freya yang mendengar itu, ia hanya tersenyum dengan tatapan dingin. Padahal sejak dulu Greta juga populer, ia memiliki wajah manis dengan karakteristik wajahnya yang terlihat lugu dan polos, hal itu membuat laki-laki yang melihat wajah Greta akan bersikap lunak.
Para laki-laki itu bahkan ingin melindungi Greta yang terlihat polos dan lugu saat itu. Tapi nyatanya karena kebencian dan kecemburuannya pada Freya, membuat dirinya tak sadar akan kelebihan yang dimilikinya.
“Manusia memang tidak pernah bersyukur, hanya ada kehancuran dari rasa iri yang tak berujung,” komentar Fina menanggapi sikap Greta itu.
Harus Fina akui jika Greta memang terlihat manis dan lugu, hanya saja kini wajah lugu itu tergantikan dengan kebencian hingga membuat wajah Greta terlihat sangat bengis dan kurang nyaman untuk dilihat.
__ADS_1