
“Aku akan membantu perusahaan Farh agar bisa kembali bangkit. Tapi dengan syarat kamu harus setuju dengan usulanku!”
Greta kini hanya menatap angkuh ke arah Tuan Farh dan juga istrinya. Ia juga mulai memandang dirinya itu jauh lebih tinggi dari Yoshua.
“Apa yang kamu inginkan?” tanya Yoshua dengan tangan yang terkepal erat. Ia kini sedang menahan amarahnya yang seakan sudah memuncak.
Kenapa tidak ada yang berpihak padanya? kenapa kedua orangtuanya justru malah membuat dirinya menjadi terlihat seperti sebuah lelucon? kenapa orang tuanya itu seolah sedang menjadikannya sebagai jaminan?
Banyak sekali pertanyaan di kepalanya Yoshua saat ini. Hingga saking banyaknya ia bingung untuk bisa mengungkapkan itu langsung.
“Ikuti konferensi pers yang akan aku adakan nanti. Dan kamu harus bersikap sesuai yang aku perintahkan. Tak ada bantahan dengan instruksi yang akan aku katakan pada kamu nanti. Kamu di sini hanya harus patuh dan patuh!” tekan Greta.
Yoshua yang mendengar itu langsung menatap benci pada sosok wanita yang ada dihadapannya saat ini. Ia tidak menyangka jika sosok polos dan baik hati yang ia lihat hanyalah topeng saja.
Nyatanya wanita itu adalah wanita yang angkuh dan begitu licik. Ia bahkan sampai dibohongi berkali-kali olehnya, dan kini dengan seenaknya wanita itu berbicara jika ia harus patuh?
“Baik, anak saya pasti akan patuh.”
Mendengar jawaban langsung dari ayahnya Yoshua lebih merasa tak percaya lagi. Ayah yang begitu ia hormati justru hilang sudah wibawanya itu.
...****************...
Konferensi pers pun diadakan.
Media dari berbagai stasiun televisi sudah berada di tempat konferensi akan berlangsung. Entah apa alasannya Greta mengadakan konferensi pers ini.
Publik seakan tidak peduli, karena mereka hanya akan peduli dengan berita apa yang nanti bisa mereka dengar langsung dari mulut Greta
“Hallo apa kabar semuanya, bagaimana keadaan kalian? saya harap kalian selalu dalam keadaan baik-baik saja.” Sebagai salam pembuka, Greta lantas menyapa dengan ramah. Walau masih ada bisik-bisik tak suka dengan sapaan ramah Greta itu.
“Sapaan macam apakah itu? apakah dia sedang menyapa kita? jangan konyol! kita semua sudah tahu bagaimana sifat buruknya itu!”
Meskipun Greta mendengar bisikan buruk itu, ia hanya diam dan tersenyum ramah. Greta berusaha agar bisa terlihat ramah dan tetap baik. Walaupun sebenarnya ia sudah merasa sangat amat kesal.
Greta bahkan tak henti-hentinya mengepalkan tangan karena harus menahan amarah akibat cacian dari orang yang menghinanya itu.
__ADS_1
“Di sini saya berniat mengklarifikasi mengenai scandal yang menyebabkan nama saya menjadi buruk.”
Greta langsung menjelaskan niat dan tujuannya itu langsung. Sementara Greta berbicara, beberapa orang yang tak menyukai Greta terus saja berbisik.
“Mengklarifikasi? apa yang perlu di klarifikasi lagi? bukankah berita itu sudah sangat jelas? bukankah perselingkuhannya itu adalah hal yang nyata?”
“Mungkin dia ingin menghilangkan rumor buruk itu, atau mungkin dia masih ingin membalikan fakta dan kebenarannya itu.”
Greta merasa sudah tak tahan dengan orang-orang yang berbisik dengan cara menyindir. Ia langsung memberikan aba-aba dan memanggil penjaga.
“Jika suasana memang tidak bisa kondusif, lebih baik kalian yang tidak bisa diam keluar saja! jangan buat keributan di acara orang lain!” tegas Greta.
Suasana akhirnya lebih kondusif karena hening.
Di moment itu, Greta langsung memberikan sinyal pada Yoshua yang hanya terdiam saja. Ia langsung memberikan microfon itu pada Yoshua.
“Saya akan memberikan microfon ini pada suami saya ini. Biar dia yang akan menjelaskan mengenai alasan scandal itu, dan mengenai kejadian yang sebenarnya telah terjadi.”
Yoshua memandang Greta sejenak, senyum Greta yang terlihat meremehkan seolah mengatakan jika Yoshua tak memiliki pilihan selain menurut untuk saat ini. Hal itu membuat Yoshua akhirnya mengambil alih untuk bisa berbicara.
“Apa Anda dulu pernah berselingkuh hingga Nona Greta pada akhirnya berselingkuh?” pertanyaan yang tak pernah di duga oleh Yoshua.
“Iya, dia pernah berselingkuh,” jawab Greta yang tentu langsung membuat Yoshua terkejut. Sejak kapan ia itu pernah berselingkuh? rasanya tidak pernah, lagipula ia sangat sibuk karena masih tak terima akan kematian freya saat itu.
“Lebih tepatnya saya berselingkuh dengan wanita yang kini menjadi istri saya ini,” jawab Yoshua yang langsung membuat Greta kesal dan terkejut.
“Kalian tahu bukan jika dulunya saya ini tunangan dari kakaknya? tapi saat itu kami sempat pernah selingkuh di belakang Freya,” kata Yoshua.
Sebenarnya tanpa adanya penjebakan dari Greta, Yoshua tak akan mungkin bisa bermain dibelakang Freya. Ia sudah terlanjur terjerat hingga sulit untuk terlepas dari jeratan itu.
“Apa-apaan kamu!” bisik Greta dengan nada kesalnya.
“Jadi kalian mengkhianati kepercayaan dari orang terdekat kalian itu? kekasih dan juga kakak Anda sendiri? bukankah itu tak bermoral?” ucap salah satu reporter. Ia bicara pada Yoshua dan Greta.
Mereka tak menyangka jika Yoshua akan tega mengkhianati kekasihnya sendiri. Apalagi Greta, mereka lebih tidak menyangka lagi jika ia akan mengkhianati kakaknya sendiri.
__ADS_1
Greta yang mendengar itu, entah kenapa ia merasa jika kesepakatan yang mereka lakukan itu sudah sangat berbeda dan melenceng jauh.
“Aku hanya mengikuti cara main kamu. Lagipula aku harus hati-hati karena keluarga kamu terutama kamu dan ayah kamu sangat licik. Mungkin kedua orangtuaku percaya begitu saja, tapi tidak berlaku denganku.”
Bisikan Yoshua itu hanya bisa didengar oleh Greta.
“Sebenarnya apa yang kamu mau? kenapa kamu malah membuat suasana menjadi buruk? dan apa alasan kamu malah mengatakan hal ini?” Greta yang merasa sangat marah pada Yoshua.
“Kamu akan tahu nanti. Oh ya, akan ada seseorang yang datang ke sini,” kata Yoshua dengan ekspresi misteriusnya itu.
“Jadi apakah ini bisa di sebut karma?” tanya salah satu reporter yang ada di sana.
“Ya bisa dikatakan begitu.”
Tiba-tiba terdengar suara menyela dari seorang wanita yang tengah melangkah,“Bagaiman kamu bisa berkata jika itu adalah karma? aku jelas tahu jika kamu tidak pernah mengkhianatiku!” ucapan itu langsung membuat orang yang berbicara itu menjadi perhatian publik.
“Nona Freya ..., oh ya ampun ini berita menarik! cepat ambil foto yang banyak!” salah seorang reporter dengan semangat langsung memberikan instruksi pada timnya.
“Apa-apaan ini! kenapa wanita itu ada di sini!? dan kenapa harus di acaraku ini?! apa yang dikatakan Yoshua juga karena instruksi dari wanita sialan itu?!”
Tatapan benci Greta terlihat jelas. Kenapa harus di acara seperti ini saat Freya datang? kalau seperti ini rumor yang justru hilang malah akan bertambah buruk!
Apalagi dengan perkataan Yoshua tadi, di tambah dengan ucapan Freya yang seakan mengatakan jika dirinya adalah seorang penggoda.
“Walaupun Yoshua bukan seorang kekasih romantis seperti yang saya lihat di akun media sosial adik saya, tapi saya kenal betul jika ia adalah laki-laki yang setia. Tidak mungkin laki-laki itu akan tega berkhianat pada istrinya sendiri, apalagi wanita itu adalah adik saya yang juga ia anggap sebagai adik kandungnya.”
Semua orang yang ada di sana hanya terdiam, tak ada yang bersuara seakan hanya mendengarkan apa yang Freya katakan.
Bahkan Antonio tak menyangka jika anaknya itu ternyata masih hidup. Banyak yang merasa tidak menyangka dengan kehadiran Freya saat ini.
*****
Maaf jika mungkin ada typo
Mohon dukungannya 😁
__ADS_1