Pembalasan Dendam Si Cantik

Pembalasan Dendam Si Cantik
Memberi pelajaran


__ADS_3

Freya hanya tersenyum dingin saat Camilla seolah sangat ketakutan saat melihat dirinya. Mana ada seorang ibu yang takut pada anaknya, seharusnya mereka tidak akan menatap takut anaknya sehebat apapun anaknya itu.


“Kenapa ibu bergetar? apa ibu takut aku berniat untuk membunuh ibu?” tanya Freya dengan nada dingin yang terdengar rendah. Tapi kata-katanya itu berhasil dalam membuat Camilla semakin bergetar ketakutan.


Padahal wanita itu sangat arogan dan tidak pernah punya rasa takut pada siapapun. Karena keluarga Garlfried adalah keluarga yang terpandang dan terhormat di negara A ini.


Hingga Camilla yang telah menjadi nyonya di rumah Garlfried menjadi sangat sombong dan terkenal angkuh. Banyak yang tak menyukainya, tapi tidak akan yang berani menyinggungnya.


“Ka-kamu! apa yang kamu lakukan pada ibu kamu sendiri! aku ibu kamu yang susah payah melahirkan kamu! tapi kenapa kamu berbuat seperti ini!” marah Camilla yang berusaha menyembunyikan rasa takut dalam dirinya itu.


“Tapi, mana ada seorang ibu yang selalu merasa takut dan terancam saat melihat anaknya Bu, apa ibu yakin jika Anda adalah ibu kandungku? bukan ibu tiriku?”


Deg'


Saat mendengar itu, Camilla langsung menatap Freya dengan tatapan yang benar-benar waspada. Ia merasa sangat takut jika sebenarnya Freya sudah mengetahui fakta yang selama ini ia dan suaminya sembunyikan.


“A-aku takut karena kamu sedang menatap ibumu seolah ibu penuh dosa, lagipula kenapa kamu tidak melepaskan gunting yang ada di tangan kamu itu!” kata Camilla yang nada suaranya semakin gemetar tetapi semakin ia tahan rasa takutnya itu.


“Oh yang ini Bu?” tanya Freya dengan wajah yang terlihat polos.


Freya lalu meletakan gunting itu, tapi tanpa disadari oleh Camilla ia tersenyum dingin dengan sangat tipis.


Tap


Crep


Sreet


Dengan secepat kilat, Camilla mengambil gunting itu lalu menyodorkannya ke arah Freya seolah ia sedang mengancam Freya.


“Jangan mendekat! atau akan aku bunuh kamu!” tegas Camilla yang kini terlihat menatap tajam Freya. Ia kini yakin jika Freya tidak akan berani mendekat.


Tapi tanpa pernah Camilla duga, meskipun dia telah menyodorkan Gunting itu pada Freya. Freya tidak mundur dan langsung memegang gunting itu.


Tes

__ADS_1


Darah Freya sedikit menetes saat jarinya tergores oleh gunting yang benar-benar tajam. Secepat kilat juga Freya merubah keadaan dan kembali menarik gunting itu dengan paksa.


“Apa mau kamu?!!” teriak Camilla dengan histeris.


Camilla terus berusaha memanggil para pelayan restoran ataupun pelayan pribadinya. Tapi hingga beberapa menit berlalu tidak ada yang datang.


“Apa yang sudah kamu lakukan pada para pelayan itu? jangan pikir kamu akan hidup dengan tenang jika kamu membunuhku! aku akan menghantui kamu terus kalau kamu memang membunuhku!” marah Camilla.


Wajah yang arogan dan angkuh seakan berkata jika ia tidak pernah takut pada siapapun. Kini justru ia terlihat takut pada Freya. Ekspresi wajahnya terlihat seolah Camilla kini adalah kucing yang sedang merasa ketakutan.


“Tante,” ujar Freya yang langsung membuat mata Camilla melotot saat itu juga karena terkejut.


“Kenapa Anda harus merasa takut pada saya, jika Anda selalu merasa kalau saya adalah anjing Anda? Anjing di keluarga Garlfried lebih tepatnya, bukan begitu?” tanya Freya semakin membuat Camilla takut.


Sejak dulu Camilla tak pernah mau dekat dengan Freya, ia tidak pernah mau jika di suruh bertemu dengan Freya secara langsung. Alasan utamanya karena wanita itu juga merasa takut pada Freya, dan itu yang Freya tahu baru-baru ini.


Tatapan dingin dan juga tenang Camilla adalah tipu daya agar ia tidak terlihat penakut di depan Freya.


Nyatanya ibu dan anak itu merasa takut pada Freya.


“Kamu pikir kamu akan merasa tenang saat kamu membunuh saya? jangan mimpi! keluarga Garlfried tak akan pernah memaafkan kamu nantinya!” kata Camilla dengan nada marah dan tatapan sinisnya.


“Siapa yang ingin membunuh Anda?” tanya Freya yang langsung membuat Camilla terkejut dan tidak percaya.


Tidak mungkin! ia yakin sekali jika wanita monster yang kini ada dihadapannya sedang merencanakan sesuatu yang berbahaya. Dan Camilla tidak akan pernah mau percaya dengan perkataan Freya tadi.


“Dan sebagai gantinya, aku akan mengambil semua yang kamu banggakan. Apapun itu!” tegas Freya kini berubah datar.


Crap


“A-apa yang sedang kamu lakukan?” tanya Camilla saat Freya menjambak rambut panjangnya. Rambut indah yang ia rawat selama puluhan tahun. Rambut itu juga yang Camilla bangggakan.


Karena rambutnya yang pirang itu seolah menjadi bukti jika Camilla adalah anak yang lahir blasteran. Rambut itu juga yang membuat dirinya merasa semakin cantik hingga saat ini.


Krekk

__ADS_1


Krekk


Krekk


Freya memotong rambut itu hingga sangat pendek. Ia mengabaikan Camilla yang terus saja meraung meminta berhenti.


“Sialan! anak durhaka! kamu tidak tahu jika saya telah bersusah payah membesarkan kamu! kamu tidak tahu jika saya yang sudah memberi makan kamu!” Camilla merasa kesal dan sangat marah pada Freya.


“Membesarkan? apa kehidupan saya yang selalu berada dalam bahaya itu bisa di sebut cara Anda membesarkan saya? bukan berharap saya mati sejak kecil?” sinis Freya yang terdengar dingin.


“Anda juga sering memberi makan saya makanan basi sisa kemarin! Anda pikir saya tidak akan tahu meskipun meskipun yang memberikan itu adalah para pelayan?”


“Oh ya, makanan anjing dan kucing, itu 'kan yang akan Anda berikan pada saya untuk saya makan? saya berfikir apakah keluarga Garlfried semiskin itu hingga hanya memberikan makanan seperti itu?” walau begitu, Freya berhasil untuk tidak memakan makanan itu tanpa sepengetahuan Camilla.


Itu dikarena kebaikan seorang pelayan di keluarga Garlfried, sayangnya dia langsung dibunuh saat itu karena ketahuan memberi jatah makanannya pada Freya.


“Sialan!” Camila tidak mempedulikan ucapannya Freya. Yang ia perhatikan adalah rambutnya yang awalnya sangat indah dan terawat menjadi tak bisa dideskripsikan lagi karena sudah tak terbentuk.


“Sampai di sini,” kata Freya yang mengakhiri sementara penyiksaan pada Camilla.


Freya tahu jika sudah waktunya Greta akan datang, dan Freya tidak akan bertemu Greta saat ini. Belum saatnya Freya bertemu dengan Greta.


“Ayo kita pergi!” perintah Freya lewat monitor suara yang ia pakai untuk memanggil Fina yang berjaga di luar ruangan Camilla.


Freya pergi dari ruangan itu, ia pergi lewat jendela kamar yang ada di ruangan itu. Meskipun ia harus melewati pagar yang tinggi, akhirnya tidak berapa lama Freya sampai di mobilnya dengan semangat.


“Jalan!” kata Freya pada Fina


“Fre-” Fina seolah hanya diam dan memperhatikan Freya. Ia juga sempat mendengar apa yang Freya katakan pada Camila.


Fina tidak pernah menyangka jika Freya menerima bentuk penyiksaan dari Camilla selain dari ayahnya itu yang kejam.


“Ayo jalan!” dingin Freya.


Fina yang mendengar itu, ia langsung menancap gas sesuai yang Freya katakan. Ia paham dan mengerti Freya sudah melupakan itu, tapi Fina tetap saja merasa tak terima pada Camilla.

__ADS_1


__ADS_2