
Greta Garlfried.
Greta adalah anak perempuan kedua dari keluarga Garlfried. Greta sangat disayangi oleh ayah ibunya, terutama Camilla, ibunya itu sangat memanjakan Greta. Berbeda sekali jika dengan Freya yang tak pernah dipedulikan sama sekali oleh Camilla.
Greta anak yang cukup pandai, hanya saja orang yang ia jadikan saingan itu adalah Freya. Camilla pernah mengatakan jika setiap kepintaran itu ada porsinya sendiri. Tidak perlu memaksa 'kan untuk lebih dari orang lain, apalagi itu adalah Freya.
Tapi Greta keras kepala. Ia tetap memusuhi Freya dan tidak pernah menganggapnya sebagai saudara. Setiap kali Greta melihat Freya, yang terbentang di pikirannya tentang Freya adalah kata monster'
Wanita yang menjadi kakaknya itu monster bagi Greta. Kemampuannya benar-benar tidak bisa dikatakan sebagai manusia.
Kenapa kakaknya selalu menjadi yang terdepan? dari segi kemampuan dan dari segi apapun itu, kakaknya itu selalu menjadi yang terhebat.
Dan Greta benci akan hal itu.
...----------------...
Greta dengan perasaan dongkol keluar dari ruangan ayahnya. Jangan salahkan dirinya karena ia tidak bisa melakukan pekerjaannya dengan sangat baik. Saat itu saja ia masih 8 tahun pada saat kakeknya mengajarkan tentang komputer padanya.
Kebetulan, Freya dan Greta hanya berjarak kurang lebih satu tahun saja.
“Aku yakin jika wanita monster itu pasti kini sedang menyembunyikan kemampuannya itu! tak mungkin dia tidak pandai dalam hal lainnya. Lihat saja, akan aku tunjukkan pada Ayah kebohongan kamu nanti,” kata Greta kesal.
Perasaan dongkolnya semakin bertambah besar saat ia melihat adik yang tidak pernah menghormatinya ada di meja makan bersama dengan ibunya.
“Untuk apa berandalan ini pulang! bukankah harusnya kamu tidak pulang seperti hari-hari biasanya?!” sinis Greta yang tak pernah akrab dengan adiknya.
“Greta! dia adik kamu! jangan pernah berbicara kasar padanya! ibu tidak menyukai itu!” tegas Camilla yang membela Rocky.
“Terus saja ibu membelanya. Dia memang anak yang tidak tahu diri dan tidak tahu sopan santun! bukankah dia memang selalu memperlakukan kita layaknya tak ada?! jangan terus membelanya Bu!” kesal Greta yang justru mendapat tatapan tak suka dari Camilla.
“Apa yang kamu katakan itu Greta! dia adik kamu! dan Rocky masih menyandang nama keluarga Garlfried! jadi hentikan omong kosong itu!”
“Bu!” kesal Greta yang merasa jika ibunya lebih membela adiknya dibandingkan dirinya.
__ADS_1
Karena muak, Greta memilih untuk pergi dari ruang makan. Ia akan mencari udara segar untuk bisa menenangkan hatinya yang bergejolak panas.
“Selalu saja begitu! Ibu jauh lebih memilih Rocky dibandingkan denganku. Apa aku harus menjadi seorang anak laki-laki agar bisa sebanding?”
Sifat Greta ini adalah sifat yang tak pernah disukai banyak orang, selalu ingin menjadi lebih dari orang lain, sekalipun orang yang ingin ia saingi adalah adiknya sendiri.
“Kak Yoshua,” kata Greta yang melihat jika Yoshua datang bersama dengan kedua orangtuanya.
“Ada apa ini? kenapa Kak Yoshua datang bersama dengan kedua orangtuanya?” tanya Greta bertanya di dalam hatinya.
“Kak, Tante, om,” sapa Greta dengan senyuman.
“Oh ya ampun, Greta sayang. Ternyata kamu sudah dewasa dan secantik ini,” kata ibu dari Yoshua itu.
“Iya tentu, ayo masuk!” ajak Greta meski di kepalanya banyak pertanyaan yang muncul.
...----------------...
“Saya diminta anak saya untuk mengikutinya ke sini, dia mengatakan ada sesuatu hal yang penting yang akan ia katakan di sini,” jelas Erna Farh. Ibu dari Yoshua.
“Yoshua, ada apa?”
“Iya Kak, ada apa?”
Yoshua hanya tersenyum dan menggeleng sebagai bentuk jawabannya. Ia akan mengatakan apa yang menjadi tujuannya saat orang yang menjadi tokoh utamanya datang.
“Apa Freya ada di sini?” tanya Yoshua, baru saja Yoshua memanggil nama itu. Suasana hati Greta menjadi penuh dengan badai. Ia marah dan kesal di saat bersamaan.
“Iya? apa ada keperluan dengan Kak Freya?” tanya Greta langsung pada Yoshua.
“Aku hanya ingin berbicara sesuatu yang penting padanya. Bisa kamu panggil kakak kamu untuk datang ke sini?” permintaan secara langsung itu membuat Greta sulit untuk menolaknya.
Tak lama, Freya datang dengan Greta yang berjalan disampingnya. Kedua wanita itu memiliki postur yang hampir mirip, hanya saja tinggi badan Freya sedikit di atas Greta, sedangkan Greta tergolong sebagai orang mungil layaknya harus di jaga.
__ADS_1
“Apa ada sesuatu yang ingin kamu katakan?” tanya Freya langsung. Tanpa pernah mereka duga sama sekali, Yoshua lalu mengeluarkan sebuah kotak dan membukanya.
“Married me?” kata Yoshua yang lalu berjongkok dan menekuk kedua kakinya sambil menatap ke arah Freya dengan tatapan sungguh-sungguhnya.
Greta melihat itu kesal dan rasanya ia bisa mati karena kesalnya itu sudah mencapai batasnya. Padahal Greta rela melakukan hal rendahan dan menjebak Yoshua agar menjadi miliknya.
Greta telah menyerahkan sesuatu yang berharga baginya. Pengalaman pertama yang tidak Yoshua ingat karena terpengaruh obat perangsang.
“Ini tidak adil! Kak Yoshua Greta ingin mengatakan sesuatu pada Kakak,” ajak Greta yang langsung saja menarik tangan Yoshua.
Yoshua yang diperlakukan seperti itu, ia tak bisa untuk melawan. Apalagi saat ini ia sedang ada di rumah keluarga yang sebentar lagi akan menjadi keluarganya.
“Freya, lebih baik kamu sadar akan posisi kamu. Keluarga Farh tidak menerima kamu sama sekali. Apakah kamu tidak bisa melihat ekspresi wajah keluarga Farh yang hanya diam seolah terkejut,” Camilla tiba-tiba berbisik ditelinga Freya.
Mendengar itu Freya langsung saja menoleh ke arah wanita yang layaknya bukan ibu kandungnya. Wanita itu selalu menatapnya benci dan tak suka, seolah ia adalah sumber masalah di keluarga ini.
“Saya tahu jika Yoshua belum mengatakan rencana ini pada kedua orangtuanya. Tapi saya merasa tak peduli, karena saya tidak berniat menikah dalam waktu dekat. Ada banyak hal yang harus dipastikan kebenarannya lebih dulu,” jawab Freya terdengar ambigu tapi tidak disadari oleh Camilla sama sekali akan maksud perkataannya.
...----------------...
Sementara itu, di tempat Greta.
“Kak, kenapa Kakak melamar Kak Freya?” tanya Greta dengan disertai tatapan tak percayanya itu.
“Karena aku mencintainya. Tidak mungkin bukan aku membiarkan dia sendiri tanpa hubungan yang lebih kuat, aku takut dia akan pergi dengan orang lain,” kata Yoshua jujur.
“Lalu bagaimana dengan nasib Greta? Greta saat ini sedang mengandung anak Kakak. Dan usianya ini masih sangat muda, tapi Greta takut jika usia kandungan ini akan bertambah besar dan nanti akan banyak orang yang tahu akan kehamilan ini,” kata Greta yang tanpa di duga malah berniat untuk membohongi Yoshua.
Biarkan saja Yoshua tahu kebohongannya itu, ia yakin jika cepat atau lambat kebohongannya itu akan menjadi sebuah kenyataan.
“Kamu hamil? itu tidak mungkin! bukankah itu terlalu cepat?!” kata Yoshua dengan disertai nada tak percaya sekaligus tak yakin.
“Kak, itu mungkin saja. Kita sudah melakukan itu, dan cepat atau lambat Kak Freya akan tahu hal ini.”
__ADS_1