
Freya memutuskan untuk membawa Greta ke rumah sakit jiwa. Tempat di mana ibunya di rawat, itu tidak lain karena kejiwaan Greta seolah terguncang hebat.
“Aku tidak bisa membiarkan kamu mati begitu saja Greta! setidaknya aku akan membiarkan kamu mati dengan sendirinya,” kata Freya yang menatap Greta dengan tatapan lurus.
Dulu, meskipun Greta berniat untuk mencelakai Freya setiap ada kesempatan. Freya tidak pernah berfikir jika itu karena adiknya.
Beberapa kali Freya pernah hampir menemui banyak orang jahat yang berniat melecehkannya saat sekolah dulu, dan kini Freya sadar jika itu adalah orang-orang suruhan adiknya.
“Aku akhirnya tahu jika orang yang berniat untuk menculik dan memperkosaku saat SMP adalah orang yang kamu kirimkan.”
Kata-kata Freya terdengar hampa. Padahal sejak dulu Freya selalu berusaha yang terbaik untuk keluarganya, dia juga berniat untuk membahagiakan adiknya itu.
“Rumah yang bagai istana itu ternyata tidak lebih dari sebuah neraka yang sangat menakutkan. Aku bahkan tak pernah sadar jika kalian membenciku,” tatapan itu terlihat kosong untuk sejenak.
Freya sempat melamun dengan membayangkan hidupnya dulu. Saat di mana mereka memberinya sedikit kebaikan, dan itu sangat berharga untuknya.
“Freya, ayo kita kembali ke perusahaan. Antonio kembali membuat ulah lagi. Kita tidak bisa untuk membiarkan hal ini berlalu begitu saja,” jelas Fina langsung diangguki oleh Freya.
“Ayo!”
Sepanjang perjalanan menjauh, Freya datang mendengar dengan jelas teriakan dan makian menggema di rumah sakit itu.
Teriakan kemarahan dan kebencian dari Greta yang mengatakan jika ia akan membunuh Freya dan akan menghancurkan hidup Freya seperti impiannya dulu.
“Jangan lemah Freya! mereka bukan keluarga kamu! sampai kapanpun kamu adalah orang asing untuk mereka,” peringatan Fina yang Freya angguki.
*****
Saat berada di perusahaan.
Begitu datang Freya hanya diam dan mendengarkan segala keluh kesah dan amarah Antonio yang bersikap otoriter padanya.
“Dasar! apa kamu tidak tahu jika apa yang kamu perbuat ini sudah seperti menjadi lawan bagi ayah. Kamu seperti musuh ayah di perusahaan karena kita bersaing saat ini,” kata Antonio dengan tatapan yang terlihat jelas jika ia sangat marah.
Dari dulu hingga sekarang, sikap sombong dan angkuh Antonio tidak pernah hilang. Padahal Freya yang sudah membantunya hingga perusahaan itu masih bertahan.
__ADS_1
“Dulu, perusahaan Kakek adalah perusahaan pertama yang menguasai hampir 40% persen pasar ekonomi di suatu negara. Tapi kini apa? bahkan perusahaan justru bisa hancur jika tanpa sokongan dariku. Jangan lupa di mana posisi Anda,” datar Freya.
Freya kini mulai merasa jengah dan marah. Ia bahkan tidak memiliki perasaan sayang lagi pada ayahnya itu. Bagaimana tidak, ayah yang ia anggap berharga itu, dia tidak lebih dari orang egois.
Brakk
Fina langsung memberikan dokumen pada Antonio dengan kasar. Hingga Antonio yang melihat itu marah dan tidak terima.
“Apa maksudnya? jangan bersikap tidak sopan! kamu hanyalah bawahan biasa! jangan sok berkuasa di sini!”
“Harusnya Anda yang harus tahu tempat Tuan. Anda saat ini sedang tidak memiliki kekuatan tanpa bantuan dari Nona saya,” acuh Fina balas menatap angkuh.
“Sialan! harusnya aku membunuh saja ****** murahan ini! kenapa kamu tidak mati saja saat itu!” tatapan kesal dan marah terlihat jelas di wajah Antonio.
“Hahaha, sayangnya mungkin umur saya jauh lebih panjang daripada Anda,” kata Fina.
“Apa maksudnya ini Freya?”
“Itu bukti jika saham di perusahaan Garlfried adalah atas namaku. Aku tidak ingin berpura-pura tidak tahu lagi jika selama ini perusahaan itu adalah milikku.”
“Apa maksudnya ini? apa kamu ingin mengambil perusahaan yang sudah susah payah aku besarkan?”
“Kasus penipuan ini akan kamu bawa ke jalur hukum. Tapi sebelum itu, Anda harus merasakan karma yang tertunda selama ini,” kata Fina.
Kenapa di sebut karma tertunda, karena Freya awalnya ingin memberikan pelajaran pada laki-laki itu lebih dulu dibandingkan Camilla dan Greta, tapi nyatanya harus tertunda.
“Kejahatan yang Anda lakukan ini, memamg tidak akan ada yang berani menangkap Anda. Tapi kita berbeda, rasa sakit harus tetap dibalaskan.”
Fina dengan sengit menatap Antonio yang sudah sangat ia benci. Kehidupannya penuh akan kesuraman dan rasa takut akan kematian.
Jika tidak mereka yang mencari keadilan untuk mereka sendiri, siapa yang akan membantu? karena akhirnya hanya mereka saja yang bisa membantu diri mereka sendiri.
“Jangan konyol! kalian pikir kalian siapa bisa bersikap seperti ini?” marah Antonio masih dengan nada yakin.
Prok
__ADS_1
Prok
Prok
Tiga tepukan langsung membuat seseorang masuk saat itu juga. Dan ternyata itu adalah asisten Antonio saat ini. Laki-laki itu awalnya Antonio pikir akan membantu dirinya. Tapi begitu mendengar ucapan Freya, amarah Antonio tak bisa tertahankan lagi.
“Kalian bisa memberikan hukuman apapun pada orang ini! bukankah kalian merasa marah dan sakit hati atas apa yang dia lakukan pada kalian?” ucapan Freya itu langsung diangguki.
“Sialan! dasar asisten tidak tahu diri!”
“Ayah, Anda terlalu kejam bahkan untuk bawahan Anda sendiri. Mereka hanya merasa sakit hati dan memerlukan keadilan. Jadi, aku akan menyerahkan hukuman untuk Anda pada mereka,” kata Freya menjelaskan
“Fina telah menyiapkan ruangan khusus untuk laki-laki ini. Kalian bisa melampiaskan kekesalan ini padanya. Tapi jangan sampai Ayahku mati, bagaimanapun ia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya itu.”
“Terima kasih Nona, kami tidak akan melupakan kebaikan Anda. Saya juga akan menghubungi yang lainnya mengenai berita ini.”
Antonio meraung-raung minta maaf pada Freya. Ia berharap anaknya itu mau membantunya. Bagaimana nasibnya jika dirinya akan menanggung kemarahan seluruh anggotanya yang ia perlakuan layaknya mereka itu hewan dan barang.
“Pada akhirnya aku sendiri yang harus menjadi sebuah keadilan untukku sendiri. Mereka tidak akan mendapat balasannya jika kita tidak bergerak,” kata Freya yang di angguki oleh Fina.
“Apapun yang terjadi, saya akan melindungi Anda. Dan bagi saya, Anda berbeda. Meskipun Anda ingin terlihat kejam, nyatanya Anda masih memiliki hati nurani.”
Fina yakin, jika sebenarnya hati Freya merasa hancur. Orang yang ia sayangi menghancurkan kebahagiaan dirinya, dan Freya harus mencari keadilan untuk dan untuk banyak orang lainnya.
“Aku yakin, aku akan terbiasa dengan ini. Hati hanya akan membuatmu lemah,” kata Freya yang merasa jika dirinya telah mati rasa dan tak memiliki perasaan lagi.
“Anda masih memiliki itu,” kata Fina yakin.
Sejak kejadian itu, beberapa waktu berlalu. Dan dengan tidak adanya Antonio, Freya yang akan menjalankan perusahaan.
Freya belum bisa untuk memutuskan kapan dirinya akan mengungkapkan kebenaran tentang siapa yang berhak menjadi pemimpin di perusahaan Garlfried.
Perusahaan itu akan di kenal sebagai perusahaan miliknya. Tapi siapa yang akan Freya pilih untuk memimpin itu Freya bingung.
Untuk perusahaan yang ada di negara F, jelas sekarang sedang di urus oleh Frans yang ia percayai jika laki-laki itu mampu memimpin tanpanya.
__ADS_1
Dan untuk perusahaan F&G yang ada di sini. Ia akan menyerahkan tugas itu pada Athaya dan juga Nick, mereka sudah mempelajari dasar-dasar memimpin perusahaan.
“Apakah ini saatnya aku fokus pada perusahaan Kakek? dan sepertinya aku harus memikirkan bagaimana cara untuk membereskan kerugian ini secepatnya.”