Pembalasan Dendam Si Cantik

Pembalasan Dendam Si Cantik
Benci vs rindu


__ADS_3

Freya sebenarnya merasa muak, ia marah saat ia harus dihadapkan dengan orang-orang yang tidak tahu diri itu. Bagaimana mereka bisa memiliki muka untuk bisa memohon bantuan padanya?


Bukankah mereka dengan kejamnya telah membunuh kakeknya, orang yang selama ini memberikan kasih sayang tulus pada Freya.


Dunia Freya yang awalnya seperti langit biru yang terasa sangat indah. Kini berubah kelabu kelam. Tak ada Freya polos lagi, tak ada Freya monster lagi, dan tidak ada Freya bagai anjing gila lagi.


Freya yang saat ini adalah Freya yang dingin dan tak tersentuh. Ia bahkan menjaga jarak dari orang yang ia curigai.


“Jika kamu memerlukan bantuan, kamu bisa meminta langsung padaku!” kata George yang terlihat berdiri tepat di depan Freya.


Mendengar itu Freya hanya diam. Ia menatap laki-laki itu dengan tatapan benci dan sinisnya. Berbeda dengan George yang kini jelas menatap sayang pada Freya.


Meskipun tatapan George terlihat dingin dan datar, ada raut kerinduan yang tak bisa untuk diungkapkan. Sudah 2 bulan lebih George tidak menemui Freya.


Sejak pembicaraan Freya dengan Madam Amilia saat itu, hal itu membuat Freya semakin menjaga jarak dengan George.


Tatapan benci dan tak suka serta rasa cinta yang tanpa sadar ada di hati Freya. Seringkali Freya menepis rasa suka yang ia rasakan ini.


Rasa kagum saat ia kecil, tanpa sadar berbuah menjadi cinta. Entah kapan perasaan itu muncul, Freya tak tahu.


George yang selalu memberinya perhatian dari hal kecil hingga hal besar. Laki-laki itu selalu saja menyingkirkan masalah yang mengganggu Freya tanpa sepengetahuan wanita itu.


Apa yang George lakukan seolah tepat dan sudah di pikirkan dengan baik. Laki-laki itu juga seakan bisa memberikan apa saja untuk Freya.


“Apa kebaikan Anda selama ini adalah karena rasa bersalah atas kematian Kakek saya?” tanya Freya menatap dengan tatapan lurus.


Entah kenapa, ada rasa sakit serta marah dan tak terima dalam perkataannya itu. Jika itu karena rasa bersalah, kenapa kebaikan itu begitu nyata?


“Apa kamu berfikir jika kebaikan itu hanya karena rasa bersalah? tidak pernah 'kah kamu berfikir jika itu hal yang paling tulus yang pernah aku lakukan? ” ada rasa marah dan tidak terima dalam perkataan George yang tersirat.

__ADS_1


Mana pernah George bersikap setulus ini pada orang lain. Tak ada wanita yang pernah George perlakukan setulus ini. Jikapun Freya meminta, laki-laki itu bahkan rela menjadi apa saja demi wanita ini.


“Jika memang Anda tidak melakukan itu karena rasa bersalah! lantas karena apa?! apa itu karena Anda mencintai saya?” tanya Freya yang menatap George dengan berani.


“Tidak bisa kamu lihat dengan jelas apa yang saya inginkan dari kamu? apa memang kamu tidak bisa memberikan kepercayaan sedikit saja?” tatapan mata George yang terlihat serius dan menatap dalam Freya.


Untuk sejenak Freya seolah tersihir dan tak bisa untuk mengatakan apa-apa saat mata yang hitam pekat itu menatapnya dengan dalam.


“Tuan, ada hal yang harus kita urus,” kata Donald yang memberi kabar sesuatu hal yang memang harus George urus segera.


Tanpa berkata apapun, George langsung pergi begitu saja. Ia berjalan dengan diikuti oleh Donald yang akan menatap Freya sejenak.


Tatapan Donald seakan mengatakan, apakah rasa percaya Freya pada George sedangkal itu? meski mungkin bukti itu memberatkan George, tapi kenyataannya bukan George yang bersalah.


“Jika kamu tak bersalah, maka buktikanlah,” kata Freya yang sempat menghentikan sejenak langkah George.


Melihat kepergian George, Freya yang tak ingin terus berlarut dalam kesedihannya itu. Ia langsung berniat untuk menjalankan rencana selanjutnya.


“Meski aku tidak akan bisa untuk percaya pada siapapun itu. Entah kenapa hati ini seolah terus mempercayai jika kamu tidak bersalah,” batin Freya.


Freya tak mengerti dengan dirinya saat ini.


Freya perlu bukti untuk membuktikan jika George memang tak bersalah. Dan jika George bersalah, ia benar-benar tak tahu harus memberikan hukuman pada laki-laki yang jelas ia cintai tanpa sadar.


“Fina, di mana lokasi Greta saat ini?” tanya Freya saat melihat Fina sedang merapikan berkas-berkas miliknya.


“Wanita itu tak pernah terlihat menunjukkan batang hidungnya lagi di media. Tapi meskipun begitu, ibunya masih tetap terlihat tampil beberapa kali di depan publik dengan tampilan glamornya itu,” kata Fina menjelaskan dengan detail.


“Oh ya? jika memang begitu ayo kita lihat sejauh mana mereka akan bisa membanggakan kekayaan itu?” sinis Freya dengan tatapan lurusnya itu.

__ADS_1


“Sangat lucu bukan, itu adalah harta pemberian dari Anda. Mereka mana bisa menikmati hidup nyaman seperti ini tanpa bantuan Anda.”


Fina dengan tatapan merendahkan serta tersenyum meremehkan saat ia melihat televisi. Ada beberapa paparazi yang diam-diam menguntit kemanapun Greta pergi.


“Apa Ayah dari Yoshua itu telah pergi?” tanya Freya yang langsung diangguki oleh Fina.


“Sepertinya tuan Farh akan meminjam pada orang lain dengan bunga besar. Perusahaan mereka saat ini sedang dalam keadaan kritis dan mendekati kebangkrutan.”


“Separah itu ternyata,” komentar Freya saat dia mendengar penjelasan dari Fina. Padahal Freya belum melakukan apapun untuk mereka, ia masih memikirkan hukuman apa yang harus mereka terima darinya.


“Oh ya, Yoshua kembali mengirimkan beberapa bukti kejahatan orang tuanya. Dan di sana, entah apa yang dipikirkan laki-laki itu, ia juga memberi beberapa bukti kesalahannya. Seolah ia ingin jika Anda putuskan hukuman untuk Yoshua juga,” jelas Fina detail.


“Setahuku laki-laki itu tidak terlibat dalam kematian Kakek. Jadi untuk kesalahan apa ia memberikan bukti kejahatannya itu padaku?” tanya Freya berfikir.


“Tuan Yoshua sempat mengatakan ini pada Aku. Ia berkata jika semenjak kepergian Anda waktu itu, dia sadar betapa sangat berartinya Anda untuknya. Dan kesalahan terbesar laki-laki itu adalah, dia itu memang sempat menjalin hubungan dengan Nona Greta. Dan itu dilakukan sejak Anda kembali setelah menghilang waktu itu.”


Menghilang yang Fina maksud adalah, saat Freya menjadi tahanan George waktu itu. Karen sejak kejadian di jebak malam itu, diam-diam Yoshua beberapa kali tidur dengan Greta dalam keadaan mereka masih bertunangan.


“Baiklah, keputusan yang bijak. Untuk hukuman ia akan akan pikirkan nanti. Aku hanya ingin tahu keberadaan Greta saat ini. Tapi sepertinya sulit, entah kenapa aku yakin dia memiliki seseorang yang cukup kuat di belakangnya.”


Tatapan Freya kini terlihat berfikir, ia memang tidak akan peduli dengan seseorang yang berada dibelakang Greta. Tapi Freya rasa ia juga perlu untuk berhati-hati.


#####


Maaf baru bisa up.


Ada beberapa kendala yang tidak bisa author katakan.


Meski telat, selamat tahun baru untuk semua🎊

__ADS_1


__ADS_2