Pembalasan Dendam Si Cantik

Pembalasan Dendam Si Cantik
Tidak ada hubungan


__ADS_3

Helena yang melihat hal itu, ia merasa amarahnya meluap dan bergemuruh. Ia tidak menyangka jika akan ada saatnya dimana ia akan dibuat cemburu oleh orang lain.


Padahal Helena yakin jika laki-laki yang bernama George itu akan terus mencintai dirinya, sekalipun kesalahan yang telah ia perbuat itu sangat fatal dan tidak termaafkan.


“Freya, rupanya kamu tidak sedang bermain-main denganku. Baiklah, akan aku terima kamu menjadi sainganku. Lihat saja nanti, akan aku buat kamu merasa jera dan tahu dimana sebenarnya posisi kamu seharusnya!”


Pandangan penuh kebencian tak bisa dihilangkan lagi, Helena tak peduli jika orang-orang tahu kalau ia kini sedang marah dan terhina.


Erwin yang tahu jika anaknya kini sedang marah, ia lantas memegang tangan anaknya seakan ia ingin agar anaknya tenang.


“Bersabarlah, karena faktanya hanya kamu yang akan jadi milik tuan George. Tidak perlu khawatir ataupun peduli dengan duri kecil ini,” nasehat Erwin yang mampu membuat anaknya sedikit tenang.


“Apa yang ayah katakan itu benar, pada akhirnya hanya aku yang akan menjadi pemiliknya. Dengan siapapun kamu bermain, pada akhirnya kamu akan kembali padaku,” batin Helena dengan percaya diri.


Helena yakin jika George akan kembali padanya. Ia tahu jika hanya dirinya yang selama ini berbuat baik pada laki-laki itu.


Dan karena itu, George sering memperlakukannya dengan baik. Walaupun Helena tahu jika George tak pernah menunjukkan kepeduliannya itu secara langsung karena George selalu memperlihatkan sikap dingin dan acuhnya pada siapapun.


“Anak bijak,” puji Freya yang menyadarkan Helena dari lamunannya itu. Helena menoleh, ia melihat George menerima suapan yang diberikan Freya. Tatapan puas yang ada di wajah Freya semakin membuatnya merasa kesal.


“Makanlah!” kalimat tegas dari George seakan mengatakan jika Freya harus melanjutkan acara makannya itu.


Tanpa berkata lagi, Freya langsung memakan daging Stik itu dengan suapan lahapnya itu.


Freya tidak sadar, jika bukan hanya Helena yang merasa marah dan tidak suka apa yang telah ia lakukan tadi. Karena, Riko yang hanya diam, ia juga sedang merasa tak suka dan marah.


“Kenapa bisa kamu berurusan dengannya Freya?” batin Riko yang bertanya-tanya. Riko tahu jika siapapun yang berurusan dengan George, maka tidak ada jalan keluar untuknya.


Tapi Riko tak rela, ia tak suka melihat kedekatan antara Freya dan George. “Akan aku pastikan jika kalian tidak akan pernah bisa bersama.”


“Sayang,” panggil Sarah, ibu dari Riko.


Riko yang sedang diselimuti rasa kesal dan amarah, ia hanya diam seakan tidak mendengar panggilan dari ibunya. Sarah yang mengetahui itu, ia lantas mengusap pundak anaknya, dan seketika itu juga Riko menoleh.


“Tenangkan diri kamu, kamu harus ingat! apa yang kamu inginkan pasti akan kamu dapatkan dengan mudah,” kata Sarah meyakinkan.


Riko, laki-laki itu sangat suka dengan apa yang menjadi milik George. Barang apapun itu, sekalinya ia tertarik ia akan merebutnya dari tangan George.

__ADS_1


“Iya Bu, aku yakin jika Freya akan kembali padaku.”


Selesai acara makan.


“Aku akan ke toilet,” pamit Freya yang langsung diangguki oleh George.


......................


Ana yang dari tadi hanya diam langsung mengikuti langkah Freya dari belakang. Tak lama, Freya pun selesai dan keluar dari toilet.


“Apa kamu tidak merasa lapar?” tanya Freya karena ia tahu jika Ana tidak memakan apapun dan hanya berdiri.


Padahal, semua pelayan yang menjadi pendamping atau biasanya mengikuti kemanapun tuannya pergi, mereka memang tidak ikut makan dan akan makan nanti jika acara telah selesai.


“Tidak! itu sudah tugas saya.”


“Pergilah untuk makan! Saya yang akan mencari alasan nantinya,” ungkap Freya yang tidak ingin di tolak oleh Ana.


“Ta-”


“Aya,” sebuah suara terdengar dari arah depan.


“Bisakah kita bicara? ada hal penting yang ingin aku bicarakan padamu!” perkataan lembut Riko terdengar seolah ia memaksa.


“Jika saya tidak ingin, apa Anda akan memaksa?”


“Tolong, aku mohon agar kamu mau meluangkan waktu sekalipun itu hanya lima menit.”


“Kamu makan saja dulu, saya akan berbicara dengan Riko sebentar,” ujar Freya diangguki oleh Ana.


Meski banyak sekali pertanyaan di benak Ana tentang apa yang akan dilakukan oleh Freya dan lelaki itu. Tapi Ana sadar jika ia tidak bisa untuk berkomentar apa-apa.


...----------------...


Di balkon.


Freya tidak tahu jika dirinya akan bertemu dengan Riko, laki-laki yang ia kenali dulu saat dirinya masih berkuliah di luar negeri.

__ADS_1


“Maaf,” kata Riko dengan pandangan bersalahnya.


“Untuk apa meminta maaf?” tanya Freya melihat ke arah Riko dengan di sertai tatapan acuh dan terkesan heran.


Apa kesalahan yang laki-laki itu perbuat padanya?


“Maaf karena telah berbohong pada kamu selama ini, aku benar-benar sudah berfikir panjang setiap hari ini. Dan aku sadar, jika aku tidak bisa untuk melupakan kamu. Aku tahu aku salah dan kamu pasti membenciku karena telah berbohong.”


“Sejak kapan hubungan kita itu terdengar layaknya kita itu sepasang kekasih? bukankah hubungan kita tidak seperti itu?” pertanyaan Freya membuat Riko diam. Apa yang Freya katakan seakan menegaskan jika Freya dan Riko tidak ada hubungan apapun.


“Bukankah kita dulu memang cukup dekat? dan aku rasa kamu tahu jika kita tidak sedekat itu?” Freya, ia wanita acuh dan tak peduli pada siapapun itu.


Bahkan, jika Freya tidak menghargai kegigihan dari tunangannya itu, mungkin ia tidak akan menerima Yoshua menjadi tunangannya. Sekalipun Freya tahu jika di mata laki-laki itu hanya ada obsesi untuknya.


Yoshua tidak pernah mencinta Freya dengan tulus, laki-laki itu hanya terobsesi untuk bisa bersama dengan Freya.


“Tapi kita sering bersama saat itu bukan? apa tidak ada sedikitpun perasaan untukku?” tanya Riko yang disertai dengan tatapan tak percayannya.


“Kadang waktu yang lama tidak terlalu berkesan jika dibandingkan dengan waktu singkat yang telah dihabiskan.” Tatapan Freya sedikit menerawang saat mengatakan itu. “Jadi, jangan berfikir jika kita dekat layaknya kekasih,” lanjut Freya yang hanya bisa di jawab kebungkaman oleh Riko.


Melihat Freya yang hendak pergi, Riko yang masih merasa tak percaya jika Freya tidak ada perasaan padanya, ia hendak mencegah Freya agar tidak pergi begitu saja.


“Apa karena aku membohongi kamu selama ini ..., kamu marah padaku? jika akan menjadi seperti ini, aku lebih baik akan mengatakan yang sebenarnya mengenai identitas ini sejak awal.”


Walaupun Riko tahu jika Freya selama ini selalu bersikap angkuh dan acuh padanya. Tapi wanita dihadapannya ini cukup sering bersama dengan dirinya.


Freya berbalik, ia langsung menatap Riko dengan tatapan yang terlihat meyakinkan.


“Aku tidak pernah memiliki perasaan pada kamu, kedekatan kita selama ini, karena aku menganggap kamu itu baik. Aku tidak mungkin akan menyakiti hati orang baik meskipun aku tahu jika selama ini pernah berniat untuk memanfaatkanku,” ujar Freya.


Hubungan Freya dengan Riko bukanlah hubungan layaknya kekasih yang putus dengan tidak baik.


Hubungan mereka adalah hubungan pertemanan yang di awali demi sebuah keuntungan, Freya yang berniat memanfaatkan Riko, juga Riko yang berniat untuk memanfaatkannya.


Sama seperti Yoshua yang pernah memanfaatkan Freya, awalnya Freya juga memanfaatkan Yoshua karena perintah ayahnya.


Melihat jika kini Freya sudah pergi, Riko pun hanya diam dan mematung. Ia masih merasa tak percaya jika pemikirannya yang selama ini menganggap Freya mencintainya, itu hanya ilusinya saja.

__ADS_1


Nyatanya, wanita itu tidak pernah memiliki perasaan apapun padanya. Wanita itu hanya menganggapnya layaknya mereka teman yang saling menguntungkan.


“Sekalipun kamu selama ini bersikap dingin dan acuh padaku, aku tetap akan mendapatkan kamu!” yakin Riko yang akhirnya meninggalkan balkon.


__ADS_2