
Freya tidak menyangka jika laki-laki yang sangat sibuk itu kini berada di sampingnya. Entah apa yang bisa membuat ekspresi wajah George yang seolah sedang menatap tajam ke arah Samoni.
“Jangan melewati batas, saya tidak akan mentolerir apa yang kamu rencanakan jika nanti berhubungan dengan keselamatan Freya,” kata George terdengar memperingati dengan nada tajamnya itu.
“Oh, apakah kini Tuan George yang terhormat sedang memperingati saya?” kata Samoni dengan tatapan yang seolah masih bersikap santainya.
Samoni seakan yakin jika George tidak akan pernah membunuhnya selama mereka memiliki perjanjian itu.
“Saya tidak akan peduli dengan perjanjian kita jika kamu memang berniat menyinggung wanitaku,” kata Samoni dengan tegas dan tatapan tajamnya itu.
Samoni hanya tersenyum, tatapan santai itu masih terlihat dengan jelas. Ia seolah tidak menganggap perkataan George dengan serius.
“Kenapa Anda ke sini?” tanya Freya pada George.
Dari mana George tahu mengenai keberadaan Freya? bukankah laki-laki itu pada awalnya berada di luar negeri? kenapa bisa ada di sini.
George menatap ke arah Freya dengan tatapannya yang tak terbaca. “Kenapa kamu ada di sini?” tanya George yang tidak suka saat Freya mengabaikan peringatannya.
Padahal George ingin Greta menghadapi Samoni saat dirinya berada di samping wanita itu. George tahu jika Samoni lebih berbahaya, laki-laki gila itu penuh dengan kebencian yang mendalam pada George.
Siapapun yang dekat dengan George akan Samoni buat hidup orang itu menderita. Apalagi Freya itu adalah orang yang sangat berarti bagi George, jadi Samoni pasti akan mengincar Freya sebagai kelemahan dari George.
“Anda mengabaikan saya?” tanya Freya heran.
Freya tidak tahu jika George langsung ke tempat ini begitu ia sampai. George bahkan tidak menyiapkan pasukan khusus karena ia khawatir jika Freya nanti berada dalam bahaya.
“Tu-tuan George?”
Greta yang membawa minuman dengan di bantu oleh para pelayan itu. Ia terlihat kaget saat melihat jika kini disamping Freya ada George.
Tatapan kesal dan tidak suka berusaha untuk Greta sembunyikan. Kenapa? kenapa Freya selalu lebih baik darinya dalam segala hal? kenapa ada laki-laki hebat yang begitu mencintai Freya?
Sedang dirinya? Samoni hanya menjadikannya sebagai pelampiasan hasrat laki-laki itu. Dan Greta yang tahu akan kenyataan itu semakin membenci Freya.
__ADS_1
Tiba-tiba, senyum dingin terlihat di wajah Greta. Ia lalu memberikan sebuah minuman ke tempatnya George.
Lalu setelahnya Greta duduk.
“Anda bisa meminumnya!” kata Greta.
Samoni yang merasa curiga dengan hal apa yang akan dilakukan oleh Greta, ia menatap ke arah Greta tajam. Seolah dalam tatapan itu Samoni sedang mengancam Greta agar tidak berbuat hal tanpa persetujuannya.
Greta yang melihat itu hanya tersenyum seolah ia sedang menenangkan Samoni. “Tenanglah Tuan, semua rencana pasti akan berjalan dengan baik.”
Tatapan senang dan yakin dari Greta hanya dijawab dengan anggukan oleh Samoni. Tapi Samoni tahu, George pasti sudah menyadari trik kecil itu.
“Lebih baik Anda tidak meminum atau memakan makanan apapun yang mereka berikan pada kita, atau Anda sendiri yang tahu akibatnya,” kata Freya seolah memperingati George.
Entah Freya khawatir atau apa, wanita itu bahkan lupa jika George bukan orang yang bisa disinggung oleh siapapun itu.
“Jika aku meminumnya, apa kamu akan khawatir padaku?” tanya George seolah tak peduli dengan perkataan Freya barusan.
“Terserah,” acuh Freya.
Freya kini menganggap jika Greta bukanlah adiknya lagi, wanita kejam yang bahkan rela meminta ibunya sendiri untuk bunuh diri.
Dan Freya tidak ingin mempunyai adik seperti itu. Itu terlalu menakutkan dan sangat berbahaya jika dirinya masih menganggap Greta polos seperti dulu.
“Oh ya ampun, siapa mangsa Anda? apa wanita yang ada di samping saya ini?” kata Samoni menatap pada Greta yang sedang menahan amarahnya itu.
“Seharusnya Anda tidak mengambilnya dari tempat saya,” Freya yakin tanpa bantuan Samoni Greta tidak akan pernah bisa pergi.
Mendengar itu, Samoni hanya tersenyum.
“Kalau begitu saya akan mengirim dia lagi pada Anda jika dia mau,” kata Samoni seolah-oleh ia mengatakan jika ia akan memberikan Greta pada Freya jika itu memang kemauan Greta sendiri.
“Anda bercanda ya? sejak kapan Greta punya hak untuk mengambil keputusan? dan lagi dengan apa yang Anda lakukan sudah menegaskan jika kita berada di atas kapal yang berbeda,” tatapan Freya terlihat menatap tajam dan menyelidik pada Samoni.
__ADS_1
Entah laki-laki itu memiliki nyawa berapa, hingga ia bahkan seolah tidak takut pada George sama sekali.
“Iya ...jika memang kita itu berada di atas kapal yang berbeda, kenapa Anda tidak mencoba pindah saja agar berada di kapal yang sama dengan saya?”
George yang melihat betapa beraninya laki-laki itu, ia hanya tersenyum dengan dingin. Tatapan George saat itu mengarah langsung pada pintu.
Suara gaduh terdengar semakin ramai, jelas pertemuan itu bukanlah pertemuan biasa. Entah hal apa yang kini sedang terjadi di luar.
“Kenapa suasananya menjadi tegang? lebih baik kita minum terlebih dahulu saja. Di sini terdapat makan malam spesial. Ayo kita makan,” kata Greta sambil tersenyum.
Seperti yang telah Freya katakan, laki-laki itu tidak meminum minuman yang diberikan oleh Greta. Ia hanya memakan makanan yang telah dipastikan itu aman tanpa racun.
“Ternyata Anda adalah orang yang sangat hati-hati ya, tenang saja saya tidak ingin ada mayat di rumah saya.”
Tatapan mata ramah dengan wajah tersenyum itu mulai terlihat diwajah Samoni yang terkenal licik dan banyak basa-basi.
“Makanlah! ini aman,” kata George setelah ia telah memastikan jika makanan dan minuman yang akan dilahap oleh Freya memang aman.
George hanya diam dan menatap sekelilingnya dengan tenang. Sedangkan mereka bertiga mulai memakan makanannya dengan tenang.
“Kenapa?” tanya George yang khawatir saat melihat wajah Freya merah padam.
“Ini sangat pedas,” kesal Freya.
Padahal Freya masih ingin berpura-pura terlihat memakan makanannya itu. Tapi pedas adalah kelemahannya, hingga ia tidak bisa untuk terus berpura-pura.
“Apakah ada air?” tanya Freya menatap ke arah Samoni dan Greta secara bergantian. Dan Freya yakin jika kini Greta sedang tersenyum karena rencananya berhasil.
Biasanya setiap Freya makan makanan pedas, ia bisa masuk rumah sakit karena tak boleh makan makanan yang terlalu pedas. Dan Greta tahu hal itu, ia tahu jika Freya lemah akan pedas.
Merasa yakin jika Greta memang tidak berniat memberikan minuman lagi. Freya langsung mengambi minum yang awalnya untuk George.
Greta yang melihat itu terkejut. Apalagi George yang hendak mengambil minuman itu. Tapi hingga beberapa detik, Freya masih tidak ada tanda-tanda bahwa dirinya teracuni.
__ADS_1
“Apa ac-nya mati?” tanah Freya yang merasa kepanasan dengan ruangan. Freya yakin jika ini hanya efek dari ia yang makan makanan terlalu pedas.