
Camilla memasuki ruangannya dengan hati dan perasaan yang teramat kesal dan dongkol. Ia kini merasakan rasa malu yang luar biasa karena untuk pertama kalinya dirinya di permalukan di caranya sendiri.
“Sialan! pelayan rendah itu! berani-beraninya dia menyinggungku. Padahal aku berniat untuk bisa mengembalikan statusku lagi seperti semula bagaimanapun caranya,” kesal Camilla.
Tatapan marah dan tidak terima atas tawaan yang jelas-jelas ditunjukkan padanya oleh orang-orang sepanjang ia melangkah ke ruangannya.
“Apa acara Anda menyenangkan?” tanya sebuah suara yang familiar di telinga Camilla.
Camilla menoleh, dan begitu ia melihat siapa yang kini sedang berbicara, perasaan marah dan kesalnya kembali muncul saat itu juga.
“Jalang sialan! untuk apa kamu datang ke sini? apa kamu tidak punya malu sampai menemuiku yang jelas-jelas membuang kamu?” kata Camilla sinis.
“Oh ya ampun, apa maksudnya itu? apa saya pernah di buang oleh Anda? jelas-jelas Anda bukan ibu saya. Jadi kapan saya merasa terbuang?” sinis Freya
Freya hanya menatap datar Camilla dengan mata yang terasa menguliti. Pandangannya yang lurus terasa luar biasa mencekam bagi siapa saja yang melihatnya.
“Sialan! apa ini juga rencana kamu?! benar-benar tak tahu diri. Aku yang membesarkan kamu selama ini, dan apa ini balasan kamu padaku?” marah Camilla dengan mengungkit masa lalu Freya.
“Merawat? apa maksudnya dengan merawat? apa cara seseorang merawat Anak dengan memberinya makan yang harusnya di makan oleh kucing? apa memberinya makanan basi bisa di sebut merawat? Anda itu pandai sekali dalam bicara Ibu tiri,” kata Freya dengan suara yang ia tekan di kalimat terakhir.
“Hahaha, itu sudah lebih baik. Kamu pikir di dunia ini ada yang namanya hal yang gratis? kamu pikir kamu itu bisa hidup seenaknya? ingat! seharusnya kamu tinggal di jalanan,” kesal Camilla saat setiap hari ia harus tetap bersikap layaknya seorang ibu.
Karena kadang Camilla akan berpura-pura menasehati dan menyemangati Freya. Dan itu sebenarnya karena ada maksud dan tujuan.
“Saya bertahan di rumah itu karena kemampuan saya. Dan bukankah kalian memerlukan kemampuan saya? jangan lupa, bagaimana nasib keluarga Garlfried tanpa adanya saya saat ini,” kata Freya membuat Camilla terdiam.
“Dan bagaimana saya harus berterimakasih pada wanita yang telah membuat ibu saya menderita.”
__ADS_1
Tatapan Freya kini menatap tajam ke arah Camilla. Ia baru bisa mendapatkan informasi tentang alasan ibunya itu meninggal.
Flashback.
Masa lalu Anaya, ibu kandung Freya.
Saat itu, Anaya yang baru menikah beberapa bulan dengan Antonio, ia yang dikabarkan hamil merasa sangat senang karena sebentar lagi akan menjadi seorang ibu.
“Maka berhentilah dari dunia kerja kamu, jalani hidup kamu layaknya seorang istri dan ibu yang patuh kepada suaminya,” kata Antonio saat itu.
Anaya yang mulai mencintai Antonio meskipun laki-laki itu bersikap dingin padanya. Ia pun hanya patuh pada apa yang dikatakan Antonio.
Sebenarnya, tujuan Antonio membuat Anaya tidak bekerja lagi di perusahaan Garlfried itu, karena ia membenci Anaya yang kemampuannya lebih hebat serta sangat bersinar.
Dan di usia kehamilan Anaya yang menginjak usia 8 bulan. Dengan tidak tahu dirinya Antonio itu malah berselingkuh di kamarnya dengan Anaya.
Mengetahui perselingkuhan suaminya dengan Camilla, Anaya yang memang mudah depresi dan mengalami kecemasan berlebih.
“Aku tidak gila! aku tidak gila! kalian yang orang jahat dan tidak punya hati! keluarkan aku! bagaimana nasib anakku jika aku melahirkan di sini.”
Di saat itu, Garlfried memiliki tugas selama seminggu di luar negeri. Dan tidak ada yang mengabari dirinya jika Anaya di masukan ke rumah sakit jiwa dalam kondisi hamil tua.
“Sayang sabar, ibu akan berusaha agar kamu bisa lahir dengan selamat. Ibu yakin jika nenek dan kakek kamu akan datang di saat yang tepat,” kata Anaya dengan air mata yang terus turun.
Dengan sekuat tenaga, Anaya berusaha untuk tetap normal meskipun Camilla tak henti-hentinya untuk menggangu dan mengancamnya.
Dan beruntungnya Tuan besar Garlfried mengetahui itu semua. Ia yang marah dan tidak terima dengan sikap anaknya yang tak tahu diri.
__ADS_1
Maka itu, Tuan Garlfried memutuskan jika anak angkatnya yang tak lain adalah Antonio, dia tidak diberikan warisan sepeserpun.
“Aku akan menjaga kamu hingga melahirkan, tetap jaga kondisi kamu dan jangan memikirkan apapun Anaya. Ini kesalahan terbesar dalam hidupku karena membuat anak dari wanita yang aku cintai dulu menderita. Harta ini semuanya akan aku berikan semua pada anak kamu yang akan aku beri nama Freya Garlfried.”
Dan dengan itu, keputusan itu di ambil secara mutlak oleh Tuan Garlfried. Ia yang tahu tabiat buruk anak angkatnya merasa khawatir pada nasib perusahaannya.
Selain itu, selama sembilan tahun Garlfriedlah uang merawat dan juga membesarkan Freya. Ayah yang ia pikir adalah laki-laki baik itu hanya akting dan tipuan semata.
Faktanya Antonio baik karena ingin terlihat baik di depan Tuan besar Garlfried yang sangat menyayangi Freya.
Hanya Freya yang diakui sebagai cucu.
Flashback end.
“Anda harus merasakan apa yang Anda berikan pada ibu saya. Saya bahkan tidak pernah tahu jika wanita yang saya adalah pikir ibu saya ternyata wanita itu adalah salah satu penyebab kematian ibu saya.”
Freya akhirnya tahu jika ibunya mati setelah melahirkan dirinya dengan keadaan fisik yang lemah dan mental yang seolah di buat turun oleh Camilla.
“Hahaha, akhirnya kamu tahu juga penyebab kematian ibu kamu itu. Jangan salahkan aku Freya, salahkan saja ibu kamu yang begitu baik padaku,” kata Camila sinis.
“Karena kamu tidak merasa menyesal dengan apa yang kamu perbuat. Maka rasaka kembali apa yang pernah kamu berikan pada orang baik itu,” kata Freya lantas memanggil seseorang.
“Lakukan tugas kalian, bawa wanita gila itu ke rumah sakit jiwa bekas ibuku dulu,” kata Freya yang langsung diangguki oleh anak buahnya.
“Apa maksudnya ini Freya?! kamu anak yang tidak tahu diri dan tidak tahu malu! kamu ****** sialan! lepaskan sekarang juga!” marah Camilla terus meronta.
Setelah Camila pergi, Freya langsung terjatuh dengan lemas. Kenyataan yang begitu menyakitkan dan juga menyayat hati dirinya.
__ADS_1
Ibu yang ia sayang ternyata adalah penyebab ibu kandungnya meninggal dan menderita. Dan tragis sekali, Freya bahkan baru tahu saat ini.
“Mereka terlalu menikmati kehidupan mereka selama ini, hingga mereka mungkin tak pernah berfikir jika penderitaan akan berbalas pada mereka juga,” marah Freya dengan mata yang memancarkan aura marah serta kesedihan yang ia sembunyikan.