
Freya mendapatkan kabar dari Fina jika kedua anak Greta saat ini tidak memiliki orang yang merawat.
Saudara jauh Yoshua tidak menerima mereka lagi, belum lagi tidak ada yang akan menjaga kedua anak kecil itu sekarang, karena Camilla sudah meninggal.
Meskipun dingin, Camilla selama ini yang merawat kedua anak itu. Pada akhirnya Freya yang tahu jika anak kecil itu menderita, ia mulai merasa bimbang.
“Sebaiknya kita bawa saja mereka ke panti asuhan. Bukankah itu lebih baik?” usul Fina.
“Aku khawatir jika mereka tidak menjalani hidup dengan baik di panti asuhan,” entah kenapa Freya merasa iba.
Seolah Freya mengingat saat dirinya kecil dulu. Saat ia begitu ketakutan untuk ditinggalkan begitu saja di jalan tanpa tahu arah.
“Ayolah, kita tidak bisa mengambil resiko Freya. Jika mereka dibesarkan oleh kamu, lalu mereka tahu jika kamu menyakiti ibunya, apa kamu pikir mereka tak akan dendam pada kamu?” tanya Fina yang seolah membuka mata pikiran Freya.
“Mereka bukan anak kandung Greta, karena mereka hanyalah anak adopsinya saja. Greta dinyatakan tak akan bisa memiliki anak sampai kapanpun,” ungkap Freya langsung.
“Tetap saja, bagi mereka Greta adalah ibu kandung mereka. Dan kita tidak akan tahu jika nanti Greta memanfaatkan anaknya untuk menyakiti kita.”
Fina seolah tak setuju jika Freya akan merawat kedua anak itu. Lagipula selama berbulan-bulan mereka itu sudah di rawat oleh saudara Yoshua dengan uang yang diberikan oleh Freya langsung untuk merawat kedua anak itu.
“Tiba-tib mereka memutuskan untuk melepaskan kedua anak itu begitu saja. Apa mereka sedang memberi kode agar kita menaikkan uang bulanan untuk kedua anak itu?” tatapan Freya kini terlihat bingung.
“Kurang? kurang bagaimana? setiap bulan kamu akan memberikan masing-masing anak itu 25 juta? dan itu belum di hitung biaya sekolah mereka nanti? apa itu yang dinamakan kurang?” Fina tidak mengerti kapan Freya akan benar-benar bersikap kejam.
Freya seolah masih bersikap baik tapi kadang ia juga akan bersikap kejam. Tetap saja, Fina ingin segera menyingkirkan hal-hal yang membuat Freya nanti terancam.
“Apa aku pindahkan saja Freya dari rumah sakit jiwa itu? aku khawatir dia bisa kabur sewaktu-waktu,” kini Freya mengalihkan topiknya.
Untuk masalah kedua anak itu belum Freya putuskan. Karena ia masih harus memikirkan soal Greta yang terlihat tenang sekali.
“Tidak perlu, bukankah kita sudah memasang penjaga dan segala macam yang bisa mencegahnya keluar? jadi itu tidak perlu Freya.”
__ADS_1
Fina yakin jika keamanan itu sudah cukup.
*****
Malam harinya.
Freya yang sedang tertidur merasakan seseorang sedang memeluknya dengan erat, sangat erat. Hingga Freya yang tertidur pulas langsung terbangun saat itu juga.
“Ada apa Anda ke sini?” tanya Freya melihat jika laki-laki itu ternyata berhasil menyelinap ke kamar miliknya.
Jelas-jelas rumah Freya ini penuh dengan penjagaan dan sangat sulit untuk bisa dimasuki. Tapi kenapa justru George bisa masuk?
“Aku akan pergi.”
Entah kenapa, mendengar kata itu Freya sedikit takut dan gelisah. Pergi kenapa? tapi sadar jika ia justru harus merasa senang. Freya hanya menatap acuh.
“Mungkin aku akan datang beberapa hari nanti. Jadi jaga diri baik-baik, ingat! kamu harus hati-hati dengan orang bernama Samoni itu, dia licik dan gila!” ungkap George yang langsung pergi begitu saja lewat jendela.
Memakai switer miliknya untuk menutupi baju tipisnya itu. Freya lalu menatap ke arah jendela kamarnya. Dan di sana ia melihat jika sistem keamanan yang ia buat itu dibekukan beberapa menit oleh laki-laki itu.
“Jika kamu sehebat itu, bagaimana caranya aku bisa melawan kamu? bukankah itu akan cukup sulit?”
Setelahnya Freya kembali tertidur.
******
Sedangkan George yang sudah menaiki pesawat pribadinya. Ia hanya diam dengan menutup mata seolah sedang tertidur.
Kedua tangan George ia lipatkan.
Ketenangan laki-laki itu akan membuat orang yang melihatnya berfikir jika laki-laki itu sedang tertidur.
__ADS_1
“Tuan, apa Anda yakin akan bertemu dengan orang itu?” tanya Donald memastikan.
“Tidak ada pilihan lain, aku harus menemui orang itu dan wanita itu. Meskipun aku tidak ingin,” jawabannya itu terdengar dingin.
Hidup George penuh akan kisah kelam dan juga penuh akan misteri. Kehidupannya sangat tertutup dan tidak banyak yang mengetahui selain Donald dan Andrew yang merupakan orang kepercayaannya.
“Saya juga sedikit marah Tuan. Harusnya Tuan Sam memiliki batasan sendiri, jika Anda tidak berjanji pada wanita itu untuk tidak menyakitinya, mungkin saja dia kini sudah mati,” kata Donald yang hanya bisa melihat tatapan dingin dari George.
******
Freya yang merasa penasaran dengan kedua anak Greta itu. Ia memaksa pada Fina agar menemaninya untuk menemui kedua anak itu.
“Tante, apa Anda ibu peri? Anda terlihat sangat cantik seperti ibu peri?” kata anak berusia sekitar 3 tahun lebih dan sudah pandai berbicara.
Anak itu adalah anak pertama Greta, dan yang satunya adalah anak kedua Greta yang berusia hampir 2 tahun.
“Tidak ada ibu peri di dunia ini anak-anak. Kalian itu terlalu banyak menonton televisi,” kata Fina yang jelas tidak menyukai kedua anak kecil itu.
Kedua anak kecil itu memang terlihat menggemaskan dan lucu. Tapi mengingat betapa berbahayanya mereka di masa depan nanti, membuat Fina waspada.
“Tapi memang ada peri baik hati dan penyihir jahat. Dan andalah penyihir jahatnya itu,” kata anak yang berusia tiga tahun lebih itu, ia langsung menunjuk ke arah Fina yang baginya adalah penyihir jahat.
“Dasar! kalian pikir aku adalah penyihir jahat? jelas sekali aku ini sanga cantik dan baik hati. Tidak ada penyihir jahat secantik aku,” kata Fina kesal.
Melihat perdebatan itu, Freya diam-diam terkekeh.
Saat di dalam mobil.
Freya yang selesai menemui kedua anak itu, ia hanya diam saat berada di dalam mobil. Fina yang melihat Freya terdiam tidak henti-hentinya ia menatap ke arah Freya.
“Kamu jangan berfikir untuk merawat anak itu ya. Pokoknya aku tidak akan setuju, itu akan beresiko. Jelas-jelas kamu tahu jika Greta itu licik, dia itu bagaikan wanita gila!”
__ADS_1
“Aku tidak akan mengadopsi anak itu, hanya sedang berfikir. Sepertinya aku akan memilih perawat yang akan merawat mereka nantinya. Tidak mungkin aku membiarkan orang-orang yang tak tahu diri itu terus merawat anak polos itu,” kata Freya menjelaskan.
“Kecil bisa saja polos, tapi besar nanti? kita tidak akan tahu seberbahaya apa nantinya? jadi aku orang yang akan menolak dengan keras jika kamu mengadopsi mereka berdua,” kata tegas dari Fina.