Pembalasan Dendam Si Cantik

Pembalasan Dendam Si Cantik
Sebuah Scandal!


__ADS_3

Malam harinya.


Freya terlihat menatap dengan penuh seringainya saat ia melihat komputernya. Apa yang ia lihat kini adalah hal yang membuatnya merasa senang akan rencana apa yang nantinya akan ia buat.


“Sebagai salam pertemuan kita nanti, aku hanya akan memberikan hadiah istimewa untuk ulang tahun kamu Greta, selamat berbahagia ya untuk besok,” seringai jahat terlihat tidak menyeramkan sama sekali. Yang ada justru Freya kini terlihat cantik dan manis dengan apa yang terkuat diwajahnya saat ini.


Tanpa tahu apa yang Freya lakukan, ia langsung mengirimkan sebuah foto yang berhasil ia curi dari seseorang lalu mengirimkannya pada Frans.


“Aku berharap lebih padamu Kakak,” kiriman pesan yang Freya berikan pada Frans dengan emot senyum.


“Saya tidak akan mengecewakan Nona,” balas Frans pada Freya beberapa detik kemudian.


...****************...


Keesokan harinya.


Berita yang menggemparkan terdengar.


Sebuah foto yang tiba-tiba tersebar di internet, entah siapakah itu pengirimnya, tak ada yang tahu. Foto itu berisikan seorang wanita yang dengan sengaja wajahnya tidak tertutupi, dan disampingnya berdiri laki-laki yang tak lain adalah Samoni, selingkuhannya Greta.


Lebih tepatnya Greta hanya dijadikan mainan oleh Samoni selama ini. Laki-laki itu tidak punya sebuah komitmen ataupun pendirian.


“No-nona bagaimana ini?” tanya kepala pelayan di keluarga Garlfried dengan wajah gugupnya.


Greta yang dari tadi hanya diam, ia menatap ke arah ponselnya yang memperlihatkan sebuah foto dirinya serta Samoni. Rahasia yang telah ia sembunyikan dengan sudah payah, entah kenapa bisa bocor.


“Sialan! siapa yang berani membuat masalah dengan diriku? siapa yang ingin menyinggungku? mereka akan mengerti akibat dari menyinggung seorang Greta,” ujar Greta memegang ponselnya erat-erat.


Baginya perselingkuhan dirinya adalah sebuah aib yang akan mengingatkan publik akan ibunya yang waktu itu dianggap selingkuhan karena menjadi orang ketiga di pernikahan Ibu Freya dan Antonio.

__ADS_1


Padahal bagi Greta, ibunya bukan orang ketiga. Justru ibu Freya adalah wanita yang tak tahu diri karena ia telah merebut ayahnya dari ibunya.


Sungguh sangat disayangkan, apa yang Greta dengan dari ibunya sangat berbeda dengan kenyataan. Ia tidak tahu akan masa lalu ibunya dulu, pekerjaan apa yang ibunya lakukan hingga bisa bertemu dengan ayahnya.


“Apa saya perlu melaporkan ini pada nyonya Camilla? atau Anda ingin saya segera melaporkan ini semua pada tuan Antonio?” tanya kepala pelayan itu.


Kepala pelayan yang tak lain adalah ibu Fefe, ia selalu berada di pihak Greta maupun Camilla. Berbeda sekali dengan anaknya Fefe, meskipun dulu Fefe takut pada Freya, ia juga sedikit merasa kehilangan.


Sosok Freya yang Fefe tahu ternyata tidak seburuk yang orang-orang di mansion ini katakan. Freya bagi Fefe adalah nona acuh dan datar berhati baik.


“Cepatlah! laporkan hal ini pada ibu, jangan lupa untuk minta bantuan ayah juga. Minta dia supaya foto-foto itu menghilang segera!” perintah Greta tegas dan terdengar terburu-buru.


Melihat kepergian kepala pelayan, Greta berniat untuk menghubungi kekasih gelapnya Samoni. Padahal Greta harusnya menelepon tunangannya yang akan menjadi suaminya nanti.


“Hallo,” jawab Greta. Ternyata Samoni lebih dulu menghubungi dirinya.


“Apa yang sudah kamu lakukan? apa kamu ingin segera untuk mengumumkan hubungan rahasia pada publik? Apa kamu siap menjadi bahan cacian dan makian dari orang-orang?” tanya Samoni dengan nada dinginnya.


(Author kadang pakai panggilan Samoni atau Sam, intinya mereka orang yang sama.)


“Ti-tudak tuan. Sepertinya ada seseorang yang berniat untuk menyinggung saya. Mungkin itu salah satu orang yang menjadi musuh saya. Padahala awalnya saya akan berniat untuk menghubungi Anda untuk meminta agar berita ini segera hilang.”


Penjelasan Greta hanya mendapatkan respon dari Sam dengan suasana hening yang kini terasa tanpa adanya pembicaraan.


“Selain itu, saya juga mencoba untuk meminta bantuan pada Ayah saya untuk menghapus berita itu. Tapi saya yakin jika apa yang Ayah saya lakukan tidak bisa lebih cepat seperti yang saya mau,” jelas Greta lagi.


“Baiklah, akan aku urus masalah ini.”


Pembicaraan itu pun berakhir.

__ADS_1


Meski Greta tahu jika Samoni akan membantunya, ia kini hanya diam. Ada rasa marah saat tahu jika ternyata laki-laki itu juga tidak ingin hubungan mereka akan di ketahui publik.


“Suatu saat nanti Anda akan mencintai saya Tuan, saya sangat yakin akan hal itu. Tidak mungkin seorang Greta tak bisa mendapatkan laki-laki yang diinginkannya itu, terbukti Yoshua kini juga sudah menjadi milikku.”


......................


Greta awalnya yakin jika Samoni pasti akan membantu dirinya. Tapi hingga sepuluh menit berlalu, yang ada berita itu semakin ramai.


Dari yang awalnya hanya foto berupa mereka sedang jalan, hingga foto mereka sedang makan bersama. Dan Greta yakin masih banyak foto yang orang itu simpan.


Entah dari mana foto itu berasal, yang jelas Greta kurang mengerti akan hal itu.


“Kamu sudah menyinggung siapa hingga mereka kini mengganggu kita? apa kamu tidak melihat situasi dan kondisi orang itu saat kamu akan menyinggungnya?!” marah Antonio.


Sahamnya sedikit demi sedikit turun. Meskipun ia memiliki organisasi mafia layaknya penghasil uang. Tetap saja jika dibandingkan dengan perusahaan Garlfried yang merupakan ayahnya. Keuntungan perusahaan itu bahkan 3× lipat dari hasil yang didapatkannya dari organisasi.


“Kamu tahu bukan jika tanpa Freya organisasi ini itu bukan apa-apa! karena keuntungan yang di dapat di setiap misi 90% adalah karenanya. Jika masih ada Kakak kamu itu, kamu bisa menyinggung siapapun. seandainya mereka ingin menyerahkan perusahaan, Freya yang akan menghasilkan uang di organisasi!”


Kemarahan Antonio itu terlihat nyata, untuk pertama kalinya dalam hidupnya. Greta yang tidak pernah untuk disalahkan dan dibentak, kini ia merasakan itu.


“Ini semua pasti gara-gara monster Freya! dia yang ada di neraka pasti tidak suka dengan kebahagiaanku saat ini! dasar wanita sialan! sudah mati saja merepotkan!” batin Greta dengan pandangan tak terimanya.


“Kenapa hanya diam? kamu sedang marah pada Ayah kamu sendiri? apa kamu ingin membangkang pada ayah kamu ini?!” marah Antonio lagi.


Greta yang mendengar itu hanya menunduk dan tetap menyembunyikan rasa kesal dan marahnya yang sedang ia tahan. Kedua tangannya menggenggam erat-erat di balik punggungnya.


“Kenapa suamiku? ada apa? kenapa bisa kamu sampai tega memarahi dan membentak anak kita?” tanyanya Camilla saat ia masuk ke ruangan suaminya.


Camilla langsung memeluk anak kesayangannya itu, ia merasakan jika tubuh anaknya sedang bergetar. “Tidak perlu takut, ibu ada di sini.”

__ADS_1


“Dasar! ibu dan anak ini sama saja! cuman bikin aku merasa pusing dan frustasi. Sudahlah kalian berdua keluar saja dulu, biar aku mengurus masalah ini.”


__ADS_2