
Camilla
Wanita yang terkenal dengan gaya hidupnya yang sangat suka memamerkan kekayaan dan barangnya. Wanita yang kehidupannya berubah setelah ia bisa menikah dengan lelaki bernama Antonio.
Bukan rahasia umum lagi jika Camilla itu terkenal sebagai wanita yang bisa dengan sangat mudah menaklukkan banyak laki-laki.
Dan rahasia Camilla yang mendapatkan Antonio kembali dari tangan istrinya juga sudah bukan lagi berita yang asing.
Ada beberapa yang tidak suka pada Camilla karena dia terkenal sombong, dan biasanya mereka akan membahas masa lalu Camilla jika sedang marah.
“Camilla! jangan mengatakan hal yang seperti itu! meskipun suamiku tidak sekaya kamu, tapi dia adalah lelaki yang baik!” seorang wanita merasa marah saat Camilla terus merendahkan suaminya.
Camilla sepertinya kesal karena hanya suami Si wanita itu saja, yang untuk pertama kalinya bisa menolak Camilla. Laki-laki itu sangat setia dan mencintai istrinya hingga tak bisa melihat wanita lain sekalipun banyak yang jauh lebih cantik dari istrinya.
“Memang benar 'kan? coba lihat pakaian kamu saja hampir selalu itu-itu saja! apa memang sesuka itu dengan pakaian yang kamu pakai? atau kalian tidak mampu untuk membeli baju lagi?” ucap Camilla dengan nada angkuhnya.
Camilla, ia hanya akan menggenggam suaminya itu, Antonio. Baginya tak ada laki-laki yang pantas bersanding dengannya dari segi status sosial selain suaminya saja.
“Ya, saya memang sering memakai gaun ini. Lagipula ini adalah gaun pemberian ibu mertua saya pada saya, jadi apa salahny jika memang saya sering memakainya!” wanita itu dengan berani menatap Camilla karena dia telah merendahkan suaminya.
Bagi wanita itu, suaminya adalah laki-laki terbaik yang ia temui. Suami sangat setia dan akan selalu menemaninya apapun keadaannya.
Walaupun kelayakan suaminya tidak akan bisa dibandingkan dengan keluarga Garlfried, tapi suaminya tidak semiskin itu hingga bisa untuk direndahkan.
“Berhentilah, tahan saja! kamu tahukan resiko apa yang nanti suami kamu tanggung jika menyinggung dia? jadi tahan saja untuk saat ini!” teman si wanita tadi memperingati. Ia seolah takut jika Camilla akan berbuat nekat nantinya.
“Tapi, aku tidak akan bisa diam saja saat dia terus berusaha merendahkan suamiku! mana mungkin ada seorang istri yang terima jika suaminya direndahkan!”
“Diam! atau kamu sendiri yang akan menanggung akibatnya,” peringatan teman si wanita tadi lagi.
Wanita itu hanya diam, ia akhirnya hanya bisa terdiam dan menahan emosi yang memuncak itu. Ternyata sesakit ini harus tahan dengan hinaan orang yang ada di atas kita.
__ADS_1
...----------------...
Sementara itu,
Di tempat yang sama di sebuah restoran yang ada di pusat kota. Freya yang dengan sengaja melihat Camilla sedang berkumpul dengan temannya dari kalangan sosialita itu. Ia yang sedang mendengar percakapan mereka hanya terdiam.
Walau tidak tahu apa masalahnya, tapi Freya sangat peka dan paham. Ia bisa menebak situasi kenapa bisa terjadi keributan.
“Rupanya Anda tidak berubah sama sekali ya ..., ibu. Sungguh sangat menyenangkan mengetahui fakta jika Anda bukanlah ibu kandung saya,” ujar Freya menyapa ke arah keributan itu.
Terlihat seorang pelayan berusaha melerai dan juga memantau takut akan ada situasi keributan yang bisa saja menggunakan kekerasan.
“Manusia rendahan!” kesal Camilla yang sepertinya ada seseorang yang berani berbicara tentang masa lalunya dulu. Orang itu bukan wanita yang ribut dengannya atau si teman wanita tadi.
Tapi itu orang yang berbeda. Dan tentu Camilla tahu jika orang itu membenci dirinya. Ingin sekali rasanya Camilla membuat wanita itu takut dengan memberinya pelajaran. Sayangannya posisi Camilla juga tidak bisa untuk menyinggung wanita itu.
Alhasil, Camilla memilih untuk memasuki ruangan pribadinya yang telah dipersiapkan oleh pelayannya.
Freya yang melihat itu tersenyum dingin.
“Bagaimana kabar Anda ibu?” tanya Freya dengan raut wajah dinginnya itu.
Camilla yang awalnya sedang memejamkan mata agar lebih rileks, ia yang mendengar suara yang terasa sangat familiar langsung menoleh.
“F-freya!” Camilla langsung terkesiap saat itu juga. Ia tidak menyangka orang yang ia anggap mati kini ada dihadapannya sedang menatap ke arah dirinya dengan tatapan tajamnya.
“Kenapa kamu masih hidup? bukannya kamu sudah mati?! atau mungkin kamu itu adalah orang yang sedang berpura-pura menyamar jadi Freya bukan?!! lepaskan topeng wajah kamu dan berhenti untuk berpura-pura.”
“Berpura-pura?” kata Freya dengan ledekan yang di sertai nada dingin. Freya semakin tersenyum dingin dan menatap Camilla dengan tajam.
Tap
__ADS_1
Tap
Tap
Suara langkah kaki Freya terdengar mendekat, Camilla yang melihat itu pun merasa takut entah kenapa. Padahal ia sangat yakin jika wanita yang kini ada dihadapannya ini bukan Freya.
“Si-siapa kamu?! jangan berpura-pura menjadi Freya!” marah Camilla yang sebenarnya merasa ketakutan saat Freya terus saja mendekat ke arah dirinya.
“Saya sedang tidak berpura-pura ibu, saya benar Freya. Apa Anda tidak merindukan anak Anda ibu? apa Anda tak senang melihat anak Anda kembali?” tanya Freya tepat dihadapan Camilla.
“Senang kamu bilang? justru yang ada aku merasa takut saat melihat kamu! buat apa aku merasa sedih kehilangan anak seperti monster menakutkan kayak kamu!” marah Camilla, ia merasa takut jika Freya akan merebut kebahagiaan anaknya.
“Bu, saya sungguh merindukan Anda. Saya ingin memeluk Anda langsung,” kata Freya yang hanya sebuah omong kosong belaka.
Camilla yang dari dulu tidak menyukai Freya, ia juga kadang merasa takut dan harus bersikap hati-hati pada Freya. Tanpa ragu Camila mengambil gunting yang ada di atas nakas lalu ia arahkan ke depan seolah ia sedang memperingatkan Freya.
“Jangan mendekat!” meski tadi Freya mengatakan jika ia merindukan dirinya, tapi justru Camilla tak percaya. Ia justru takut hingga gunting yang sedang ia pegang itu, terlihat bergetar true menerus.
“Apa Anda takut pada saya? bukankah saya anak Anda? jadi kenapa Anda harus merasa ketakutan pada Anak Anda sendiri?” kata Freya dengan nada meledek tapi di sertai dengan nada dinginnya.
“Siapa yang merindukan kamu! pergi jauh-jauh! dasar menjijikkan!” marah Camilla yang berusaha untuk bisa mengusir Freya.
Crep
“Ya ampun, apa setakut itu Anda pada saya hingga gunting ini hampir saja terjatuh,” ujar Freya yang langsung merampas gunting itu.
“Siapapun yang di luar tolong! ada wanita gila yang tiba-tiba saja masuk!” teriak Camilla yang sedang berusaha mencari pertolongan.
“Ibu, itu percuma, orang-orang sedang sangat sibuk dengan tugas mereka. Jangan habiskan suara ibu ini hanya untuk sesuatu hal yang tidak perlu.”
“Dasar Anak tidak tahu diri! pergi sana!” marah Camilla dengan nada ketakutannya itu. Gunting miliknya kini berada di tangan Freya.
__ADS_1
Lagi-lagi Freya akan tersenyum dingin saat merasa tertarik ataupun sedang puas akan sesuatu.
“Saya akan pergi seperti yang Anda minta. Tapi sebelum itu, saya akan memberikan Anda hadiah pertemuan kita setelah tiga tahu tidak bertemu,” dingin Freya membuat Camilla semakin merasa ketakutanm