Pembalasan Dendam Si Cantik

Pembalasan Dendam Si Cantik
Keluarga Clooney


__ADS_3

Keluarga Clooney, itu nama keluarga yang sudah sangat terkenal di berbagai negara. Apalagi, sejak perusahaan Clooney dipimpin oleh tuan muda George.


Tidak ada yang mengetahui siapa pemimpin dari perusahaan Clooney dengan jelas. Publik seakan hanya tahu mengenai nama tuan George. Tapi mereka tidak tahu bagaimana sosok George.


Semakin banyak orang-orang menebak tentang sosok George yang sudah lebih dari 10 tahun memimpin perusahaan Clooney.


Bahkan, ada yang menebak jika sosok tuan muda George itu adalah laki-laki yang tua, karena mereka berfikir jika laki-laki yang memimpin perusahaan Clooney adalah laki-laki berusia lima puluh tahun.


Padahal nyatanya tidak, laki-laki itu kini masih berusia 30 tahun. Itu menandakan jika sejak usia 20 tahun, tuan muda George sudah memimpin perusahaan Clooney.


“Kenapa bisa ada manusia yang terlihat sempurna seperti ini?” tanya Freya saat ia menatap sosok George yang sedang berbicara dengan Donald.


Untuk pertama kalinya Freya merasa jika ada laki-laki yang tidak merasa malu atau kurang percaya diri saat berdiri disampingnya. Padahal selama ini, siapapun itu akan merasa kurang percaya diri saat berdampingan dengan dirinya.


Terdengar berlebihan bukan?


Tapi memang itu kenyataannya.


Yoshua tunangannya saja merasa malu saat bersamanya, atau lebih tepatnya Yoshua akan merasa kurang percaya diri saat dia sedang berdampingan langsung dengan Freya.


Itu yang membuat Freya kadang membenci dirinya, tapi apa salah jika dirinya lebih baik dari laki-laki? bukankah tunangannya yang seharusnya berusaha untuk bisa setara dengannya? karena Freya sudah menurunkan standar dan menyembunyikan banyak kemampuan miliknya.


“Nona,” panggil Donald sopan.


Donald yang sudah selesai berbicara dengan tuannya langsung menghampiri Freya. Ia ingin memberitahu mengenai acara selanjutnya yang harus Freya hadiri.


“Saya akan memberi tahu Anda mengenai jadwal selanjutnya yang harus Anda lakukan, saya harap Anda mau bekerja sama dengan baik. Betty, akan memandu Anda agar bisa mempersiapkan diri dengan baik.”


Betty, kepala pelayan yang bagi Freya sangat menyebalkan. Wanita itu selalu saja berkata dengan nada tegas. Apa yang dipikirkan oleh wanita itu selalu tentang apa yang tuannya inginkan.


“Iya, tolong katakan agar tidak terlalu berlebihan untuk acara selanjutnya,” jawab Freya langsung.


...----------------...


Malam harinya.


Sesuai dengan apa yang Freya minta, kepala pelayan itu melakukan apa yang telah Donald perintahkan. Dan itu pasti atas persetujuan dari George.


“Sudah selesai,” ungkap pelayan yang menatap ke arah Freya dengan tatapan kagumnya.

__ADS_1


Padahal penampilan Freya lebih sederhana dan tidak terlalu mencolok seperti kemarin. Nyatanya, itu malah semakin memancarkan aura Freya yang terkesan anggun dan juga simple.


“Siapa nama kamu?” tanya Freya pada seorang pelayan. Itu pelayan yang Freya lihat sebagai pelayan baru yang ia pikir telah dipecat.


Hingga saat ini, Freya belum mengetahui nama pelayan itu. Padahal, sudah tiga hari ini mereka hampir sering sekali bertemu.


“Ana nona, nama saya Ana,” jawab pelayan itu dengan nada sumringah tapi hormat.


“Oh Ana? baiklah.” Setelah mengetahui nama dari pelayan itu Freya hanya diam.


Entah kenapa, saat mengingat Ana, Freya tiba-tiba saja teringat denga Rea, pelayan yang ada di kastil waktu itu. Freya tak bisa melupakan pelayan kecil itu, karena untuk pertama kalinya ia bisa merasakan diperlakukan layaknya manusia oleh pelayan kecil itu. Padahal, Freya baru mengenalnya.


“Apa acara selanjutnya?” tanya Freya.


“Sa-saya tidak mengetahuinya dengan jelas nona, tapi saya dengar jika nanti malam keluarga Clooney akan hadir di acara ini,” jelas pelayan itu.


“Keluarga Clooney? maksud kamu ayah dan ibu dari tuan George ...? ” tanya Freya.


“Dari George maksud saya,” kata Freya lagi yang mengoreksi panggilan untuk George.


Atas perintah George sendiri, laki-laki itu ingin ia panggil dengan nama langsung. Mungkin itu agar terlihat semakin meyakinkan jika mereka memiliki kedekatan.


“Meskipun begitu, tuan besar juga memiliki seorang anak selain tuan George, tuan muda kedua. Nyonya Sarah, ibu dari tuan muda kedua juga akan hadir di acara malam ini,” penjelasan dari Ana langsung membuat Freya paham.


Jadi, bisa disimpulkan jika nanti malam tidak hanya akan ada makan malam antara sepuluh pengusaha. Tapi juga adik tiri serta ibu tiri George akan hadir.


“Saya sangat menantikan siapa mereka,” itu yang Freya katakan terkahir kali.


...----------------...


Dan kini, di saat acara makan malam sudah akan di mulai, Freya dan George baru saja datang. Seperti biasa mereka berdua akan hadir paling akhir, dan para pengusaha itu tidak ada yang berani untuk berkomentar apapun.


Freya tiba-tiba terdiam untuk sejenak, ia tak pernah menyangka jika akan ada orang yang ia kenali yang ada di sana. Laki-laki yang Freya kenali itu juga tak kalah terkejut dengan Freya.


“Aya,” panggila khusus yang biasa laki-laki itu tunjukkan untuk Freya.


“Apa kamu sudah puas memandang calon istri saya?” pertanyaan dari George yang tiba-tiba membuat rasa terkejut diantara mereka berdua langsung sirna begitu saja.


Riko Clooney, tuan muda dari keluarga Clooney itu langsung menatap George. Ia tak menyangka jika orang yang ia kenal akan bersama dengan George.

__ADS_1


“Calon istri? bukankah Kakak memiliki tunangan yaitu Helena? jadi untuk apa Anda menjadikan orang yang ada di samping Anda sebagai calon istri?”


Jika di hadapan George langsung, Riko tidak bisa untuk berkata seenaknya. Ia memiliki rasa takut pada kakaknya, karena Riko hanya meremehkan atau berbicara buruk pada George dibelakangnya saja.


Bukankah itu terdengar pengecut?


Tapi memang begitulah sikap Riko yang penakut dan juga banyak omong kosong. Ia hanya berani untuk meremehkan atau berbicara buruk tanpa sepengetahuan George atau lebih tepatnya ia tidak berani berbicara di depan George langsung.


“Siapa yang akan menikah denganku itu keputusan milikku sendiri. Tidak ada siapapun yang bisa untuk berkomentar ataupun merasa keberatan!”


Perkataan tegas dan acuh George hanya mendapat kebungkaman dari Riko


Donald lantas menggeser salah satu bangku untuk George, sedangkan Ana yang mengikuti dibelakang Freya, ia juga menggeser bangku untuk Freya.


“Silahkan tuan.”


“Kenapa hanya diam? apa ada perkataanku yang membuat kamu merasa keberatan?” pertanyaan George itu hanya bisa dijawab gelengan.


Riko diam-diam mengepalkan tangannya erat, ia tak menyangka jika orang yang terus ia pikirkan selama ini akan muncul di sini.


“Makanlah,” suara rendah yang membuat Riko dan Helena kaget saat mendengarnya. Mereka berdua tak menyangka jika George bisa berbicara dengan nada rendah yang nyaris terdengar lembut.


“Baiklah.”


Merasa tak memiliki pilihan apapun lagi, Freya pun memakan apa yang diberikan oleh George. Padahal itu menu makan spesial yang dikhususkan untuk George.


Dari banyaknya porsi yang ada, juga cara menata makanan yang benar-benar khusus dengan penuh kehati-hatian itu, sudah menandakan jika itu dibuat dengan upaya yang sangat keras.


“Apa kamu tidak lapar?” tanya Freya merasa heran.


“Tidak. Makanlah,” jawab George kembali dingin.


Freya mengabaikan apa yang George katakan, ia lalu memong daging stik itu dan melayangkannya langsung ke arah George.


George yang diperlakukan seperti itu terlihat hanya diam dan bungkam.


“Ayo makanlah.”


Meski Freya tahu jika ia bisa saja akan mendapat penolakan, entah kenapa Freya justru ingin menguji keberanian dirinya saat ini.

__ADS_1


__ADS_2