Pembalasan Dendam Si Cantik

Pembalasan Dendam Si Cantik
Memberi pelajaran


__ADS_3

Seperti yang Freya duga, ternyata pada saat ia dan beberapa orang ikut ke ruangan pengawas. Saat di sana, mereka melihat jika kamera pengawas itu rusak.


Rusaknya kamera pengawas itu membuat mereka tidak bisa melihat apa yang terjadi sebenarnya.


Aneh sekali rasanya jika hanya di tempat Freya dan Helena bertengkar tadi kamera pengawasnya yang rusak. Sedangkan di yang lain justru baik-baik saja dan tidak ada masalah apapun sama sekali. Hingga mereka yang merasa janggal percaya jika Freya tak bersalah.


“Kalian semua jangan sampai tertipu dengan adanya kamera pengawas yang rusak. Bisa saja orang yang bersalah itu yang sengaja merusak kamera pengawas agar bisa menutupi niat dan kejahatannya itu.”


Wanita yang berbaju pink tadi berusaha untuk memojok Freya. Ia seakan mengatakan jika Freya yang sengaja mematikan kamera pengawas untuk menutupi kejahatannya dan memfitnah Helena.


Nyatanya, Helena yang sengaja merusak kamera pengintai itu. “Jadi? jika saya bisa menghidupkan kembali kamera pengawas yang hampir rusak ini, apa kalian akan melepaskan saya?” tanya Freya dengan acuhnya.


Freya yakin jika kamera pengawas ini tidak lalu benar-benar rusak, ada sebuah kemungkinan di mana ia akan meminta pada Frans untuk memperbaiki itu.


“Coba saja kalau bisa! atau kamu hanya ingin berusaha untuk meyakinkan orang-orang saja? kamu ingin agar mereka percaya jika kamu tidak bersalah?” entahlah, siapa nama wanita berbaju pink itu.


Freya yang tidak peduli pada wanita itu memilih untuk menelepon Frans, laki-laki yang ahli dalam hal memperbaiki kamera pengawas yang rusak.


Bukankah setiap orang memiliki kelebihan dan juga kekurangannya? maka jawabannya adalah Frans itu sangat pandai dalam memperbaiki itu, dan ia tahu jika sahabatnya itu pasti bisa memperbaiki itu.


“Bisa kamu datang ke sini?” tanya Freya saat sambungan telepon itu menyala.


......................


Frans datang sesuai dengan apa yang Freya minta, laki-laki itu kini ia sedang berusaha memperbaiki kamera pengawas yang hampir rusak.


Ada hal yang aneh yang Frans rasakan, kamera itu memang sedikit rusak, tapi tidak sepenuhnya rusak, seolah orang yang merusak itu masih belum mahir dalam bidang itu.


Sementara itu.


Freya dan yang lainnya hanya menunggu di luar. Wanita berbaju pink yang tidak ada urusannya itu malah terus menatap Freya tajam.


Sedangkan Helena hanya diam, ekspresinya yang terlihat lemah itu bisa membuat siapa saja merasa iba. Bahkan, banyak yang berusaha menguatkan Helena.

__ADS_1


“Aku yakin Shasa telah mengerjakan pekerjaannya dengan baik. Aku tidak peduli saat dia mengatakan jika dia tidak mahir dalam hal ini, aku yakin anak itu pasti bisa melakukan apa yang aku minta,” batin Helena.


Helena yakin jika Shasa bisa melakukan apa yang ia minta, sekalipun Shasa berulangkali menyatakan jika dirinya tidak bisa melakukan apa yang Helena minta. Ia meminta Shasa untuk merusak kamera pengawas itu tepat di saat Freya berbalik hendak pergi.


Helena sangat mempercayai kemampuan Shasa yang baginya dia itu sangat jenius dan juga pintar. Sekalipun apa yang ia minta adalah hal yang baru bagi Shasa.


“Apa kamu sering diperlakukan seperti ini?”


“Kenapa bisa dia menampar kamu separah ini?”


“Apa kalian bertengkar?


Banyak sekali pertanyaan khawatir yang terucap dari orang-orang sekitar Helena. Wanita yang ada di sini kebanyakan adalah orang-orang menengah ke atas, mereka tak lain adalah orang-orang kaya yang ada di negara ini.


Tempat yang Freya kunjungi adalah sebuah mall yang biasanya hanya dikunjungi oleh orang-orang menengah ke atas, atau kebanyakan yang datang adalah kalangan elit dan konglomerat.


“Sudahlah, jangan terus bertanya padanya. Dia saat ini terlihat sedang ketakutan. Apa kamu tidak melihat jika wajahnya kini terlihat lemah,” wanita berbaju pink itu sepertinya adalah ketua diantara orang-orang kaya itu.


Di tengah suasana panas itu, Frans keluar dengan mengatakan agar mereka bisa masuk dan melihat kamera pengawas yang sudah diperbaiki.


...----------------...


Begitu masuk, mereka hanya terdiam tanpa ada yang berkata apapun. Apa yang mereka lihat saat ini adalah hal yang tak terduga.


Dengan mata kepala mereka sendiri, mereka melihat jika wanita polos yang terlihat lemah dengan keras memukul wajahnya sendiri tanpa perasaan.


“Nona ...? apa itu Anda?” tanya wanita berbaju pink itu, ternyata ia bukan orang suruhan Helena.


Meskipun Helena adalah anak seorang pengusaha terbesar ketiga, tapi identitasnya itu seringkali di sembunyikan. Itu Erwin lakukan demi keamanan anaknya.


Wanita berbaju pink itu sebenarnya tahu siapa Helena, ia memang berniat membantu Helena demi sebuah keuntungan, tapi saat melihat ini, ia memilih untuk menyelamatkan wajahnya sendiri.


“Tidak mungkin aku akan mengambil resiko dan terlihat rendah di mata teman-temanku. Lagipula mereka tak tahu jika orang ini adalah anak dari tuan Erwin. Aku yakin tuan Erwin tak akan menganggap penting masalah ini,” batin wanita berbaju pink.

__ADS_1


“Ingin terlihat elegan seolah melepas diri dari kesalahan? coba lihat nanti malam kamu masih bisa selamat atau tidak,” bisik Freya langsung pergi begitu melihat kepala pelayan datang dengan wajah yang terlihat penasaran dan juga bingung.


“Baiklah, ayo kita pulang!” ajak Freya pada Betty.


...----------------...


Malam harinya.


Bukan Freya jika ia akan membiarkan begitu saja orang yang mengganggunya. Dengan wajah serius kini, Freya menatap ke arah laptopnya.


Freya mencari tahu siapa nama wanita itu dan apa identitasnya. Begitu melihat, ternyata Freya ingat jika wanita itu ternyata adalah nyonya Nelsso.


Wanita yang tak lain adalah istrinya dari laki-laki tambun yang sempat memuji Freya saat di acara pertemuan sepuluh pengusaha saat itu.


“Nyonya Nelsso?” seringai muncul di wajah Freya.


Freya tidak pernah tahu jika wanita itu sebenarnya memiliki dendam padanya secara pribadi karena suami wanita itu sempat memuji Freya saat itu.


Padahal Freya tidak melakukan apapun, tapi kenapa justru ia yang di salahkan? Tanpa berkata apapun, Freya lalu langsung melihat kehidupan pribadi dari nyonya Nelsso. Wanita itu ternyata telah memiliki seorang anak laki-laki yang berusia 30 tahun, dari gelagat yang Freya lihat, jika nyonya Nelsso berniat untuk membuat statusnya itu lebih tinggi dengan berharap agar anaknya bisa menikahi Helena.


“Menarik, ayo kita lihat apa yang akan terjadi pada kamu besok!” ujar Freya disertai seringainya.


Untuk Helena, Freya akan memberikan pelajaran pada wanita itu secara pribadi.


......................


Keesokan harinya.


Di kediaman Nelsso.


“Sialan! wanita sialan yang tidak tahu diri! kamu berani berselingkuh dariku?! dengan laki-laki yang jauh lebih muda! bahkan anak kamu saja lebih tua darinya!”


Kediaman Nelsso itu berakhir dengan suara ribut dan juga pertengkaran. Wanita yang tidak lain adalah nyonya Nelsso itu terlihat tak menyangka rahasianya yang telah ia simpan rapat diketahui oleh suaminya.

__ADS_1


“Ku mohon, ku mohon maafkan aku suamiku. Aku salah, aku tidak akan mengulanginya lagi.” Nyonya Nelsso terus memohon dan bersujud berkali-kali.


Para pelayan yang melihat itu hanya diam, mereka juga tidak menyangka jika nyonya mereka adalah orang yang seperti itu. Padahal mereka kira jika tuan dan nyonya mereka adalah pasangan yang cocok walau sudah tidak muda lagi.


__ADS_2