Pembalasan Dendam Si Cantik

Pembalasan Dendam Si Cantik
Apakah aku hamil?


__ADS_3

Jika ada nominasi wanita keras kepala di dunia, mungkin Freya akan memenangkan nominasi itu.


Berkali-kali Fina membujuk Freya untuk mengecek keadaannya pada dokter, bahkan Freya dengan kukuh terus menolak itu.


“Aku tidak hamil Fina! berhenti berfikir yang aneh-aneh dan lakukan saja tugas kamu,” kata Freya keras kepala. Ia masih fokus untuk mencari dimana keberadaannya Samoni.


“Keras kepala sekali, kalau begitu aku akan membawa dokter ke perusahaan agar kamu mau diperiksa,” kata Fina mengambil keputusan.


Freya yang mendengar itu hanya menatap Fina dengan tatapan datar dan acuhnya. “Terserah,” kata Freya.


Hingga akhirnya di hari berikutnya, Fina langsung benar-benar mengundang dokter. Sayangnya hal yang tidak terduga terjadi, Freya justru pergi entah kemana.


“Dasar! kenapa cuman untuk cek aja dia sudah banget! memang semenakutkan itu hanya untuk mengetahui dia hamil atau tidak,” kata Fina yang pada akhirnya ia pun memulangkan kembali dokter itu.


Beberapa jam kemudian.


Freya datang bersama dengan Nick yang sedang menjelaskan beberapa informasi secara terperinci.


Setelah Nick selesai membacakan beberapa informasi secara terperinci itu, Fina langsung mendekat ke arah Freya.


“Kamu kemana saja? padahal tadi dokter sudah datang. Apa kamu sengaja menghindar?” tatapan Fina terlihat menyelidik.


Nick yang mendengar itu langsung menatap ke arah Fina dan Freya secara bergantian. “Jadi benar Freya hamil?” tanya Nick.


“Belum bisa dipastikan,” jawab Fina langsung tapi tatapannya tak lepas dari wajah Freya.


“Aku tidak mungkin hamil Fina,” elak Freya.


“Memang apa yang kamu takutkan jika hamil? aku rasa tuan George adalah laki-laki yang bertanggung jawab, ia justru akan merasa sangat senang jika mengetahui kalau Anda sedang hamil,” kata Fina.


Fina kini bahkan sudah memberinya lampu hijau untuk hubungan George dan Freya, setelah Fina lihat secara detail, sepertinya memang tidak ada laki-laki yang lebih baik selain George.

__ADS_1


“Kamu lupa apa tujuan kita? aku tidak ingin karena hamil rencana kita akan berantakan. Masih ada hal yang aku urus, salah satunya adalah aku belum bisa mendapatkan Samoni, karena dia juga ikut terlibat dalam kematian Kakek, jadi sudah seharusnya dia juga menerima balasannya,” kata Freya.


Sebenarnya tanpa Freya sadari, bukan hanya itu saja yang menjadi ketakutan Freya. Freya takut dengan ia hamil, akan ada bahaya yang nantinya mengincar anaknya dan dirinya.


Freya tidak ingin itu terjadi, suasana saat ini masih belum bisa dikatakan stabil.


“Aku mengerti kekhawatiran kamu, tapi tidak ada yang salah jika memang kamu hamil,” kata Fina yang hanya dijawab dengan kebungkaman saja.


Nick yang mengetahui jika dirinya tidak memilki hak untuk ikut berdebat, ia memilih pamit untuk melakukan tugasnya selanjutnya.


“Aku ingin tahu siapa ayah dari anak Freya jika Freya memang benar-benar hamil,” batin Nick yang pergi meninggalkan ruangan Freya.


Seperti memang tidak akan berjalan mudah, Fina bahkan harus mendengar alasan Freya yang menolak untuk dibawa ke dokter.


“Jika kamu memang tidak ingin ke sana, kalau begitu aku yang akan membawa dokter ke sini. Asal kamu itu janji tak akan kemana-mana lagi.”


Keterbungkaman Freya membuat Fina yakin jika bisa saja Freya akan pergi lagi. “Baiklah, aku akan meminta tuan George untuk mengirim dokter kandungan ke sini, aku yakin jika dia mendengar berita ini dia akan merasa sangat senang,” kata Fina yang seolah sedang berusaha mengancam Freya.


...*****...


Seperti yang sudah di janjikan oleh Fina, Freya harus datang ke rumah sakit yang sudah ditentukan oleh Fina. Tapi hingga beberapa menit berlalu, Freya tidak juga datang.


“Jangan-jangan Freya sedang becanda lagi,” kata Fina yang mulai merasa kesal karena Freya seolah sedang mempermainkan dirinya.


Akhirnya Fina mencari kemana Freya pergi, dan tak disangka jika Freya memang datang ke rumah sakit. Hanya saja wanita itu terlihat memakai pakaian yang seolah sedang menyamar.


“Kenapa berpakaian seperti itu?” tanya Fina dengan tatapan matanya yang terlihat menyilidik.


Freya yang mendengar itu hanya menatap Fina datar. “Kamu pikir jika aku tidak menyamar begini, nggak akan ada berita yang nanti muncul tentang kedatanganku? kamu tak tahu seberapa terkenalnya aku saat ini?” kata Freya yang hanya mendapatkan tatapan mata jengah dari Fina.


“Iya-iya yang lagi terkenal akhir-akhir ini,” kata Fina yang langsung membawa Freya untuk menemui dokter.

__ADS_1


“Kamu sudah memesan ruangan pribadi 'kan? aku tak ingin pertemuan ini akan sampai ke paparazi,” ungkap Freya yang hanya dijawab anggukan oleh Fina.


“Sudah aku atur semuanya, kecuali orang itu, aku nggak akan bisa jamin jika orang itu tak akan tahu mengenai hal ini,” kata Fina yang membuat Freya berfikir.


“Orang itu siapa?” tanya Freya heran.


Fina tidak mengatakan apapun, ia hanya membawa Freya ke tempat dokter berada. Seperti yang sudah dinantikan, terlihat seorang dokter cantik yang sedang menunggu dengan sabar.


“Selamat siang Nona Freya, bagaimana keadaan Anda saat ini?” kata dokter itu ramah.


Freya yang mendengar namanya itu di sebut, ia sontak langsung menatap ke arah Fina dengan tatapan mata yang seolah tidak percaya.


“Aku 'kan suda bilang untuk rahasiakan identitas aku ini! kenapa dia bisa tahu namaku?” tanya Freya yang hanya dijawab gelengan santai dari Fina.


“Kamu tenang saja, dia orang yang bisa di percaya, aku jamin itu,” kata Fina yang terus berusaha meyakinkan Freya.


Freya yang mendengar itu ia akhirnya mau tak mau mengikuti permintaan Fina yang menyuruhnya untuk melakukan serangkaian tes yang ia sendiri tak mengerti itu. Dan serangkaian tes itu sesuai dengan apa yang diintruksikan oleh dokter itu.


“Apa ini aman?” tanya Freya yang lagi-lagi hanya dijawab dengan tatapan jengah dari Fina.


“Nona yang terhormat, jika ini memang tidak aman, saya tidak akan pernah meminta Anda melakukan serangkaian prosedur yang ada. Anda pikir saya akan membiarkan Anda dalam bahaya?” kata Fina jengah.


Kini Fina bersikap layaknya keluarga Freya, jika dari segi umur jelas Fina jauh di atas Freya yang lebih muda darinya, walau sampai saat ini Fina belum menikah sekalipun.


Freya akhirnya melakukan tes itu dengan patuh, saat selesai ia menunggu cemas-cemas apa yang akan di katakan oleh dokter.


Dokter itu datang dan langsung menemui Freya dengan senyumannya yang terlihat ramah, tapi baginya, senyuman itu kini terlihat menyeramkan, bagaimana tidak, biasanya saat di televisi senyum ramah itu menandakan jika dokter berniat untuk mengabarkan kabar baik untuk pasiennya.


“Selamat,” kata dokter itu menjabat tangan.


Deg'

__ADS_1


Tanpa berkata apapun lagi, Freya tahu apa yang akan dikatakan selanjutnya. Berbeda dengan dirinya yang menatap cemas dan gelisah, justru Fina malah terlihat senang dan bersemangat.


__ADS_2