
Freya mendengar kabar jika Greta menghilang dari rumah sakit jiwa. Freya rasa menghilangnya Greta bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan sendirian.
Freya yakin jika pasti ada seseorang yang membantu Greta. Seseorang yang mungkin saja Bukanlah orang yang mudah untuk di singgung.
“Padahal aku yakin jika Greta tidak akan mungkin hilang ataupun lari begitu saja. Tapi aku tak pernah menyangka jika wanita itu bisa menghilang,” Fina terdengar berkomentar.
Kabar hilangnya Greta bukanlah hal yang bagus, wanita itu bisa saja berbuat nekat pada Freya. Fina sebenarnya kesal saat Freya justru menghentikan siksaannya saat itu.
Padahal Fina merasa puas saat melihat wajah Greta yang terlihat marah karena merasa terhina. Tapi, tiba-tiba Freya menghentikan siksaan itu.
Meskipun begitu, ini bukan salah Freya sepenuhnya. Karena Fina yang mengambil saran untuk tetap menempatkan Greta di rumah sakit yang ia pikir itu aman. Nyatanya Greta bisa lolos dengan mudah.
“Menurut beberapa saksi, mereka mengatakan jika Greta beralasan ingin ke toilet sebentar. Nyatanya, hingga beberapa menit berlalu wanita itu tak juga kunjung datang,” kata Nick memberikan informasi.
Informasi yang Nick katakan, itu ia dapat dari para perawat yang bekerja di sana. Dan Nick memiliki beberapa rekaman dari arah Greta pergi ke suatu tempat yang berbeda di rumah sakit.
Seperti saat Greta ke toilet, atau saat Greta ke taman, dan bahkan Nick bisa melihat dengan jelas jika Greta ternyata sempat berbicara dengan Camilla saat itu.
“Tunggu sebentar, apa itu?” tanya Fina saat melihat rekaman cctv di mana Greta mengobrol dengan ibu kandungnya.
“Dia sempat mengobrol denga ibunya untuk yang terakhir kalinya?” kata Fina yang terlihat berfikir.
“Bisakah kamu melihat dengan jelas? apa yang mereka sedang obrolkan saat itu?” tanya Freya pada Nick.
“Tidak bisa, itu sedikit sulit. Tapi sebentar, aku sempat berjaga-jaga jika akan terjadi obrolan seperti ini. Saat itu aku pernah memasang cctv dekat ruangan Camilla dan Greta. Coba kita lihat,” kata Nick, ia langsung saja mengarahkan monitor ke arah cctv itu.
Di sana bisa terlihat dengan jelas, bahkan mereka yang kini sedang melihat rekaman cctv itu bisa melihat jika Greta sempat memberikan sebuah tali pada Camilla.
“Tali? apa maksudnya itu?” heran Fina.
“Diamlah! jangan banyak berkomentar, kita itu sangat perlu memperhatikan dengan detail apa masalah yang mereka omongkan,” kata Nick kesal pada Fina yang terus saja berkomentar.
__ADS_1
Meskipun merasa kesal, pada akhirnya Fina hanya diam dan mendengarkan apa yang sedang terjadi. Dan saat itu akhirnya mereka tahu jika Greta meminta ibunya sendiri untuk bunuh diri.
“Gila! dia benar-benar wanita gila!” komentar Fina yang tidak bisa menahan rasa kagetnya itu.
Ucapan Fina hanya diangguki dengan tatapan tidak percaya dari orang-orang yang ada di sana. Sama seperti Fina yang tidak menyangka, bahkan Freya merasa lebih tak menyangka.
“Apa kasih sayang mereka sedangkal itu? meskipun Camilla yang pada awalnya menghasut Greta untuk membenciku, tapi sejak awal dia sudah membenciku.”
Kata-kata yakin Freya itu tak lain karena setiap apa yang Greta lakukan untuk mencelakai Freya, Camilla tidak pernah tahu akan hal itu.
“Freya kamu harus berhati-hati. Ibunya saja sampai ia bunuh karena ia anggap beban. Apalagi kita yang tak ada hubungan darah dengannya, terutama kamu yang sudah ia benci dari dulu,” kata Athaya khawatir.
“Aku pasti akan menjaga Freya, tidak akan aku biarkan wanita jahat itu mendekati Freya kita,” kata Fina yakin.
“Jangan sampai mengecewakan,” kata Frans yang kini menasehati bagaikan seorang kakak yang menitipkan adik paling kecil pada adiknya yang lain.
“Tidak akan,” yakin Fina.
*****
Greta langsung mendatangi Samoni. Laki-laki itu akhirnya menyelamatkan dirinya juga. Meskipun merasa sedikit kecewa karena Samoni tidak bisa menolongnya sejak awal.
Tapi pada akhirnya laki-laki itu menyelamatkannya.
“Ya ampun Tuan, Anda sungguh sangat nakal ya,” terdengar suara seorang wanita dengan nada manja.
Greta yang mendengar itu langsung tahu apa yang sedang dilakukan oleh Samoni. Tapi Greta tak akan mungkin bersikap seenaknya. Greta tahu jika Samoni adalah laki-laki yang mudah marah.
“Bersihkan diri kamu! sana terima uang kamu!” kata dingin Samoni mulai keluar.
“Tu-tuan, apa Anda marah? saya minta maaf jika Anda merasa tersinggung karena perbuatan saya,” kata wanita yang berada di kamar yang sama dengan Samoni.
__ADS_1
Mendengar itu, Greta tersenyum senang.
“Hanya aku saja yang bisa membuatnya senang dan puas. Tidak ada wanita manapun yang mampu untuk mengenalnya selain aku,” gumama Greta bangga.
Greta bangga karena hanya dirinya sajalah wanita yang bertahan sangat lama dibandingkan wanita yang akan berganti setiap harinya.
“Ada apa?” tanya Sam begitu ia keluar dari kamarnya.
Greta yang melihat itu, ia langsung mengikuti ke mana laki-laki itu pergi. Dan tidak lama sampailah Greta di ruangan Samoni.
“Bagaimana kabar Anak-anak?” tanya Samoni.
“Mereka sangat baik. Apa Anda tahu jika kedua anak kita kini sedang berada di bawah pengawasan Freya. Wanita itu yang membiayai anak kita selama ini,” kata Greta yang entah dari siapa mendapat informasi itu.
“Oh ya? wanita itu? setelah aku perhatikan ia dengan detail. Ternyata wanita itu memanglah sangat cantik, pantas saja George begitu tergila-gila padanya. Haha, bagaimana jika aku mencoba untuk tidur dengannya? aku yakin jika wanita itu tidak pernah tidur bersama dengan George.”
Tatapan penuh akan keinginan terlihat jelas di wajah Samoni. Greta yang melihat itu merasakan amarah serta kekesalan yang luar biasa.
Lagi-lagi Freya!
“Anda ingin tidur dengannya karena dia sangat cantik atau karena Anda berfikir dia masih suci?” tanya Greta yang menyembunyikan kekesalannya itu.
Greta berpikir dengan dirinya berpura-pura untuk mengatakan jika kedua anak adopsi itu adalah anak kandung Samoni, ia pikir jika laki-laki itu akan baik dan peduli padanya. Nyatanya tidak sama sekali, karena justru laki-laki itu malah tetap sama.
Walau karena kebohongannya itu, Samoni sedikit lebih memperlakukannya dirinya dengan baik. Greta tak akan peduli jika Samoni nanti akan tahu kenyataannya jika kedua anak itu bukan anaknya.
“Menurutmu? kira-kira apa yang laki-laki sukai?”
Greta tidak menjawab, ia hanya tersenyum dengan rasa marah dan kesal yang ia sembunyikan. Tak akan Greta biarkan Samoni bersama dengan Freya.
Greta akan mencari cara untuk mencegah hal itu, ia juga akan membuat Freya lebih menderita dengan hal yang lebih menyakitkan.
__ADS_1