
Freya baru saja akan pergi ke perusahaan Madam Amilia, ia ingin meminta maaf pada wanita itu, meski sedikit aneh dengan sikapnya yang seolah menjauhkan dirinya dari keempat orang itu, tapi Freya tidak ingin bersikap egois.
“Nona, Apa Anda ingin pergi ke suatu tempat?” tanya Shan dengan siap siaga, ia kini akan mengantar kemana saja Freya pergi.
Shan sudah belajar dari sikapnya kemarin, ia juga sudah mengambil hukuman yang pantas ia terima dulu. Dan kini Shan akan selalu siap sedia untuk menemani Freya kemanapun wanita itu akan pergi.
“Paman Shan, apakah Anda tidak lelah terus mengikuti Saya kemanapun saya pergi?” jika biasanya Shan hanya akan mengikuti Freya ke tempat-tempat tertentu, ia kini akan menemani Freya hampir 24 jam full.
Waktu istirahat Shan itu saat Freya sudah istirahat, dan bagi Freya itu pasti sangat melelahkan dan juga sangat menguras energinya.
“Tidak, itu sudah kewajiban saya Nona,” jawab Shan sopan. Jika seandainya Freya mendapatkan kembali ingatannya yang telah hilang, Shan yakin jika apa yang sedang kini ia lakukan tidak sebanding dengan Freya.
Wanita itu bahkan pernah tidak tidur hingga tiga hari tiga malam, bahkan itu hampir seringkali terjadi demi berjalannya misi.
“Baiklah,” Freya tidak ingin berkomentar lagi.
...........
“Untuk apa kamu datang ke sini?” tanya Madam Amilia dengan nada tidak sukanya saat ia melihat seorang tuan muda pertama dari keluarga Clooney ada di sini.
“Madam Apa Anda benar-benar sangat membenci saya?” George tak menyangka jika Madam Amilia masih menyimpan dendam padanya.
Kesalahan yang seolah ditimpakan padanya, ia harus menerima kebencian dari Madam Amilia, orang yang ia hormati. Madam Amilia baginya adalah penyelamatnya saat itu. Saat ia belum menemukan identitasnya sendiri.
“Kamu lupa jika apa yang kamu lakukan itu sangat fatal dan tidak bisa untuk dimaafkan? apa kamu berfikir saya akan bisa dengan mudah memaafkan kamu meski dulu saya menganggap kamu sebagai cucu saya?” sinisnya, Madam Amilia terlihat tak menatap George saat ia mengatakan hal itu.
“Apa Anda tidak benar-benar ingin mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi? apa Anda tidak ingin mencari bukti yang lebih kuat tentang apa yang telah terjadi?”
“Untuk apa saya mencari tahu jika apa yang telah terjadi itu adalah hal yang sudah saya yakini seumur hidup saya? Anda adalah manusia terkejam yang saya pernah lihat! Anda juga adalah Manusia yang ambisius yang sangat menakutkan!” tatapan mata Madam Amilia kini menatap George dengan tatapan bencinya yang sangat mendalam.
__ADS_1
“Suatu saat nanti Anda akan mengetahui siapa yang sudah bersalah di sini,” tegas George yang bangkit begitu saja.
George sengaja menemui Madam Amilia karena berniat bertanya mengenai Freya atau lebih tepatnya cucu kandungnya Madam Amilia.
Sayangnya, komunikasi itu tidak berjalan lancar sesuai dengan apa yang George mau. Wanita itu terus saja menjawab pertanyaan dengan nada sinis dan sarkasnya yang terdengar membenci.
Saat George hendak keluar dari ruangan itu, ia tak sengaja melihat Freya dan Shan berjalan ke arahnya, mereka berdua seakan ingin mengunjungi ruangan Madam Amilia.
“Freya,” suara bagai angin itu keluar begitu saja.
George yakin jika wanita itu adalah Freya, ia seolah ingin memeluk wanita itu tanpa harus mengatakan apa-apa. Tidak ada kata yang bisa George ucapkan, hanya sebuah rasa bahagia yang ingin ia salurkan melalui perasaannya itu pada Freya.
“Permisi, Anda menghalangi jalan,” ujar Freya saat George berdiri seolah mrnghadang dirinya yang akan memasuki ruangan Madam Amilia.
“Terima kasih,” ujar Freya lagi saat George memberi jalan dan membiarkan Freya masuk.
...........
“Madam,” suara lembut Freya keluar begitu saja.
“Apa Madam memang sangat sibuk? selalu sibuk seperti ini? apa ada sesuatu yang bisa aku bantu?” tanya Freya yang ingin mengakhiri hubungan dingin diantaranya dengan Madam Amilia.
Hubungan dingin yang disebabkan renggangnya suatu komunikasi, dimana Freya kesulitan berbicara dengan wanita itu karena terus menghindarinya.
“Madam, maaf.”
“Anaya tahu ini kesalahan Anaya, tapi tolong jangan terus mengabaikan Anaya, apa Madam perlu untuk menghukum Anaya seperti ini? jika memang apa yang Madam lakukan adalah hukuman yang diberikan untuk Anaya, aku harap Madam nanti akan bisa memaafkan Freya.”
Madam Amilia terus bersikukuh pada pendiriannya yang akan terus mengabaikan Freya, sedangkan Freya juga bersikukuh pada pendiriannya itu yang ingin bisa mendapatkan maaf dari Madam Amilia.
__ADS_1
............
Pada akhirnya Madam Amilia menyerah.
Sikap keras kepala milik Freya sangat mirip dengan anaknya Anaya, dan itu membuatnya tak akan bisa untuk terus mengabaikan anaknya.
Madam Amilia tidak bisa untuk terus marah dan tidak memaafkan Freya. Ia pada akhirnya akan memaafkan Freya dan kembali bersikap baik.
“Madam hanya takut jika suatu saat nanti kamu akan pergi dari Madam karena hasutan mereka. Tidak ada yang Madam inginkan dari kamu selain kamu ada disamping Madam. Madam hanya membutuhkan kamu dan bukan orang lain,” ungkap Madam Amilia dengan nada seriusnya itu.
Freya pada akhirnya mengangguk, ia akan selalu mematuhi apa yang Madam Amilia katakan, walau mungkin ia akan menyelidiki identitasnya nanti secara diam-diam.
............
Begitu keluar dari perusahaan.
George yang masih tak meninggalkan perusahaan, ia langsung memerintahkan Donald agar segera menemui Freya. Ada sesuatu hal yang harus George tanyakan pada wanita itu.
“Nona, bisakah Anda menemui tuan saya walau hanya sebentar saja. Beliau ingin bertemu dengan Anda saat ini juga,” sopan Donald dengan nada suara rendah tapi terdengar datar.
Donald mulai menghormati wanita yang ada di depan dirinya saat ini. Wanita yang telah tuannya cari sejak lama, dan Donald rasa jika wanita inilah yang nantinya akan menjadi nyonya di masa depan.
“Kamu ... bukannya bawahan Tuan Clooney?” tanya Freya yang hanya mengingat marga dari George saja, dia lupa akan nama lengkap dari lelaki itu.
“Ya, Tuan George ingin datang dan menemui Anda.”
“Tidak, saya memiliki beberapa keperluan yang harus saya urus segera, jadi maaf,” ujar Freya beralasan. Ia tidak ingin jika Madam Amilia tahu akan hal ini dan berakhir kecewa.
“Apa Anda tidak berniat pergi bersama kami ke tempat itu? mungkin tempat yang ingin Anda kunjungi adalah tempat yang sama.” Donald tahu jika Freya kini tinggal di sebuah hotel yang jauh dari tempat George tinggal. Laki-laki itu sengaja menempati salah satu hotel dengan kualitas nomor dua hanya agar bisa bersama dengan wanitanya, Freya.
__ADS_1