Pembalasan Dendam Si Cantik

Pembalasan Dendam Si Cantik
Kedatangan Madam Amilia.


__ADS_3

Hari-hari terus berlalu.


Tidak terasa jika Freya sudah tinggal di negara asalnya selama lebih dari 6 bulan. Selama itu juga, banyak hal yang telah terjadi.


Seperti kebangkrutan perusahaan Farh, dan juga para musuh yang pernah menyakiti kakek Freya, Garlfried.


“Apakah kamu yakin akan bekerjasama denganku?” tanya Freya sedikit tak menyangka dan tak percaya.


Yoshua, laki-laki yang kini sudah resmi menyandang duda tampan idamana itu. Ia kini membantu Freya untuk mencari-cari bukti kejahatan ayahnya sendiri, tentang kejahatan ayahnya yang selama ini telah membantu Antonio untuk membunuh tuan besar Garlfried, kakek Freya.


“Aku yakin Freya! mungkin jikapun hubungan kita tak akan pernah kembali seperti dulu lagi. Tapi aku tetap berharap jika kita akan terus berteman baik. Lagipula aku juga merasa berhutang budi pada Tuan Garlfried yang selama ini selalu berbuat baik pada siapapun.”


Tatapan Yoshua terlihat yakin, ia seolah sudah memilih untuk bersekutu dengan Freya dan membongkar segala kejatahan ayahnya.


“Apakah kamu merasa sakit hati karena Ayah kamu seolah menjual kamu?” tanya Freya yang langsung diangguki Yoshua.


“Lebih dari itu, mungkin aku akan menjadi lelucon yang ditertawakan oleh banyak orang. Aku bahkan sampai berfikir jika mungkin aku tidak punya wajah untuk menatap ke arah luar.” Yoshua bahkan tidak menyangka jika ayahnya akan menjual dirinya demi kepentingannya sendiri.


Flashback.


“Apa kamu yakin akan mengikuti instruksi apa saja yang greta perintahkan?” tanya Freya langsung pada Yoshua.


Yoshua yang saat itu masih tak menyangka dengan Freya yang berdiri dihadapannya itu. Ia dengan ragu mengangguk. Apakah benar ini Freya? wanita yang ia cari selama ini?


Yoshua sadar jika cintanya pada wanita itu selama ini adalah obsesi! tapi kehilangan wanita yang ada di depan dirinya saat ini, adalah pukulan terbesar dalam hidupnya yang suram.


“Sekalipun jika kamu itu di jual oleh mereka? apa kamu akan tetap patuh dan mendengarkan apa yang mereka katakan?” tanya Freya yang langsung membuat Yoshua merasa heran.


“Di jual? bagaimana bisa kamu mengatakan kata-kata yang buruk itu? ini bukan seperti sikap mereka yang akan tega menjual anaknya sendiri!” kata Yoshua.


Melihat betapa yakin dan percayanya laki-laki itu. Freya seketika tersenyum dingin dan terlihat sinis. “Dengarlah secara baik-baik!”


“Suamiku, apa kamu benar-benar akan menjual anak kita? apa kamu benar-benar akan tega menjual harga diri dengan kehormatan anak kita?” suara nyonya Farh atau lebih tepatnya ibu Yoshua mulai terdengar.

__ADS_1


“Menjual? apa yang kamu maksud dengan aku yang menjual anakku sendiri? aku tidak akan mungkin menjual anakku sendiri! ini dinamakan bisnis dan demi kepentingan bersama!” tegas ayah Yoshua yang mulai terdengar.


“Bagaimana itu bisa di sebut dengan bisnis? kamu juga tahu jika anak kita itu sangat tidak menyukai Greta! apa kamu tega membuat anak kita terus saja terjerat dalam pernikahan ini?” suara tidak terima dari seorang ibu kembali terdengar.


“Jika kamu ingin kita hidup miskin, terus saja kamu melawanku! akan aku pastikan kamu tidak akan bisa mendapatkan sepeserpun harta di keluarga ini!” kata tuan Farh pada istrinya dengan kejam.


Yoshua tidak bisa mendengar apapun lagi, ibunya seolah mulai setuju demi dirinya tidak hidup miskin.


Mengetahui hal itu tentu Yoshua merasa marah dan tak terima! memang selama ini ia hanya diam dan tak bekerja? dia kerja menjadi anggota Shadow demi bisa membuat perusahaan itu bangkit!


Nyatanya, usaha dia sia-sia dan dia tak mendapat apa yang seharusnya ia dapat. Gaji miliknya itu hanyalah bentuk kemurahan hati dari Antonio?! perkataan itu terus saja menghantui Yoshua.


Apakah benar uang hasil misinya itu tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan uang yang didapatkan dari imbalan kerja sama ayahnya dan juga Antonio saat membunuh tuan Garlfried?


“Lelaki yang kamu panggil Ayah itu, dia bukan lagi Ayah kamu yang kamu kenal selama ini. sifatnya itu sudah berbeda jauh dari yang seharusnya. Mungkin itu karena dia terlalu banyak memakan uang yang memang bukan miliknya!” dingin Freya.


“Apa harta tuan Garlfried seharusnya menjadi milik Anda? apa benar?” tanya Yoshua yang kini berubah menjadi segan entah karena apa.


“Saya tidak akan mengecewakan Anda, jika Anda ingin melakukan sesuatu dan membutuhkan bantuan saya. Anda bisa katakan itu langsung pada saya, dengan senang hati saya akan menerimanya”


Pembicaraan itu berakhir dengan rencana Freya yang akan ia perintahkan Yoshua untuk melakukan apa yang ia minta. Itulah pembicaraan terakhir dari Yoshua dan Freya sebelum konferensi pers dilakukan saat itu.


Flashback end.


“Saya akan menjemput seseorang, untuk rencana apa yang nanti kamu harus lakukan, akan saya beri tahukan kamu nanti.”


Setelahnya Freya meninggalkan Yoshua sendirian.


Melihat kepergian Freya, entah kenapa Yoshua malah merasa seolah telah melepaskan sesuatu paling berharga miliknya.


“Jika saja hal ini tak pernah terjadi, apa kita akan tetap seperti dulu? atau memang takdir memang mengharuskan kita seperti ini?” tanya Yoshua pada dirinya sendiri sedikit bergumam.


......................

__ADS_1


Sementara itu,


Saat ini Freya sudah berada di dalam mobilnya. Ia akan pergi ke bandara untuk menjemput Madam Amilia, wanita yang sudah Freya pastikan jika dia memanglah neneknya.


“Kapan Madam Amilia akan mendarat?” tanyanya pada sekretaris yang telah mengetahui pasti jadwal Madam Amilia.


“Setengah jam yang lalu Nona. Awalnya saya akan memberi tahu hal ini pada Anda tadi. Tapi seperti yang sempat saya lihat tadi, Anda seolah sedang membahas hal yang penting. Itu membuat saya tak bisa mengganggu Anda saat itu.”


Penjelasan sekretaris itu hanya Freya jawab dengan anggukan. Lagipula Freya memang sangat tak suka jika sedang serius ada yang mengganggunya.


Tak terasa, Freya tiba di bandara.


Saat itu Freya bisa melihat jika seseorang kini tengah tersenyum dan menatapnya dengan pandangan kerinduan yang terlihat jelas.


“Ya ampun sayang, bagaimana keadaan kamu?”


Madam Amilia langsung menanyakan keadaan cucu kesayangannya itu. Ia juga memastikan kondisi kesehatan cucunya itu.


“Baik, bagaimana dengan Anda?” nada datar dan dingin Freya masih saja sama. Ia masih merasa jika dirinya akan kesulitan membuka hati pada siapapun itu. Yang tersisa adalah kewaspadaan dirinya, tapi berungkali Freya ingatkan pada dirinya sendiri, jika orang yang ada dihadapannya ini tidak seharusnya ia waspadai.


“Apa Anda merasa lelah? Anda akan memilih tidur di mana? di hotel atau di mansion saya?” tanyanya, Freya memilih untuk menanyakan pendapat dari Madam Amilia secara langsung.


“Di tempat kamu. Ada sesuatu yang sebenarnya ingin Madam bicarakan pada kamu sejak lama, mungkin kenyataan ini akan bisa membuat kamu lebih menjaga jarak dan berhati-hati lagi.”


Wajah serius Madam Amilia itu terlihat.


#####


Maaf baru up.


Kemarin belum ada kuota


Selama membaca dan mohon dukungannya 🤧

__ADS_1


__ADS_2