
Freya saat ini sedang berada di sebuah bar. Bar itu berbeda dengan bar biasa, karena tempat ini terlihat seperti tempat rahasia bagi orang yang melakukan transaksi secara diam-diam atau semacamnya.
“Fina, kamu sudah tahu bukan apa yang harus kamu lakukan?” tanya Freya yang langsung diangguki.
Freya kini sedang memakai pakaian yang seolah ia sedang menyamar. Sama halnya Fina, ia juga memakai pakaian layaknya orang yang sedang menyamar.
“Aku tidak tahu apa yang sedang dilakukan oleh Greta, tapi sepertinya apa yang dia lakukan adalah hal yang berbahaya dan beresiko,” tebak Fina.
Sementara itu.
Greta yang sedang bernegosiasi dengan seorang pria hanya mendengus dan berdecak sebal saat apa yang diinginkannya tidak mencapai kesepakatan yang menguntungkan untuknya.
“Bagaimana bisa harganya bertambah lagi? kamu tahu bukan jika aku adalah orangnya tuan Samoni? jangan sampai aku mengadukan tindakan kamu ini pada tuan Samoni. Kalau sampai itu terjadi habis riwayat kamu!”
Si laki-laki yang sedang diancam hanya tersenyum dengan santai. Ia tahu jika dirinya sedang diancam oleh Greta, tapi responnya sungguh tidak terduga.
“Apa anda pikir tuan Samoni akan mentolerir apa yang anda lakukan ini? seorang wanita yang sudah gila dan kecanduan obat terlarang, mana mungkin berharga di mata Tuan Samoni!” kata laki-laki itu acuh.
“Kamu tahu bukan jika Tuan Samoni bukanlah lelaki bersih dan baik layaknya Tuan George yang terkenal lurus itu? dia juga pasti pernah memakai obat semacam itu. Jadi apa mungkin dia marah karena aku memakai obat semacam ini?” kata Greta percaya diri.
Greta berbicara seolah Samoni sudah mencintai dirinya, beberapa kali Samoni memberikan Greta uang dan fasilitas mewah. Hal itu membuat Greta berfikir jika Samoni sedang memanjakan dirinya.
“Jadi Anda berfikir jika Tuan Samoni mencintai Anda? hanya karena beberapa barang jadi Anda berfikir jika Anda berbeda dengan wanita tuan yang lain?” ledek laki-laki itu yang merupakan salah satu bawahan dari Samoni.
Laki-laki itu sebenarnya memiliki perasaan pada Greta, ia juga yang selama ini menemani Greta sewaktu Greta mengalami kesepian. Awalnya laki-laki itu tertarik pada Greta karena ia pikir Greta adalah wanita baik-baik, ia bahkan berfikir berita di media itu salah.
Nyatanya setelah laki-laki itu memastikan apa yang ada di media, ia jadi yakin jika apa yang diberitakan adalah hal yang benar.
“Kamu jangan lupa Doni, kamu yang memberikan obat terlarang itu padaku dulu. Jadi apa kamu berpikir jika kamu juga akan selamat dari amukan tuan Samoni?”
__ADS_1
“Saya tidak berfikir seperti itu Nona, kebetulan uang hasil obat ini sudah lebih dari cukup untuk saya bisa kabur ke luar negeri. Jadi nikmati waktu anda dengan baik, saya permisi,” kata laki-laki itu hendak bangkit.
“Berhenti!” kata Greta gelisah.
Bagaimana Greta akan hidup tanda adanya obat itu? ia sudah kecanduan obat terlarang itu. Karena dengan itu dirinya tidak mengalami kegelisahan lagi.
Bohong jika Greta tidak merasa cemas dengan kematian ibunya, karena apa yang Greta harapkan tidak berjalan sesuai rencana. Ia pikir dengan kematian ibunya ia akan menjalani kehidupan baik dengan Samoni, nyatanya itu hanyalah hayalannya saja.
Meskipun Greta mengatakan pada Samoni jika kedua anaknya itu adalah anak kandung Samoni, laki-laki itu hanya memberikan uang saja padanya.
Sementara perhatian dan kasih sayang yang Greta ingin tidak pernah ia dapatkan. Hal itulah yang membuat ia menjalin hubungan diam-diam dengan salah satu anak buah Samoni hingga dirinya diberi obat terlarang.
“Jika Anda ingin obat ini, maka belilah ini dengan harga yang sepantasnya. Anda pikir Anda masih berharga bagi saya?” kata Doni dengan nada sarkas dan ledekannya.
Mendengar itu Greta bahkan langsung merasa kesal, tapi meskipun begitu, ia akhirnya mengeluarkan uang tabungannya untuk membeli itu.
Padahal itu uang tabungan yang Samoni berikan untuk kedua anaknya, sayangnya Greta bahkan tidak memberi mereka uang sama sekali.
Sementara itu.
Freya yang mendengar percakapan Greta dan orang yang tidak dikenal itu, ia hanya diam dan melirik ke arah Fina.
“Ku pikir dia akan semakin pintar setelah mengirim editan video itu, tapi nyatanya dia masih bodoh dan lebih bodoh lagi,” kata Freya dengan sarkas.
“Ini kesempatan bagus untuk kita, dengan adanya bukti itu Greta akan dihukum karena terlibat obat terlarang.”
“Tapi sepertinya akan ada hal yang menarik,” kata Freya yang seakan mengatakan jika ia sendiri yang akan memberikan hukuman untuk Greta.
“Apa kita akan menangkap Greta sekarang?”
__ADS_1
“Tidak, di luar sedang ramai, dan itu akan menarik banyak perhatian. Lebih baik kita ikuti kemana Greta pergi,” kata Freya yang diangguki Fina.
Freya juga ingin mengetahui keberadaan Samoni saat ini, karena entah kemana laki-laki itu pergi, ia bahkan tidak meninggalkan jejak sama sekali.
“Padahal aku ingin menangkapnya dan membuat ia merasakan rasa sakit yang harus diterimanya,” kata Freya terdengar bergumam.
Freya tidak akan bersikap lunak lagi pada siapapun itu, satu persatu orang yang terlibat dalam kematian kakeknya mulai mendapatkan balasan yang setimpal dengan perbuatan mereka.
Tuan Farh yang tidak lain adalah ayah dari Yoshua, ia baru saja dinyatakan mati akibat di bunuh salah satu musuhnya yang memiliki dendam pribadi dengannya.
Kematiannya itu bahkan tidak ada yang tahu penyebabnya, hingga aksi pembunuhan itu di sangka bunuh diri saking pintarnya si pembunuh.
Sedangkan ibu Yoshua sendiri menjadi gila dan tak terkendali, hingga pada akhirnya wanita itu telah di pindahkan ke rumah sakit jiwa.
Dan Freya yang mendapatkan informasi itu tentu saja senang, karena dirinya tak perlu lagi untuk mengotori tangannya itu.
Sedangkan ayahnya, hampir saja bunuh diri, tapi berhasil dihentikan oleh para anak buahnya.
Freya tidak akan membiarkan ayahnya mati begitu saja, masih banyak yang harus laki-laki itu terima atas apa yang diperbuatnya.
Dan untuk kakek dari Helena, laki-laki itu bahkan dinyatakan mati beberapa hari yang lalu akibat serangan jantung mendadak.
“Pasti kematian laki-laki tua itu tak lain karena bukti kejahatannya ada di tanganku,” pikir Freya saat dia mengingat kabar kematian dari kakek Helena itu.
Dan kini, berbeda dengan ketiga orang lainnya yang sudah mendapatkan balasannya. Samoni sangat gesit dan juga mahir dalam menghindari masalah. Freya sedikit kesulitan dalam mencari Samoni yang tiba-tiba saja menghilang entah kemana.
“Lebih baik aku fokus dengan Greta saja, setelah itu akan aku pikirkan bagaimana mengurusi Samoni itu.”
“Jadi apa kita akan pulang untuk menyiapkan apa yang kita perlukan untuk menangkap Greta nanti?” tanya Fina yang langsung dijawab anggukan.
__ADS_1
“Kita pulang, kamu bisa istirahat untuk beberapa jam. Kita lakukan misi ini malam hari,” perintah Freya langsung dijawab anggukan patuh oleh Fina.