Pembalasan Dendam Si Cantik

Pembalasan Dendam Si Cantik
Keberadaan Greta


__ADS_3

Freya berusaha untuk mencari Greta yang seolah sedang bersembunyi itu. Wanita itu tidak ada kabar sejak 1 bulan yang lalu.


Padahal, Freya yakin jika wanita itu tidak akan bisa pergi kemanapun. Alasannya karena Freya sudah menutup segala akses Greta.


“Pergilah ke sebuah restoran yang sempat aku belikan untukmu. Wanita yang kamu cari ada di sana,” sebuah pesan yang tak lain adalah kiriman dari George.


“Anda bercanda? apa Anda pikir saya akan percaya begitu saja dengan apa yang Anda katakan ini? Greta sedang bersembunyi. Dia tahu jika aku kini sedang menargetkannya,” balas Freya.


Beberapa menit menunggu, tapi tidak ada jawaban juga. Hingga apa khirnya Freya memutuskan untuk melakukan apa yang George perintahkan.


...----------------...


Keesokan harinya.


Freya bersiap-siap untuk pergi ke restoran itu, restoran yang di tunjukkan langsung oleh George. Ada sedikit keraguan jika Greta akan keluar dan tampil di publik.


Saat itu, Freya yang telah selesai mengenakan pakaian tertutup dengan kacamata hitamnya yang sengaja ia pakai. Ia langsung menuju ke restoran dengan ditemani oleh Fina.


“Katakan pada Nick, untuk sementara waktu akan aku serahkan tugas padanya. Cari informasi siapa yang akan selalu Greta cari setiap ada masalah,” kata Freya yang langsung diangguki oleh Fina.


“Aku sebenarnya juga curiga jika mereka memiliki orang yang kuat dibelakangnya, tapi apa kamu tidak pernah sekalipun mendengar siapa yang sering Greta andalkan selama ini?” tanya Fina.


Freya hanya diam, ia berfikir sejenak. Seseorang yang selama ini Greta andalkan? siapa? selain ibunya dan ayahnya yang kini tak bisa membantu Greta. Yoshua yang bukan suaminya juga tidak akan mungkin mau membantu Greta.


Justru Yoshua memberikan Freya beberapa bukti kejahatan yang selama ini baru ia ketahui.


Selama ini ternyata Greta sudah menyimpan rasa benci yang besar pada Freya. Wanita itu dengan sengaja akan berbuat hal curang. Seperti bekerja sama dengan cara licik agar nilainya menjadi jelek, dan diam-diam akan mengirimkan anak buah untuk membuat Freya dalam bahaya.


Nyatanya rencana itu gagal karena kemampuan Freya memang sangat hebat. Pada akhirnya Greta yang harus menahan kesal karena menerima kekalahan.


“Samoni,” tiba-tiba Freya ingat akan nama itu.

__ADS_1


Nama yang baru saja sempat berusaha untuk dekat dengannya. Dan nama itu jugalah yang sepertinya pernah Freya dengar.


“Cari informasi mengenai Samoni, aku tidak ingin untuk meremehkan musuh. Bagaimanapun caranya, kita akan terus berhati-hati,” kata Freya yang langsung dingguki.


*****


Sesampainya di sana.


Freya sengaja duduk di tempat paling pojok yang berada di dekat pintu masuk. Ternyata bukan tanpa alasan George mengatakan jika Greta akan datang.


Karena kini, wanita itu sedang memakai pakaian yang tertutup layaknya sekarang musim dingin. Padahal ini awal musim panas.


Hingga tak jarang orang-orang yang disekitar akan terus menatap ke arah Greta dengan tatapan aneh.


Tak lama setelah Greta datang, Camilla ibunya juga datang dan menyusul. Bedanya, wanita itu tidak terlihat tertutup seperti anaknya.


“Bu, apa perusahaan sedang dalam keadaan yang baik dan stabil?” kata Greta dengan pelan dan nyaris berbisik halus.


Samoni adalah harapan keluarga mereka, dan Camilla awalnya yakin jika laki-laki itu akan membantunya dan anaknya.


Sayangnya, laki-laki itu sangat licik dan tidak pernah berniat untuk membantu sama sekali. Laki-laki itu justru terus mengulur waktu seolah menunggu saat yang tepat.


“Bu, bagaimanapun aku masih memiliki senjata rahasia yang akan aku gunakan nanti. Mungkin sekarang kita tak akan bisa untuk membuatnya berada di pihak kita. Tapi cepat atau lambat dia juga akan membantu kita,” yakin Greta.


Freya yang melihat obrolan tanpa suara itu, ia hanya tersenyum diam-diam. Meskipun obrolan itu hanya terdengar dari jarak yang sangat dekat. Tapi Freya dapat mendengar itu melalui gerakan bibir.


“Jadi benar ternyata itu Samoni? sepertinya aku akan lebih hati-hati nantinya. Semakin banyak kamu takut, maka akan semakin bersemangat aku membuat kamu menderita Greta,” batin Freya.


*****


Di dalam mobil.

__ADS_1


Freya yang telah selesai mendengar obrolan mereka berdua. Ia yang kini sedang berada di dalam mobil bersama dengan Fina hanya diam.


“Kenapa terus menatapku?” tanya Freya saat ia melihat jika Fina tidak henti-hentinya menatap ke arah Freya.


“Kita tadi memiliki kesempatan untuk menangkap Gret, tapi aku tidak mengerti kenapa kamu bisa dengan mudah membiarkan mereka lolos begitu saja,” kata Fina dengan wajah yang terlihat bingung.


“Buah akan terasa nikmat saat di petik pada saat sudah benar-benar matang. Bukankah terlalu terburu-buru jika kita memakan buah yang masih mentah? itu akan terasa buruk,” kata Freya yang seolah sedang menganggap jika rencana yang terburu-buru akan membuat rencananya berjalan kurang sempurna.


“Sebenarnya aku berniat memberi pelajaran pada Greta paling terakhir, aku ingin melihat dia merasa putus asa saat melihat penderitaan orang yang ia sayang,” jelas Freya menjelaskan rencana yang ia buat itu.


“Tapi, apa Anda lupa jika adik Anda Rocky juga anak Camilla? Rocky juga adil tiri Anda. Apa Anda tidak khawatir jika dia akan membenci Anda?”


Mendengar apa yang dikatakan oleh Fina itu, Freya hanya terdiam dan tak mengatakan apapun. Ia yang hanya diam itu membuat Fina terdiam.


“Rocky, aku hampir melupakan kamu. Bagaimana nasib kamu nantinya? aku benar-benar belum memikirkan itu. Tapi bagaimanapun aku tidak mungkin menghentikan ini semua,” batin Freya.


Bagaimana Freya menghentikan rencanakan ini, ia baru saja tahu beberapa bulan yang lalu jika Camilla penyebab kematian ibunya. Untuk detail kejadian ibunya meninggal akan Freya tanya langsung pada Camilla nanti.


“Siapa itu?” tanya Freya saat ia melihat jika ada orang yang menghentikan mobilnya secara tiba-tiba. Freya tidak tahu siapa mereka.


“Nyonya, tolong keluarlah!!” teriakan dari wanita yang tiba-tiba berlari mengetuk mobil milik Freya.


“Apa kita akan berhenti?” tanya Fina menatap ke arah Freya yang terlihat hanya diam menatap ke arah wanita yang berteriak itu.


“Berhentilah,” kata Freya yang langsung diangguki oleh Fina. Akhirnya Fina menghentikan mobil itu tepat di pinggir jalan.


“Ada apa? kenapa kamu tiba-tiba bersikap tak sopan seperti itu?” tanya Fina berusaha untuk melindungi Freya yang sengaja ia lindungi.


“Sa-saya adalah Elma, saya adalah sepupu jauh dari Yoshua Farh. Kedatangan saya ke sini karena singin meminta tolong pada Anda. Tolong ..., bantu keluarga kami yang kini mengalami kebangkrutan dan terlilit hutang,” ucap wanita itu dengan tatapan memohon yang sedikit terburu-buru.


Seolah keluarga Farh kini berada diambang bahaya yang tidak bisa untuk ditunda lagi keselamatannya.

__ADS_1


__ADS_2