Pembalasan Dendam Si Cantik

Pembalasan Dendam Si Cantik
Kegilaan Greta


__ADS_3

Freya menjalankan rencananya itu. Ia kini beralih pada Antonio ayahnya. Laki-laki tak tahu diri yang dengan teganya memanfaatkan anaknya sendiri.


“Freya! apa-apaan ini! kenapa kamu membeli hampir sepuluh persen saham dari orang lain? apa kamu ingin menyaingi Ayah kamu sendiri?”


Antonio sunguh merasa marah dan murka. Masalah mafia yang hampir bubar beberapa hari yang lalu, belum bisa ia selesaikan karena uang yang harusnya Freya kirimkan justru diberhentikan.


Mereka yang biasa hidup berfoya-foya dengan harta yang menurut mereka tak akan habis. Justru harta itu sudah tak ada, dan mereka terus bergantung pada uang milik Freya.


Dan kini, dengan tiba-tiba di acara rapat penting. Freya tiba-tiba mengungumkan jika dirinya lah yang berhak untuk mengambil keputusan di sini.


Karena kini, saham Freya ada 40% dan itu berarti ia pemilik saham terbesar di perusahaan Garlfried ini.


“Apa masalahnya Ayah? aku hanya membeli saham dari orang yang ingin menjualnya padaku. Lagipula mereka mendapatkan uang yang besar dari itu,” Freya dengan santainya mengatakan itu.


“Dasar! apa kamu memang berniat untuk menyaingi Ayah kamu sendiri? jangan jadi anak yang tidak tahu diri seperti ini,” emosi Antonio.


“Ayah, sebaiknya emosi itu Anda tahan, kita akan tetap melanjutkan sidang ini seperti seharusnya.”


Akhirnya setelah kata-kata Freya itu, sidang kembali berjalan. Dan di sini, setiap Antonio ingin berbicara atau lebih tepatnya menunjukkan jika ia adalah Sang Penguasanya. Dan di saat itu Freya bisa menepis itu dengan argumen yang meyakinkan.


“Apa maksudnya ini? apa kamu pikir jika rencana proyek yang Ayah pilih akan gagal? apa kamu tidak percaya dengan rencana ini?”


Bagaimanapun, Antonio ingin proyek impiannya tetap berjalan lancar. Ia tidak peduli dengan dana yang akan dikeluarkan perusahaan. Baginya, proyek itu harus bisa berjalan semestinya.


“Meskipun kita memiliki dananya. Itu jumlah yang terlalu besar. Dan keuntungan yang akan di dapat belum bisa di pastikan secara jelas. Lebih baik kita membangun proyek ini saja, meski terlihat tidak mencolok, tapi keuntungan yang di dapat akan menguntungkan.”


Mendengar argumen yang meyakinkan Freya, orang yang ada di sana termasuk beberapa pemegang saham dan calon investor setuju.


Setelahnya, Freya yang mendominasi dengan menjelaskan rencana apa yang ingin ia buat.


“Jadi seperti itu,” kata Freya begitu selesai mengatakan rencananya itu pada orang-orang penting yang ada di ruang meeting itu.


Prok


Prok

__ADS_1


Prok


Tepuk tangan yang merupakan bentuk kekaguman mereka mulai terdengar dan bergema. Antonio yang tidak terima akan hal itu merasa kesal dan tidak suka.


“Sialan kamu Freya,” batin Antonio marah.


Awalnya setelah meeting selesai Antonio berniat untuk marah pada Freya. Sayangnya tiba-tiba saja ia harus pergi karena ada urusan penting.


Melihat itu, Freya tersenyum dingin.


“Awasi terus, dan beri tahu perkembangannya padaku.”


Anggukan sebagai jawaban langsung terlihat oleh Freya. Fina seakan dengan patuh mematuhi apa yang Freya perintahkan.


*****


Saat itu.


Malam harinya setelah Freya sibuk meeting dengan banyaknya klien penting. Ia langsung berjalan ke arah penjara bawah tanah.


Dulu Freya juga hidup di penjara bawah tanah selama kurang lebih lima tahun. Ia pikir jika Greta dan Rocky juga menerima latihan sepertinya. Ternyata latihan itu hanya latihan biasa.


“Pantas saja Ayah tidak pernah memberika misi pada Greta ataupun Rocky, tentu saja karena latihan mereka bukanlah latihan khusus,” batin Freya yang tatapannya berubah menjadi dingin.


“Freya sialan! wanita murahan tak tahu diri! lepaskan aku sekarang juga! kamu tahu tidak jika Tuan Samoni akan marah akan hal ini. Ia pasti akan memberikan pelajaran pada kamu karena telah menyinggung aku seperti ini,” marah Greta.


Wajah cantik yang selalu terlihat lugu itu, ia kini justru terlihat menyeramkan. Lingkaran hitam yang tercetak jelas diwajahnya, bibir yang pucat dan pecah-pecah, lalu karena susah makan, Greta menjadi sangat kurus hanya dalam waktu 2 Minggu.


“Aku benar-benar tidak akan melupakan penghinaan ini! akan aku buat kamu merasakan sakit yang lebih berat dari ini!”


Tatapan benci terlihat.


Jika dulu Freya selalu menganggap adiknya layaknya ia adalah kucing yang sedang marah. Kini pandangannya berubah pada adik tirinya itu.


Greta tidak sepolos dulu lagi, wanita itu sudah dipenuhi dengan rencana jahat karena rasa iri yang berlebih pada Freya.

__ADS_1


“Aku hanya membalas apa yang kamu berikan.”


Tatapan Freya terlihat dingin. Ia pikir jika adiknya itu tidak besar kepala, nyatanya adiknya masih sama dan besar kepala.


“Kenapa tidak kamu makan? apa memang kamu ingin mati?” sejak dua hari yang lalu, Greta mogok makan.


Padahal sebagai bentuk bekas kasihan, Freya memberikan menu makan yang normal.


“Heh! kamu pikir aku akan memakan makanan itu! jangan mimpi! setelah apa yang kamu lakukan padaku selama beberapa hari ini! kamu pikir aku sudi untuk menerima apa yang kamu berikan?”


“Aku sudah tidak menyuruh orang-orang itu agar tak meniduri kami tiga hari yang lalu. Apa karena hal itu kamu marah dan tidak terima karena hal itu?” tanya Freya dengan tatapan menyelidikinya itu.


“Sialan! aku hanya tidak ingin menerima makanan itu! Aku tidak tahu kapan makanan akan membunuhku.”


“Siapa yang bilang? aku tidak pernah berniat untuk langsung membunuh kamu Greta. Kamu masih bisa hidup, kamu belum melihat akhir dari ibu kamu. Dan kamu belum tahu keadaan Ayah kamu juga.”


Awalnya Freya memang berniat memberikan Antonio pelajaran terlebih dahulu. Tapi saat Freya mengetahui kenyataan menyakitkan tentang ibunya itu, ia marah dan ingin melampiaskan kemarahannya itu pada ibu tirinya.


“Hahahaha, sampai kapanpun kamu tidak akan pernah menang dariku Freya. Tuan Samoni pasti akan datang dan membantuku,” yakin Greta.


Greta kini mungkin tidak lebih dari wanita kotor yang sudah tidur dengan banyaknya laki-laki. Itu karena orang yang ia kirim untuk melecehkan Freya saat itu, justru orang-orang itu melecehkan dirinya.


“Kamu kejam sekali Freya! bagaimana kamu bersikap sekejam ini padaku. Kamu waktu itu tidak sampai di perkosa oleh mereka. Tapi apa ini? kamu ternyata lebih kejam dariku,” Greta kini berkelit dan menyalahkan Freya.


Freya yang mendengar itu tersenyum dingin. Jika saja Shan tidak menyelamatkan dirinya tepat waktu, nasib Freya mungkin seperti Greta saat ini.


“Aku hanya mengembalikan rasa sakit yang kamu berikan padaku. Apa kamu berpikir kamu lebih baik dariku?” sinis Freya.


Freya ingat betapa lugunya dirinya dulu. Meskipun kemampuannya itu hebat, ia dulu tidak lebih dari seekor anjing gila yang patuh pada tuannya.


Apapun perintah Antonio akan selalu Freya turuti. Lalu ia juga menyayangi keluarganya dan menganggap jika mereka tidak akan menyakitinya.


Meskipun adik dan ibu tirinya menganggapnya monster menakutkan. Ia dulu adalah anjing patuh yang tak akan menggigit pada orang yang ia sayang.


“Kamu gila! bagaimana itu di sebut membalas?! aku sekarang kotor dan sangat kotor! aku akan membunuh kamu sekarang juga!” teriak Greta histeris.

__ADS_1


Kenormalan yang ia pertahankan sekuat tenaga hilang sudah saat melihat Freya yang terlihat hidup dengan bahagia.


“Menjijikan! lepaskan aku sekarang juga dasar ****** sialan!” maki Greta yang terus saja berusaha untuk membuka penjara yang terkunci itu.


__ADS_2