
Kabar mengenai retaknya hubungan di keluarga Garlfried dan keluarga Farh sudah mulai menyebar kemana-mana.
Publik seakan menyalahkan Greta yang diduga sebagai alasan perpecahan itu. Tapi sebenarnya dibalik itu, ada satu orang yang merasa sangat senang karena telah di untungkan dalam hal itu.
“Ayah, bagaimana ini? apa yang harus aku lakukan? apa Ayah akan diam saja tanpa pergerakan apapun saat ini? keluarga Farh dengan tegas memutuskan hubungan dengan kita. Apa Ayah akan menerima hal itu?” tanya Greta. Ia sangat yakin jika ayahnya itu sama sepertinya yang merasa marah dan tak terima.
“Kenapa kita harus ambil pusing masalah itu? itu sudah menjadi kemauan mereka. Jadi hal apa yang membuat kamu merasa takut? bukankah ada tuan Samoni yang akan bersama dengan kamu?” perkataan Antonio itu terdengar seolah ia tidak merasa keberatan sama sekali dengan kerenggangan hubungan keluarganya dengan keluarga Farh.
“Ayah, bukankah kalian berteman baik? kenapa ayah tidak merasa marah dan malah setuju saja dengan itu semua? keluarga mereka itu sudah mengajukan gugatan perceraian. Dan mungkin status Greta bukan lagi Nyonya Farh,” takut Greta.
Ketakutan Greta adalah ia hidup tanpa status, tanpa kejelasan dan dengan keadaan yang dirinya nanti akan disalahkan.
“Hei, keluarga Farh itu sudah bangkrut, untuk apa kamu masih mau menyandang status dari keluarga bangkrut? mereka kini tak lebih hanyalah sebuah bangunan kokoh saja, di dalamnya jelas mereka bukanlah apa-apa.”
Mendengar itu, Greta termenung. Apa yang ayahnya katakan itu memang benar, dan itu sangat masuk di akal untuknya.
Untuk apa dirinya masih saja mempertahankan status itu? status yang sebentar lagi akan hilang? tapi bagaimana dengan scandalnya? karena Tuan Samoni ternyata memilih agar ia menyelesaikan masalah itu sendirian.
“Jadi Greta, buanglah ketakutan tak berarti kamu itu segera. Mereka sekarang bukanlah apa-apa. Mengerti bukan?” kata Antonio yang langsung membuat Greta berfikir lalu mengangguk.
“Baik Ayah,” kata Greta.
......................
“Yoshua, apa-apa kamu ini! kenapa kamu itu malah melayangkan gugatan cerai pada Greta?! apa kamu menginginkan kebangkrutan perusahaan kita?”
Rupanya gugatan perceraian itu bukan atas izin dari tuan Farh langsung. Yoshua yang sudah tak tahan lebih memilih menggugat cerai wanita itu.
__ADS_1
“Ayah, kenapa aku harus bertahan dengan wanita yang seperti itu? dia jelas telah mengkhianatiku. Jadi apa yang membuatku masih tetap bertahan? bukankah ayah juga tahu jika aku tidak pernah mencintainya?” Yoshua tidak mengerti dengan jalan pikir ayahnya saat ini.
Apakah kini ayahnya sudah tertular dengan sifat serakah Antonio? apakah laki-laki itu juga sudah dibutakan oleh harta?
Yoshua bahkan merasa jika ayahnya adalah orang yang berbeda. Ayah yang ia kenal sebagai laki-laki baik yang sangat menyayangi anaknya, kini laki-laki itu tak lebih dari seorang ayah yang begitu terobsesi dengan harta kekayaan.
“Ayah tidak peduli! kamu harus cabut gugatan itu atau Ayah tidak akan pernah menganggap kamu sebagai anak lagi. Itu terserah kamu,” kata Tuan Farh yang langsung saja pergi tanpa Yoshua sempat mengatakan apapun lagi.
......................
“Jadi apa rencana kamu nanti?” tanya George pada Freya saat mereka sedang makan bersama di restoran yang sempat George berikan sebagai hadiah.
“Haruskah saya mengatakan rencana saya itu kepada Anda? saya masih belum percaya pada Anda sekalipun dengan bukti yang Anda berikan pada saya saat itu.”
George hanya terdiam, senyum dingin yang akan selalu terasa kaku itu terlihat. “Justru itu yang akan membuat aku semakin yakin untuk bisa mendapa kepercayaan dari kamu bagaimanapun caranya,” jawab George yakin.
“Apa Anda membaca jika Tuan Garlfried pernah mendapatkan tindakan darurat? bukankah itu bisa disebabkan oleh keadaan yang menurun?”
Tiba-tiba saja Fina membuka suara, ini memang bukan tempat dirinya untuk berbicara. Tapi ia kini seolah sedang mengingatkan Freya akan apa yang harus wanita itu bahas.
“Tindakan darurat?” tanya George dengan tatapan yang kini terlihat dingin.
Ada sesuatu fakta yang tak bisa didapatkan dengan mudah, dan bisa saja setengah fakta itu justru akan membuat orang-orang salahpaham saat mereka mendengarnya.
Fakta yang bahkan sangat sulit untuk diketahui dari hal terkecil sekalipun itu. Fakta itu sangat sulit untuk bisa didapatkan bahkan untuk ditembus saja itu bukanlah hal yang mudah.
“Tidak mungkin bukan seorang Tuan George yang sangat terhormat tidak mengetahui masalah ini? bukankah Anda yang memberikan barang bukti ini pada saya? ” tanya Freya dengan tatapan yang kini terlihat menyelidik.
__ADS_1
Tapi George tidak mengatakan apapun lagi. Dan akhirnya laki-laki itu pergi setelah acara makan malam selesai. Ia pergi dengan alasan memiliki banyak kesibukan.
“Bukankah tuan George itu terlihat sangat aneh? dia tidak mengatakan apapun saat Anda bertanya pada dirinya bukan? apa kini Anda mulai merasa curiga padanya?” tanya Fina yang menjaga selalu waspada.
Fina memang setuju jika Freya mendapatkan orang yang akan memperhatikannya. Tapi, di satu sisi ia merasa curiga dengan sikap misteriusnya George.
“Jika memang dia ikut terlibat dalam masalah ini! untuk apa dia memberikan bukti ini padaku?” tanya Freya yang hanya dijawab kebungkaman oleh Fina.
“Bisa saja 'kan dia sengaja memberikan bukti itu agar dirinya tidak dicurigai? mungkin dia ingin membuat kita menghilangkan kecurigaan kita padanya agar kita menjadi lengah?”
“Kamu terlalu banyak berfikir Fina. Dia laki-laki pintar yang tidak mungkin akan bertindak seperti itu,” ungkap Freya yang langsung saja membuat Fina bungkam dan tidak berkata-kata lagi.
...****************...
Hari-hari terus berlalu.
Scandal yang membuat nama buruk Greta semakin hari semakin parah. Hingga Greta langsung berniat mengadakan konferensi pers.
Di saat orang-orang sibuk mempersiapkan acara itu. Di saat itu juga Freya sibuk dengan rencana yang telah ia susun dengan baik.
“Kamu yakin akan muncul saat konferensi pers itu berlangsung? apa kamu sudah mempertimbangkan hal ini dengan baik?” tanya Frans yang akan selalu siap dan sedia membantu Freya.
“Iya, aku sangat yakin. Lagipula kita tidak bisa untuk terus menunda hal itu. Cepat atau lambat aku juga harus muncul di depan publik,” jelas Freya.
“Tapi bukankah ini terdengar sedikit berlebihan? kamu muncul di depan publik di saat konferensi pers itu akan berlangsung? apa sebenarnya niat kamu?” tanya Nick yang kini bersikap sedikit lancang karena saking merasa penasarannya.
“Ya ampun ..., ternyata kamu juga merasa khawatir ya. Atau aku harus katakan ini langsung?” ucapan Freya itu seolah sengaja membuat mereka semua merasa sangat penasaran.
__ADS_1
“Baiklah, akan aku beri tahu pada kalian.” Freya pun langsung berbisik pada keempat orang yang menjadi kepercayaannya.