Pembalasan Dendam Si Cantik

Pembalasan Dendam Si Cantik
Merebut kembali milikku


__ADS_3

Sejak hari itu.


George tidak terlihat lagi selama beberapa hari. Ia bahkan sering melihat jika Fina tertawa seolah Fina sedang mentertawakan gombalan George yang tidak berpengalaman itu.


“Berhenti tertawa, apa yang kamu tertawakan,” kata Nick penasaran dengan apa yang kini sedang Fina pikirkan.


“Tidak ada,” jawab Fina berusaha berekspresi normal.


Jika saja Freya tidak melarang Fina menceritakan kejadian kemarin pada yang lainnya. Mungkin sudah ia beberkan. Kapan lagi bisa ngomongin tentang George, bukan begitu?


“Jadi Freya, apa kamu benar akan mengungumkan kepemilikan perusahaan ini hari ini? apa ada yang kurang dan mesti kamu ubah?” tanya Athaya.


Selain pandai membuat racun dan penawarnya. Ia kini di percaya oleh Freya untuk mengurusi klien dan juga para pemegang saham perusahaan F&G.


Siapapun yang akan meremehkan dan menyinggungnya pasti akan Athaya buat mereka ketakutan dengan racun yang ia berikan. Racun yang Athaya berikan itu akan berkerja lambat, karena dengan hal itu ia akan mudah mengancam mereka yang menyinggungnya.


Dan setelahnya, keuntungan selalu Athaya dapatkan dengan dibantu oleh Nick yang pandai membantu dalam mencari informasi.


“Tidak ada hari yang bagus, karena ini sudah saatnya mereka tahu,” kata Freya yang langsung diangguki oleh keempat orang kepercayaannya itu.


Frans bahkan ikut hadir, ia sengaja menyelesaikan tugas untuk besok agar dirinya bisa datang ke sini. Sisanya ia percayakan pada asisten kepercayaannya.


“Jangan ragu, ini milikku kamu. Seperti yang pernah kita katakan, kita akan ada di pihak kamu dan terus mendukung kamu,” kata Frans yang langsung di jawab anggukan oleh Freya.


*****


“Nona, persiapannya sudah kami persiapkan dengan baik. Jika ada yang Anda butuhkan Anda bisa langsung mengatakan itu pada saya,” sekretaris kepercayaannya Freya itu mulai berkata hormat.


Mendengar itu, Freya mengangguk. Ia datang ke atas podium dan mulai menjadi perhatian tamu undangan yang ada di sana.


Bertepatan dengan hari ulang tahun perusahaan yang ke 40 tahun. Freya akan mengungumkan dengan jelas siapa pemilik perusahaan.


“Apa kabar, saya harap kalian sedang dalam kondisi yang baik. Terima kasih karena telah menghadiri undangan dari saya ini,” kata Freya dengan raut wajahnya yang datar.


“Kalian pasti tidak akan pernah lupa tentang siapa yang menjadi pemilik perusahaan ini. Bukankah ini milik Tuan Garlfried? tapi selama ini Kakek saya tak pernah mewarisi perusahaan ini pada Ayah saya. Dan karena itu, Ayah saya tidak memiliki bukti untuk bisa memiliki perusahaan ini atas namanya,” kata Freya panjang lebar.

__ADS_1


Awalnya perusahaan yang di kelola kakeknya itu memiliki hampir 90% saham. Dan kini, karena kepemimpinan Antonio, saham hanya tersisa 60%.


“Saya sempat kaget karena selama masa kepemimpinan Ayah saya. Banyak sekali harta yang terjual. Hampir 30% saham ini hilang. Kini saya akan kembali untuk memimpin perusahaan ini agar kembali memimpin kejayaannya seperti dulu,” penjelasan Freya langsung mendapatkan tepuk tangan.


“Tapi, apakah Anda punya bukti jika itu memang atas nama Anda?” salah seorang yang banyak mendapatkan keuntungan dari Antonio karena salah satu pendukung dari Antonio itu, ia tidak terima jika pemimpin harus di gantikan begitu saja.


“Ini, saham yang sekarang Nona Freya pegang adalah sekitar 70% dan kami sempat membeli beberapa saham hingga yang awalnya hanya 60% menjadi 70%,” jelas Fina yang ikut menjelaskan.


“Sepertinya saya hanya akan membeli 70% saham di perusahaan ini, biar sisanya kita bisa bagi keuntungan itu dengan 30% pemegang saham lainnya,” jelas Freya.


Untuk meminimalisir kerugian yang besar, Freya ingin memberikan kesempatan pada pemegang saham dan juga investor untuk berbagi keuntungan dan juga bisa mengemukakan ide-ide mereka.


“Apa Anda tidak ingin memonopoli saham itu seperti Tuan Garlfried dulu?” tanya seseorang yang langsung dijawab gelengan.


“Tidak, saya ingin memberikan kesempatan bagi orang yang ingin bekerjasama untuk mendapat keuntungan di perusahaan ini,” jawab Freya dengan tatapan lurus.


Meskipun Freya berbicara dengan datar, tapi apa yang Freya sampaikan setelahnya tentang rencana dan proyek serta program apa saja yang ingin ia lakukan ke depan nanti, hal itu mendapatkan sambutan baik.


“Anda benar-benar jenis Nona,” puji seseorang.


“Gimana nggak jenis, dia 'kan pemilik perusahaan di negara F itu? bukankah dia juga merupakan pemilik perusahaan F&G juga?”


Mendengar salah seorang yang mengatakan tentang siapa Freya itu. Membuat yang lain semakin yakin dan merasa tertarik untuk bekerjasama dengan Freya.


******


Saat Freya beristirahat.


Freya mendengar jika George datang. Ia yang tahu akan hal itu tidak berniat mendekat langsung. Kini, Freya sedikit bingung akan suatu hal.


“Apa yang sedang kamu pikirkan?” tanya George begitu ia masuk bersama Donald yang akan selalu menemani dirinya.


“Tidak ada,” kata Freya kini kembali memasang wajah acuh dan dinginnya. Padahal beberapa hari yang lalu, wanita itu masih bisa menerima George walau masih dengan hati sedikit ragunya.


Tapi entah ada masalah apa, wanita itu malah terlihat dingin. Bahkan Fina yang tidak mengerti hal itu, ia ikut merasa bingung.

__ADS_1


“Apa aku keluar saja?” kata Fina.


Tak ada jawaban, Fina memutuskan untuk keluar. Ia langsung pergi begitu saja. Fina menunggu di luar, ia tahu jika George dan Freya buruh waktu untuk bicara hal yang privasi.


Tak lama, Donald yang paham langsung keluar.


Hingga kini, hanya Freya dan George yang diam tanpa ada yang berbicara sama sekali. Freya seolah merasakan hawa panas karena amarah.


Sedangkan George hanya bersikap tenang.


“Sepertinya ini bukan saat yang tepat aku menemui kamu,” ungkap George bangkit.


“Kenapa kamu berbohong?” tanya Freya langsung melemparkan bukti. Di sana, bukti yang awalnya mengarah pada dua jalur yang berbeda, kini bukti tersebut dengan jelas mengarah pada George.


“Bukankah kamu selalu mengatakan jika aku harus percaya pada kamu? tapi di sana jelas kamu bersalah. Kamu tahu bukan jika aku tidak akan segan-segan untuk melawan kamu,” tatapan Freya kini terlihat sangat dalam.


Berkali-kali Freya mencoba mencari ulang bukti itu, tapi semakin ia mencari, bukti itu selalu mengarah langsung pada George.


Dan George, laki-laki itu kini hanya diam. Ia tidak mengatakan apapun. Karena bukti itu memang jelas dan terlihat meyakinkan.


Sepintar apapun mereka, tetap saja mereka tidak akan bisa menemukan celah. Dan bukti kematian Garlfried jelas-jelas mengarah pada George.


“Jadi, coba katakan. Bagaimana caranya saya percaya pada Anda? apa Anda bisa menjamin jika kepercayaan saya tidak akan berakhir dengan pengkhianatan dari Anda? ” tanya Freya dengan tatapan dingin.


Baru saja, baru saja Freya bisa merasakan dengan jelas perasaannya pada laki-laki dihadapannya ini. Tapi kini kenyataan seolah itu menamparnya, laki-laki ini kini terbukti bersalah.


“Tidak ada hal yang akan aku katakan, itu akan percuma.”


Setelah pertemuan itu, hubungan baik itu kembali jauh dan merenggang seakan mereka tak dekat.


#####


Note:


Nanti bakal di jelaskan ya alasan George tidak berniat menjelaskan ke Freya. Tapi di sini, George sudah jelas di fitnah. Jadi mau menjelaskan bagaimanapun jika bukti belum terkumpul akan percuma.

__ADS_1


__ADS_2