
Frans terus saja mengetik-ngetik keyboard dengan gerakan lihai. Ia kini sedang berusaha untuk bisa menembus sistem keamanan keluarga Garlfried.
Sistem keamanan itu, kini sangat kuat dengan sistem keamanan beberapa lapis, entah berapa jumlahnya itu. Baru saja Frans akan menembus keamanan dilapisan kedua, komputernya langsung berbunyi.
Ting
Ting
Ting
Suara yang bagaikan sirine baginya agar ia segera berhati-hati dan tidak bisa gegabah. Karena merasa jika akunnya kini sedang dikejar oleh sebuah virus yang ada di dalam sistem keamanan itu, secepat mungkin Frans kembali.
“Ya ampun, sangat sulit.”
Frans terlihat sedikit berkeringat saat ia telah berhasil mengamankan akunnya dan keluar dari zona yang berbahaya.
“Nona Freya, ini akan sangat sulit. Sistem keamanan dari keluarga Garlfried sepertinya terus diperbarui jadi sangat sulit untuk bisa menembusnya.”
Freya waktu itu pernah berhasil membobol sistem keamanan di lapisan kedua, tapi begitu di lapisan ketiga, ia hampir saja akan di serang sebuah virus, hingga ia harus keluar demi bisa mengamankan akunnya.
Memang sangat sulit untuk menembus sistem keamanan itu, Frans saja tidak bisa menghindar lebih lama dari virus-virus itu. Hingga sebelum ia menembus lapisan kedua, ia langsung menyerah.
“Aku baru saja memperbaruinya beberapa hari yang lalu,” kata Freya yang langsung saja ditatap dengan tatapan tak percaya dari Frans.
“Kenapa bisa? kenapa bisa Anda malah memilih memperkuat sistem keamanan itu? bukankah Anda ingin tahu hal mengenai diri Anda? dan itu hanya bisa diketahui di data yang hanya ada di komputer keluarga Garlfried bukan?”
“Bagaimana aku bisa diam saja jika apa yang telah menjadi peninggalan kakekku akan hancur jika aku hanya diam saja,” jawab Freya langsung.
“Selain itu, aku sebenarnya telah mempelajari banyak hal di sistem keamanan yang telah Kakek buat. Seperti halnya kode-kode sulit yang saling terhubung karena ia seolah memberi kesan kalau itu khas dari dirinya.”
“Entalah, aku bingung. Awalnya aku pikir jika kamu bisa menembus sistem keamanan itu, karena kamu jauh lebih berpengalaman dan sangat sering menggunakan kemampuan kamu itu.”
“Tapi Saya tidak akan bisa menyaingi kemampuan Anda nona. Jadi, jika Anda tidak bisa menembus sistem keamanan itu, bagaiamana dengan saya?”
“Sesempurna apapun sistem keamanan yang telah Kakek buat, aku yakin pasti ada kelemahannya. Aku ingin bisa menembus sistem keamanan itu tanpa perlu mengnacurkan itu? apakah bisa?” tanya Freya yang dijawab gelengan.
“Entahlah, setahu saya jika Anda berniat untuk mendapatkan informasi penting itu. Maka harus menghancurkannya, karena jika tidak, Anda akan terancam nantinya,” kata Frans terdengar menjelaskan.
“Sudahlah, aku akan pikirkan cara itu nanti. Tidak ada waktu lagi jika terus menunda untuk segera pulang.” Freya yang tidak memiliki waktu banyak untuk terus di sana, ia lantas segera keluar dari ruangan Frans.
__ADS_1
...----------------...
“Mau ke mana?” tanya Fina yang melihat Freya hendak pergi.
“Ada sesuatu hal yang harus aku urus,” jawab Freya.
“Ada sebuah misi lagi 'kah?” tanya Fina.
Gelengan Freya berikan. Semenjak misi terakhirnya itu, ia menolak segala misi yang ayahnya berikan padanya. “Aku tidak menjalankan misi lagi,” seperti biasa, Freya memang terkenal acuh dan cuek pada siapapun.
Tapi, hanya pada keempat orang itu ia cukup banyak berbicara. Seolah memang mereka telah mengenal lama dan bisa saling paham.
“Kenapa bisa? rasanya itu tidak mungkin,” ungkap Fina berfikir.
“Akan aku jelaskan nanti. Katakan pada Nick dan Athaya untuk tidak mencariku. Dan jangan lupa mengambil mobil di tempat biasa,” kata Freya yang terdengar mengingatkan.
“Baiklah-baiklah. Pergilah!”
......................
Freya memasuki mobilnya. Ia langsung saja mengemudikannya dengan kecepatan tinggi layaknya seorang pembalap.
Bagaimana mungkin Freya tidak mengebut saat ini. Jika jarak dari rumah tadi menuju ke King Of the Palace membutuhkan waktu setidaknya setengah jam. Dan kini, ia hanya memiliki waktu kurang dari setengah jam!
“Sial! apakah nanti akan ketahuan?”
Tak ingin menyerah, Freya terus mengemudikan dengan kecepatan tinggi. Tapi, ia tetap harus hati-hati agar tidak mencelakai siapapun.
“Hey gila! mau mati ya!”
“Kalau mau mati, mati aja sendiri!”
“Hey itu berbahaya!”
“Aku tidak akan membunuh kalian, lagipula aku tidak akan mati sebelum rasa penasaran ini terhapuskan,” kata Freya pada saat banyak umpatan terdengar.
Ckittt
Baghh
__ADS_1
Karena harus mengerem mendadak, dahinya sedikit membentur tepat mengenai kemudi. Beruntungnya, ia kini memakai penutup yang menutupi dahinya juga.
“Aku sudah sampai. Jangan lupa beri tahu Nick agar segera mengambil mobil ini,” kata Freya saat ia telah menghubungi Fina.
“Nick sudah ke sana,” jawab Fina.
Setelah panggilan telah terputus, Freya berjalan menuju kamarnya dengan mengendap-endap. Ia lantas berjalan secepat mungkin karena di rasa jika waktunya hanya tinggal lima menit.
“Sial! kenapa juga banyak penjaga di sini,” kesal Freya.
Freya terus saja menghindar dari para penjaga yang sedang berjaga. Dan saat di rasa aman, ia langsung menaiki kamarnya yang berada di lantai atas.
Gila memang, Freya justru memanjat hingga ke lantai tiga. Padahal itu pasti sangat melelahkan.
“Hosh hosh hosh”
Di saat waktunya akan habis, Freya lantas segera berlari dan membuka jendela kamarnya. Ia lalu menutupnya dengan cepat hingga sedikit mengeluarkan bunyi.
“Nona, ada apa?” tanpa pernah Freya duga kepala pelayan itu ada di luar kamarnya.
“Tidak ada! saya hanya tidak sengaja menyenggol jendela karena baru bangun tidur. Jangan masuk ke dalam, saya akan membersihkan tubuh saya lebih dulu!” perintah Freya yang tak ingin dibantah.
“Baik, saya akan menunggu Anda.”
Freya yang awalnya akan berpura-pura tidur demi bisa meyakinkan kepala pelayan. Tapi karena ia rasa jika ia tidak memiliki waktu lagi, ia memilih berganti rencana.
......................
Selesai mandi dan berganti baju, Freya langsung membuka pintu kamarnya. “Iya? sejak kapan kamu ada di sini?” tanya Freya pada kepala pelayan itu.
“Saya sudah menunggu Anda sejam yang lalu nona.”
“Bukankah sudah saya katakan jika saya akan tidur? jadi, apa kamu melanggar apa yang saya minta?” Freya kini merasa khawatir jika kepala pelayan itu sempat masuk ke kamarnya untuk mengecek keberadaannya.
“Saya menunggu Anda seperti yang Anda minta. Saya berniat untuk membangunkan Anda saat waktu Anda tidur telah habis,” jelas kepala pelayan itu langsung.
“Jadi? jika saya tak kunjung bangun apa yang akan Anda lakukan?” tanya Freya lalu melipatkan kedua tangannya.
“Saya akan terus berusaha untuk membangunkan Anda hingga Anda bangun,” jelas kepala pelayan itu yang langsung memerintahkan beberapa pelayan agar segera masuk dan menyiapkan segala hal yang diperlukan oleh Freya.
__ADS_1
Freya yang melihat itu hanya menatap dengan jengah dan sedikit malas. Sudah Freya duga, jika di mata Kepala Pelayan itu hanya ada perintah tuannya yang ia pikirkan.