
Beberapa hari berlalu
Di sebuah ruangan.
Freya tak tahu alasan Samoni memanggilnya ke tempat seperti ini. Yang Freya inginkan kini adalah laki-laki itu mau memberikan Greta padanya.
Freya tahu jika itu pasti sangat sulit, dan mungkin akan membutuhkan negoisasi yang panjang. Tapi Freya akan mencoba itu.
“Freya kamu yakin akan sendiri di sini? aku tidak akan mungkin meninggalkan kamu bersama dengan orang yang tidak bisa kita percayai ini,” kata Fina tegas.
Berkali-kali Freya mengatakan jika dirinya akan berada dalam yang keadaan baik-baik saja. Freya juga mahir dalam bela diri, ia membawa berbagai macam senjata cadangan yang tak terlihat oleh mata biasa.
“Tapi Freya, mereka bukanlah orang sembarangan. Dan aku tidak bisa tenang sebelum memastikan kamu secara langsung,” kata Fina yang tetap ingin berada di sana. Apalagi saat ini Greta dengan terang-terangan memprovokasi Freya.
“Apa memang segitu saja kemampuan si jenius Freya? wanita yang katanya kuat dan hebat itu? apa memang hanya segitu saja kemampuannya itu?” ledek Greta saat itu juga.
Greta tak henti-hentinya menempel pada Samoni yang duduk di sebelahnya itu. Jelas Freya bisa melihat jelas jika Greta sedang marah padanya.
Entah karena alasan apa, Freya belum bisa memastikan itu. Tapi kebencian Greta yang disembunyikan tetap akan bisa Freya lihat dengan jelas.
“Keluarlah!” kini dengan nada tegas dan memaksanya Freya menyuruh Fina agar keluar. Beberapa detik Fina menatap Freya seolah sedang meyakinkan. Dan pada akhirnya Fina keluar saat melihat Freya dengan serius menyuruhnya untuk keluar.
“Oh ya ampun, kamu ternyata punya anjing yang setia juga ya. Padahal dulu kamu yang menjadi anjing yang setia,” ledek Greta.
“Tidak masalah, setidaknya anjing lebih berguna jika dibandingkan dengan parasit yang mengganggu,” kata Freya membalas ledekan Greta dengan santai.
Mendengar itu tentu Greta marah, tapi tidak dengan Samoni yang justru merasa lebih tertarik pada Freya. Apalagi setelah ia melihat wanita itu dari jarak dekat, Samoni semakin ingin memiliki Freya.
Tahu dengan pemikiran Samoni, Greta hanya bisa menekan rasa benci dan kekesalan dalam hatinya.
“Sebentar lagi kamu akan hancur Freya,” kata Greta dengan senyum bengis yang kini tercekat jelas di wajah miliknya.
“Aku akan ambilkan minuman untuk kalian,” kata Greta tanpa peduli dengan persetuan Freya.
__ADS_1
......................
Sementara itu.
George yang baru saja pulang dari negara A. Ia yang mendapatkan kabar jika Freya kini berada di rumah Samoni, dengan tanpa menunggu waktu George langsung ke tempat itu.
“Apa yang sedang terjadi? kenap tidak masuk?” tanya George saat melihat jika Fina hanya di luar dan tidak menemani Freya masuk.
“Nona Freya yang meminta Tuan,” jawab Fina dengan ekspresi wajah yang hanya bisa pasrah.
Tanpa berkata apapun, George langsung masuk dengan di susul dengan kedatangannya Donald yang akan selalu menemani George.
Tatapan mata George terlihat nyalang saat ia melihat Samoni menatap ke arah Freya dengan penuh nafsu, sontak hal itu membuat George langsung berada di puncak emosi.
“Oh ya ampun ..., siapa ini? tuan George yang sangat terhormat tiba-tiba mengunjungi rumah aku ini?” kata Samoni dengan disertai ledekan yang berani.
George tidak mengatakan apapun. Ia langsung berjalan ke arah Freya yang hanya diam seolah merasa terkejut dengan ke datang George.
George langsung duduk tepat di samping Freya yang hanya diam dan terus mengabaikan dirinya begitu saja.
“Kamu harus hati-hati pada Samoni, dia orang yang tidak akan bisa menganggapnya musuh yang mudah,” kata George berbicara pada Freya melalui sambungan di telepon.
“Jadi, Anda hanya ingin mengatakan hal itu pada saya? apa tidak ada waktu lain untuk Anda menghubungi saya selain di malam hari?” kata Freya dengan nada yang tak sukanya.
Begitu George berangkat ke luar negeri karena entah ada apa. Hari berikutnya di malam hari laki-laki itu langsung menelepon Freya.
“Maaf, jika besok aku akan sibuk. Dan setiap pagi aku sibuk karena harus mengurus banyak hal. Jadi kurasa hanya ini waktu yang tepat untuk bisa menghubungi kamu,” kata George menjelaskan.
“Bukankah perbedaan waktunya cukup jauh antara negara ini dan negara itu? ” Freya tidak menyangka George akan menghubunginya begitu malam.
Mungkin waktu di tempat George sekarang jauh lebih larut dari waktu di tempat Freya saat ini. Entah Freya harus merasa senang atau tidak suka, apa yang George lakukan saat ini seolah sedang mengatakan jika laki-laki itu benar-benar merasa khawatir padanya.
“Bagaimana kamu tahu dengan perbedaan waktu yang ada di sini?” tanya George. George tidak pernah merasa jika dirinya memberi tahu pada Freya akan ke mana ia pergi.
__ADS_1
“Entahlah, hanya insting saya yang mengatakan jika Anda akan kembali ke negara asal Anda itu,” kata Freya.
Freya tahu George berasal di negara Z yang di penuhi dengan orang-orang hebat dan juga misterius itu. Ia hanya menebak jika laki-laki itu kini sedang memiliki urusan penting di san.
“Aku berniat menawarkan kerja sama,” kata George langsung.
“Kerja sama apa? apakah itu hanya akan menguntungkan Anda saja?” kata Freya.
Freya masih belum bisa kembali percaya pada George lagi. Terlalu banyak hal yang membuatnya curiga dan penasaran akan laki-laki itu, identitasnya dan juga siapa dia sebenarnya, banyak hal yang ingin Freya tahu dari George.
“Tidak mungkin,” jawab George langsung. Ia seakan mengatakan tidak mungkin jika kerja sama itu hanya akan menguntungkan dirinya saja.
Karena George melakukan kerja sama itu demi bisa memberikan keuntungan yang besar pada Freya. Dan mungkin hanya Freya yang akan diuntungkan dalam hal ini.
“Jadi apa kerja sama itu?”
“Jadilah sekutu dan orangku,” kata George langsung.
“Anda bercanda? siapa yang mau menjadi orang Anda? jangan lupa saya masih belum bisa percaya pada Anda secara sepenuhnya,” kata Freya dengan nada tak suka.
“Aku hanya ingin kamu menjadi orangku saja, karena dengan itu aku akan bisa menjamin keselamatan kamu sepenuhnya,” jawab George langsung.
“Sudahlah, Anda benar-benar meremehkan saya? saya sudah mengatakan jika saya tidak ingin bantuan dari Anda, saya bisa merawat diri saya sendiri,” tegas Freya.
Sudah sifatnya yang memang keras kepala, dan Freya tidak suka jika harus bergantung pada orang lain. Ia ingin menggunakan kemampuannya sendiri dan ia sangat ingin bekerja keras demi dirinya sendiri.
“Saya akhiri teleponnya,” kata Freya langsung.
Sementara itu.
“Kenapa Anda mengatakan jika Anda ingin Nona menjadi sekutu Anda? bukankah yang Anda ingin adalah dia menjadi istri Anda?” tanya Donald.
“Entahlah, itu terlalu cepat jika ingin melamarnya.”
__ADS_1
Mendengar ucapan tuannya itu, akhirnya Donald paham, kemungkinan besar George membicarakan mengenai masalah kerja sama dengan Freya, itu karena ia tidak memiliki hal yang akan di bahas.
Flashback end.