Pembalasan Dendam Si Cantik

Pembalasan Dendam Si Cantik
Peringatan untuk Antonio


__ADS_3

Beberapa hari berlalu.


Sejak kejadian itu, berita mengenai keluarga Farh yang kehilangan barang berharga milik keluarga itu sampai tersebar di media. Seolah Tuan Farh sengaja menyebarkan berita itu pada media.


Entah apa yang hilang itu, dan sepenting apa barang yang hilang itu? publik seakan dibuat bertanya-tanya hingga merasa penasaran.


“1 Miliar? luar biasa sekali! barang apa kira-kira yang hilang itu?” tanya seorang wanita saat melihat berita di tengah jalan.


Televisi besar yang mengumumkan berita yang cukup menggegerkan itu. Langsung menjadi perhatian publik.


“Mana aku tahu, tapi kita 'kan tidak diizinkan untuk bisa melihat isi kotak itu jika pun kita bisa menemukannya,” timpal kekasih wanita itu.


“Ya bagaimana kita bisa yakin jika barang itu memang yang Tuan Farh cari sedangkan kita tidak dibolehkan untuk memastikan itu,” dumel wanita tadi.


Berita yang menggemparkan itu langsung menjadi trending di beberapa media. Banyak orang-orang berusaha untuk mendapatkan barang yang tuan Farh cari demi nominal yang tidak sedikit itu.


...****************...


“Luar biasa,” komentar Freya saat melihat berita itu.


Freya tersenyum sinis saat melihat berita itu, ia tahu kini Tuan Farh atau lebih tepatnya ayah Yoshua itu, Laki-laki itu pasti sedang merasa ketakutan karena kelemahan dan apa yang ditakutkannya dirinya ada ditangan Freya.


“Orang-orang busuk yang terus bersembunyi dibakik topeng murah hati dan penyayang. Sepertinya hidup damai itu sudah waktunya berkahir,” tatapan Freya tak lepas dari berita.


Ada rasa marah dan kebencian saat melihat berita itu. Ia akhirnya tahu jika orang yang ia pikir murah hati dan baik itu, ternyata tidak sebaik yang ia pikirkan dulu.


“Aku tidak akan memberikan pelajaran untuk hari ini, biarkan saja kamu terus diselimuti rasa takut kamu itu. Mimpi panjang akan terus mengantui kamu tuan Farh.”


Seringai itu keluar dari mulut Freya.


...****************...


Di ruang keluarga Farh.


“Bagaimana ini Antonio, barang itu menghilang! saya merasa khawatir jika orang itu menggunakan barang itu untuk menyerang kita,” kata Tuan Farh.


Yoshua yang juga merasa penasaran dengan apa yang dibahas oleh ayah dan juga mertuanya. Ia memilih ikut bergabung di ruang tamu.

__ADS_1


“Barang apa yang hilang Ayah?” tanya Yoshua.


Tuan Farh hanya menatap ke arah anaknya, ia tidak berani untuk menjelaskan tentang barang itu pada anaknya. Tanpa ada izin dari Antonia, ayah Yoshua tidak akan mengatakan hal itu pada anaknya.


“Jadi, apa rencana kita selanjutnya?” tanyanya pada Antonio yang hanya diam.


“Kenapa bisa barang itu hilang? apa kamu tidak bisa menjaganya dengan benar?!” marah Antonio. Ia sudah pusing dengan permasalahannya yang kesulitan dalam mengurusi perusahaan Garlfried dan mafia Shadow miliknya.


“Saya sudah menjaga dengan benar. Seperti yang saya katakan pada Anda, orang itu mencuri barang itu.”


“Urus saja masalah ini dulu! sisanya akan saya urus.”


...----------------...


Malam harinya.


Antonio terlihat sibuk mencari barang yang hilang itu, ia bahkan mengirim banyak anak buahnya untuk bisa mencari barang itu.


“Orang-orang bodoh! padahal sudah aku bantu tapi dia dengan bodohnya bisa menghilangkan barang itu.”


Ting


“Kembalikan barang itu! dia bukan milik kamu,” pesan yang di kirim Antonio dengan kata yang tak suka.


“Ini juga bukan milik Anda 'kan?” balasan dari nomor yang tidak dikenali itu.


“Aku tahu apa yang kamu butuhkan. Aku akan berikan kamu uang dengan nominal yang besar,” balas Antonio.


“Uang dengan nominal besar? apakah itu yang tidak terbatas? kalau begitu saya akan memberikan barang bukan milik saya ini pada Anda!” pesan yang penuh provokasi dari nomor tak dikenal itu.


“Tidak terbatas? memangnya kamu siapa? sadar diri dan jangan tidak tahu malu! kamu tidak akan bisa selamat jika terlalu serakah!” ancam Antonio.


“Siapa yang jauh lebih serakah? Anda atau saya? bukankah di surat ini sudah tertera dengan jelas pemiliknya? jadi Anda sadar bukan siapa yang tidak tahu diri?” jawaban dari orang yang tidak dikenali itu, membuat Antonio yang membacanya merasa kesal.


“Sialan! jangan tidak tahu diri! kamu pikir kamu itu siapa?! jangan sampai saya buat hidup kamu hancur!”


Beberapa menit berlalu tidak ada balasan. Bahkan hingga setengah jam berlalu, masih tak ada balasan. Antonio tersenyum melihat itu, ia pikir jika orang itu sudah merasa takut dengan ancamannya itu.

__ADS_1


“Bagus, kamu memang harus tahu tempat kamu di mana,” kata Antonio.


Ting


Tiba-tiba pesan kembali muncul.


“Apakah Anda kini sedang berfikir jika saya merasa takut pada ancaman Anda? saya sedang sibuk jadi mengabaikan Anda,” balasan itu seakan kembali memprovokasi Antonio.


“Bagaimana jika saya memilih untuk memberikan ini pada pemiliknya langsung? mungkin saya akan bisa mendapat imbalan yang setimpal” kiriman dari nomor tak dikenal itu lagi.


“Orang yang kamu bilang pemiliknya itu sudah lama mati! kamu mau meminta hadiah apa sama orang yang sudah mati itu!” kirim pesan dari Antonio.


“Anda yakin jika orang itu sudah mati? tapi saya baru saja bertemu dengannya kok, coba lihat ini.”


Ting


Sebuah foto seseorang terlihat, dan itu benar-benar terlihat seperti Freya. Tapi Antonio yang melihat itu berusaha menepis pemikirannya itu.


“Saya tidak yakin jika itu adalah orang yang sama, kamu jangan mencoba untuk membohongi saya!”


Sama seperti tadi, tidak ada balasan juga. Hingga beberapa menit berlalu masih belum ada balasan. Bahkan hingga jam terus berlalu tidak kunjung ada balasan.


“Sialan! siapa orang yang di foto? tidak mungkin jika itu adalah Freya!” yakin Antonio tapi dengan raut wajahnya yang merasa ketakutan.


Posisi Antonio kini seolah sedang terancam, harta yang ia miliki atas nama Freya, bisa saja diambil begitu saja oleh wanita itu jika memang ia masih hidup.


“Jangan berfikir yang aneh-aneh, gadis bodoh itu sudah lama mati. Dia tidak akan bisa hidup lagi!” yakinnya.


...****************...


Sementara itu.


Freya hanya tersenyum dingin pada ponselnya. Ia tidak menyangka jika akan menemukan kenyataan yang tidak pernah ia duga selama ini.


Kenyataan yang mengatakan jika Freya yang akan mewarisi seluruh harta keluarga Garlfried. Bukan ayahnya, melainkan dirinya.


Freya tidak tahu alasannya, tapi Freya akan terus untuk menyelidiki sebuah kenyataan yang memang harus ia cari.

__ADS_1


“Mimpi indah sudah berakhir, ayo bangun dan terima kenyataan!” dingin Freya menatap ke arah luar jendela.


Freya berniat menemui Antonio secara langsung, dan itu sebentar lagi. Freya akan menunggu waktu dan juga moment yang benar-benar tepat.


__ADS_2