
Awalnya Freya menggunakan alasan kesibukannya untuk menghindar dari George. Tapi laki-laki itu memiliki banyak cara untuk bisa menemui Freya.
Setelah acara konferensi pers itu, beberapa hari setelah itu, berita buruk mengenai Freya pun hilang dan tak pernah muncul lagi.
Justru yang ada kini adalah berita mengenai rencana pernikahan George dan Freya yang masih menjadi misteri bagi publik yang merasa penasaran dengan kapan pernikahan mereka dilakukan.
Dan selama seminggu lebih, Freya sibuk dengan perusahaannya yang ada di sini. Berita mengenai dirinya dengan George membawa dampak baik.
“Aku tidak pernah menyangka ..., hanya dengan menggunakan nama besar milik Tuan George, perusahaan kita akan seperti ini. Bahkan dari tadi pagi tak henti-hentinya para klien dari berbagai negara menawarkan kerjasama pada kita, dan keuntungan yang kita dapatkan juga tidak biasa.”
Asisten Freya tak henti-hentinya berbicara dengan senang. “Meskipun saya akan kelelahan dengan tugas yang bertambah semakin banyak, tapi demi kemajuan dan perkembangan perusahaan ini, saya sangat rela lembur setiap hari,” lanjut asisten itu.
Berbeda dengan asisten itu yang sangat semangat, justru Nick dan Athaya mulai sedikit mengeluh. “Lelahnya, kapan ini semua berakhir?” keluh Nick.
Bukan berarti Nick tak senang dengan kemajuan perusahaan yang semakin berkembang pesat, tapi sebagai orang yang dipercaya mengenai informasi, pekerjaan Nick sangat banyak.
Belum lagi Nick harus mencari tahu mengenai keberadaan Greta saat ini. Dan itu membuatnya merasakan kelelahan yang luar biasa.
“Kalau begitu kamu bisa berhenti bekerja untuk satu Minggu ke depan, gunakan waktu itu untuk jalan-jalan sekalian refreshing. Jangan lupa ajak Athaya dan yang lainnya,” kata Freya yang langsung mendapat tatapan tidak percaya dari Nick.
“Jika kita berempat berhenti bekerja di keadaan sibuk seperti ini, lalu siapa yang nantinya akan membantu kamu di sini?” ucap Athaya langsung membuat ketiga orang yang ada di sana mengangguk.
Meskipun asisten Freya baru bekerja beberapa tahun, tapi ia sudah sangat dipercaya oleh keempat bawahan Freya yang setia. Jadi, saat ada hal penting, asisten tersebut akan ikut terlibat bersama Nick dan yang lainnya.
“Iya Nona, apa Anda yakin akan bekerja sendirian?” kata asisten itu khawatir.
“Tidak ada pilihan lain, bukankah kalian merasa lelah dengan semua ini? aku tidak ingin kalian mati karena tugas yang menumpuk,” kata Freya acuh.
Meskipun acuh, mereka berempat yang ada di sana tahu jika Freya sangat peduli dan perhatian. Maka karena hal itu, mereka langsung menggeleng.
__ADS_1
“Aku ini sudah seperti pengawal pribadi kamu, dimana ada kamu, maka di situ ada aku. Jadi jangan bicara lagi seperti itu,” kata Fina dengan dengusan yang kentara ia kesal dengan ucapan Freya tadi.
Bagaimana bisa mereka tega menimpakan banyak pekerjaan pada Freya sendirian? jelas mereka tahu sebagai bawahan mereka harus tahu diri dan tidak memanfaatkan kebaikan Freya seenaknya.
“Biar pekerjaan kamu akan Donald bantu,” kata suara yang sudah bisa di tebak jika itu adalah suara George.
“Kenapa Anda datang kesini?”
Meskipun heran, tapi Freya tak berkata banyak, ia hanya diam dan menatap ke arah George dengan tatapan matanya yang masih terlihat kesal.
“Jika karena masalah konferensi pers itu kamu merasa kesal, maka aku minta maaf,” akui George.
George adalah laki-laki yang terkenal dingin dan bahkan tidak pernah meminta maaf pada siapapun. Semua itu karena George memang laki-laki yang berfikir ulang setiap akan melakukan apapun.
Tapi di saat setiap ada hal ataupun masalah yang berhubungan dengan Freya, George seakan selalu hilang kendali dan bisa bertindak implusif.
“Kenapa Anda kesini? itu yang saya tanyakan tadi. Apa memang saya harus mengulang pertanyaan dua kali?”
Jika biasanya keempat orang itu akan kukuh dan tidak akan meninggalkan Freya saat ada siapapun sekalipun yang datang itu George, tapi berbeda dengan saat ini, mereka justru memilih pergi seolah tahu jika mereka harus pergi.
Melihat itu Freya sebenarnya ingin angkat suara dan berkomentar, sayangnya mereka berempat sudah keluar hingga menyisakan hanya George dan Freya beserta Donald yang ada di ruangan itu.
“Apa hal itu memang sepenting itu?” kata Freya yang langsung dijawab anggukan yakin oleh George.
“Tentu, itu sangat penting.”
George lalu langsung menyerahkan sebuah map pada Freya, ia tidak mengatakan apapun meskipun Freya menatapnya dengan heran.
“Bukalah!”
__ADS_1
Freya yang mendengar itu memilih untuk membuka map itu, ia tidak mengatakan apapun dan hanya diam dengan tatapan fokus pada isi map itu.
“Dokumen? apa maksudnya ini?”
“Riwayat kematian Kakek kamu,” kata George yang menjelaskan langsung pada Freya.
“Dokumen itu sudah hilang sejak kamu berusia sekitar sembilan tahun. Di dalam dokumen itu, berisi tentang riwayat kematian Kakek kamu,” jelas George lagi.
“Tapi kenapa Anda bisa mendapatkan riwayat dokumen ini? sejak kapan riwayat kematian Kakek ada di tangan Anda?”
Freya menatap tidak percaya dengan apa yang tertera di sana, di sana tertera jika riwayat kematian kakeknya itu karena operasi darurat akibat luka tembakan.
Dan dokumen itu bagaikan sebuah pecahan fazzel yang hilang. Bahkan dengan adanya dokumen itu, George yang awalnya terlihat sebagai orang yang bersalah atas kematian tuan Garlfried, justru kini karena bukti itu George jelas-jelas tidak bersalah.
“Seseorang dengan sengaja berusaha agar bisa menghancurkan bukti itu, orang-orang itu bahkan sengaja membakar rumah sakit demi hilangnya jejak,” jelas Donald.
Untuk sejenak Donald menatap tuannya dengan hormat, seolah ia mengatakan jika ia yang akan menjelaskan kebenaran itu dengan jelas.
“Seperti yang kita ketahui jika kematian Tuan Garlfried itu melibatkan beberapa pihak, salah satunya ayah Anda sendiri, ada juga Tuan Farh yang tak lain ayahnya Tuan Yoshua. Tapi Anda tidak tahu jika masih ada dua pihak yang terlibat dalam hal ini.”
“Siapa? siapa lagi yang terlibat dalam hal ini?”
“Tuan Samoni, dia orang yang terlibat dalam hal ini. Dan satu orang lagi ..., adalah kakek dari nona Helena yang saat ini sedang terbaring di rumah sakit.”
“Jika Ayah dan tuan Farh membunuh kakek tentu saya tahu motif mereka yang tak lain karena ingin menguasai harta kakek saya, rapi yang tidak saya mengerti mengapa dua orang yang tidak pernah saya dengar itu juga ikut terlibat dalam kematian Kakek?”
Freya tak mengerti, kenapa bisa kematian Kakeknya itu separah ini. Alasan kematian yang tak wajar dan juga penuh intrik.
Mungkin ini salah satu alasan kakeknya, Garlfried mengatakan padanya untuk tidak penasaran akan apapun itu.
__ADS_1
Karena Freya sebenarnya pernah penasaran dengan identitasnya sendiri, itu tak lain karena ayah dan juga ibu tirinya yang tak lain adalah Camilla, mereka yang memperlakukan dirinya berbeda hingga membuat Freya yang peka akan hal itu curiga.
“Saya tahu Anda bukanlah orang yang lugu dan bodoh seperti yang ayah Anda pikirkan. Alasan Anda percaya pada mereka tentu karena perintah kakek Anda bukan? saya juga paham jika alasan Kakek Anda meminta Anda tidak terlalu penasaran pada apapun karena ia tak ingin Anda hidup dalam bahaya,” ungkap Donald yang bicara panjang lebar.