
Larut malam.
Jam sudah menunjukkan pukul dua dini hari, dan itu berarti jika kemungkinan besar orang-orang saat ini sudah tidur menjemput mimpi indah mereka.
Freya justru kini sedang memakai pakaian yang biasanya ia pakai saat akan menjalankan misi.
Pakaian hitam dengan ukiran bunga tulip di jaket hitam miliknya. Ukiran khas yang sengaja ia buat sendiri tanpa ada siapapun yang membantu.
“Freya, mau kemana kamu?” tanya Yoshua
Yoshua masuk tanpa izin Freya. Ia yang kini melihat jika Freya mengenakan pakaian yang biasa di pakai saat akan melakukan misi tentu merasa heran.
“Bukankah misi yang waktu itu kamu katakan adalah misi terakhir kamu? kenapa kamu masih menjalankan misi saat ini?” pertanyaan Yoshua hanya dijawab sikap acuh Freya.
Ada rasa tidak nyaman dan juga tidak menyangka yang kini Freya rasakan. Laki-laki yang berusaha ia percayai itu justru mengkhianatinya, lebih parahnya lagi mereka berkhianat bersama dengan adiknya sendiri.
“Tidak. Sepertinya tidak akan ada yang namanya misi terakhir,” kini sikap acuh dan tak peduli dari Freya lebih acuh lagi dari biasanya.
Hingga Yoshua pun merasa heran dengan sikap acuh Freya saat ini. “Freya, apa aku membuat kesalahan? kenapa sikap kamu akhir-akhir ini sangat berbeda?” tanya Yoshua.
Yoshua takut jika Freya tahu akan kehamilan Greta, tapi saat ia mengingat jika Greta sudah ia ancam, Yoshua yakin jika Greta tidak berani mengatakan itu pada Freya.
“Aku tidak perlu menjelaskan apa yang aku lakukan pada kamu. Suatu saat kamu akan tahu alasannya.”
Setelahnya Freya berjalan keluar dari kamarnya, ia melihat Greta seolah sedang menunggu Yoshua di luar kamar.
Tatapan mata Greta kini terlihat kentara kesal dan tidak suka. Tapi sekali lagi Freya ingat di kepalanya, adiknya itu sangat pandai berakting sekalipun ia tak suka akan sesuatu hal.
“Kak, kamu akan ke mana? kenapa larut malam ke luar dengan pakaian yang seperti itu?” wajah Greta yang seolah khawatir itu langsung di jawab dengan senyum meledek.
“Haruskah aku memberikan kamu piala Oscar?” tanya Freya tanpa suara. Dan Greta yang sadar hanya bisa menahan kesal dan amarahnya itu.
“Greta, aku ingat jika kamu itu di latih sepertiku dan juga Rocky, tapi kenapa kamu tidak pernah menjalankan misi apapun? apa tugas kamu hanya menggoda dan membuat para musuh tergoda?” nada mengejek Freya keluar begitu saja.
__ADS_1
Greta memang di latih sama seperti Freya, hanya saja kemampuan wanita itu tidak bisa sebanding dengan Freya, bahkan sepuluh persen dari total kemampuan Freya tak bisa dibandingkan dengan Greta.
“Kak, bagaimana kamu bisa berbicara seperti itu. Kamu seolah mengatakan rasa iri kamu padaku. Jelas-jelas bukankah kamu tahu jika aku memiliki kesehatan yang lemah? apa kamu ingin aku mati tiba-tiba saat sedang menjalankan misi?” nada lemah Greta itu seolah sengaja ia keluarkan.
“Oh ya, aku hampir lupa. Gretaku tersayangku ini 'kan sudah hidup bagai putri selama ini. Lagipula pelatihan kamu tidak ada sepuluh persen dari total pelatihan yang aku jalani setiap hari. Bukan begitu?”
Pembicaraan itu berakhir dengan kekalahan Greta yang tidak bisa berdebat melawan Freya. Kata-kata dari Freya yang seakan mengancam dan menyindir Greta, membuatnya tak mampu untuk berkata-kata.
...----------------...
Freya saat ini sedang berada rumah keempat temannya. Entah kenapa, Freya yang biasanya selalu menjalankan misi tanpa sepengetahuan mereka, tiba-tiba saja ia ingin berbicara dengan mereka.
“Kenapa kamu harus melakukan misi itu lagi?! bukankah itu terlalu berbahaya untuk kamu?”
Komentar yang keluar dari Fina tidak Freya anggap secara serius. Hingga Fina yang sadar jika ia kini sedang diabaikan mendengus kesal.
“Keras kepala!”
“Tolonglah Frans, nasihati Freya. Dia wanita yang benar-benar keras kepala dan sudah untuk di atur!”
“Sebuah perjanjian!” jawab Freya singkat.
Freya awalnya hendak bangkit karena tujuannya itu hanya untuk menemui keempat temannya sebelum melakukan misi. Tapi sayangnya niatnya itu harus tertunda saat banyak pertanyaan yang muncul dan keluar dari mulut mereka.
“Perjanjian? apa Anda akan percaya dengan Ayah Anda?” perkataan Frans seolah-olah mengatakan jika Antonio adalah orang yang tidak seharusnya dipercaya.
“Tidak! ayah tidak akan pernah bisa melanggar janjinya lagi. Dan misi saat ini sebanding dengan apa yang akan didapatkan nanti,” ungkap Freya menerawang.
Entah kenapa, perasaannya tidak enak. Ia merasa jika sesuatu akan terjadi. Meskipun begitu, Freya tidak terlalu peduli dengan rasa tak nyaman yang ia kini rasakan.
“Apa yang akan Anda dapatkan?” tanya Athaya yang dari awal hanya diam menjadi pendengar diantara mereka berempat.
“Sebuah hal yang tidak akan mungkin untuk bisa di dapatkan olehku, tapi ada seseorang yang pantas untuk mendapatkan itu semua.”
__ADS_1
“Jangan mengatakan kata-kata yang terus berputar-putar tempat. Jujur saja,” kesal Fina.
“Suatu saat kalian akan tahu.”
“Kalau begitu kami akan ikut menjalani misi dengan kamu,” ujar Nick yang langsung bangkit dan hendak bersiap-siap.
“Tidak hanya Nick, aku juga akan ikut.”
Sama seperti Nick, Fina juga yang peduli pada Freya dan hendak mengikuti kemana wanita itu pergi. Dan Frans juga Athaya, mereka juga akan melakukan hal yang sama untuk Freya, bedanya mereka tidak banyak bicara.
“Tidak perlu!” tegas Freya.
Keempat orang itu langsung menatap Freya heran dengan disertai tatapan mata tak percaya.
“Kenapa tidak perlu? jangan konyol Freya! kamu bisa saja akan berada dalam bahaya nantinya!”
Fina tak suka dengan sikap keras kepala Freya.
“Itu termasuk syarat yang Ayah berikan, tidak ada yang bisa ikut ataupun membantu. Anggap saja ini adalah latihan yang harus aku jalani,” tegas dengan tatapan yang menerawang jauh.
Sebenarnya tidak ada syarat khusus yang diberikan oleh Antonio, hanya saja Freya merasa khawatir jika keberadaan keempat orangnya diketahui.
“Itu sangat aneh, kenapa hanya kamu saja yang bisa ikut? kenapa kita tidak?” tanya Nick terlihat berfikir.
“Jika kalian ikut, ayah pasti akan tahu akan hal itu. Dan itu bisa membahayakan nyawa kalian semua! apa kalian tidak berfikir ke arah sana?”
“Kami tidak peduli! memangnya ayah kamu akan ikut menjalankan misi juga? tidak bukan?! jadi tidak masalah jika kita ikut menjalankan misi,” ujar Fina lagi
“Tidak! jangan mengambil resiko yang tidak perlu! aku yakin aku akan baik-baik saja, kalian tidak perlu ikut karena sama saja kalian meremehkanku.”
Mereka terdiam dan tidak berkata-kata.
Saat beberapa langkah Freya berjalan, ia lalu berhenti dan menoleh. “Ingat! dengarkan apa kata-kataku dan jangan lakukan hal yang tidak perlu. Hidup dengan baik tanpa harus ada rasa hutang Budi padaku! karena itu tidak perlu!”
__ADS_1
Setelahnya Freya benar-benar pergi dari hadapan mereka berempat yang hanya diam mematung.
Apa ini? kenapa Freya mengatakan kata-kata yang seperti itu? haruskah mereka bersikap keras kepala dan tetap ikut tanpa sepengetahuan Freya?