
“Apa ada hal yang Anda inginkan lagi selain ini?” pertanyaan Fefe langsung di jawab gelengan oleh Freya. “Kalau begitu saya akan keluar,” kata Fefe yang setelah itu langsung keluar dari ruangan Freya.
Freya yang sedang memakan makanannya itu, ia tiba-tiba mendapat sebuah kirim pesan suara.
Merasa penasaran dengan pesan suara yang di kirim oleh Frans, Freya lantas membukanya. Tak lama, suara yang Freya kenali itu keluar.
“Hey, aku tidak akan peduli ke mana dia pergi saat ini, dia anakmu! jadi untuk apa aku peduli padanya?”
“Apa kamu tidak bisa menerimanya? dia telah bersikap sangat baik pada kamu, sudah lama sekali dia berharap jika kamu menerimanya sebagai anak. Bukankah kamu juga menyayangi Greta? Freya juga anak kamu camiila.”
“Apa kamu masih belum bisa menerimanya? dia telah bersikap sangat baik pada kamu meski kamu anggap dia monster. Dia berharap kamu mau untuk menerimanya dan memperlakukannya dengan baik. Bukankah kamu juga menyayangi Greta? Freya juga anak kamu Camilla!”
Freya yang mendengar seperti sebuah percakapan, ia lantas memperhatikan sekitarnya. Freya menutup pintu kamar dan menguncinya secara rapat. Freya ingin mendengar ulang, begitu ibunya terdengar akan bicara lagi, suara rekaman terputus dan habis begitu saja.
^^^“Apa maksudnya ini?” ^^^
^^^Freya mengirimkan pesan pada Frans.^^^
^^^“Kamu sudah mendengar bukan?”^^^
^^^“ Itu adalah percakapan yang terjadi antara ayah dan ibu kamu,” ^^^
^^^jawaban dari Frans melalui pesan.^^^
Merasa jika keinginan tahuannya tidak terpuaskan, lantas Freya berganti baju. Ia hendak mengunjungi tempat Frans dan ketiga temannya yang lain.
...----------------...
“Dari mana kamu bisa mendapatkan percakapan ini?” Freya yakin jika Frans tidak mungkin bisa membobol kamera pengawas di rumah keluarga Garlfried.
Tapi, dari mana Frans bisa mendapatkan suara percakapan itu? Freya penasaran.
“Entah, tiba-tiba ada seseorang yang tidak dikenal yang mengirim itu pada saya. saya tak mengerti itu dengan jelas, alasan orang itu mengirim itu pada sosial media milik saya, belum saya ketahui.”
Sebenarnya Frans sengaja membuat sosial media hanya agar ia bisa mencari informasi penting yang ingin ia ketahui, atau hanya untuk menghubungi menghubungi keluarganya seperti biasa.
__ADS_1
Tidak ada hal penting atau apapun mengenai Frans di sana, bahkan ia tidak memasang foto profil di media sosial yang sudah lebih dari 5 tahun tidak pernah ia gunakan lagi.
“Siapapun itu, kamu harus bisa mencari tahu dia ada di pihak mana. Kita tidak bisa percaya begitu saja tanpa merasa curiga,” peringatan dari Fina yang langsung diangguki oleh Frans.
Jika sudah berada dalam masalah serius, Fina yang kadang sering terlihat pecicilan juga bisa bersikap serius dan sangat hati-hati.
“Apa kamu tidak menjalankan misi lagi? aku dengar kamu sudah tidak melakukan misi lagi?” Fina yang memberanikan diri bertanya begitu ia mendapat informasi dari Frans.
“Tidak. Aku sudah melakukan misi terakhirku saat itu,” jawab Freya langsung. Ia sepertinya tidak akan bisa menutupi masalah ini lagi.
“Aku tahu dengan pasti jika misi terakhir kamu itu sangat berbahaya. Apa benar saat itu kamu berniat membunhuh tuan muda George?” tanya Nick yang menatap Freya serius.
“Tuan George? dia laki-laki berbahaya yang tidak bisa disinggung oleh siapapun. Aku jelas pernah mendengar jika dia akan pergi kemanapun dengan tangan kirinya yang bernama Donald. Selain itu-” menjeda sejenak ucapannya. Athaya yang biasanya hanya diam mulai berkomentar tapi ia juga sedikit berfikir.
“Selain itu, identitasnya tidak sesederhana yang bisa kita bayangkan. Dia memiliki seorang tangan kanan yang entah dimana ia berada saat ini, intinya kamu tidak boleh menyinggungnya,” peringatan Athaya.
Athaya seolah tidak bisa menjelaskan secara detail tentang George. Laki-laki yang bernama George itu sangat misterius dan tidak bisa disinggung. Athaya juga tidak mengetahui banyak informasi tentang laki-laki itu, ia hanya bisa menebak jika laki-laki itu sangat berbahaya.
“Iya, tapi sayangnya misi saat itu berhubungan dengan tuan George. Saya tidak tahu apa yang telah nona Freya lakukan hingga bisa terbebas dari jeratan tuan George,” jelas Frans yang membuat ketiga orang yang mendengarnya itu terkejut.
“Kenapa bisa?” tanya Fina terlihat masih tak percaya.
“Sepertinya letak kesalahan itu berada di sebuah kepercayaan. Kalian tahu jika nona sangat percaya dengan keluarganya,” penjelasan Frans membuat semuanya bungkam.
“Aku pikir jika ucapan Nick itu hanya tebakan saja, ia tidak pernah seserius ini. Tapi ternyata kamu malah sudah menyinggung orang yang tidak seharusnya untuk kita singgung,” komentar Fina.
“Apa yang ingin Anda minta pada kita?” tanya Frans yang langsung pada intinya.
Frans yang lebih tua jika dibandingkan dari ketiga temannya itu, ia paling sadar jika situasi Freya kini sedang tidak dalam keadaan baik-baik saja. Wanita itu seolah berada dalam masalah tapi terus saja ia menyembunyikan apa yang menjadi masalahnya itu.
“Tidak ada. Kalian tidak bisa mengambil tindakan apapun di sini. Masalah ini biar nanti akan aku yang pikirkan sendiri,” jelas Freya.
...----------------...
Sekembalinya dari tempat itu.
__ADS_1
Freya berniat untuk memasuki kamarnya lagi, tapi sayangnya niatnya itu terhenti saat Fefe menghampirinya.
“No-nona,” wajah Fefe terlihat ketakutan.
“Iya?”
“Se-sebenarnya nona Greta melarang saya untuk tidak mengatakan ini pada Anda. Tapi, saya rasa jika hanya Anda yang bisa membantu agar tuan muda bisa kembali ke rumah ini.”
Mendengar apa yang Fefe katakan, Freya hanya diam dan menatap heran? apa yang sudah terjadi selama ia hampir seminggu tidak berada di rumah?
Sepertinya banyak kejadian yang Freya lewatkan di saat ia tidak ada di rumah. “Katakan!” tegas Freya langsung.
Menatap ke arah sekitar, Fefe seolah takut jika apa yang akan ia katakan ini akan diketahui oleh Greta.
“Apa kamu ingin berbicara di kamar?” pertanyaan Freya langsung dijawab gelengan oleh Fefe.
“Nona Greta telah mengusir tuan muda Rocky, saat kejadian itu terjadi saya ada di sana dan melihatnya dengan,” jelas Fefe menunduk.
“Ibu tahu akan hal ini?” tanya Freya heran.
Tidak mungkin Camilla yang sangat menyayangi anak laki-lakinya akan membiarkan anaknya di usir begitu saja, sekalipun itu oleh putri kesayangannya.
“Tidak, nona Greta saat itu mengancam saya jika saya nanti mengadukan hal ini pada nyonya, tapi saya tidak bisa terus menyimpan ini rapat-rapat.”
“Berapa lama Rocky pergi dari sini?” tanya Freya langsung. Ia diam-diam mengepalkan tangannya dengan erat. Meskipun ia tidak sedekat itu dengan Rocky, tapi tidak seharusnya Greta sebagai kakak malah mengusir adiknya sendiri.
“Li-lima hari, nyonya bahkan sampai sering pergi ke asrama tempat tuan muda berkuliah. Hanya saja, nyonya tidak pernah berhasil membujuk agar tuan muda kembali.”
......................
Freya yang merasa emosi, ia langsung saja segera berjalan menuju kamar Greta yang tertutup, saat ia tahu tidak di kunci, Freya langsung membukanya.
“Greta!” marah Freya dengan wajah yang kini terasa sangat mengancam bagi Greta. Padahal, selama ini Freya adalah orang yang pandai mengatur emosi, dan mungkin karena kedekatannya dengan adiknya Rocky, membuat Freya tanpa sadar lebih peduli dan perhatian pada adiknya itu.
Greta yang awalnya duduk sambil mengelus perut ratanya itu langsung menoleh, ia langsung merasa takut saat kakaknya menghampiri dirinya dengan amarah.
__ADS_1
“A-ada apa?” Greta berusaha agar tidak terlihat jika ia kini sedang merasa takut.