Pembalasan Dendam Si Cantik

Pembalasan Dendam Si Cantik
Misteri


__ADS_3

Freya hanya diam dan berusaha mendengarkan apa yang akan Madam Amilia katakan. Ada rasa sesak dan tak nyaman saat Madam Amilia menatapnya dengan tatapan dalam.


“Ada ap? bukankah Anda akan mengatakan sesuatu hal yang penting?” tanya Freya yang mulai terlihat sedikit lebih akrab dengan Madam Amilia.


“Freya-” kata-kata Madam Amilia tergantung sejenak.


“Jauhi George, dia bukan laki-laki yang baik seperti yang orang katakan,” kata Madam Amilia yang kini melihat George berdasarkan sudut pandangnya.


“Kenapa dengan George?” tentu Freya heran. Kenapa ia harus menjauhi laki-laki yang bahkan rela untuk bisa memberikan segalanya untuk dirinya?


Laki-laki itu terlihat tulus dan bersungguh-sungguh dalam mengejar cintanya. Walaupun Freya wanita keras kepala yang hatinya itu tak mudah di sentuh. Perhatiannya George seakan membuat ia merasa cukup dengan hanya adanya kehadiran laki-laki itu.


“Nak, dia laki-laki berbahaya yang harus kita jauhi. Selain karena identitasnya yang tak biasa, ia juga laki-laki yang sangat ambisius. Madam takut jika kemungkinan kamu akan dimanfaatkannya.”


Tatapan mata Madam Amilia terlihat serius dan tak berbohong. Ia mengatakan kata-kata sesuai dengan pikiran dan dugaannya.


Freya yang melihat itu, entah kenapa ia merasa jika ada sesuatu yang tidak beres. Seperti sebuah misteri masa lalu yang belum terungkap!


“Jika Anda ingin saya menjauhinya. Alasan apa yang bisa membuat Anda yakin jika dia bukan laki-laki baik seperti yang Anda katakan?” tanya Freya dengan wajah yang kini mulai penasaran.


“Kematian kakek kamu, itu ada hubungannya dengan dia,” kata Madam Amilia dengan tatapan lurusnya.


Deg'


Mendengar itu, Freya langsung terdiam dan tak bisa untuk berkata-kata. Apa benar jika kematian dari kakeknya ada hubungannya dengan laki-laki itu? lalu alasan apa hingga membuatnya memberikan sebagian bukti dari penyebab kematian kakeknya?

__ADS_1


“Jika kamu tidak percaya, maka akan aku tunjukkan buktinya. Ini sebuah foto yang entah siapa yang kirim, dia memberikan foto di mana George baru saja keluar dari rumah sakit itu. Rumah sakit itu adalah rumah sakit dimana kakek kamu dinyatakan meninggal dunia,” jelas Madam Amilia langsung memberikan selembar foto.


Di foto itu terlihat George sedang bersama dengan Donald dan juga Andrew yang merupakan tangan kanannya. Freya bisa melihat dengan jelas foto itu diambil dengan baik seolah sudah disiapkan dengan baik.


“Apa Anda yakin jika George bersalah?” tanya Freya yang sebenarnya mulai meragukan George. Tapi entah kenapa kini justru hatinya seolah-olah meyakinkan jika laki-laki itu adalah laki-laki baik yang tak akan pernah berniat menyakitinya ataupun keluarganya.


“Kamu tidak tahu sayang, itu diambil lima belas menit sebelum Kakek kamu harus dioperasi karena keadaan darurat. Kamu tahu bukan jika Kakek kamu dulu itu memiliki riwayat jantung? dia tak akan kuat saat terus mendapatkan serangan bertubi-tubi dari parah musuh. Dan kematian itu hanya mengarah pada George yang Madam curiga.”


Mendengar apa yang dikatakan oleh Madam Amilia, Freya hanya terdiam. Wajar jika ada kecurigaan saat tindakan operasi itu terjadi lima belas menit setelah kepergian George. Itu sangat masuk akal dan bisa menjadi bukti yang memberatkan George.


“Kenapa hanya diam? apa kamu tidak percaya dengan apa yang Madam katakan pada kamu?” tanya Madam Amilia yang menatap ke arah Freya dengan tatapan yang berubah sendu.


“Tidak, aku hanya sedang berfikir saja. Bisakah Anda keluar lebih dulu? sepertinya ada sesuatu hal yang akan saya pikirkan ulang.” Raut wajah Freya kini masih saja terlihat datar dan tenang.


Setelah Macam Amilia keluar, Freya hanya menatap udara kosong. Apakah laki-laki itu memang adalah orang yang tidak bisa ia percayai? apakah kebaikan lelaki itu selama ini palsu?


Jika itu palsu, untuk apa kebaikannya selama ini? untuk apa laki-laki itu bersikap seolah-olah ia akan memberi seluruh dunia pada Freya jika Freya mau!


“Brengsek!” maki Freya yang hanya bisa menatap rasa marah dan emosinya itu. Ia kini mulai kembali untuk berusaha menatap hati dan pikirannya itu.


“Tidak bisa seperti ini! jika memang itu adalah kenyataannya! aku harus tetap fokus pada tujuan awalku! mereka yang hidup dengan uang Kakek harus merasakan akibatnya!”


Tatapan yakin dan tajam itu terlihat. Freya tidak akan percaya lagi pada siapapun. Ia benar-benar akan selalu menutup hatinya rapat-rapat. Walau tanpa sadar jika George telah merenggut setengah hatinya itu dengan sangat mudah.


Tapi Freya tak akan mau mengakui itu! ia juga akan membalaskan dendam oada George jika memang lelaki itu juga terlibat dalam hal ini.

__ADS_1


...*****...


Sementara itu.


“Apa Anda sudah mendengar jika Madam Amilia datang ke negara ini untuk menemui nona Freya?” Donald membuka pembicaraan di saat George hanya terdiam dengan pandangan lurus menatap wine miliknya.


Jika sedang mengalami masalah yang berhubungan dengan Freya, laki-laki itu akan selalu meminum wine miliknya, seolah laki-laki itu bukanlah dirinya sendiri.


Dulu George tak pernah seperti ini, sebesar apapun masalah laki-laki itu, ia hanya akan menghabiskan waktunya itu dengan bekerja.


“Tidak ada sesuatu yang lepas dari pengawasanku. Kamu juga tahu jika hampir setiap hal yang masuk keluar dari negara ini aku ketahui!” kata George yang seolah mengatakan jika ia juga sebenarnya tahu akan hal itu.


“Tuan, saya masih tidak mengerti jalan pikir Anda. Untuk pertama kalinya saya merasa tidak mengerti jalan pikir Anda. Maaf jika saya lancang, apa Anda tahu jika bukti yang kita berikan waktu itu akan membuat orang salah paham dan menyangka jika Anda terlibat dalam kejahatan itu!” kata Donald akhirnya mengundurkan apa yang kini ia pikirkan.


“Kamu benar, karena bisa saja jika aku mengatakan dan memberikan setengah bukti itu, maka yang akan terlihat bersalah itu aku. Tapi, ia harus mendapatkan bukti itu, biar sisanya dia ataupun kita yang akan cari.”


Apa yang George katakan itu, langsung bisa Donald pahami setelah berfikir secara seksama. Mungkin bukti itu seakan George ingin meyakinkan jika apa yang dia lihat saat ini belum tentu kebenarannya.


Setengah bukti itu bisa membuktikan George jahat, tapi jika setengah buktinya lagi ditemukan. Bisa saja itu akan membuat dalang dan juga orang-orang yang bersalah itu akan Freya ketahui.


“Tidak ada cara lain, sepertinya kita memang harus segera mencari sisa buktinya itu. Kamu tahu bukan jika Madam Amilia sudah terlanjur percaya dengan apa yang ia lihat tanpa berniat mencari tahu lebih jauh kebenarannya itu.”


Mendengar itu, Donald mengangguk.


“Sedikit demi sedikit kita pasti akan membuktikan kebenaran itu tuan, ” kata Donald yang kini terlihat mengangguk hormat dan yakin.

__ADS_1


__ADS_2