Pembalasan Dendam Si Cantik

Pembalasan Dendam Si Cantik
Pertemuan sepuluh pengusaha terbesar dunia


__ADS_3

Freya yang berada di kamar mandi. Ia merasa risih saat para pelayan itu justru ikut dengannya masuk ke kamar mandi. Hal itu membuat Freya merasa risih saat itu juga, hingga tangan Freya mengepal karena kesal.


“Aku akan mandi sendiri, kenapa kalian perlu ikut!” kesal Freya dengan tak suka.


Freya yang biasanya mandi sendiri dan menyiapkan keperluan sendiri sekalipun ia memiliki pelayan. Itu karena Freya dilatih untuk hati-hati dan tidak mudah percaya pada siapapun, ia harus sadar jika semua orang bisa saja berniat mencelakainya.


“Saya tidak akan berniat untuk membunuh Anda nona, saya hanya akan menjalankan kewajiban saya. Sebagai orang yang telah di percaya Tuan muda, saya tidak mungkin untuk membuatnya kecewa,” kata kepala pelayan itu.


“Saya hanya merasa terbiasa saja dengan apa yang Saya lakukan dulu. Lagipula Saya bukan anak kecil yang tidak bisa untuk mandi sendiri, apa kalian itu menganggap Saya sebagai orang sakit?” kesal Freya. Ia tidak terbiasa dengan apa yang mereka lakukan.


“Anda tidak memiliki pendapat di sini nona, tuan yang memerintahkan kami, dan kami hanya akan menjalankan apa yang menjadi kewajiban kami,” kata kepala pelayan itu dengan formal dan hormat.


“Apa-apaan itu! sudah kuduga jika yang ada di pikirkan mereka itu hanya perintah tuannya tanpa memikirkan kenyaman dari orang yang bersangkutan!” pikir Freya kesal.


Merasa tidak punya pilihan lain selain ia harus menurut dan diam, ia akhirnya pasrah dan tak berkomentar.


“Jangan menyentuh tempat-tempat yang tidak aku izinkan untuk kalian sentuh. Awas saja! aku akan benar-benar membunuh kalian semua!” kesal Freya.


Freya memang pernah dibantu oleh beberapa pelayan di mansion ayahnya, hanya saja itu baru beberapa hari ini. Sedangkan selama ini, para pelayan sering menjauh seolah mereka takut jika hanya berhadapan dengannya.


“Menjengkelkan!” kesal Freya saat ada pelayan yang tidak sengaja menyentuh apa yang ia larang sentuh, dan apa yang mereka katakan membuat Freya lebih kesal dan mati kata.


Ini demi kebersihan'


“Sekali lagi kalian berniat untuk membersihkan tempat yang tidak aku izinkan. Lebih baik aku tidak akan ikut menghadiri acara itu,” teriak Freya mengancam dengan serius dan keras.


Walaupun para pelayan itu sama-sama perempuan seperti dirinya, Freya tak suka jika tubuhnya akan disentuh orang lain selain dirinya. Tapi untungnya, sebelum mereka melakukan apa yang tidak Freya sukai, Freya yang peka langsung menepis itu.


......................

__ADS_1


Akhirnya, setelah beberapa jam berdandan di meja rias. Freya selesai dengan tampilan anggun dan terlihat amat cantik. Freya sedikit tak percaya jika yang ada di depan cermin adalah dirinya sendiri.


“Freya yang kuat ternyata bisa menjadi feminim,” ledek Freya pada dirinya sendiri.


Freya sedikit tak terima saat mengingat jika kini ia tak lebih dari seorang tawanan. Ia mengepalkan tangan dan berjanji akan mencari segala cara agar bisa bebas dari jeratan laki-laki itu.


“Anda sangat cantik nona,” pujian seorang wanita yang Freya ingat jika wanita itu adalah wanita yang sempat membuat kesalahan saat itu.


Dan sepertinya, George tidak sekejam yang Freya pikirkan hingga masih membiarkan wanita itu hidup dan tetap bekerja sebagai pelayan.


“Kamu juga cantik,” puji Freya yang sebenarnya tidak terlalu menyukai sanjungan. Pelayan yang Freya puji justru tersipu dan tak percaya dengan pujian yang diberikan oleh Freya.


“Apakah Anda seorang peri?”


“Ah tidak! apakah Anda seorang malaikat?”


“Bukan-bukan, apakah Anda seorang boneka.”


“Kekanak-kanakan!”


“Itu hal yang manusiawi! mereka hanya ingin untuk menunjukkan yang mereka pikirkan, jadi apa yang salah dalam hal itu?” kata Freya yang secara tak langsung membela para pelayan itu.


Entahlah, rasanya lucu saja melihat kekaguman mereka yang menurut Freya polos. Kekaguman yang terasa tak biasa seperti yang pernah Freya rasakan. Kekaguman itu terasa sangat polos.


“Saya akan mengantar Anda nona,” kata Kepala pelayan yang seolah tidak mengambil pusing masalah itu, ia dengan sopan dan berwibawa langsung menunjukkan jalan pada Freya.


Melihat itu Freya hanya mengangkat sebelah alisnya lalu mengikuti kepala pelayan itu.


...----------------...

__ADS_1


Memasuki ke sebuah ruangan yang bagi Freya itu terasa sangat luas dan terkesan membuatnya berada di dunia yang berbeda.


Padahal itu bukan pertama kalinya Freya di sana, karena pertemuannya dengan Helena tunangan George juga terjadi di sana. Dan seperti yang Freya duga, jika tunangan George yang bernama Helena juga ada di sana. Identitas Helena yang merupakan seorang anak pengusaha terbesar ketiga tentu saja membuatnya pantas untuk berdiri di sana.


“Maaf kami terlambat,” kata Donald yang secara tak langsung mewakili apa yang harusnya dikatakan oleh George. Tapi George terkenal sebagai seorang yang dingin dan tak tersentuh.


“Kami sangat menunggu kehadiran Anda tuan,” kata laki-laki tambun waktu itu. Ia bernama Ken Nelsso, dari keluarga Nelsso, pengusaha kelima terbesar.


Ken di sana tidak sendirian, ia bersama dengan istrinya yang kini merupakan nyonya dari keluarga Nelsso. Wanita itu pada awal sangat ramah pada Helena, ia tahu jika Helena adalah orang yang tidak boleh untuk ia singgung. Tapi, begitu Freya datang, wajah yang ramah itu terlihat berubah dan menjadi kurang bersahabat.


“Apa aku menyinggungnya?” pikir Freya, ia merasa tidak mengerti.


Freya tidak tahu jika wanita yang bernama Eren itu tahu saat suaminya Freya. Eren tahu jika Freya itu bukan wanita George sesungguhnya, dan Eren juga berfikir mungkin Freya hanya akan ditawarkan untuk menjadi salah satu simpanannya.


“Tuan Clooney, kami sudah menunggu Anda dari tadi, tanpa adanya Anda, acara ini tidak akan pernah bisa berjalan dengan lancar,” kata Erwin Corn, ia adalah ayah dari Helena sekaligus pemimpin di perusahaan milik keluarga Corn.


“Ya, acara besar ini tidak akan pernah bisa berjalan dengan semestinya tanpa adanya Anda. Dan untuk merayakan kerja sama ini, kita akan minum untuk penghargaan pada tuan muda Clooney yang telah hadir,” Ken yang kembali berbicara, ia seperti tidak ingin kehilangan moment untuk bisa diingat oleh George.


“Minumlah,” singkat George seakan memberi instruksi untuk memulai acara.


George akan selalu datang paling akhir di setiap acara yang ia hadiri, dan kini saat bersama dengan Freya dan Donald ia pun datang paling terkahir.


Kesembilan pengusaha besar bersama istrinya yang kini juga hadir. Oleh sebab itu, wajar jika George tak mungkin tidak membawa partner bersamanya.


Para pengusaha itu terlihat berusaha sangat keras, mereka yang memiliki anak perempuan cantik akan segera mereka ajak ikut agar memiliki kesempatan untuk mendapatkan seorang George, sekalipun itu hanya dijadikan sebagai simpanan, para orang tua itu tidak masalah dengan hal itu.


Berfikir jika dirinya sedang berkumpul dengan para manusia yang tak punya hati. Freya langsung saja tersenyum sinis.


Freya yang sangat menyukai minuman beralkohol tinggi, ia yang hendak mengambil minumannya itu mendadak terhenti saat George menepis tangannya.

__ADS_1


“Minumlah,” perintah George yang langsung saja meletakan segelas susu putih di hadapan Freya.


__ADS_2