Pembalasan Dendam Si Cantik

Pembalasan Dendam Si Cantik
bujukan?


__ADS_3

Freya tidak tahu apa yang dipikirkan oleh laki-laki bernama George Clooney itu, ia kini telah pulang karena laki-laki itu telah mengizinkannya untuk bisa pulang. Sebenarnya bukan laki-laki itu yang sudah mengizinkan Freya semaunya, tapi Freya yang saat itu memaksa untuk pulang.


Flashback


“Tuan, saya akan pulang untuk hari ini,” ungkap Freya yang terlihat menatap George langsung.


Freya tidak bisa menahan diri lagi untuk terus berusaha bersikap baik pada laki-laki itu. Ia tahu jika laki-laki itu bukanlah laki-laki sembarangan, tapi ia yang tidak suka hidup bagai tawanan itu membuatnya frustasi dan mengingatkan ia akan masa lalunya yang sangat menyakitkan itu.


“Apa saya pernah mengatakan kamu bisa kembali?” pertanyaan dengan nada acuh dan terkesan tidak peduli itu membuat Freya kesal.


“Saya sudah melakukan apa yang Anda minta, dan saya rasa kebebasan yang Anda janjikan selama di sini tidak saya dapatkan langsung dari Anda,” tegas Freya yang kini memilih untuk terlihat membangkang.


“Jika saya akan mengatakan kamu tidak bisa pulang, apa yang nantinya akan kamu lakukan?” pertanyaan dari George tanpa menatap Freya langsung.


Laki-laki itu terlihat fokus pada pekerjaannya itu, dan di sampingnya terlihat jika Donald sedang berdiri sambil menunggu perintah apa yang akan tuannya berikan pada dirinya.


“Saya akan memaksa!” tegas Freya tak peduli


Flashback end.


...----------------...


Setelah pembicaraan itu, pada akhirnya Freya tetap di izinkan untuk pulang. Ia juga tidak bertemu lagi dengan George sejak pembicaraannya itu.


“Dari mana saja kamu?” tanya Camilla melihat jika anaknya akan memasuki kamarnya.


“Ibu bertanya?” pertanyaan yang seharusnya tidak perlu Freya tanyakan. Mungkin karena selama ini ia sangat jarang berbicara dengan ibunya itu, hingga Freya yang ditanya langsung tak menyangka akan mendapatkan pertanyaan itu.


“Lalu jika saya sedang tidak bertanya pada kamu apa saya mau berbicara dengan kamu?” tatapan Camilla dengan wajah tak sukanya.


Dulu Freya pikir sikap ibunya itu karena ia layak mendapatkan perlakuan seperti itu. Bukan hanya adik dan ibunya yang menganggap dirinya aneh atau layaknya monster, bahkan Freya sendiri juga menganggap jika ia pantas dengan sebutan itu.


Terlalu banyak kejahatan yang telah ia lakukan, walau orang-orang yang telah ia lukai adalah orang-orang yang pantas untuk mendapatkan karma.

__ADS_1


“Tidak ada, hanya terasa aneh.”


“Jadi, kamu pergi ke mana?” tanya Camilla lagi.


“Tidak ada, hanya sekedar mengunjungi tempat yang ingin dikunjungi saja,” jawab Freya santai dan terkesan tak peduli.


Tanpa bertanya lebih jauh ataupun berniat sekedar menanyakan kabar dari anaknya, Camilla pergi begitu saja.


“Nona,” tiba-tiba Fefe yang melihat Freya datang langsung saja menghampirinya.


Mungkin hanya Fefe yang berani untuk mendekati Freya, sedangkan para pelayan lain tidak ada yang berani, untuk sekedar menatap Freya saja mereka merasa ketakutan.


Semenyeramkan itu dirinya di mata para pelayan.


“Tuan besar memanggil Anda, dia ingin berbicara pada Anda,” jelas Fefe dengan hormat.


Aneh, itu kata yang pertama ingin Freya ucapakan, ia sudah terbiasa dengan pandangan takut dari orang-orang, tapi ia tak menyangka jika kini Fefe seolah tidak takut padanya seperti dulu lagi.


Fefe mulai memperlakukan Freya dengan hormat, meski ada rasa takut, tapi tidak lagi memandang Freya dengan tatapan yang menganggap jika Freya adalah monster


...----------------...


Freya langsung duduk sekalipun ayahnya tidak memberi ia izin untuk duduk. Biasanya ia hanya akan duduk jika ayahnya memberikan ia perintah.


“Kamu terlihat aneh hari ini,” jawab Antonio yang tetap menatap berkas dan membacanya.


“Benarkah? kupikir hanya aku yang menyadari itu,” jawab Freya acuh.


Antonio yang mendengar itu menatap Freya, ia yang melihat jika Freya terlihat berbeda dari biasanya. Ia hanya diam dan tidak berkomentar.


“Apa ada hal yang perlu dikatakan?”


“Kemana saja kamu selama ini?”

__ADS_1


“Apa ada misi lagi?” tebak Freya yang tidak ingin untuk menjawab pertanyaan ayahnya. Freya tahu jika kemanapun ia pergi ayahnya tidak akan peduli. Jadi untuk apa Freya menjawab pertanyaan itu?


“Freya,” dengan membenarkan posisi duduknya, Antonio langsung menatap Freya serius.


“Ayah tahu jika misi waktu itu adalah misi terakhir yang kamu minta, dan ayah rasa kamu anak yang sangat hebat karena bisa selamat dari laki-laki itu,” tatapan Antonio yang seakan menunjukkan segalanya.


Antonio tidak percaya jika ada seseorang yang masih bisa selamat dari cengkraman tuan George Clooney, padahal orang itu berniat membunuhnya, entah apa yang anaknya lakukan agar bisa selamat, Antonio tak peduli akan hal itu.


“Kenapa ayah tidak mengatakan tentang identitas laki-laki itu? bukankah informasi yang ayah katakan mengenai kejahatan dia selama ini juga palsu?”


Freya sempat mendapatkan informasi tentang kejahatan apa saja yang telah dilakukan oleh targetnya itu, tapi ia tak menyangka jika itu palsu. Betapa bodohnya dirinya yang tidak pernah curiga hingga tidak terpikirkan untuk mengecek ulang informasi itu.


“Ayah tahu salah, itu informasi yang tidak sengaja tertukar,” jawab Antonio beralasan.


“Anda ...,” bohong bukan? rasanya itu yang ingin Freya katakan, tapi entah kenapa ia menyimpan kata-kata itu seolah ia tidak ingin jika membuat ayahnya curiga jika ia kini tidak mempercayai ayahnya lagi.


“Ya? apa? kenapa nada bicara kamu berbeda?”


“Jadi, misi apa yang ayah minta?” tanya Freya langsung.


“Freya, Ayah tahu jika kamu sangat tidak menyukai orang-orang yang bersikap rendahan tetap hidup. Dan misi kali ini, kamu akan membunuh seorang pria yang terkenal sebagai seorang pengusaha yang licik dengan kehidupan buruknya.”


Antonio memberikan informasi tentang identitas dan juga kehidupan dari orang yang akan menjadi target dari Freya. Laki-laki yang Freya ketahui jika orang itu memiliki kehidupan buruk dan seorang penjahat yang bersembunyi dari topeng wajah baiknya.


“Biar aku pikirkan ayah, aku tidak bisa mengambil keputusan saat ini,” jawab Freya yang langsung saja bangkit dan pergi dari ruangan itu.


Antonio yang melihat itu terdiam, bagaimanapun caranya nanti, ia akan tetap membujuk anaknya untuk melakukan perintahnya. Selain informasi tentang orang yang menjadi musuh dari kliennya adalah orang jahat, Antonio hanya peduli dengan keuntungan apa yang ia akan dapat nantinya.


Satu hal yang tidak Antonio katakan di informasi itu, jika laki-laki yang akan menjadi target Freya kini bukan penjahat biasa, tapi seorang laki-laki yang sangat-sangat berbahaya.


......................


Freya memasuki kamarnya.

__ADS_1


Awalnya Freya berniat untuk pergi dan berencana untuk ke tempat ke empat orang yang merupakan mantan dari mafia Shadow. Atau lebih tepatnya, keempat orang itu adalah anggota kepercayaan Freya yang sangat ia rahasiakan keberadaannya.


“Nona,” Fefe tiba-tiba masuk dengan membawa segala jenis menu makan untuk Freya.


__ADS_2