
Freya yang kini sedang menonton televisi bersama keempat temannya itu. Ia terlibat hanya diam saat banyak pertanyaan yang terlontar dari mulut Nick.
“Kenapa kamu hanya kasih scandal kayak gitu aja? kenapa juga kamu nggak ingin memberikan sebuah berita yang lebih parah lagi,” ujar Nick.
Maksud Nick, kenapa Freya hanya memberikan foto tentang hubungan Greta dengan Samoni berupa sebuah foto biasa. Padahal ada foto yang jauh lebih ekstrim yang Freya dapatkan.
“Lihat dan duduk saja, biarkan berita kecil sebagai peringatan awal kemunculan kita nanti di negara Z,” jawab Freya.
“Bukankah kita akan langsung datang ke sana? kenapa kamu bilang nanti? apa ada suatu tempat yang ingin kamu kunjungi sebelum kita ke negara Z?” tanya Fina menimpali.
“Kekuatan kita semua belum cukup. Jangan kalian remehkan kekuatan tuan Antonio. Setelah saya coba selidiki, kematian Tuan besar Garlfried tidak mati secara wajar,” ujar Frans yang memang memberi tahu Freya masalah ini.
“Mungkin kalian pikir Ayah adalah orang biasa tanpa adanya kemampuan. Tapi kalian tidak tahu mengenai kelicikannya selama ini. Ada kecurigaan jika dia bekerjasama dengan seseorang untuk bisa membunuh ayah kandungnya sendiri,” ujar Freya dengan amarah yang terlihat jelas diwajahnya.
Ini mungkin hanya sebuah kecurigaan semata tanpa ada bukti apapun. Tapi jika memang benar dugaan ini itu adalah hal yang benar-benar terjadi, Freya tidak tahu harus mengatakan apa lagi pada sosok yang menjadi ayahnya itu.
“Menjijikan! jika memang benar tuan Antonio adalah salah satu penyebab Tuan besar meninggal dunia, ia benar-benar anak yang tidak tahu diri,” komentar Fina dengan nada pedasnya.
Sekalipun Fina tahu jika hubungan Tuan Garlfried dan juga Tuan Antonio tidak terlalu dekat, tapi tuan besar Garlfried selama ini selalu memperlakukan Antonio dengan baik layaknya mereka ayah dan anak.
“Entalah, kita hanya akan mengikuti apa yang Freya mau, jika memang kita perlu waktu mengumpulkan kekuatan, maka kita harus benar-benar berlatih baik serta harus fokus pada tujuan kita saat ini,” ujar Athaya dengan serius.
......................
Sementara itu.
Greta tak henti-hentinya berusaha menghubungi Samoni. Laki-laki itu sulit untuk dihubungi seolah ia sedang menghilang.
__ADS_1
“Kemana laki-laki itu? apa dia menghilang begitu saja dan tidak ingin membantuku dalam hal ini?” ujar Greta yang mulai panik.
Berkali-kali Greta menggigit jempol tangannya karena gugup. Hal yang paling Greta takutkan adalah ia akan malu nanti, apalagi jika dia yang biasanya akan sering menyombongkan di depan teman-temannya. Bisa saja dengan masalah ini ia akan merasa tidak memiliki muka untuk bertemu mereka.
“Greta,” panggil seseorang.
Tanpa pernah Greta duga, Yoshua tunangannya itu datang dan menghampiri Greta dengan wajah yang terlihat merah padam akibat menahan amarah.
“Apa maksudnya berita ini?” tanpa sopan Yoshua langsung melemparkan sebuah berita berupa koran tepat di wajah Greta.
Meski marah dan tidak terima, Greta hanya akan diam dan menahan itu. Ia lalu menatap ke arah Yoshua, lalu Greta mengambil sebuah berita mengenai dirinya itu.
“Apa kamu percaya aja dengan berita ini tanpa merasa curiga sama sekali? bukankah kamu tahu jika kita akan menikah sebentar lagi? bisa saja salah satu dari mantan kamu yang memfitnah aku agar pernikahan ini nanti tidak berjalan lancar.”
Mendengar ucapan Greta, Yoshua sempat terdiam. Ia seolah berfikir sejenak dengan apa yang Greta katakan. Mantan? siapa mantannya yang akan melakukan ini?
“Aku tidak pernah punya mantan selain Freya! apa kamu pikir orang mati bisa hidup lagi dan berbuat seperti ini?!” marah Yoshua.
“Berita ini tidak benar. Kamu tahu bukan jika Greta itu sangat mencintai kamu? dia bahkan sampai rela melakukan apa saja agar bisa memiliki kamu? lalu kenapa dia bisa tega untuk mengkhianati kamu sedangkan kamu yang dia mau?” bela Camilla dengan nada lembut seolah ia sedang berusaha untuk menenangkan kemarahan dari Yoshua.
“Bagaimana jika kita mengadakan konversi pers agar bisa menghilangkan rumor buruk ini? untuk sementara kita adakan itu dulu saja. Baru setelah itu kita akan bisa mencari si pembuat masalah itu!” jelas Camilla lantas langsung disetujui oleh Greta.
“Aku akan mencari bukti jika tuduhan yang ada diberita itu salah. Jadi ayo kita adakan konversi pers dulu sayang, karena aku takut masalah ini akan berpengaruh pada perusahaan kamu nanti,” timpal Greta dengan ucapan lembutnya yang terdengar perhatian.
Yoshua yang memang sangat menganggap penting perusahaannya itu, tanpa pikir panjang ia langsung pergi begitu saja untuk menyiapkan konversi pers.
“Tiga hari lagi kita akan mengadakan konversi pers, jangan lupa susun kata-kata yang benar agar masalah ini bisa selesai,” ujar Yoshua menghentikan langkahnya tanpa menoleh kebelakang.
__ADS_1
...----------------...
Malam harinya.
Greta yang marah, ia langsung berniat pergi ke salah satu mansion milik Samoni. Banyak para penjaga yang menjaga di sekitar mansion itu.
Sepanjang perjalanan, banyak orang-orang berbaju hitam dan berkacamata hitam yang berbadan tinggi kekar. Mereka sesekali akan menunduk lalu kembali untuk menjalankan tugasnya seperti biasa.
Begitu sampai pada ruangan Samoni, Greta ingin marah pada laki-laki itu. Sayangnya, ia tak memiliki keberanian untuk itu.
“Ada apa?” sambutan dengan suara dingin khas milik Samoni dapat Greta dengar saat itu juga.
Tanpa berkata lagi ia langsung duduk dipangkunya Samoni. Ia kini bersikap manja seolah merasa takut dan ingin dikasihani oleh Samoni.
“Tuan, apa Anda ingin benar-benar menghancurkan hidup saya?” tanya Greta memeluk Samoni dan terus bersikap manja.
“George memulai pergerakannya,” ujar Samoni dengan wajah seriusnya itu. Ia fokus menatap ke arah komputer miliknya tanpa menatap ke arah Greta.
“Tuan Samoni? kenapa bisa? bukankah Anda bilang jika laki-laki itu tidak pernah peduli pada apapun?! lalu saat ini kenapa dia melakukan pergerakan? dan maksudnya apa itu pergerakan yang Tuan George lakukan.”
Begitu banyak pertanyaan dari Greta, hingga Samoni langsung menatap ke arah Greta dengan tatapan tajam dan dinginnya. Seolah ia marah dan tidak suka dengan sikap wanita itu yang kini bersikap lancang padanya.
“Maaf Tuan,” lirih Greta yang langsung bangkit dan menunduk hormat.
“George tidak akan melakukan pergerakan kecuali jika ada sesuatu hal yang menarik,” jelas Samoni. Maka itu, bagi Samoni apapun yang membuat George tertarik ia akan merebut hal yang bagi George itu menarik.
“Apa kamu yakin jika Freya sudah mati?” tanya Sam pada Greta.
__ADS_1
“Iya, waktu itu saya sempat memerintahkan anak buah Anda untuk mengejar mobil Shan. Mereka juga telah melihat jika mobil yang Shan kendarai menabrak pada pembatas jalan hingga tercebur,” ujar Greta.
Hal itulah yang membuat Greta yakin jika Freya sudah mati. Dan Greta juga puas akan berita itu tanpa pernah berniat mencari tahu lebih jauh.