
Freya terus menolak ajakan dari Donald, walau berkali-kali Donald terus saja membujuknya menemui George.
Puncaknya saat Freya akan mengunjungi salah satu cucu dari temannya Madam Amilia. Freya saat itu entah kenapa kebingungan karena ponsel Shan tak dapat dihubungi.
“Kemana paman Shan, apa masih begitu lama dia akan datang?” tanya Freya melihat ke arah ponselnya itu. Ia melirik jika seseorang sedang berjalan menghampirinya.
“Kamu bisa menaiki mobilku,” ujar George dengan mata dan tatapan yang tak lepas dari wajah Freya.
Freya yang merasa diintimidasi tidak merasa takut jika dirinya kini sedang ditatap oleh seorang George. Yang ada di dalam dirinya kini adalah rasa kesal dan marah yang tidak bisa ia jelaskan.
Kesadarannya seakan melarangnya untuk dirinya mendekati laki-laki yang terlihat sangat berbahaya itu, ia seolah menolak kehadiran laki-laki itu.
“Kenapa? apa ada sesuatu yang membuat kamu tidak nyaman? kamu bisa mengatakan kesulitan itu padaku?” George yang orang-orang kenal acuh dan tidak pernah berbicara pada siapapun jika tidak ada keperluan, kini ia berbicara dengan Freya tanpa keperluan apapun. Walau masih dengan nadanya yang datar yang terdengar serak dan terasa seksi itu.
“Sesuatu yang Membuat saya tidak nyaman itu adalah Anda,” ujar Freya dengan senyum dinginnya. Ia yang terkenal ramah dan baik justru tersenyum dingin dan sinis pada George.
Melihat itu, wanita yang ada dihadapannya ini terasa seperti Freya yang dulu di mata George. Walaupun sebenarnya Freya berniat menyadarkan George jika ia tidak suka pada laki-laki itu, tetap saja George seolah tak peduli.
“Ya, jadi sesuatu hal yang membuat Anda tak nyaman itu adalah saya? bukankah Anda tidak mengenal saya selama ini? kenapa Anda bisa mengatakan jika Anda merasa tak nyaman pada saya?” tanya George dengan senyum tipis yang sangat tipis nyaris tak terlihat.
Jika saja George ingin, ia yang akan mengatakan jika kepergian wanita yang ada dihadapannya ini sangat mengganggunya. Ia akan selalu terbayang wanita itu, meski berita saat itu mengatakan jika wanita itu telah meninggal karena kebakaran.
George yang terkenal disiplin dan sangat teratur, ia menjadi orang yang kurang disiplin untuk urusan tidur dan juga istirahat. Makan George saja tak akan pernah berjalan dengan baik jika Donald tidak mengingatnya.
Selain itu, George melakukan hal yang menurutnya itu sangat menjijikkan, ia menonton video dewasa yang tak pernah ia tonton. Bukan karena George tidak normal karena tidak pernah menonton video dewasa saat itu, hanya saja ia tidak suka melihat video itu karena itu terasa sangat memalukan baginya.
__ADS_1
Untuk alasan George menonton video dewasa yang kadang ia putar saat senggang, itu karena ia ingin menyadarkan jati dirinya yang seakan mati dengan kepergian wanita itu. Sayangnya, video itu tidak berpengaruh pada George.
Dan tiba-tiba, dengan adanya wanita yang ada di depannya saat ini. Ia merasa jiwa lelakinya itu hidup kembali, jati dirinya kembali bangkit dan merasa telah kembali normal.
“Tidak peduli Kamu Freya atau bukan, yang jelas kamu adalah wanitaku. Aku dengan yakin bisa mengenali jika kamu memanglah wanitaku,” batin George dengan tatapan mata dalamnya.
“Kenapa Anda hanya menatap saya? apa ada hal yang membuat Anda merasa aneh dengan wajah saya?” tanya Freya yang kini bersidekap dada.
“Sesuatu yang Aneh? tentu saja, karena kamu sangat cantik hingga akan berguna untuk menjadi istriku.”
George bukanlah orang yang pandai dalam bicara, apa yang ia bicarakan kadang bisa disala pahami oleh orang yang mendengarnya.
“Berguna? apa maksudnya itu berguna? apa Anda berfikir karena saya cantik Anda ingin saya menjadi mesin penghasil anak untuk Anda? kenapa tidak yang lain saja? saya yakin banyak yang mau,” ujar Freya sinis.
Menurutnya, dengan tampan laki-laki itu, tanpa sebuah kekuasaan akan banyak wanita yang rela untuk tidur dengannya. Tapi tidak dengan dirinya yang seolah tak terpengaruh dengan ketampanan seseorang setampan apa mereka itu.
“Anda orang yang sangat menyebalkan.”
Jujur saja, sejak dulu Freya tidak menyukai anak-anak, mereka terlalu bersih dan polos untuknya. Ia merasa dirinya terlalu banyak dosa hingga tidak pantas untuk sekedar memegang tangan mereka. Dan meskipun kini Freya mengalami lupa ingatan, tapi kebiasaan dan apa yang ia sukai masih sama.
...*****...
“Ji-jika Anda ingin bisa menaklukan wanita, cara yang harus Anda lakukan pertama kali adalah banyak bicara dan berusaha akrab dengannya.”
Seorang bawahan George yang terkenal playboy dan juga pandai dalam urusan cinta, ia tidak menyangka akan dipanggil oleh George mengenai pengalaman dirinya itu. Ia yang biasanya akan selalu bersikap tegas dan patuh dengan perintah tuannya, kini ia merasa kaku saat harus mengajari tuannya tentang hal itu.
__ADS_1
“Itu sudah saya lakukan.”
“Ka-kalau begitu Anda lebih baik untuk banyak memuji dirinya. Seperti kamu wanita yang amat cantik,” ujar seorang bawahan itu dengan tatapan membayangkan salah satu kekasihnya.
Tapi, saat ia melihat wajah tuannya, respon tak suka dari Sang Tuan yang membuatnya heran dan tidak mengerti akan kesalahannya.
“Apa saya terlihat cantik seperti seorang wanita?”
Apa yang George katakan membuat bawahan itu tak percaya dan mematung. Ia yang merupakan salah satu kepercayaan yang paling setia meski tanpa jabatan, kini ia merasa yakin jika dibalik tampilan mengintimidasi dari tuannya itu ada sebuah kepolosan yang tersimpan.
“Bu-bukan Anda tuan, tapi Anda harus mengatakan kata cantik itu pada wanita yang Anda cintai itu,” jelas bawahan itu sedikit terbata-bata.
“Sudahlah, akan saya ikuti saran kamu nanti.”
Kepergian bawahan itu tepat dengan kedatangan Donald yang kini menghampiri tuannya. Ia tidak menyangka jika tuannya akan bersikap seperti itu, bahkan tuannya itu tanpa ragu belajar dari seorang playboy di antara bawahannya yang lain.
“Kapan jadwal Freya keluar? apa ada acara yang akan ia hadiri?” pertanyaan George langsung saja diangguki oleh Donald yang paham akan keinginan tuannya.
“Nona Freya akan menghadiri ulang tahun salah satu anak dari rekan bisnis Madam Amilia lusa Nanti, dan yang telah saya kettahui jika Madam Amilia memang memperlakukan Nona Freya layaknya dia cucunya. ”
“Sudah kamu cari tahu tentang identitas Freya lagi?”
“Sudah, mungkin akan Anda dapatkan besok.”
“Siapkan makan malam untukku!” perintah George yang langsung diangguki oleh Donald.
__ADS_1
Melihat hanya ada dirinya saat ini, George melihat ke arah lain. Ia mengatakan sesuatu kata-kata yang seolah itu adalah sebuah latihan untuk pujian yang akan ia katakan pada Freya nanti.