
“Untuk apa sepupu dari Tuan Farh ke sini?” tanya Fina dengan tatapan tak sukanya yang terlihat jelas jika ia kini merasa terganggu.
“Tolong, tolong kami ... keluarga Farh benar-benar butuh pertolongan Anda Nona Freya,” mohon orang itu dengan berurai air mata.
Freya meyakinkan jika dirinya bukanlah manusia berhati baik lagi. Ia tidak akan goyah pada apapun. Keruntuhan keluarga Farh itu adalah akibat dari perbuatan mereka sendiri.
*****
Keesokan harinya
Keluarga Farh kini benar-benar sudah bangkrut dan mengalami keruntuhannya. Aset yang mereka miliki sudah habis terjual demi melunasi hutang mereka pada rentenir yang tak lain adalah seorang penipu.
Awalnya, tuan Farh berniat meminjam uang pada seorang rentenir yang katanya sangat kaya raya. Nyatanya ia tertipu.
Mungkin karena sangat terdesak dan berada di ambang kebangkrutan saat itu, Tuan Farh jadi tidak berhati-hati sama sekali.
Dan kini, Freya berada di kantor polisi.
Tuan Farh akan di penjara karena dirinya memiliki banyak hutang dan tidak bisa melunasinya tepat pada waktunya.
“Bagaimana keadaan Anda?” tanya Freya menatap ke arah laki-laki itu dengan tatapan matanya yang tidak merasa kasihan sama sekali.
Laki-laki itu berhak mendapatkan ganjaran atas apa yang ia perbuat. Harusnya perusahaan Farh itu sudah hancur puluhan tahun lalu. Tapi mereka masih bisa bertahan hingga puluhan tahun lamanya.
“Mau apa kamu ke sini?! dasar wanita tak tahu diri! beruntung sekali anak saya tidak bersama dengan wanita seperti Anda!” Tuan Farh yang tidak lain adalah ayah dari Yoshua itu merasa marah dan tidak terima.
Dirinya sudah rela menurunkan harga dirinya dengan memohon dan meminta bantuan pada wanita itu. Tapi wanita itu justru tidak menolongnya sama sekali.
“Kalau begitu saya lebih merasa beruntung. Bukankah harusnya Anda introspeksi diri. Siapa yang tidak tahu diri itu? saya atau Anda?!” sinis Freya.
Fina yang selalu menemani Freya kemanapun wanita itu pergi, dan ia kini mulai menatap ke arah tuan Farh itu dengan tatapan matanya yang juga merendahkan.
__ADS_1
Masih ada ternyata orang yang tak tahu diri.
“Apa maksud kamu? siapa yang kamu katakan tidak tahu diri?!”
“Berikan bukti itu pada laki-laki ini Fina,” kata Freya yang langsung diangguki oleh Fina.
Fina langsung melemparkan itu pada laki-laki itu. Di bukti yang Freya bawa, di sana tertera berapa jumlah uang yang selama ini masuk ke dalam perusahaan Farh selama puluhan tahun.
Jumlah uang yang bukan lagi nilai yang kecil, tapi sudah benar-benar fantastis. Karena perusahaan Farh hampir tidak bisa dikelola dengan baik.
“Anda tahu bukan jika dana yang selalu di suntikan untuk membantu perusahaan Farh itu berasal dari perusahaan Garlfried? dan Anda pasti tahu jika itu seharusnya menjadi milik saya! jadi bisa dikatakan selama hidup Anda telah memakai uang saya!”
Apa yang dikatakan oleh Freya langsung membuat laki-laki yang sedang membaca bukti itu terdiam.
Apa yang dikatakan oleh Freya itu benar, bahkan itu sangat benar. Karena segala hal di perusahaan Farh sering berjalan tidak sesuai rencana, jadi selama ada perjanjian dengan Antonio, tuan Farh akan selalu mendapatkan bantuan dan sokongan dana.
Sebagai gantinya anaknya, Yoshua juga ikut melakukan misi di organisasi milik Antonio. Walaupun Yoshua bisa menjalankan setiap misi yang diberikan dengan sangat baik, tapi bantuan yang diberikan itu karena keluarga Farh punya perjanjian dengan Antonio.
“Bukankah sudah seharusnya jika apa yang Anda lakukan itu mendapatkan ganjarannya? apa Anda merasa hidup Anda terlalu nyaman hingga Anda berfikir akan terus lolos?” sinis Freya.
Tuan Farh yang mendengar itu langsung berwajah muram dan sangat ketakutan. Apa yang di katakan Freya tidak salah, karena dia sudah biasa akan hidup dirinya yang penuh kemewahan.
Tentu ada rasa takut dan juga kekhawatiran akan hidup bahagianya yang akan berakhir. Belum sempat tuan Farh akan bicara lagi, tiba-tiba terdengar suara teriakan.
“Apa-apaan kalian ini! lepaskan aku! apa kalian tidak tahu siapa aku ini? aku adalah satu-satunya Nyonya di keluarga Farh. Jadi lepaskan aku! ”
Mendengar teriakan dari luar, Freya akhirnya memilih untuk meninggalkan ruangan itu, ia pergi dengan di ikuti oleh Fina.
“Ada apa?” tanya Freya pada saat Yoshua baru datang dengan wajah panik dan juga khawatir yang terlihat jelas diwajahnya.
“Ibu ketahuan mencuri, beberapa orang mengatakan jika ibu nekat mencuri barang mahal,” jelas Yoshua dengan tatapan matanya yang sedih.
__ADS_1
Akhirnya seperti ini nasib keluarganya. Ayahnya yang terlilit banyak hutang dan harus di penjara karena dia tertipu oleh orang lain. Ibunya yang sudah terbiasa hidup mewah hingga tidak ingin jatuh miskin.
“Aku akan melunasi semua hutang keluarga kamu,” kata Freya tiba-tiba.
“Nona, Anda-” Fina yang merasa tidak suka jika Freya sampai membantu mereka. Ia hendak mencegah Freya yang seolah berniat untuk berbuat baik.
“Tidak Fina, jangan berfikir macam-macam. Aku hanya akan memberi bantuan untuk terakhir kali pada mereka bertiga. Lagipula mereka juga hanya digunakan sebaga pion, meski pada akhirnya mereka juga menikmati apa yang tidak seharusnya menjadi milik mereka,” jelasnya. Freya berusaha meyakinkan Fina jika ia tidak baik dan tidak lemah seperti dulu.
Hanya saja, Freya menggunakan bantuan itu atas kerja samanya dengan Yoshua yang rela mencari bukti meski dia harus melawan keluarganya sendiri.
“Tapi ingat Yoshua, setelah ini kalian harus di penjara dan mempertanggungjawabkan apa yang kalian dulu perbuat,” kata Freya yang langsung diangguki Yoshua.
*****
Di dalam mobil.
“Kenapa Anda membantu mereka?” tanya Fina dengan tatapan tak sukanya itu. Ia terlihat marah dan tidak bisa setuju dengan apa yang Freya katakan tadi.
“Biarkan saja mereka mendekam di penjara, itu sudah cukup. Lagipula aku akan memberikn hukuman yang setimpal atas perbuatan mereka. Kebaikan yang aku lakukan untuk Yoshua itu hanya kebaikan terakhir atas apa yang telah laki-laki itu lakukan untukku selama ini,” jelas Freya yang tak ingin berdebat.
“Tetap saja! biarkan saja mereka tersiksa selamanya. Biarkan saja mereka harus mencari uang demi bisa melunasi hutang mereka itu,” kata Fina dengan nada tidak sukanya itu.
“Kamu tahu Fina, saat aku pergi ke kantor polisi aku berfikir jika seharusnya aku berada di sana. Terlalu banyak hal yang sebenarnya harus aku terima juga,” kata Freya yang langsung mendapat tatapan tidak sukanya dari Fina.
“Apa yang kamu lakukan itu benar, kamu lupa jika kamu selalu menjalankan misi dengan menyelidikinya terlebih dahulu. Kamu hanya akan menyiksa mereka karena memang mereka pantas mendapatkan itu, dan jika tidak ada kamu, mungkin kejahatan mereka tidak akan yang berani balas,” jelas Fina.
Semua orang yang berurusan dengan Freya ataupun menjadi target Freya adalah orang yang sulit dan tak bisa disinggung sembarangan.
“Lagipula kamu tak pernah membunuh mereka, kamu hanya membuat mereka merasakan sedikit kesakitan yang memang harus mereka terima,” kata Fina.
Aneh memang, seharusnya mereka tak bisa memiliki hati nurani lagi. Karena penyiksaan dan latihan yang tidak berkesudahan akibat Antonio, membuat mereka menjadi memiliki hati dingin.
__ADS_1