
Greta yang sudah berada di tempat janjian, ia langsung berjalan memasuki sebuah bar. Bar itu bahkan sering sekali Greta kunjungi untuk melampiaskan kesepian yang dirasakannya.
Dan Samoni tidak mengetahui akan kelakuan Greta itu.
Jika bertanya mengapa Samoni tidak tahu jika Greta sering mengunjungi tempat itu? itu karena Greta itu pintar. Ia akan pergi di saat tertentu saja, dan tentu di saat itu Samoni sedang sibuk dengan pekerjaannya.
“Kenapa juga laki-laki itu memintaku datang ke tempat yang seperti ini?” kata Greta yang terus berjalan masuk ke dalam bar.
“Nona, tuan Doni sekarang sedang menunggu Anda,” seorang pelayan yang tahu jika Greta sering datang ke tempat itu langsung menyambutnya.
“Tunjukkan jalannya,” kata Greta yang langsung diangguki.
Begitu sampai di depan pintu, Greta sebenarnya sedikit heran dan curiga, ia lalu menatap ke arah pelayan itu dengan tatapan matanya yang terlihat menyelidik.
“Kenapa tempatnya di sini? biasanya bukan di sini tempat kami bertemu,” kata Greta yang langsung di jawab dengan gelengan.
“Saya tidak tahu, tiba-tiba saja tuan Doni meminta tempat ini, dan ...,” di saat pelayan itu sebenarnya ingin menjelaskan lebih jauh, Greta justru langsung masuk dan mengunci pintu.
“Padahal aku hanya ingin mengatakan jika tuan Doni datang bersama dengan dua orang misterius. Aku pikir nona itu akan marah jika tahu kekasihnya itu datang bersama dengan wanita lain,” kata pelayan itu.
Seperti yang diketahui jika Greta sudah cukup pintar, ia bahkan tidak mengatakan namanya pada pelayan yang sudah sering melayaninya.
Greta bahkan hanya mau dilayani oleh pelayan itu yang sudah diancam olehnya untuk tak mengatakan tentang kedatangannya pada siapapun.
“Aku sebenarnya sempat curiga jika kekasih tuan Doni itu adalah nona Greta, tapi saat melihat penampilannya yang berbeda jauh, aku rasa itu tidak mungkin,” kata pelayan itu yang pada akhirnya langsung pergi begitu saja.
Pelayan itu tidak curiga jika yang baru saja ia antar memang Greta, itu karena Greta juga pandai sekali dalam menyamarkan dirinya, selain itu pelayan itu tidak terlalu peduli pada gosip.
...*****...
Greta yang kini sudah berada di dalam ruangan, ia langsung menatap ke arah sekelilingnya. Tidak ada siapapun yang ada di sana, hingga Greta berfikir jika Doni sudah membohonginya.
__ADS_1
“Sialan! awas saja kamu Doni! aku tidak akan pernah memaafkan kamu karena telah mempermainkan aku!”
Di saat Greta berbalik dan hendak keluar, ia terkejut saat melihat Freya dan Fina yang menatapnya sambil terkejut.
“Apa kabar?” kata Fina dengan nada santai yang terdengar menyebalkan bagi Greta.
“Kalian?! apa maksudnya ini?”
Greta yang melihat Freya dan Fina ada di ruangan yang sama dengannya, ia akhirnya sadar jika dirinya sudah di jebak oleh Doni.
“Dimana laki-laki sialan itu berada!” marah Greta yang langsung melihat ke arah sekelilingnya itu.
“Apa kamu memiliki hak untuk bertanya?” sinis Fina yang tanpa aba-aba lagi langsung memukul bagian leher belakang Greta.
Fina pikir setidaknya Greta akan pingsan setelah dua atau tiga pukulan darinya, tapi ternyata wanita itu langsung pingsan hanya dengan satu pukulan dari dirinya.
“Aku tidak pernah menebak jika ternyata Greta selemah ini,” kata Fina yang langsung meminta anak buahnya untuk mengangkat Greta.
Freya sudah menempatkan Greta di penjara yang ia buat untuk wanita itu, dan saat ini Freya sedang mendengarkan informasi dari Nick tentang Greta.
“Aku tidak pernah menyangka jika Greta akan memakai obat semacam itu. Apa ini karena kehidupannya yang buruk? atau dirinya itu yang terlalu kesepian.”
Memang benar Freya membenci Greta saat ini, tapi entah kenapa ada pemikiran jika apa yang terjadi pada Greta adalah kesalahannya juga.
“Apa yang sedang kamu pikirkan saat ini. Apa kamu saat ini sedang berfikir jika ini semua terjadi karena kesalahan kamu? kamu harus ingat Freya, Greta sejak dulu itu memang sudah bersikap genit dan mudah tergoda. Sekalipun kamu tidak membuat Greta tidur dengan orang-orang yang Greta sewa untuk melecehkan kamu waktu itu, tetap saja dia akan bersikap ******,” kata Fina yang langsung mendapatkan tatapan dari Freya.
“Apa kamu tahu sesuatu tentang Greta lebih daripada aku?” tanya Freya penasaran.
“Ini,” kata Fina yang langsung menyodorkan sesuatu pada Freya. “Di dalam ada bukti tentang Greta yang bahkan sering tidur dengan beberapa laki-laki yang disewanya, dan itu di saat Greta masih menjadi istri Yoshua.”
“Kamu benar, jika mungkin aku masih bersikap lunak padanya. Mungkin yang terluka lebih jauh bukanlah Greta, melainkan aku sendiri,” kata Freya.
__ADS_1
“Jadi apa yang akan kamu lakukan untuk adik kamu itu?” kata Fina langsung membuat Freya sedikit mendengklik.
“Jangan mengatakan jika dia adikku, itu membuat aku muak. Aku bahkan tak menyangka jika dia bisa tega meminta ibunya sendiri untuk mati,” meskipun Freya berkata seperti itu, tidak ada ekspresi takut atau merasa gelisah, justru hanya ada ekspresi acuh dan tak peduli.
“Biar besok akan aku pikirkan hukuman apa yang pantas untuk dia terima,” kata Freya yang hanya di jawab anggukan.
Keesokan harinya.
“Sialan! sialan! para orang gila ini! lepaskan aku! apa kalian tidak takut jika hal ini akan membuat kekasihku marah,” kata Greta yang menggila.
Sehari saja Greta tidak memakan obat itu, ia sudah terlihat sangat depresi dan hilang kendali seperti ini.
“Aku tidak tahu seberapa banyak kamu memakan obat itu, hanya saja aku sedikit menyayangkan jika adikku yang dulu selalu bersikap polos kini terlihat gila,” kata Freya yang baru saja memasuki ruangan Greta di tahan.
Jika seandainya Greta tidak terhalang oleh jeruji besi, ia rasanya ingin mencakar wajah Freya yang terlihat santai itu. Tapi yang menjadi pertanyaan apa Greta mampu?
“Hahahaha! kamu tidak akan bisa hidup dengan baik Freya. Kamu pikir aku akan membiarkan kamu hidup dengan bahagia? lihat saja nanti, aku yakin kekasihku akan menyelamatkan aku,” kata Greta dengan angkuh.
“Siapa kekasih kamu? Samoni?”
Greta tidak menjawab, ia hanya tertawa bengis dan menatap Freya angkuh. Bahkan di saat dirinya kini sedang terpojok, tidak ada ekspresi takut diwajahnya.
“Sepertinya kamu memang sudah gila karena obat itu. Kalau begitu, demi kewarasan kamu lagi, kamu harus direhabilitasi terlebih dahulu,” kata Freya yang berbalik dan pergi.
Terdengar suara raungan dari Greta saat Freya akan keluar, meskipun begitu Freya tidak peduli. Ia terus berjalan menjauh.
“Apa kamu masih peduli padanya?” kata Fina yang tidak menyangka jika Freya akan merehabilitasi Greta.
“Apa aku terlihat masih peduli padanya? tenang saja, aku tidak sebaik yang saat ini kamu pikirkan. Rehabilitasi yang nanti akan dia lakukan itu lebih menyakitkan dari rehabilitasi biasa. Lagipula jika hukuman yang harus diterimanya akan dilakukan saat ini, itu terasa percuma,” jelas Freya.
Tidak mungkin Freya akan memberikan pelajaran pada wanita yang setengah gila, itu sama saja dirinya sedang membuang sesuatu secara percuma.
__ADS_1