
Freya awalnya masih santai dan tidak ada masalah apapun selama perjalanan mereka. Sayangnya, saat mereka akan ke bandara. Di tengah jalan Freya dan yang lainnya harus berhenti karena seseorang.
George
Laki-laki itu datang dengan lima mobil yang berisi anak buahnya dibelakangnya. Bisa dipastikan jika di dalam satu mobil itu, ada hampir lima orang.
“Tuan George? ada apa dia di sini?” tanya Fina dengan volume cukup keras.
Sama seperti Fina, ketiga teman yang lain juga sedikit heran dan terusik dengan adanya laki-laki itu. Bahkan Freya saja ikut merasa tidak suka saat tujuannya harus terganggu karena hal itu.
“Apa tidak ada jalan lain?” tanya Freya pada Frans yang sengaja menyetir sendiri.
“Saya akan putar balik,” ujar Frans patuh.
Setelahnya, Frans mencari berbagai jalan yang bisa mereka lalui menuju bandara. Sayangnya, jalan itu seolah dengan sengaja ditutup.
Akses menuju bandara yang biasa sangat mudah, kini mereka sulit untuk ke sana. Kendaraan juga macet cukup panjang.
“Apa kita tidak mencoba naik perahu saja?” usul Nick.
Merasa tidak memiliki pilihan. Freya akhirnya setuju akan hal itu. Hingga akhirnya mereka memutuskan untuk menggunakan kapal meski waktu yang akan mereka tempuh menjadi cukup lama.
Tapi lagi-lagi mereka harus menanggung rasa kesal dan juga kekecewaan saat akses mereka untuk bisa menumpangi kapal itu seolah ditutup. Dan hanya mereka saja yang kesulitan, tapi tidak dengan yang lainnya.
“Aku yakin ini benar-benar kerjaan dari Tuan George itu, sebenarnya ada apa sih dia sampai bersikap seperti ini? apa dia tahu jika kamu telah mengingat kembali?”
Pertanyaan Fina hanya Freya jawab dengan sebuah kebungkaman. Meskipun Freya sudah mengingat kembali, ia tidak menyangka jika laki-laki itu bisa mengetahui itu secepat itu.
“Aku akan menemui dia,” putus Freya yang sedikit membuat keempat orang yang ada di dalam mobil terkejut.
“Kamu yakin? kamu tidak khawatir jika dia nanti akan memperlakukan kamu layaknya kamu itu tawanan?” Fina kembali mengingatkan Freya akan masa lalunya dulu yang hidup bagai seorang tawanan.
“Laki-laki itu tidak akan mau membuka akses jalan jika aku tidak berbicara langsung dengannya. Kalian tidak perlu merasa khawatir, tidak akan ada hal yang buruk terjadi,” jawab Freya menenangkan.
__ADS_1
Tanpa berkata lagi, saat mereka kembali ke tempat semula tadi, Freya langsung keluar dan berjalan ke mobil milik George.
Seperti sudah menduga akan hal itu, George yang kini sedang menghisap rokoknya itu. Ia hanya terlihat fokus pada apa yang sedang ia lakukan itu.
“Apa yang Anda inginkan?” tanya Freya langsung tapi masih dengan nada tenangnya. Ia seolah masih bisa untuk berbicara baik-baik saat ini.
“Penuhi perjanjian kamu waktu itu, kembali pada posisi kamu saat itu.” Tanpa menoleh pada Freya, George berkata seperti itu.
Freya yang mendengar itu tentu tidak suka, ia langsung menatap laki-laki itu dengan tatapan tajam miliknya.
“Posisi? apa Anda ingin saya kembali menjadi seperti seorang tawanan?” sinis Freya dengan tatapan tajam dan tak sukanya itu.
“Lalu posisi apa yang kamu inginkan? seorang istri?”
“Anda sangat pandai bercanda seperti "Tuan George yang terhormat!"” Freya seolah sengaja menekan kata Tuan George yang terhormat dengan nada marah dan tak sukanya yang kentara terlihat diwajahnya itu.
Freya kini tidak akan merasa takut pada apapun lagi. Rasa trauma miliknya seakan berhasil membawa rasa takutnya yang tersisa.
“Saya tidak akan menerima tawaran Anda. Dan jikapun Anda ingin membuat perhitungan pada saya, saya tidak akan peduli. Tapi saya tak akan tinggal diam dan patuh pada Anda seperti dulu lagi!” tegas Freya.
“Jadi apa kamu akan siap jika kamu tidak akan hidup dengan tenang?” pertanyaan datar yang bisa membuat siapa saja merasa jika itu adalah sebuah ancaman.
“Jika Anda akan membuat hidup saya tidak tenang, maka silahkan saja. Saya akan melawan Anda dengan langsung.”
Tanpa pernah di duga siapapu. Freya mengambil pisau kecil yang ia simpan dibalik jaket hitamnya. Ia langsung menodongkan itu pada leher George.
Anak buah George yang melihat itu tentu langsung bersiap dan bergegas keluar untuk melindungi tuannya itu, sayangnya respon George justru tak terduga.
George mengangkat salah satu tangannya seakan ia memerintahkan anak buahnya untuk diam dan tak melakukan apapun. Lalu laki-laki itu pun langsung tersenyum dengan senyum yang terlihat tipis, tak ada rasa takut yang terlihat.
Freya yang tahu jika ia tidak bisa apa-apa untuk saat ini, karena jika sampai George mati ditangannya. Otomatis anak buah George tak akan membiarkan dirinya hidup, dan Freya tidak ingin mati sebelum ia bisa membalas dendam pada keluarganya.
Srett
__ADS_1
Dakk
Tess
Freya memilih untuk menancapkan pisau kecilnya itu pada bagian jok mobil tepat di atas kepalanya George. Setelahnya Freya berbalik dan hendak berjalan pergi seolah menjauh.
“Kamu lupa dengan Geo?”
Deg'
Mendengar nama yang sudah lama tidak ia dengar lagi, langkah Freya mendadak terhenti. Mana mungkin dia lupa dengan sosok laki-laki itu. Laki-laki pelindung dan penyelamat baginya saat ia masih kecil.
“Apa itu Anda?” tanya Freya yang seolah ia sudah bisa menebak akan hal itu. Apa itu alasannya laki-laki itu selama ini memperlakukan dirinya layaknya ia tahanan? apa karena itu juga laki-laki itu tidak mau melepaskan dirinya?
Tapi kenapa baru datang sekarang? kenapa dia baru menemui Freya disaat Freya sudah mulai melupakan dirinya?
“Jika iya?”
“Saya sudah melupakannya, bagi saya dia hanyalah masa lalu saya,” jawab Freya yang mendapat tatapan dari George.
Entah apa tatapan itu, hanya George yang tahu.
“Lagipula, saya mempunya tujuan hidup yang baru.”
Setelah mengatakan itu, Freya langsung berniat untuk melangkah lagi. Sayangnya, langkahnya kembali harus terhenti dengan perkataan George.
“Kamu tidak bisa melupakannya, raut wajah kamu seolah mengatakan itu,” datar George.
Sedikit bergetar karena hal itu, tapi pada akhirnya Freya tetap melanjutkan langkahnya. Tapi beberapa langkah berjalan Freya berhenti dan berbalik.
“Berikan saya waktu dan ruang. Saya sekarang memiliki tujuan lain, saya harap Anda tidak akan menghalangi saya, karena saya tidak ingin jika Anda menjadi musuh saya.” Setelahnya Freya benar-benar memasuki mobil.
Keempat orang itu hanya diam dan tidak ada yang bersuara. Suasana hening seolah mereka tidak tahu harus mengatakan apa.
__ADS_1
Geo? siapa Geo itu?
Mungkin itu yang ada dipikiran mereka semua saat ini.