Pembalasan Dendam Si Cantik

Pembalasan Dendam Si Cantik
Hal tentang Rocky


__ADS_3

“Ini terlihat memalukan! seharusnya Kakak tidak pernah melihat hal memalukan ini!” ujar Rocky menundukkan kepalanya.


“Apa kamu sering diperlakukan seperti itu?”


“Entahlah, aku lupa.”


“Kenapa bisa?”


Pertanyaan itu yang kini sedang ada di benak Freya, kenapa bisa ada yang membully adiknya seperti itu? apa yang telah adiknya perbuat hingga mereka berkelakuan seperti itu?


“Hanya karena kecemburuan rasa biasa. Wanita yang mereka sukai justru malah menyukaiku, dan aku tak menyangka jika mereka mengatakan cinta padaku langsung. Apa itu salahku jika para wanita yang mereka sukai justru menyukaiku?”


“Kenapa tidak melawan?”


“Tidak, untuk apa melawan. Keluarga Garlfried kita telah banyak melakukan kejahatan, berapa banyak orang yang tertindas dan diperlakukan tidak adil oleh ayah kita? aku hanya ingin tahu bagaimana rasanya tak berdaya dan diperlakukan tidak adil.”


“Mereka sering membully kamu? dan kenapa tidak ada yang mengenali kamu sebagai anggota dari keluarga Garlfried?” apa yang sebenarnya tidak Freya ketahui.


“Tidak ada yang tahu jika aku anggota keluarga Garlfried. Aku memang sengaja menutupi itu! bagiku, nama Garlfried adalah sebuah kutukan!” tatapan mata yang baru pertama kali Freya lihat dari wajah Rocky, seolah menyiratkan jika ia tak merasa beruntung bisa terlahir di keluarga Garlfried.


Dulu saat kakeknya masih hidup, Rocky memang pernah merasa beruntung. Tapi, semenjak kakeknya meninggal, keberuntungan di hidup Rocky seolah menghilang begitu saja.


“Kita memang tidak dekat, jadi terdengar aneh jika aku bertanya banyak hal pada kamu,” ujar Freya.


Sebenarnya bukan kesalahan Freya karena ia tidak begitu dekat dengan Rocky, Camilla yang sangat menyayangi Rocky seakan menjauhkan Rocky dari hidup Freya yang ia anggap anaknya itu sebagai seorang monster.


“Tidak. Itu wajar, kamu adalah Kakakku, jadi akan terasa aneh jika kita memang selalu menjaga jarak seolah tak punya hubungan darah.”

__ADS_1


Alasan Rocky tidak pernah banyak berbicara dengan Freya karena ia memang tidak dekat dengan Freya. Wanita itu sibuk akan tugas yang ayah mereka berikan, selain itu, ibunya Camilla seolah menjauhkan dirinya dari kakaknya sendiri.


“Rocky,” wajah serius Freya terlihat.


“Jadi? apakah ini alasan kamu ingin segera lulus? atau kamu ingin bisa lebih pintar dariku?” tidak ada yang salah jika seseorang ingin pintar, hanya saja kita harus melihat dari usaha dan semangatnya terlebih dulu.


Bagi Freya, ada sebuah raut paksaan yang mana Rocky seolah lelah dengan kehidupannya. Rocky justru seakan terlihat tak sanggup menanggung beban yang akan ia terima. Menjadi pewaris dari keluarga Garlfried yang tidak ia inginkan!


“Sangat melelahkan. Harus terus berjuang demi hal yang tidak kita inginkan,” ujar Rocky menatap ke arah lain. Ia seolah malu jika harus terlihat lemah di depan mata Freya langsung.


Sekalipun mereka adalah adik kakak, rasa sedih dan juga sakit yang biasa Rocky rasakan tidak pernah ia tunjukkan ataupun ceritakan pada siapapun! siapapun itu tidak ada yang tahu apa yang Rocky inginkan!


“Kalau begitu berhenti melakukan apa yang tidak kamu sukai. Kamu bisa dengan bebas melakukan apa yang kamu inginkan,” kata Freya menatap dalam Rocky.


Kini Freya tahu dengan jelas, kenapa adiknya itu seolah ingin menjaga jarak dengan keluarganya sendiri. Mungkin jika Rocky tidak dekat dengannya itu karena Camilla ibu mereka yang tidak menyukai kedekatan itu, tapi untuk alasan Rocky tidak dekat dengan keluarga yang lainnya itu karena tidak ada yang mengerti ataupun paham dengan apa yang Rocky inginkan.


“Itu tidak mungkin,” senyum sinis yang terasa hambar itu muncul. Walau sebenarnya Ia tidak ingin jika ia harus menjadi pewaris dari keluarga Garlfried, karena seharusnya keluarga Garlfried di pimpin oleh orang yang ahli dalam teknologi. Sedangkan dirinya memiliki hobi dan kesukaan yang berbeda dalam hal itu.


“Kamu tahu bukan jika ayah kita berbeda dari orang lain? jadi, untuk bermimpi dengan apa yang kita inginkan itu tidak akan pernah terjadi!”


“Kalau begitu, biar aku yang akan putuskan! kamu tidak usah peduli dengan mimpi kamu yang akan terkubur, karena aku akan melakukan tugas yang seharusnya dilakukan oleh seorang Kakak untuk pertama kalinya.”


Pembicaraan panjang itu selesai di karenakan Freya di telepon oleh ayahnya. “Aku pergi, kamu tidak perlu lagi menyembunyikan identitas kamu lagi, karena nama itu juga kadang adalah sebuah keberuntungan tersendiri untuk kita.” Meski nama keluarga Garlfried memang terdengar memuakkan, tapi nama itu juga kadang bisa membuat mereka terhindar dari orang-orang yang bagi mereka terasa jauh lebih memuakkan.


......................


Memasuki mansion keluarga Garlfried. Freya yang melihat jika tunangannya tengah duduk di sebuah sofa panjang, dengan Greta yang tak henti-hentinya memeluknya, ada sedikit rasa tidak suka yang kini Frey rasakan.

__ADS_1


Sebesar apapun adiknya menyukai tuanangannya itu, Yoshua tetaplah tunangannya. Jika seperti ini, Greta seolah tidak menghargai Freya.


“Freya,” Yoshua terlihat terkejut dengan kedatangan Freya. Ia lantas segera menyingkirkan tangan Greta yang memeluk lengannya erat-erat.


“Aku sejak tadi mencarimu, dari mana saja kamu?” tanya Yoshua yang langsung menghampiri Freya.


“Ada beberapa urusan yang harus aku urus, jadi aku keluar sebentar.” Tatapan mata Freya terus menatap wajah Greta.


Masih ada rasa kesal pada Greta karena ia dengan teganya mengusir adiknya sendiri. Freya tidak bisa membayangkan jika nanti Camilla ibu mereka tahu akan hal itu.


“Apa kamu besok ada waktu? aku ingin mengajak kamu untuk makan bersama. Sudah lama sekali bukan kita tak memiliki waktu bersama?” aneh, entah kenapa Yoshua merasa jika akhir-akhir ini Freya seolah menjaga jarak dengannya, bahkan Yoshua merasa jika Freya yang saat ini bukan lagi Freya yang dulu.


“”Entahlah, aku tidak bisa berjanji apapun pada kamu. Aku pergi, ayah memanggilku, sepertinya ada hal yang akan ia katakan padaku.”


Melihat kepergian Freya, Yoshua hanya diam. Ia tidak menyangka jika Freya akan mengabaikannya begitu saja. Yoshua berfikir sejenak, mungkin 'kah jika Freya sudah tahu akan kehamilan Greta?


Menggeleng cepat seolah tak percaya dengan apa yang sedang ia pikirkan saat ini. “Greta tidak akan mungkin berani untuk mengatakan kebenaran ini,” batin Yoshua yang menatap ke arah Greta.


“Jangan pernah bersikap seperti ini lagi saat ada Freya, itu akan membuat dia tak nyaman dan tak suka dengan apa yang kita lakukan!” peringatan dari Yoshua.


...----------------...


Freya yang berada di ruangan ayahnya hanya diam, ia tidak mengatakan apapun saat ayahnya sedang berusaha untuk mengenalkan seorang laki-laki yang merupakan orang elit dan terpandang.


Mungkin bagi sebagian orang yang melihat wajah dari orang itu mereka akan terpanah, tapi Freya yang tahu jika laki-laki yang seolah akan di jodohkan dengannya itu tak lebih dari penjahat kelamin.


“Jadi? apa yang berniat menjualku padanya?”

__ADS_1


Pertanyaan Freya langsung saja membuat Antonio menatap ke arahnya. “Ayah tidak mungkin menjual kamu, hanya saja tuan muda Sam itu sepertinya tertarik pada kamu, dia mengatakan langsung pada ayah saat itu.”


Freya hanya diam dan tak berkata. Ia ingin melihat seberapa gigih ayahnya yang seolah ingin menjual dirinya pada laki-laki yang ia tahu jika kehidupannya sangat buruk. Freya sekarang tidak sebodoh dulu lagi, dirinya akan mencari tahu lebih dulu identitas dari orang-orang yang ayahnya kenalkan padanya.


__ADS_2