Pembalasan Dendam Si Cantik

Pembalasan Dendam Si Cantik
George Si pengganggu


__ADS_3

Freya sedang berada di ruangan kerja. Ia terlihat mengerjakan banyak pekerjaan yang harus di urus. Perusahaan Freya yang ada di negara A ini, masih tergolong perusahaan yang kecil jika dibandingkan perusahaan pusat di negara F.


Maka dari itu, Freya berniat untuk membangun perusahaan ini sedikit berbeda dari perusahaannya yang berada di negara F.


Perusahaan ini juga diberi nama yang berbeda dari perusahaannya yang lain, dan ini adalah cabang ke-6 dari total perusahaan yang Freya bangun.


F&G


itu nama perusahaan Freya yang ada di sini.


“Nona, ada yang ingin menemui Anda,” ujar Fina yang memberi tahu. Ia dengan hormat berdiri di dekat Freya yang sedang duduk.


“Siapa?” tanya Freya penasaran.


Setahunya tak ada orang yang akan menemuinya saat ini. Perusahaannya masih terbilang kecil dan juga tidak mungkin menjadi perhatian semudah itu.


Soalnya nama perusahaannya Freya ini berbeda dengan nama perusahaannya yang lain. Jika Freya berniat menggunakan nama perusahaannya yang berada di negara F, bisa dijamin jika orang-orang akan tahu dengan nama itu yang kini sudah sangat terkenal.


F&F


itu nama perusahaan Freya yang lain.


“Tuan George Clooney,” jelas Fina.


“Katakan jika aku akan bertemu dengannya nanti,” ujar Freya yang memilih mengerjakan tugasnya sebentar. Lalu ia menemui George yang sedang bersama dengan Donald.


......................


“Apa kabar?” tanya George.


Meskipun sebenarnya selama ini George akan selalu tahu keadaan wanita itu. Tapi setiap ia berusaha menemui Freya. Wanita itu selalu menolaknya, karena wanita itu memang sangat sibuk dengan tujuannya.


George sebenarnya akan membantu Freya dengan senang hati jika wanita itu memintanya. Sayangnya, wanita yang ingin untuk ia bantu ini, adalah wanita yang keras kepala.


Wanita yang sangat yakin dengan kemampuannya sendiri, dan wanita yang tidak ingin mengandalkan kemampuan orang lain untuk mencapai tujuannya.

__ADS_1


Freya wanita keras kepala yang merasa yakin jika tanpa bantuan dari siapapun ia pasti bisa berdiri dengan kakinya sendiri.


“Tidak mungkin jika seorang Tuan muda Clooney tak akan tahu kabar dari orang yang ingin ia cari tahu. Itu adalah hal yang gampang seperti mainan baginya bukan?” nada dingin Freya kini terdengar menyindir.


Memang benar jika Freya sudah mengetahui jika George adalah orang yang selama ini ia cari. Tapi, Freya masih belum bisa menerima laki-laki itu.


Freya masih marah dengan dirinya sendiri dan juga George dengan kejadian dimana ia tak ada bedanya dengan seorang tawanan. Selain itu, rasa kecewanya pada laki-laki itu masih belum hilang sepenuhnya.


“Apa yang ingin aku lakukan?” George biasanya akan selalu berbicara formal dengan siapapun selain dengan Andrew dan juga Donald, kini ia berbicara dengan tidak formal pada Freya.


“Berhenti mengganggu!” tegas Freya.


Freya tidak suka dengan sikap George yang seolah ingin membantunya. Freya ingin membalaskan dendamnya dengan tangannya sendiri.


Lagipula bagi Freya yang sudah kehilangan kepercayaan pada dunia. Ia tak akan mudah percaya lagi. Freya kini sangat berhati-hati.


Baginya, George seperti pedang bermata dua, di satu sisi dia selalu berusaha melindunginya dan membantunya, tapi di sisi lain, laki-laki itu seolah menghancurkan rencananya yang ia bangun.


“Aku tidak bisa. Aku tidak akan mungkin berhenti mengganggu kamu. Lagipula apa yang aku lakukan saat itu adalah hal yang tidak tepat. Kerja sama yang akan kamu lakukan itu adalah kesepakatan yang bisa saja akan membahayakan diri kamu!” tegas George dingin.


George kini seakan menjelaskan maksudnya saat ia menghancurkan kerja sama antara Freya dengan seorang mafia yang tidak lain adalah musuh dari ayahnya sendiri, mafia Shadow.


“Saya tahu, dan saya tidak peduli. Tujuan saya hanya agar Antonio menganggap laki-laki itu pengkhianat saja, untuk urusan dia nanti akan membahayakan saya, saya tidak akan peduli!”


Mendengar itu, George mengepalkan tangannya.


Wanita yang ada dihadapannya ini sudah dibutakan oleh balas dendam dan rasa sakitnya. Ia seakan lupa pada dirinya sendiri yang juga harus tetap hidup.


“Jika itu tujuan kamu, aku tak akan mengganggu,” kata George pada akhirnya. Ini juga tahu jika dirinya terlalu mencampuri urusan Freya.


Padahal wanita itu bisa saja lebih kuat dari yang ia duga selama ini. Wanita itu bisa saja terlihat tidak peduli pada dirinya, tapi dibalik itu sebenarnya dia itu sangat peduli pada dirinya sendiri.


“Keputusan yang bijak Tuan.”


......................

__ADS_1


Tiga hari kemudian.


Freya pikir dengan apa yang ia ucapkan pada lelaki itu, dia akan pergi dan tak akan pernah mencarinya lagi. Tapi nyatanya, lelaki itu akan mengunjunginya di jam yang sama, selama tiga hari berturut-turut.


“Apa Anda memiliki banyak waktu yang senggang hingga terus mengunjungi saya seperti ini?” sindiran Freya pada George yang hanya dijawab dengan alis bertaut.


“Apa kamu sibuk?” George justru bertanya balik.


Padahal ia akan selalu mengunjungi Freya di jam biasanya orang-orang istirahat. Hal itulah yang membuat Freya tidak bisa menolak kedatangan George.


“Saya tidak bisa hidup senggang seperti Anda.”


“Kalau begitu, istrirahatlah.”


“Jika Anda selalu mengunjungi saya seperti ini, saya rasa keadaan saya akan memburuk,” ungkap Freya dengan nada sindirannya itu.


...****************...


1 Minggu berlalu.


Semenjak sindiran tegas Freya secara langsung. Lelaki itu tidak pernah mengunjungi Freya, tapi sering sekali dia akan memberikan makanan untuk Freya di jam istrirahat melalui bawahannya.


“Meskipun Tuan George sangat dingin dan acuh, tapi beliau terlihat perhatian pada Anda. Bukankah dengan begini ada yang mengingatkan Anda agar makan?” Frans berkata dengan disertai sindirannya.


Freya sangat sulit makan, ia harus diingatkan terus oleh Frans dan yang lainnya. Jika tidak, wanita itu bisa saja tidak makan seharian.


“Ya,” jawab Freya singkat.


“Jika seperti ini, saya akan tenang meninggalkan Anda untuk mengerjakan tugas saya di negara F sementara waktu. Tapi saya akan meminta Fina untuk memantau dan memastikan makanan yang Tuan George kirimkan ini dimakan dengan benar.”


“Terserah,” kata Freya yang terlihat hanya fokus pada komputernya. Freya sedang berusaha untuk membobol keamanan di komputer milik keluarga Garlfried. Freya ingin apa yang ia lakukan tidak harus menghancurkan sistem keamanan buatan kakeknya langsung.


“Sepertinya Anda harus mencari tahu informasi itu secara langsung melalui komputer itu. Selain itu, jika Anda mengecek secara langsung, Anda bisa mengetahui apa yang mungkin tidak pernah Anda mengerti selama ini,” Frans terdengar menjelaskan.


Jika bagi banyak orang sistem keamanan itu akan nyaris mustahil untuk di tembus. Maka Freya bisa menembus itu, sayangnya ia tidak ingin jika karena hal itu, sistem keamanan itu akan hancur begitu saja.

__ADS_1


Baginya itu sama saja sebuah warisan yang sangat berharga yang kakeknya tinggalkan untuk keluarga Garlfried. Dan Freya tahu jika itu nantinya akan menjadi miliknya. Hanya ia saja yang akan tahu dengan jelas sistem keamanan itu selain kakeknya, karena itu warisan kakeknya langsung untuknya.


“Akan aku pikirkan,” putus Freya.


__ADS_2