Pembalasan Dendam Si Cantik

Pembalasan Dendam Si Cantik
Penderitaan tak berujung


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian.


Freya fokus pada perusahaan miliknya itu. Dan George fokus pada bukti yang harus ia cari. Jika saja George tak pernah berjanji bahwa ia akan terus mengalah terhadap Samoni apapun yang laki-laki itu lakukan.


Mungkin, George yang akan membunuh Samoni langsung. Karena bukti kejahatan dari orang yang membunuh Garlfried berada di tangan laki-laki itu.


Dan hanya George yang tahu dalang utamanya itu. Sayangnya ia tidak bisa mengatakan itu karena ia belum mendapatkan buktinya itu.


Bukti itu bagai sebuah kertas yang di letakan di atas air. Bergerak terlalu jauh dengan tidak hati-hati justru akan menghancurkan bukti itu.


“Nona, ada kabar buruk,” kata sekretaris itu.


“Kenapa?”


“Saya mendapat kabar jika ibu Anda Camilla gantung diri. Ia dinyatakan meninggal beberapa jam lalu karena depresi berat,” kata sekretaris itu.


Sekretaris itu tidak tahu jika Camilla bukanlah ibu kandung Freya. Ia berfikir jika Freya akrab dengan Camilla.


“Bukankah itu berita baik?” kata Fina tersenyum dingin.


******


Pada akhirnya.


Freya meninggalkan pekerjaannya itu dan pergi ke rumah sakit jiwa. Di sana, memang sudah ramai dengan dokter dan polisi yang ada di sana.


“Ada apa?” tanya Freya bertanya pada perawat Camila.


“No-nona maafkan saya. Saya tak tahu akan terjadi seperti ini. Pada saat itu saya berniat mengambilkan makanan untuknya. Saya benar-benar tidak tahu jika wanita itu mengambil tali. Saya bahkan tidak tahu darimana tali tersebut berasal,” kata dokter itu dengan ekspresi wajah yang takut disalahkan.


“Jika kamu tidak bersalah maka jangan merasa takut. Karena kita akan mencari dengan jelas apa yang telah terjadi sebenarnya,” kata Fina.


Setelah seharian mencari, akhirnya penyelidikan menyatakan jika itu murni bunuh diri tanpa ada konspirasi apapun. Dan pemakaman itu dilakukan hari itu juga.

__ADS_1


“Melihat dia sudah mati, aku sedikit sedih. Tapi apa yang dia berikan pada ibuku, jelas harus ia terima.”


Freya tahu jika ibu kandungnya hanya di rumah sakit jiwa selama seminggu. Setelah itu Garlfried yang menolong ibunya. Jika tanpa bantuan dari Garlfried, mungkin Camilla akan memenjarakan ibunya itu, hingga ibunya dan dirinya mati di rumah sakit jiwa.


Apalagi, mental ibunya saat itu benar-benar dikatakan sudah rusak. Seperti selalu merasa ketakutan dan juga kecemasan berlebih.


Beruntungnya Freya yang saat itu berada di dalam kandungan ibunya saat itu, ia kuat karena ibunya akan seringkali meminum vitamin dan penguat kandungan.


“Akhir dari mereka memang seperti ini. Karena mereka tak akan pernah berubah sampai kapanpun. Itu hal yang sudah mereka pilih sejak awal,” kata Fina.


*****


Freya berniat memberikan informasi ini pada ayahnya. Bagaimanapun laki-laki itu harus tahu tentang Camilla yang sudah meninggal.


Freya juga ingin melihat bagaimana respon laki-laki itu nantinya. “Ayah, istri Anda meninggal,” kata Freya kini terlihat ekspresi wajah seolah ia tak punya hati.


Bagaimana tidak, Freya kini sudah benar-benar merasa tidak percaya pada siapapun lagi. Niatnya yang tidak akan mudah percaya pada awalnya, berhasil untuk di patahkan oleh George.


Dan laki-laki itu juga menjadi penyebab kekecewaan dan kebencian terbesar Freya. Freya bahkan sedikit bingung harus bagaimana membalas kematian kakeknya pada ayahnya sendiri.


“Ayah, mereka hanya membalas apa yang Ayah perbuat dulu. Bukan mereka yang kejam, tapi Ayah yang sangat kejam dulu,” kata Freya menatap ke arah ayahnya dari atas.


Ayahnya kini terlihat lemah, berbagai hukuman dan juga bentuk kemarahan dari anak buahnya Antonio dulu, kini pada anak buah itu membalas langsung rasa sakit dan tersiksanya mereka dulu.


“Lebih baik Ayah di penjara saja. Jangan seperti ini, Ayah tidak sanggup lagi. Ayah mohon, penjara 'kan Ayah saja,” pinta Antonio sampai merangkak.


Wajahnya kini di penuhi dengan ekspresi putus asa dan ketakutan yang tidak ada habisnya. Para anak buah itu tidak hanya menyiksa Antonio. Tapi mereka juga telah menyakiti mental Antonio.


“Jelas-jelas penderitaan itu yang Anda berikan pada mereka dulu. Bahkan penderitaan itu mungkin tidak bisa dibandingkan dengan saya yang telah Anda siksa selama ini. Lalu kini Anda merasa takut dan trauma?”


“Aku akan pergi,” kata Freya tak mempedulikan raungan Antonio serta makian dan sumpah serapah kejam dari Antonio


*****

__ADS_1


Sementara itu.


Greta hanya tersenyum menatap ke arah langit tempat ia di rawat layaknya orang gila. Dan ruangannya itu jelas berhadap-hadapan dengan ruangan ibunya.


Saat itu,


Flashback


“Apa ini Greta?” tanya Camilla saat anaknya memberikan dirinya sebuah tali tambang.


“Ibu bisa memilih, antara Anda harus mengakhiri hidup Anda, atau Anda akan di bunuh dengan sadis.”


Apa yang Greta katakan itu membuat Camilla langsung menatapnya tak percaya. Ia pikir tujuan anaknya tadi membawanya keluar dan menjauh dari perawat itu, karena akan membawanya keluar, nyatanya itu tidak benar sama sekali.


“Apa maksud kamu? kamu menyuruh ibu kamu sendiri untuk mati?” tatapan Camilla kini terlihat sakit hati dan tidak percaya.


“Ibu, aku sangat menyayangi kamu. Tapi kamu hanya akan menjadi beban bagi aku jika terus hidup. Matilah demi anak yang kamu sayang ini. Atau ibu memang tak pernah sayang padaku?” kata Greta dengan tatapan yang menatap lurus ibunya.


“Ibu harus ingat, siapa yang dulu menghasut aku untuk membenci Freya. Siapa juga yang meminta aku untuk bisa bersaing dengan Freya, dan siapa juga yang ingin menghancurkan hidup Freya. Bukankah itu karena aku terhasut oleh Anda pada awalnya? lalu apa ini? sekarang aku menderita karena membencinya. Jadi, kami jangan salahkan aku. Ini semua karena kamu yang hidupnya di penuhi dengan kebencian pada anak itu,” kata Greta dengan penuh emosi.


“Matilah, ibu hanya menjadi beban untukku. Aku lelah karena selama ini Anda selalu bersikap baik dengan cara membuat aku terlihat buruk. Jangan salahkan aku yang membencimu, karena ini semua kesalahan kamu,” kata Greta yang langsung kembali pada ruangannya itu.


Greta meninggalkan ibunya yang tengah mematung dengan tatapan tak pertanyaan. Anaknya sendiri memintanya mengakhiri hidupnya?


Dan di tengah pikirannya yang kalut dan kosong. Kini wajah polos Freya saat masih kecil dan saat sedang memanggilnya ibu terlihat di mata Camilla.


“Ibu, Freya sayang ibu. Freya akan menjadi kuat agar bisa melindungi ibu. Siapapun yang menyakiti ibu akan Freya balas,” kata Freya yang saat itu masih berusia 6 tahun.


Wajah polos Freya itu yang selama ini Camilla benci, wajah polos yang mirip dengan Anaya istri pertama Antonio. Padahal Camilla memperlakukan Freya dengan dingin dan acuh. Tapi anak itu tetap bisa tersenyum, dan di saat besar anak itu juga tidak membencinya.


Tapi jika seandainya saja waktu bisa diulang, dan seandainya ia tidak membenci Freya. Apa ia tidak akan berakhir seperti ini?


“Jangan bodoh Camilla, karena kamu penyebab ibu kandungnya meninggal. Mungkin dia akan tetap membenci kamu saat mengetahui fakta itu,” gumam Camilla dengan tatapan kosong.

__ADS_1


Camilla yakin Greta membenci Freya bukan hanya karena hasutannya saja. Karena kebencian dan rasa dengkinya itu sudah ajak sejak Greta kecil.


Flashback end.


__ADS_2