Pembalasan Dendam Si Cantik

Pembalasan Dendam Si Cantik
Lawan yang seimbang?


__ADS_3

Freya memasuki kamarnya dengan tatapan yang terlihat kesalnya. Perkataan terakhir dari George yang seakan dengan jelas menegaskan jika Freya tidak akan bisa lepas dari jeratan laki-laki itu.


Freya seakan sudah memasuki wilayah singa dan tidak bisa keluar darinya. Ia tidak memiliki jalan keluar lain selain menuruti apa yang si Singa itu inginkan. Dan Freya harus melakukan itu demi keselamatannya.


Tapi apakah Freya akan diam saja? ia wanita yang keras kepala tapi penuh dengan perhitungan.


...----------------...


“Jadi, bagaimana aku harus bersikap saat ini? apa harus menunjukkan pemberontakan langsung? atau hanya bisa diam menunggu waktu yang tepat untuk bergerak?”


Melihat jam yang ada disampingnya. Freya memilih untuk tidur, ia akan melanjutkan pemikiran tentang rencana apa yang akan ia buat selanjutnya.


Tapi apa yang Freya pikirkan itu tidak terjadi sesuai dengan apa yang ia inginkan. Justru, ada sebuah panggilan tiba-tiba masuk ke ponselnya.


Itu bukan ponsel yang diberikan oleh George untuk Freya, melainkan itu ponsel milik Freya sebelum George memberinya ponsel.


0852********


“Dari nomor tidak dikenal? siapa dia itu?” tanpa pikir panjang Freya mencoba untuk kembali menghubungi orang yang sempat menghubunginya.


Panggilan pertama, tidak ada balasan atau jawaban dari nomor yang Freya tuju. Freya berfikir jika mungkin hanya nomor iseng yang meneleponnya.


Tapi, di saat Freya berfikir ulang, itu tidak mungkin, karena nomornya adalah nomor yang sangat aman, sangat jarang ada penipu ataupun pembobolan hingga nomornya bocor.


“Siapa yang menelepon? apa dia adalah orang yang pandai menghack juga?” Freya berfikir jika mungkin orang yang meneleponnya tahu nomor itu karena ia berhasil membobol ponsel seseorang hingga tahu nomornya.


Karena, tidak mungkin ada yang bisa membobol ponsel Freya jika dirinya saja sudah memasang keamanan yang kuat diponselnya.


“Sepertinya dia bukan orang sembarangan,” kata Freya.

__ADS_1


...****************...


Sementara itu, di tempat Helena.


Helena, wanita itulah yang tadi sempat menelepon Freya, ia menggunakan kemampuan dari salah satu hacker handal yang bekerja di perusahaan ayahnya.


Kebetulan, perusahaan ayahnya ialah perusahaan IT yang terbesar ketiga di dunia. Jadi, Bukankah hal yang sulit untuk Helena menghacker ponsel seseorang hingga ia bisa menemukan nomor ponsel Freya.


“Bagaimana kamu tahu jika orang yang aku cari itu adalah keturunan keluarga Garlfried,” tanya Helena pada orang yang cukup handal dalam IT.


“Karena saya mengenalnya, dan kebetulan nomor yang saya hack adalah adiknya Freya Garlfried.”


“Kenapa tidak kamu coba bobol saja ponselnya juga? mungkin saja ada sesuatu hal penting yang bisa kita gunakan sebagai senjata?” pertanyaan Helena tentu langsung dijawab gelengan oleh Si ahli ngehack itu.


“Nona Helena, sepertinya wanita yang ingin Anda singgung itu bukan wanita biasa. Ia mungkin pintar dalam bidang ini juga. Jadi saya harap Anda harus berhati-hati,” peringatan dari wanita dihadapan Helena itu, ia bernama Shasha.


“Untuk sekarang itu saja sebagai peringatan. Jika dia orang yang ahli juga dalam ini seperti yang kamu katakan tadi, ia pasti akan merasa terganggu dan penasaran dengan siapa yang menghubunginya.”


Perkataan Helena yang masuk akal itu langsung dijawab anggukan oleh Shasa saat itu juga. Shasha menatap Helena dengan tatapan sedikit berfikir hingga Helena yang melihat itu merasa penasaran.


“Kenapa?” tanya Helena heran.


“Jika nona Freya memang seahli yang saya pikirkan dalam bidang ini, lalu bagaimana jika saya tidak bisa melawan kemampuannya itu?” tanya Shasa dengan raut wajah penasarannya.


“Aku yakin kamu bisa, tidak mungkin jika kamu tidak bisa menghadapi wanita itu.” Ucapan penuh keyakinan dari Helena itu membuat Shasa yang masih seorang mahasiswi menjadi tersanjung.


“Kalau begitu saya akan berusaha yang terbaik yang bisa saya lakukan nona,” kata Shasa yang diangguki puas oleh Helena.


“Aku juga akan meminta ayah agar bisa segera mempromosikan kamu agar memiliki jabatan yang lebih tinggi. Aku yakin jika kamu tidak akan mengecewakan dengan kemampuan yang luar biasa di umur kamu saat ini,” ungkap Helena yang langsung saja membuat Shasa mengangguk semangat karena senang.

__ADS_1


Bukankah di atas langit masih ada langit? mungkin mereka berdua tidak mengingat moto itu dalam hidupnya hingga meremehkan kemampuan Freya yang belum mereka ketahui sama sekali.


...****************...


Freya bangun tepat jam lima dini hari di saat para pelayan yang sepertinya bukan pelayan hotel biasa itu datang. Pelayan itu seolah adalah pelayan dari keluar tertentu.


“Ada apa? mengapa sangat berisik?” tanya Freya yang merasa kesal karena tidurnya terganggu.


Dulu saat Freya latihan di tempat khusus agar bisa menjadi pasukan khusus dari mafia Shadow milik ayahnya. Ia bisa tidak tidur dua hari dua malam, tapi disaat ia terganggu tidurnya, orang yang sudah mengganggunya tidak ada yang selamat.


Meski masih hidup, hukuman yang paling ringan dari Freya salah satu jari mereka yang terpotong sebagai bentuk peringatan.


Terdengar kejam bukan? tapi dunia ini jauh lebih kejam bagi Freya. Ia seakan diajarkan untuk menjadi orang yang jahat. Itu semua bukan apa yang ia mau.


“Nona, kami di sini karena Tuan muda meminta agar Anda segera kami dandani. Siang nanti akan ada acara minum bersama untuk merayakan kerja sama proyek besar yang telah disepakati oleh lima pengusaha besar.”


“Siang jam berapa?” tanya Freya dengan malas, ia masih mengantuk. Jika Freya tidak mengingatkan kepalanya untuk tidak melakukan hal berbahaya pada mereka, mungkin jika biasa kesal Freya akan membuat mereka kehilangan setidaknya satu jari mereka.


“Jam satu siang nona, setelah itu akan di lanjutkan dengan acara makan malam jam setengah delapan malam,” kata pelayan yang Freya yakini jika ia tidak lain adalah kepala pelayan yang sempat ia lihat waktu itu.


Usia kepala pelayan wanita itu sekitar 50 tahun, tapi masih terlihat awet muda dan cantik. Meski wajah tegas dan galaknya itu terlihat mengintimidasi, tapi tak bisa menghilangkan pesonanya.


“Apa dia seorang bangsawan?” batin Freya yang bertanya dalam hati. Freya tidak terlalu tahu akan silsilah dari keluarga Clooney, keluarga itu seakan memiliki sebuah rahasia dan tidak mudah untuk didapatkan begitu saja. Pantas saja jika di saat itu Freya tidak tahu kalau George Clooney adalah pemimpin dari perusahaan Clooney company.


“Cepat nona! kenapa hanya diam?” tegas kepala pelayan itu.


Freya yang sempat melamun itu langsung saja menggeleng cepat, ia menatap kesal ke arah kepala pelayan itu. Apa di mata kepala pelayan itu hanya perintah dari tuannya yang penting? lalu bagaimana dengan dirinya yang terganggu? “Ini baru jam lima, bukankah terlalu dini untuk bersiap-siap di jam sepagi ini? apa kalian tidak melihat jam?” kesal Freya.


“Kami yang paling tahu nyonya, jadi silahkan untuk segera mandi, kamu sudah menyiapkan keperluan Anda,” kata kepala pelayan itu masih dengan wajah galaknya yang bisa membuat siapa saja takut, tapi tidak dengan Freya.

__ADS_1


__ADS_2