
Dan seperti yang di pastikan, beberapa Minggu kemudian sudah diberitakan jika perusahaan Farh itu benar-benar bangkrut dan tak ada harapan untuk bisa bangkit lagi.
Tuan Farh dan istrinya di penjara sesuai kesalahan yang mereka perbuat. Untuk hukuman tuan Farh itu lebih berat karena ia harus mendekam di penjara seumur hidupnya.
Dan Yoshua, ia sama. Walau begitu hukuman dirinya hanya beberapa tahun saja. Setidaknya Yoshua tak terlibat dalam pembunuhan atas kematian Garlfried yang merupakan kakek Freya.
Dan karena berita itu juga, kematian Garlfried menjadi sebuah perbincangan karena ternyata tuan Garlfried yang dikenal mati karena sakit ternyata di bunuh.
“Jadi apa selanjutnya tugas kita?” tanya Nick yang kini bersama dengan yang lainnya berada di ruangan Freya.
“Akan aku putuskan nanti,” kata Freya yang memilih untuk memberi sedikit pelajaran pada ayahnya itu. Ia memang berniat memberikan laki-laki itu pelajaran terakhir setelah Camilla, tapi nyatanya wanita itu kini sedang pergi bersama dengan Greta.
“Kita sepertinya jangan menganggap remeh mereka, di belakang mereka ada Tuan Samoni yang terkenal akan kegilaan dan kebengisannya itu,” kata Nick yang tentu diangguki oleh semuanya.
“No-nona, ada seseorang yang mencari Anda,” kata sekretaris pribadi Freya dengan ekspresi yang terlihat kesulitan untuk bicara.
Sekretaris itu awalnya terlihat ragu-ragu antara harus berbicara atau hanya perlu diam dan tak mengatakan apapun. Tapi pada akhirnya dia juga menjelaskan pada Freya tentang kedatangan tamu itu.
*****
Dan di sini.
Freya hanya diam bersama dengan Fina yang terus menemaninya. Awalnya ketiga orang kepercayaannya memaksa untuk ikut dalam perbincangan itu dengan dirinya saat mereka tahu jika yang datang itu adalah George.
Laki-laki yang kini mereka curigai, bukti yang melebar justru semakin mengarah pada George secara tidak langsung.
Freya kadang dibuat bingung oleh kenyataan. Apa dia harus percaya dengan hatinya atau dia harus percaya pada bukti?
“Ini untuk kamu,” kata George yang tiba-tiba saja memberikan sebuah dokumen pada Freya.
“Dokumen kepemilikan perusahaan Farh?” tanya Freya dengan tatapan heran dan juga tak menyangkanya itu.
__ADS_1
Apa maksudnya ini? apa George sedang menyogoknya karena berfikir ia mudah di rayu? memikirkan hal itu Freya langsung tersenyum datar dengan pandangan matanya yang lurus.
“Apapun yang terjadi, aku hanya berharap jika kamu akan tetap percaya padaku. Dan seperti yang saat ini kamu lihat, ini adalah dokumen atas nama perusahaan Farh. Perusahaan itu sudah aku beli sejak dua Minggu yang lalu, dan sekarang sudah mulai beroperasi lagi walau masih belum stabil sepenuhnya,” jelas George langsung.
“Jadi apa maksudnya dengan ini semua?”
“Seharusnya perusahaan itu sudah hilang puluha tahun yang lalu. Tapi nyatanya perusahaan itu masih tetap ada hingga kini. Dan aku tidak mungkin membiarkan perusahaan yang hampir sepenuhnya di beri bantuan oleh perusahaan Garlfried hancur begitu saja,” George kembali menjelaskan dengan panjang lebar.
“Jadi apa maksudnya ini? saya bertanya hal itu dari tadi? apa Anda berniat menyogok saya dengan berniat memberikan kepemilikan perusahaan ini pada saya?”
Tatapan Freya kini semakin dingin dan tak bersahabat lagi. Freya merasa jika George adalah orang yang bisa saja disalahkan atas kematian kakeknya.
Meskipun dalang utamanya adalah ayahnya sendiri, ia berfikir jika mungkin saja George juga terlibat dalam itu semua.
“Jika kamu sudah yakin bahwa aku yang membantu Ayah kamu dalam membunuh kakek kamu, kamu coba pikirkan apa yang akan dapat dalam hal itu?” tanya George dengan ambigu.
George seakan mengatakan, apa untungnya jika dirinya membunuh kakek Freya. Memang benar George telah mengenal laki-laki itu lama. Ia bisa mengenal Garlfried juga karena insiden penculikan saat itu.
“Jika memang Anda tidak terlibat dalam semua itu, lalu apa yang Anda lakukan terakhir kali di rumah sakit saat itu? apa yang Anda bicarakan dengan kakek saya?” Ada rasa tidak terima dalam hati Freya jika memang George termasuk salah satu dalangnya.
“Anda selalu saja begitu! apa hak Anda memaksa saya untuk percaya sedangkan bukti yang saya kumpulkan seakan mengarah pada Anda?” kata-kata Freya kini mengandung sedikit emosi juga kemarahan.
Ada rasa tak terima yang kini Freya rasakan.
Apa salahnya jika dirinya butuh penjelasan? apa George memang tidak bisa mengelak walaupun itu hanyalah sekedar alasannya saja!
Kenapa laki-laki itu hanya bungkam dan terus meminta dirinya percaya? sedangkan bukti seakan mengarah padanya jika ia itu bersalah!
“Aku tak berharap banyak hal,” kata George yang pada akhirnya benar-benar pergi begitu saja dari hadapan Freya.
*****
__ADS_1
Malam harinya.
Suasana ruangan luas yang seharusnya dipenuhi oleh cahaya terang yang berasal dari lampu kristal yang mahal, kini ruangan itu gelap dan sunyi.
“Tuan berhentilah,” seorang asisten kepercayaan berniat untuk mengambil gelas wine di tangan Sang Tuan yang terus saja menegak minumannya hingga beberapa botol.
George, laki-laki ia yang kini sedang dalam pemikirannya yang kalut itu hanya terdiam. Ia langsung memberikan gelasnya itu pada Donald.
“Kenapa Anda tidak menjelaskan jika Anda hanya di jebak? kenapa Anda tidak berusaha untuk mengelak tuduhan yang jelas-jelas tidak Anda lakukan?”
Pertanyaan Donald hanya dijawab kebungkaman dari George. Pada akhirnya George meletakan rokok yang awalnya ia hisap itu.
“Penjelasan itu tak diperlukan dalam perasaan yang dalam, karena bukti jauh lebih utama,” kata George yang seakan mengatakan jika akan percuma jika ia menjelaskan itu panjang lebar.
“Tapi tuan, setidaknya Anda sudah berniat untuk bisa menjelaskan bukan? apa Anda tidak ingin memberikan alasan yang lebih meyakinkan?”
George hanya diam dan tak mengatakan apapun.
“Lagipula Tuan Samoni keterlaluan Tuan! apa Anda akan terus diam saja saat dirinya terus menyinggung dan membuat Anda dalam bahaya?”
“Janjiku dengan orang itu tidak bisa aku putuskan begitu saja,” kata George dengan tatapan mata yang terlihat dalam.
“Tetap saja, itu sudah sangat keterlaluan dan melewati batas. Apa memang kita akan terus diam saja bahaya menimpa Anda? jika Anda begitu yakin jima apa yang dia lakukan akan terus gagal. Apa Anda akan diam saja jika targetnya bukan Anda lagi, tapi Nona Freya?”
Krakk
Mendengar itu, gelas wine yang ada di tangan George langsung pecah begitu saja. Raut wajah George tidak terlibat karena ruangan yang terlihat remang-remang.
“Aku tidak berfikir sampai sejauh itu,” kata George dengan suara yang seakan ia mulai sadar akan apa maksud ucapan Donald itu.
“Tapi Donald, terkadang kita harus membuat mereka merasa menang jika memang kita ingin menang,” kata George dengan nada ambigunya.
__ADS_1
“Apa ini rencana Anda yang membiarkan jika kesalahan itu mengarak pada Anda?” tanya Donald yang hanya di jawab kebungkaman.
Tapi kebungkaman itu seakan jawaban yang pasti untuk Donald, jika George sengaja melakukan hal itu karena memiliki tujuan.