Pembalasan Dendam Si Cantik

Pembalasan Dendam Si Cantik
Terasa aneh


__ADS_3

Sudah beberapa Minggu berlalu semenjak insiden dimana Freya dan George tidur bersama waktu itu.


Dan kini, entah kenapa Freya merasa jika dirinya mudah lelah dan merasa bosan. Padahal selama ini Freya adalah wanita yang gila kerja dan tidak pernah bosan untuk terus bekerja.


“Ada apa?” Fina yang seolah merasa aneh dengan perubahan Freya langsung bertanya.


“Tidak, tidak ada apa-apa.”


Sebenarnya Freya kini sedang berfikir, apa dirinya saat ini sedang hamil? entah kenapa Freya merasakan hal yang berbeda dalam dirinya.


“Tidak! itu hanya perasaanku saja,” batin Freya.


Berkali-kali Freya menepis pemikirannya itu, ia yakin jika dirinya tidak sedang hamil seperti yang ia duga. Freya terus meyakinkan dirinya jika malam itu tidak akan membuatnya hamil.


Entah kenapa Freya takut hamil, ia belum siap untuk hamil. Entah apa yang ada dipikirannya hingga ia merasa gelisah jika ia benar-benar hamil.


“Beneran tidak apa-apa?” tanya Fina lagi yang kini menatap ke arah Freya dengan tatapan matanya yang terlibat menyilidik.


Fina sudah bersama dengan Freya cukup lama, dan ia yang sering menemani kemanapun wanita itu pergi, jadi akan aneh jika Fina tidak peka dengan perasaan dan suasana hati Freya saat ini.


“Sudahlah, kamu keluar saja. Seperti yang aku minta pada kamu waktu itu, tolong beri tahu Nick untuk segera mencari keberadaan Samoni.”


Meskipun Fina tahu jika Freya kini sedang mengalihkan topik, tapi Fina tak berkomentar banyak. Ia hanya bisa mengangguk dan pergi sebentar untuk menemui Nick.


“Untuk apa Anda datang ke sini?” tanya Freya saat ia melihat George yang akhir-akhir ini lebih sering ke perusahaannya.


“Apa Anda menjadi sangat senggang akhir-akhir ini?”


Entah kenapa Freya akan merasa kesal setiap melihat wajah George, padahal dirinya tidak memiliki masalah apapun lagi dengan laki-laki itu.


Berbeda dengan Freya yang merasa kesal setiap melihat George, justru George merasa tidak bisa sehari tanpa melihat wajah Freya.


“Apa memang aku mengganggu?”


Setiap kali George melihat wajah Freya, bukan rasa puas karena telah bertemu dengan Freya yang George dapatkan, justru keinginannya yang ingin segera untuk memiliki Freya yang membuatnya kadang merasa bisa hilang kendali kapan saja.

__ADS_1


“Sangat menggangu, jelas-jelas Anda tahu jika saya sedang sangat sibuk dengan pekerjaan saya. Apa Anda lupa jika saya kini sedang mencari keberadaan tuan Samoni itu,” kata Freya.


Saat kesal ucapannya itu bahkan bisa berubah formal.


George yang selalu mendengar kekesalan Freya setiap kali melihatnya, membuat George hanya bisa untuk tersenyum saja.


“Kamu seperti ibu hamil yang marah karena ngidam tidak dituruti,” kata George dengan nada candaanya.


Deg'


Entah kenapa di saat ia mendengar ucapan George itu, jantung Freya langsung berdegup kencang entah karena apa.


Hamil? dirinya? itu tidak mungkin bukan!?


“Anda yang mungkin hamil, saya tidak hamil!” kata Freya acuh layaknya anak yang kini sedang merajuk.


“Aku laki-laki, jadi tidak mungkin hamil. Biar kamu saja yang hamil, apapun yang nanti anak kita minta, pasti akan aku turuti,” kata George dengan tatapan dalam.


Mungkin itu satu-satunya alasan agar Freya bisa menjadi miliknya secepatnya. Karena sulit sekali membujuk Freya untuk menikah dengannya.


“Sekali lagi Anda berbicara hal yang tidak perlu, saya akan mengusir Anda!” kata Freya yang kini merasa sangat kesal.


Samoni kini terlihat gelisah, barang-barang yang ada dihadapannya bahkan ia hamburkan secara acak tak menentu.


“Dasar bodoh! padahal kalian adalah anak buah pilihan ibu! tapi aku tidak menyangka jika kalian sebodoh itu!”


“Maaf tuan, Nona Greta hilang entah kemana. Kami juga kebingungan dalam mencari jejak nona Greta.”


“Cari terus dia sampai dapat, laporkan informasi apapun mengenai dirinya padaku. Ingat kalian harus segera menemukan wanita itu secepatnya!”


Perintah dan peringatan dari Samoni langsung diangguki oleh para anak buahnya itu.


Samoni kini terlihat gelisah dan ketakutan entah karena apa, ia yang tiba-tiba tidak mendapatkan kabar tentang Greta yang tiba-tiba hilang, membuatnya frustasi untuk mencari wanita itu.


“Kamu dimana Greta,” kata Samoni sedikit lirih.

__ADS_1


Entah memang benar Samoni yang telah jatuh hati pada Greta atau karena Greta memegang kelemahan Samoni, yang jelas Samoni merasa takut saat Greta menghilang tanpa kabar.


*****


“Kenapa hanya makan sedikit?” tanya Fina aneh.


Diantara keempat orang kepercayaannya Freya, mereka akan kalah dalam adu makan banyak. Karena meskipun tubuh Freya kecil dan tidak terlalu besar, jika dalam hal makan ia paling banyak.


“Biasanya kamu bisa menghabiskan makanan hingga lima piring jika sedang kelaparan. Tapi kini jangankan lima piring, satu piring saja kamu tidak menghabiskan makanan itu,” komentar Nick.


Saat ini Freya dan asisten serta ketiga orang kepercayaannya itu sedang makan di restoran.


Entah ada angin apa hingga tiba-tiba di tengah suasana kerja mereka ia mengajak keempat orang itu makan di restoran.


“Entahlah, akhir-akhir ini porsi makan ku sedikit menurun, aku sering merasa kenyang dan mudah kelelahan,” ujar Freya yang langsung mendorong makanannya itu.


“Habiskan, sayang jika harus di buang. Apa kamu tidak ingat betapa menderitanya kita dulu tanpa adanya makanan?” kata Fina yang hanya mendapatkan kebungkaman dari Freya.


“Aku kenyang.”


Mendengar itu, Fina langsung mendengklik dan menatapnya tidak percaya. “Kenyang? sejak kapan kamu merasa kenyang hanya dengan memakan sedikit makanan?” heran Athaya yang hanya diam saja dari tadi.


“Akhir-akhir ini Freya sering bersikap aneh, ia mudah lelah dan mudah kenyang. Aku curiga jika dirinya itu hamil,” kata Fina yang langsung membuat ketiga orang yang mendengarnya terkejut.


“Hamil?!!” saking terkejutnya Nick, ia bahkan sampai menggebrak meja secara refleks. Hingga akhirnya ia mendapat tatapan tak suka dari Athaya dan Fina yang merasa terkejut dengan gebrakan meja itu.


“Aku masih ingin hidup!” kesal Fina yang langsung di balas dengan cengengesan Nick disertai permintaan maaf dari Nick.


“Kenapa bisa Freya hamil? siapa ayah dari anaknya itu? kapan Freya menikah hingga memiliki anak? ah tidak! maksudku kapan Freya tidur dengan seorang laki-laki?”


“Ceritanya itu panjang, jika diceritakan dalam satu hari mungkin tidak akan cukup saking panjangnya,” acuh Fina terdengar lebay.


“Ya ampun, kalau mau cerita cerita aja sih, kita juga bakal dengerin itu sekalipun harus dengerin sampai seminggu,” kata Nick dengan tatapan kesalnya.


Nick rasanya ingin menghajar laki-laki yang berani meniduri nonanya yang terhormat. Freya itu sudah seperti majikan dan adik bagi Nick.

__ADS_1


“Jadi berfikir untuk melawan ayah dari anak ini, kamu tidak akan sanggup untuk menghadapinya,” kata Fina yang langsung mendapat tatapan kesal dari Freya.


“Aku tidak hamil!”


__ADS_2