Pembalasan Dendam Si Cantik

Pembalasan Dendam Si Cantik
George Clooney


__ADS_3

George Clooney.


Laki-laki yang akan selalu terlihat misterius dengan banyak sekali misteri yang ada di hidupnya. George selalu menunjukkan wajahnya yang tidak tersentuh, seolah laki-laki itu tidak memiliki hati dan perasaan.


“Tuan, maafkan kami. Kami tidak bisa mengejar nona Freya. Dia benar-benar sempat lari dari kami dengan sangat cepat.”


Salah satu bawahan itu memberitahu George. Ada rasa malu dan juga bersalah saat tugas yang tuan mereka percayakan tidak bisa mereka lakukan.


“Pergilah!”


Seakan sudah menebak itu semua, George lebih memilih untuk mengusir mereka. Tanpa George memberikan perintah, para bawahannya itu tahu jika mereka harus menerima hukuman atas kegagalannya itu.


Bukan tidak oleh hukuman takut, tapi bawahan itu sangat segan dan juga setia. Jadi, tanpa perlu untuk dijelaskan mereka langsung paham akan kesalahan mereka.


“Apa yang akan Anda lakukan tuan?” tanya Donald sopan.


“Suruh Andrew datang,” perintah George.


Donald yang mendengar itu mengangguk patuh, ia lantas menyampaikan apa yang tuannya itu katakan pada laki-laki yang bernama Andrew.


Jika George adalah tuannya yang sangat ia hormati dan segani, maka Andrew itu adalah laki-laki yang sangat di kagumi oleh semua bawahan George.


Kesetiaan dari laki-laki bernama Andrew itu tidak perlu dipertanyakan lagi, ia bahkan rela mati demi George tanpa George minta.


“Anda memanggil saya tuan,” hormat Andrew.


Berbeda dengan Donald yang berwajah tampan tapi dingin dan sopan. Andrew adalah laki-laki tampan dengan goresan luka panjang di bagian mata kanannya hingga ke pipi.


Luka itu menjadi kebanggaan Andrew meskipun itu membuat wajah tampannya terlihat menyeramkan.


“Informasi apa yang kamu dapat?” tanya George.


“Saya mendengar jika wanita yang Anda cari adalah nona muda dari keluarga Garlfried. Nona Freya, itu nama wanita yang Anda cari tuan.”


Selama lebih dari 20 tahun Andrew sudah menjadi bawahan George. Laki-laki itu tidak perlu lagi untuk dipertanyakan kesetiaannya itu, ia juga tidak perlu untuk di uji akan kesetiaannya itu.

__ADS_1


Selama 15 tahun lebih, George memerintahkan Andrew untuk mencari wanita yang ia cari. Tapi, belum ada kabar ataupun informasi mengenai wanita yang ingin George cari. Wanita itu seakan sengaja disembunyikan keberadaannya itu oleh seseorang, dan pada akhirnya George tahu jika wanita itu benar-benar adalah orang yang ia duga.


Flashback


George merasa sedikit terkejut dengan kedatangan seseorang yang secara tiba-tiba datang dan seolah ingin membunuhnya.


Tapi dirinya yang memiliki kemampuan mengontrol emosi dan keterkejutannya itu dengan baik, ia pun hanya menatap wanita itu datar dan acuh.


“Apa ada tikus lagi yang masuk ke sini?” sinisnya. Ia dengan santai berbicara, walaupun George tahu jika wanita yang ada dihadapannya adalah orang yang seolah mengancamnya dengan niat membunuh.


Wajah marah terlihat dari saat wanita itu saat ia di panggil dengan sebutan tikus, tentu ia merasa kesal dan tak terima.


Senyum George seolah merasa jika wanita yang ada dihadapannya ini terlihat menarik, apalagi saat raut wanita itu berubah kesal dan marah.


Tanpa berkata apa-apa lagi, wanita dihadapannya itu langsung berjalan dengan langkah cepat. Seolah tidak menampakan kakinya langsung, hingga suara kakinya saja tidak terdengar.


“Tuan, apa Anda tidak merasa takut mati?” sinis wanita itu yang kini menahan kedua tangannya dengan secepat kilat, pisau tajam yang dibawa wanita itu berada tepat dilehernya.


“Kemampuan yang bagus!” George bisa menebak jika kemampuan wanita itu tidak seperti pembunuh bayaran yang biasanya di kirim. Terbukti dari sikap gesit wanita itu yang dengan mudah menghampiri dirinya tanpa suara.


“Sedikir saja Anda bergerak, Anda akan mati!” kata wanita itu yang terdengar mengancam. Wanita itu semakin kuat mencengkram kedua tangannya saat ini, seolah ia sedang menguncinya.


George yang sudah terbiasa dengan banyaknya para pembunuh yang biasanya ditempatkan untuk membunuhnya, hingga dirinya merasa bosan dengan para musuh yang terus mengirim pembunuh bayar untuk bisa membunuhnya.


Pada akhirnya, mereka semua berakhir dengan sebuah kegagalan dan juga rasa sakit akibat menyinggungnya.


“Apa Anda benar-benar menantang sedang saya? Anda benar-benar ingin saya membunuh Anda secara langsung?”


Nada mengancam yang terdengar tak main-main dari wanita itu terdengar menggelitik hatinya, itu adalah sebuah lelucon yang terasa lucu. Bahkan saat wanita itu mengeluarkan aura membunuhnya.


Diam-diam George pun tersenyum sangat tipis, hingga membentuk sebuah seringai “Apa kamu mengancam saya?” melihat jika wanita itu lengah, dengan gerakan yang tak terbacanya ia langsung membalikkan keadaan


Krekk


Akhh!!

__ADS_1


Srettt


Sebenarnya George bukan orang yang akan turun tangan langsung untuk melawan, tapi wanita yang ada dihadapannya terlalu menarik perhatiannya hingga membuat dirinya tertarik untuk melawan.


Anting!


Perhatian George justru kini justru teralihkan pada sebuah anting hitam yang sangat familiar, sebuah anting yang hanya ada satu di dunia.


Meskipun desain Anting itu sederhana dan tidak terlihat istimewa bagi orang biasa yang melihatnya, tapi George yang mengenal betul ciri khas anting itu tahu dengan jelas, anting itu adalah anting yang ia berikan pada seseorang.


Flashback end


Maka itu, alasan George membuat perjanjian dengan Freya, wanita yang baginya berharga. George tidak bisa untuk membiarkan wanita itu kembali lepas begitu saja dari matanya.


Sekalipun pada akhirnya wanita itu menganggap jika ia seolah menjadi tawanan. “Pada akhirnya hanya aku yang mengingat ini.”


George berfikir jika Freya sudah melupakannya. Ia yang saat itu pernah berjanji pada dirinya sendiri jika ia akan melindungi Freya apapun yang terjadi.


George tidak yakin apakah ia bisa mengatakan jika ini adalah cinta pertamanya! usia mereka saat itu saja masih belum dewasa, apalagi dirinya yang menyukai Freya sejak wanita itu masih anak-anak.


“Kalian bisa pergi!”


George saat ini hanya ingin sendiri.


Tak lama hanya ada dirinya di ruangan pribadinya itu. George lalu menatap komputer yang rusak. Itu bisa diperbaiki langsung oleh Andrew atau dirinya.


Alasan George mengatakan kata-kata yang bisa membuat Freya marah, karena ia tidak ingin jika wanita itu nanti akan berada dalam bahaya karena keteledorannya itu.


“Aku rela mengorbankan apapun itu, sekalipun itu adalah nyawaku sendiri. Bagaimana aku bisa hidup jika nafasku saja tidak terasa tanpa kamu.”


George merasa jika ia bisa melepaskan apapun yang berharga bagi orang-orang. Baginya, Freya lebih berharga dibandingkan komputernya yang rusak. Bahkan, Freya lebih berharga dibandingkan dirinya.


...--------...


Sementara itu.

__ADS_1


Rocky yang menerima surat perjanjian dari Freya. Ia kini masih belum bisa untuk tidur, ada perasaan senang yang tak bisa ia jelaskan. Kebebasan yang ia inginkan akhirnya bisa ia dapatkan. Tapi, bukan itu yang membuat Rocky tidak bisa tidur.


“Kak Freya, ku harap kamu baik-baik saja, aku tidak tahu apa yang kamu lakukan saat ini. Tapi aku akan sangat berharap kamu tetap baik-baik saja dimana pun kamu berada.”


__ADS_2