Pembalasan Dendam Si Cantik

Pembalasan Dendam Si Cantik
Itu pasti Freya


__ADS_3

Fina, ia terus saja memperhatikan lokasi di mana Freya ia lihat saat itu. Sayangnya, hingga tiga hari telah di lalui, tidak ada tanda-tanda munculnya Freya.


Baru saja Fina akan menyerah, tapi tanpa pernah ia duga, ia benar-benar melihat Freya turun dengan seseorang yang ia kenal.


Shan ...?


Laki-laki yang hampir berkepala empat tapi masih terlihat muda itu, mana mungkin Fina melupakan laki-laki itu. Jelas Fina ingat siapa laki-laki yang ada disamping Freya saat ini.


“Kenapa ia bisa bersama dengan Freya? apa yang telah terjadi? apakah laki-laki pengkhianat itu yang mengancam Freya untuk menurut padanya?” tanya Fina.


Fina melihat jika Freya hanya diam dan tidak berniat untuk menolak saat Shan menawarkan untuk masuk.


Awalnya Fina yang melihat itu berniat mendekat, ia ingin memukul Shan jika seandainya laki-laki itu mengancam Freya.


Tapi, wajah Freya yang terlihat seolah baik-baik saja membuat Fina mengurungkan niatnya itu. Ia lantas hanya melihat apa yang sedang Freya lakukan.


Shan terlihat layaknya bawahan Freya yang baik, ia juga memberikan makanan pada Freya saat ia telah mengecek makanan itu berbahaya atau tidak.


“Situasi macam apa ini?” tanya Fina dengan raut wajah yang tidak mengertinya itu.


Ada rasa penasaran yang kini Fina rasakan.


Freya saat ini terlihat layaknya bangsawan, bahkan gaya hidup Freya dari bajunya saja sudah bisa Fina lihat jika itu sangat mahal.


“Apakah Freya menikahi seorang bangsawan yang ada di negara ini? kenapa gaya hidupnya itu sangat berbeda dengan dirinya yang dulu?” Fina tahu jika Freya juga merupakan wanita terpandang.


Tapi sangat jarang Freya akan memakai pakaian feminim, ataupun sebuah gaun layaknya wanita kaya elit pada umumnya.


Freya selalu memakai pakaian tertutup, ia selalu mengenakan penutup wajah jika hendak berpergian kemana-mana. Itu tidak lain karena penampilannya yang menonjol bisa menarik perhatian.


“Ini bukan seperti kamu Freya ..., kenapa kamu bersikap anggun seperti itu? apa kamu adalah orang lain dan bukan Freya yang selama ini aku kenal?” tanya Fina pada dirinya sendiri.


Berusaha menepis ketakutannya itu, Fina yakin jika itu adalah Freya. Wanita yang begitu hebat dan juga sangat mempesona.


“Sebaiknya aku menghampirinya,” ujar Fina saa ia melihat jika Shan pergi seolah ingin mengambil apa yang Freya minta.


“Freya,” panggil Fina.


“Freya! kenapa hanya diam? ini kamu 'kan?”


“Siapa? apa aku mengenal kamu?” tanya Freya dengan tatapan matanya yang bertanya.

__ADS_1


Fina yang mendengar itu tertegun. Apa Freya mengalami lupa ingatan? ia tak ingat dirinya?


“Freya, jangan bercanda! kami berempat terus saja mencari kamu kemanapun kamu pergi, tapi kamu malah tidak bisa kami temukan selama ini!”


“Aku benar-benar tidak mengingat kamu! dan siapa kalian berempat yang kamu maksud?” tanya Freya serius.


Fina yang mendengar itu, akhirnya sadar jika Freya benar-benar telah melupakan mereka berempat.


Sepertinya Freya terlihat mengalami lupa ingatan.


“Kami ..., teman-teman baik kamu.”


Entah Freya itu menganggapnya teman atau tidak, tapi Fina menganggap Freya sebagai teman baik yang ia sayangi. Freya bagai saudara, adik dan juga keluarga bagi Fina.


“Teman baik?”


......................


Sementara itu,


Di asrama Rocky.


“Kak, Rocky tak percaya jika Kakak telah mati. Tidak ada wanita sekuat Kakak, jikapun ada yang harus mati, maka orang yang harus mati adalah aku. Kamu itu harus tetap hidup Kak,” pertama kalinya wajah datar itu berubah sayu.


Tatapan sedih dan kehilangan itu terlihat dengan jelas, baru saja ia merasakan kehangatan seorang kakak sesungguhnya, tapi tiba-tiba kenyataan justru harus menamparnya.


“Apa memang aku tidak bisa bahagia?”


Kehilangan Freya menjadi pukulan yang terberat bagi Rocky, mungkin hanya dirinya yang merasa kehilangan Freya, karena kedua orangtuanya dan kakaknya Greta terlihat baik-baik saja.


“Pada akhirnya aku tetap sendiri Kak, tidak ada yang akan bisa mengerti selain kamu. Ternyata dunia ini memang ingin kita bangkit dan kuat.”


Senyum yang sedikit tak berdaya tapi juga mengandung emosi untuk bangkit itu terlihat.


Rocky selama berbulan-bulan terus saja berlarut dalam kesedihan dan juga emosinya itu. Ia yang pertama kalinya bisa mendapatkan kasih sayang seorang kakak, kini kasih sayang itu kini hilang bersama orang yang ia sayang itu.


“Aku yakin kamu masih hidup Kak, dan dimana kamu berada selama ini. Aku harap kamu akan tetap hidup dengan baik.”


......................


“Ada apa?” tanya Nick heran saat ia melihat Fina bolak-balik sambil mengigit ujung kukunya itu.

__ADS_1


Nick yang melihat itu dengan santai memilih untuk menguncir rambut panjangnya itu. Ia agak sedikit tak nyaman dengan rambut panjangnya.


“Aku bertemu dengan Freya!”


Crakk


Tali rambut itu putus dengan kekagetan Nick saat ini. “Jangan bercanda! jika memang Freya itu ada, kenapa kamu tidak membawa kami semua untuk menemuinya? kamu terlalu serakah karena hanya ingin bertemunya tanpa ada kami,” kesal Nick.


“Aku tidak menyangka jika Freya akan datang, benar-benar tidak menyangka. Jika kalian ingin menemuinya, maka ikutlah denganku ke sana.”


...****************...


Freya terlihat hanya diam saat melihat madam Amilia begitu sibuk mengerjakan pekerjaannya itu. Di usia yang tak muda lagi, sebagai seorang pengusaha Madam Amilia termasuk orang yang hebat.


Perusahaannya itu termasuk ke dalam tiga besar terkaya yang ada di negara Z. Meskipun ia tidak masuk dalam urutan sepuluh besar dunia, tapi perusahaan itu masuk 15 besar urutan dunia.


“Ada apa? apa ada masalah hingga membuat Madam mengernyit?” pertanyaan dari Freya membuat Madam Amilia langsung menoleh.


“Kamu tahu siapa orang ini?” tunjuk Madam Amilia pada sebuah foto.


Foto laki-laki yang tidak Freya ingat sama sekali. Tapi untuk pertama kalinya ia merasa familiar dengan foto itu.


“Jauhi laki-laki ini jika nanti kamu tidak sengaja bertemu dengannya, Madam beri tahu kamu jika laki-laki ini berbahaya dan tidak bisa kamu dekati.”


Foto yang Madam Amilia tunjukkan adalah foto milik George. Entah apa yang terjadi, hingga tatapan benci madam Amilia terlihat.


“Ya, aku akan menjauhinya.”


Freya tidak pernah berniat untuk membantah Madam Amilia yang bersikap baik padanya. Wanita itu tak pernah terlihat seolah sedang memanfaatkannya.


Kebaikan wanita itu benar-benar tulus.


“Oh ya, nanti Minggu depan perusahaan kita ulang tahun. Madam ingin mengenalkan kamu sebagai cucu Madam, karena kamu lebih cocok menjadi cucuku.”


Walau itu kenyataannya, Freya benar-benar cucu kandung Madam Amilia. Dan Madam Amilia sadar jika suatu saat ia harus menjawab pertanyaan cucunya tentang keberadaan ibu kandungnya.


“Iya? apa aku harus melayani mereka juga Madam?”


“Tidak perlu, kamu tidak perlu melayani para tamu. Justru mereka yang akan mendekati kamu, kamu cukup hadir di sana jika kamu mau, jika tak nyaman kamu bisa meninggalkan tempat itu.”


“Baik Madam.”

__ADS_1


__ADS_2