Pembalasan Dendam Si Cantik

Pembalasan Dendam Si Cantik
Itu ... pasti Freya!


__ADS_3

Beberapa hari sejak kejadian itu.


Madam Amilia terlihat sedikit lebih protektif pada Freya, ia akan melarang Freya jika ia ingin pergi ke restoran saat itu.


Tapi jika Freya ingin ke tempat lain, Madam Amilia tak bersikap protektif pada Freya. Ia diperbolehkan pergi kemanapun itu selain ke restoran waktu itu.


“Kamu mau kemana Anaya sayang?” tanya Madam Amilia saat melihat Freya sudah berdandan dengan sangat rapi.


“Anaya merasa jenuh terus berada di rumah, jadi boleh Anaya pergi keluar?” tanya Freya dengan tatapan berharapnya itu.


Meski Freya tidak ingat apapun, entah kenapa saat ia melihat keempat orang itu, ia merasakan rasa yang familiar. Seolah ia sudah merasa mengenal dan sering bertemu dengan mereka.


“Shan akan ikut denganmu bukan?” tanya Madam Amilia yang langsung diangguki oleh Freya.


Sebenarnya Madam Amilia hanya takut suatu saat nanti Freya akan mengingat kembali masa lalunya, ia takut jika nanti cucunya itu memilih pergi darinya dan meninggalkannya.


“Tentu, tidak mungkin aku akan pergi keluar tanpa adanya om Shan, ia adalah orang yang tahu jalan sedangkan aku tidak, bukan begitu Madam,” canda Freya berharap mencairkan suasana.


“Baguslah jika dia ikut.”


......................


Sementara itu,


Di tempat George Clooney.


George, laki-laki tampan dengan sejuta pesonanya itu. Banyak wanita yang mendekatinya layaknya ia madu yang dikerumuni semut.


Seperti saat ini, seorang wanita cantik dengan postur tubuh yang sempurna, tubuhnya yang menggoda itu seakan bisa membuat siapa saja ingin tidur dengannya.


“Apa Anda butuh pelayanan tuan?”


Entah di restoran atau di bar, banyak sekali wanita yang terus mengerumuninya. Satu persatu wanita terus saja berjajar rapi seolah menunggu antrian agar bisa berdiri di samping George walau hanya sehari.


“Pelayanan? pelayanan macam apa yang kamu ingin berikan padaku? apa itu sesuatu hal yang menyenangkan?”


Padahal ruangan George ini, adalah ruangan yang sangat privat dan tertutup, tapi tetap ada saja orang yang berusaha untuk masuk dan mengganggunya.

__ADS_1


Tanpa pernah di duga oleh Donald yang sedang berdiri di samping George. Wanita itu tiba-tiba membuka bajunya hingga hanya menyisakan **********.


Donald yang awalnya melihat itu ingin mengusir wanita itu, sayangannya saat ia melihat ekspresi tuannya yang biasa saja. Ia hanya diam dan tak melakukan apapun.


Sudah banyak sekali wanita yang berusaha untuk bisa membangkitkan hasrat seksual George, tapi wanita itu pada akhirnya berakhir dengan rasa malu yang tiada akhirnya.


“Apa Anda menyukainya? atau Anda ingin sesuatu hal yang lebih dari ini? saya akan melakukan apa yang Anda minta kalau begitu,” ucap wanita itu. Ia langsung membuka pakaiannya hingga tidak ada sehelai benangpun di tubuhnya.


Jika lelaki normal yang ada di depan wanita itu, mereka akan langsung merasa tergiur dan tidak bisa menahan hasrat lelakinya, tapi tidak dengan George. Ia hanya diam seolah tidak ada hasrat apapun.


“Ternyata sama saja. Usir segera wanita itu, sangat menjijikkan dan terlihat memuakkan!” tegas George dengan wajah acuh dan tak pedulinya.


Ekspresi yang awalnya merasa tertarik itu hilang begitu saja, justru kini yang ada ekspresi acuh dan tidak pedulinya akan wanita itu.


“Tu-tuan.”


Wanita itu tentu saja tidak percaya dengan respon George, sudah berapa banyak pria yang ingin tidur dengannya, entah itu yang lebih tua, seumuran, atau bahkan yang lebih muda dengannya. Mereka akan tergoda dengan dirinya bahkan sebelum ia membuka bajunya.


Tapi ini ...?


“Kenapa? apa kamu berfikir jika saya tidak normal? saya hanya tidak ingin meniduri wanita yang sudah banyak tidur dengan banyak laki-laki yang berbeda. Bukankah kamu artis yang terkenal scandal karena menjadi simpanan dari seorang sutradara?” dingin George.


“He-hentikan! kalian gila ya! bagaimana kalian bisa tega menyeretku tanpa mengenakan pakaian! dasar kalian iblis tak berperasaan!” maki wanita itu.


Para bawahan George hanya diam tidak peduli, mereka akan tetap patuh pada atasannya itu tanpa peduli dengan makian dari orang-orang disekitarnya.


“Apa sudah ada kabar?” tanya George pada Donald.


“Tidak ada tuan. Apa Anda akan terus saja mencari keberadaan nona Freya?” berita tentang kematian dari Freya bahkan sudah menjadi berita utama dan sangat trending saat itu.


Bagaimana bisa George tidak tahu akan berita itu, hanya saja ia tidak percaya jika wanitanya itu sudah mati saat itu.


Itu hal yang tidak mungkin baginya!


“Teruskan pencariannya! jangan berhenti sampai Freya ditemukan, Freya pasti masih tetap hidup. Perbanyak jumlah orang yang akan mencari Freya.”


Donald hanya mengangguk patuh. Ia langsung memberikan rokok yang sudah berbulan-bulan tuannya merokok. Ini tidak seperti tuannya dulu, tuan yang ia kenal sangat bersih dan menjaga kesehatannya itu.

__ADS_1


Sayangnya, sejak berita kematian Freya, tuannya itu mulai bersikap tak teratur. Ia sering merokok, tidur tak tepat waktu, sering menonton film yang tidak biasanya tuannya akan tonton.


“Donald, semuanya masih sama, aku masih tak bisa merasakan apapun sekalipun banyak wanita yang tak memakai sehelai benang dihadapan ku.”


Alasan George membiarkan wanita itu, ia hanya ingin lihat dirinya. Responnya masih sama, selain George frustasi karena kepergian Freya, ia tidak bisa tidur dengan siapapun.


Alhasil, George sepertinya akan menjadi perjaka selamanya. Ia yang dulu tidak pernah tidur dengan siapapun karena ia menjaga kebersihan, tapi kini ia merasa tidak memiliki gairah seksualnya.


Padahal dulu George normal dan masih bisa merasakan itu. “Kepergiannya itu benar-benar membawa pengaruh buruk dalam hidupku. Lihat saja nanti, aku akan memberikan hukuman atas kepergiannya yang tiba-tiba.”


Donald yang mendengar itu hanya diam, ia tidak mengatakan apapun. Hanya sebuah kebungkaman sebagai respon dari ucapan George.


Donald tahu jika kini tuannya hanya butuh waktu untuk di dengarkan saja. Ia juga bisa mengerti akan perasaan tuannya itu, wanita yang sudah selama ini dicari oleh tuannya tiba-tiba menghilang begitu saja.


Padahal tuannya belum sempat mengakui jika ia adalah laki-laki yang diculik bersama dengan Freya saat itu. Dan itu menjadi penyesalan terbesar bagi tuannya.


“Itu ...,” George tiba-tiba saja bangkit dari duduknya, ia langsung mengenakan jas miliknya dan berjalan keluar dengan langkah tegapnya yang cukup besar.


“Tuan ada apa?” tanya Donald saat berhasil mengejar tuannya yang keluar tiba-tiba.


“Itu tadi Freya ..., itu pasti dia!”


Donald yang mendengar itu otomatis menatap ke arah yang George lihat saat ini, sayangnya hanya ada jalanan yang terlihat kosong dengan sedikit mobil yang lewat.


“Tuan, sepertinya harus masuk dulu. Kita pasti akan bicarakan hal ini lagi.” Tidak mungkin Donald akan berkata jika itu hanya halusinasi tuannya saja.


...****************...


Sementara itu,


Freya yang kini berada di sekeliling tempat yang hanya bisa dijelajahi oleh kalangan elit. Ia terlihat hanya diam saat Shan terus menjelaskan lokasi mereka saat ini.


“Jadi, tempat ini tak ada bedanya seperti sebuah surga dunia bagi para orang-orang kaya dan elit?” pertanyaan dari Freya langsung diangguki oleh Shan.


“Di sini, ada sebuah hotel dengan kualitas bintang tujuh. Dan disekitar ada danau buatan juga pantai, selanjutnya yang masih di lingkungan yang sama sengaja dibangun sebuah tempat olahraga khusus, banyak jenis-jenis olahraga itu. Ada juga restoran terpisah, jikapun mereka bosan, mereka bisa ke mall khusus orang-orang penghuni apartemen di sini.”


“Oh ya, jadi intinya di sini adalah lokasi khusus bukan? lebih tepatnya hanya orang-orang tertentu saja yang bisa datang?”

__ADS_1


Lagi-lagi anggukan dari Shan sebagai jawaban.


__ADS_2