Pembalasan Dendam Si Cantik

Pembalasan Dendam Si Cantik
Awal kehancuran keluarga Farh


__ADS_3

Tuk


Tuk


Tuk


Jari-jari Freya mulai mengetuk keyboard dengan lihat dan sangat cepat. Angka-angka yang terus berganti setiap detiknya, dengan wajah Freya yang serius tapi juga terlihat senang.


Ting


Sebuah suara yang memberi sinyal pada Freya jika ia telah berhasil mendapatkan apa yang ia mau. Ia telah berhasil mengambil data penting perusahaan Farh.


Awalnya Freya berniat memberikan pelajaran pada lelaki itu di detik terakhir. Tapi, sepertinya ia tidak bisa untuk menunggu lagi.


Keluarga Farh yang telah kakeknya anggap sebagai rekan kerja dan sahabat yang baik.


Justru malah menusuk dari belakang, tuan besar Farh atau lebih tepatnya kakek Yoshua, ia yang ternyata bekerja sama dengan ayahnya, ia juga ikut mengambil banyak keuntungan yang tak ternilai.


Maka itu, Freya tidak akan diam saja untuk saat ini. Awalnya ia pikir hanya Tuan Farh atau ayah Yoshua saja yang bekerja sama dengan ayahnya.


Tapi ternyata tidak, banyak orang yang mengincar kehancuran kakeknya yang hebat dan murah hati itu. Dan yang menginginkan kehancuran kakeknya adalah orang-orang serakah yang tak tahu diri.


“Selamat bersenang-senang,” kata Freya dingin.


...****************...


Sementara itu.


1 jam kemudian.


Tuan Farh terus saja mondar-mandir, seolah ia kini sedang menunggu anaknya, Yoshua untuk datang. Ia berharap jika anaknya yang cukup pintar dalam bidang komputer bisa menyelesaikan masalah ini dengan cepat.


“Ada apa Ayah?” tanya Yoshua yang terburu-buru datang ke sini begitu ayahnya memanggil ia untuk segera datang.


“Tolong Nak, cepat bantu Ayah memperbarui ulang sistem keamanan keluarga kita, entah kenapa ayah kini tidak bisa mengakses kode keamanan kita.”

__ADS_1


Mendenga itu, Yoshua langsung melihat ke arah layar komputer ayahnya. Saat ia berusaha masuk dan hendak merubah kode keamanan yang seolah telah berhasil dibobol.


Sayangnya, meskipun Yoshua telah berusaha berkali-kali untuk masuk, tapi tetap saja tak bisa. Seolah kode keamanan itu telah di bobol dan diganti oleh orang yang sama.


“Bagaimana? apakah bisa?” tanya tuan Farh.


“Tidak Ayah, kenapa bisa begini? apa ayah menyinggung seseorang yang hebat?”


“Tidak. Mana mungkin ayah berani menyinggung orang hebat. Kamu tahukan jika kita hidup dengan menyembunyikan kemampuan dan terus menjilat. Jadi mana mungkin ayah berani menyinggung orang lain.”


“Tapi Ayah, orang ini benar-benar terlihat sangat marah pada perusahaan kita. Ia juga sampai terus menyebarkan rahasia perusahaan pada saingan di perusahaan kita.” Wajah Yoshua kini terlihat sama seperti ayahnya, ia merasa frustasi.


Bagaimana bisa ia tidak takut dan merasa frustasi saat perusahaan yang berusaha ia pertahankan kini berada diambang kehancuran.


Harga saham di keluarganya terus menurun tanpa henti, padahal ini baru satu jam berlalu. Tapi sudah sepuluh persen sahamnya turun.


“Jika terus begini perusahaan kita akan mengalami kebangkrutan lagi. Yoshua tidak ingin jika hal itu sampai terjadi lagi!”


“Ayah juga tidak ingin, tapi bagaimana kita harus berbuat? apa yang harus kita lakukan agar orang itu menghentikan ini?”


“Ayah tidak tahu, mungkin itu ada hubungannya.”


“Sepertinya Ayah tidak berniat untuk jujur pada anak Ayah sendiri. Jadi Yoshua tidak akan ikut campur kalau begitu,” kata Yoshua saat melihat jika ayahnya hanya diam dan tidak mengatakan apapun.


“Baiklah ..., akan Ayah ceritakan masalah ini. Tapi kamu harus janji tidak akan membocorkan masalah ini pada siapapun! jangan pernah berani sekalipun kamu dalam keadaan sulit!” kata tuan Farh.


“Baiklah,” yakin Yoshua.


Yoshua yakin jika apa yang dihadapi oleh ayahnya ini adalah masalah yang sulit dan juga serius. Jadi ia tak akan berani untuk berkomentar di sini.


“Kamu tahu bukan jika keluarga Farh dan Garfield telah bekerja sama sejak dulu. Kita sudah seperti sahabat baik bagi Tuan besar Garlfried. Saat itu, Tuan Garlfried berada di puncak, ia dihormati, dan keahliannya bahkan diakui hampir seluruh benua Eropa. Kakek kamu yang melihat sahabatnya itu, ia bukan merasa senang justru malah merasa iri.”


Penjelasan ayahnya masih Yoshua dengarkan dengan seksama. Padahal ia pikir jika kakeknya dulu sangat dekat dengan tuan besar Garlfried.


“Ayah tidak setuju pada awalnya dengan niat kakek kamu yang ingin menusuk sahabatnya dari belakang. Tapi, ternyata kerja sama itu juga dilakukan bersama dengan Antonio teman ayah. Kamu tahu bukan jika sejak dulu Ayah sudah berhutang budi padanya?”

__ADS_1


“Jadi, Ayah juga ikut dalam kerjasama itu?”


“Iya, Ayah tidak memiliki pilihan lain saat itu. Dan karena hal itu juga perusahaan Farh bisa berkembang saat ini. Walau sempat hampir bangkrut, tapi kita masih bisa bangkit karena adanya kerjasama ini.”


“Jadi itu bukan karena aku yang menjadi anggota dari mafia Shadow?” tanya Yoshua lagi.


“Bukan, itu karena kerjasama ini. Antonio adalah orang licik dan sangat pelit, ia mana mau memberi kita uang dengan jumlah sebesar ini tanpa adanya keuntungan.”


“Alasan apa yang membuat dia tega membunuh ayahnya sendiri?”


“Tuan besar Garlfried bukan ayah kandungnya. Harta yang akan diberikan oleh tuan Garlfried bukan untuk Antonio, melainkan untuk Freya.”


Penjelasan ayahnya itu membuat ia semakin bisa mencerna. Lalu apa alasannya tuan Garlfried itu malah memberikan harta itu pada Freya. Bukankah Freya anak Antonio juga?


“Sudahlah, berhenti memikirkan hal itu! ayo cepat bantu Ayah untuk mengembalikan perusahaan kita ini. Siapapun itu kita harus melawannya!” tegas tuan Farh.


Yoshua yang mendengar itu langsung bangkit dan mengikut langkah ayahnya. Ia ikut menuju ruangan rahasia ayahnya agar memudahkannya menangkap siapa pembuat masalah sebenarnya.


“Apa sudah ditemukan?” tanya tuan Farh pada anak buahnya itu.


“Tidak, kita bahkan tidak bisa menangkap akun misterius itu. Dia sangat gesit dan sangat lincah.”


“Terus cari dan jangan berhenti. Sebarkan juga berita di situs rahasia. Siapapun yang nanti bisa menangkap akun itu dan mendapatkan identitas orang itu, akan aku berikan mereka hadiah.”


......................


Berita perusahaan Farh yang berada di ujung tanduk mulai tersebar di media. Bahkan diprediksi jika tak ada perkembangan yang berarti, perusahaan akan bisa bangkrut dalam seminggu.


Tapi, berita itu bukan yang menjadi perhatian Freya saat ini. Justru situs rahasia yang biasa ia jelajahi ini yang sedang menjadi perhatian Freya.


“10 miliar? Anda semakin dermawan saja ya Tuan? bagaimana jika aku berpura-pura menjadi orang yang ikut dalam sayembara itu? bukankah sangat baik bisa mendapatkan uang sebesar itu?” ujar Freya dengan senyum dingin miliknya.


Dengan uang itu, perusahaannya yang ada di negara A akan memiliki dana tanpa harus mengambil lagi dari negara F.


“Sangat menyenangkan melihat kalian bisa menerima balasan atas kejahatan yang bahkan tidak bisa tercium oleh publik!” dingin Freya.

__ADS_1


__ADS_2