Penantian Cinta

Penantian Cinta
PC 100


__ADS_3

'' Tante tidak tau kaila..'' ujar mama ata, membuat kaila kebingungan di buat oleh keluarga Bramasta


'' ayo cepat susul ata pa.. mama gak mau melewat kan hari bahagia anak kita satu-satunya..'' ujar mama ata mendesak sang suami


'' mau susul kemana ma... biar kan saja dia pergi.. nanti kita suruh orang untuk mencari alamat rumah Tio..'' ujar papa ata


'' kok? malah jadi begini sih pa..?'' kepanikan mama ata mengundang rasa kesal kaila yang tak di anggap sama sekali oleh ke dua orang yang ada di hadapan nya saat ini


'' salah mama juga sih? yang terlalu mengekang kebebasan anak, ketika keluar, anak jadi pembangkang seperti ini..'' ujar papa ata yang ikut pusing nya


'' tau gitu, kemari mama restui saja ata menikah dengan gadis pilihan nya..'' ujar mama ata


'' menyesal pun tiada guna ma..? mama terlalu memilih calon menantu, yang membuat ata akhir nya tidak mau dengan pilihan mama kan..''


ucapan sang suami membuat mama ata terduduk kembali di bangku, tempat semula ia duduk, ia pun terkulai lemas, mendapati anak nya yang tidak mau menuruti apa permintaan nya


'' malu nya kita pa,, bagai mana nanti tanggapan Yuna kepada kita, keluarga Yuna sudah banyak berjasa sama kita pa..'' mama ata menangis sesenggukan,


'' mama ini, bukan nya cari solusi nya, malah menangis sih,, apa-apa itu di pikir kan, jangan menangis seperti ini, yang ada kita makin kesusahan..'' ujar papa ata geleng kepala di buat sang istri


'' nasib aku gimana ini Tan.. aku gak mau batal nikah sama ata..'' ujar kaila mencari keadilan untuk diri nya


'' kamu kan dengar sendiri, ata nya tidak mau menikah dengan kamu, Tante bisa apa, jika ata nya tak mau menikah dengan mu..'' ujar mama ata, sedang kan sang suami sudah pergi dari meja makan,


'' Tante bujuk dong,, Tante sudah janji loh.. sama kaila,, kenapa jadi kaila terabai kan seperti ini..'' kesal kaila meluap


'' Tante bisa apa, jika sudah begini, kamu lihat sendiri kan? ata menolak mu mentah-mentah tadi..'' ujar mama ata menoleh ke arah kaila


membuat kaila yang ada di dekat mama ata berdecak kesal, ia pun bangkit dari duduk nya, tanpa pamit, ia pergi begitu saja, meninggal kan mama ata seorang diri di ruang makan


sedang kan di sisi lain, ata dan Yuna kini mencari penginapan terdekat, sebelum besok berangkat kembali mengambil penerbangan ke kota E, dan menyiap kan segala sesuatu untuk acara resepsi


'' kita istirahat tiga jam, setelah itu kita ambil penerbangan lagi nanti.. aku sudah pesan tiket untuk ke kota E tiga jam yang akan datang..'' ujar ata sambil menghempas kan tubuh nya di atas ranjang hotel

__ADS_1


'' kamu tidak kembali lagi ke rumah orang tua mu... apa itu tidak terlalu kejam ata..'' tanya Yuna yang sedari tadi kebingungan dengan ata yang berani menentang ke dua orang tua nya


'' aku tidak akan kembali, biar kan saja mereka, kalau pun mereka ingin menghadiri pernikahan kita, pasti mereka akan datang? tanpa aku beri tahu alamat rumah yang ada di sana..'' ujar ata Sambil tersenyum lebar


'' kau terlalu kejam ata.. apa pantas kepada orang tua bersikap begitu..'' ujar Yuna yang masih tidak habis pikir dengan tindakan ata


'' jangan ambil pusing, kau lebih baik tidur lah, sebelum kita berangkat ke bandara untuk melalui jalan panjang nanti nya..'' ujar ata menarik Yuna untuk segera berbari di dekat nya


'' iiss.. kita belum mukrim lah, kenapa main tarik aja sih..'' Yuna menepis tangan ata yang menggenggam tangan nya


'' janda pun mahal ya..'' ujar ata terkekeh kecil melihat Yuna yang kalap ketika ia menarik nya


'' janda tidak sembarang janda tau..'' sungut Yuna


'' iya.. tau, maka nya makin sayang sama kamu..'' ujar ata lagi


'' lebih baik kau tidur lah, dari pada membuat ku selalu kesal saja..'' pinta Yuna


ia pikir, bertamu ke rumah Mega akan kenyang, ternyata berbanding terbalik, justru perut nya sampai demo, karena tidak di isi sama sekali. sejak tadi


meninggal kan ata sendiri, ternyata membuat Yuna sedikit risih dengan tatapan orang-orang yang berlalu langlang di koridor hotel,


entah apa yang mereka lihat dari Yuna, mungkin karena Yuna memakai hijab, sedang kan di sekitar hotel tidak ada yang memakai hijab, karena proritas di sini non muslim,


walau pun ada muslim, mereka tidak ada yang memakai hijab seperti Yuna, membuat Yuna terasa asing sendiri di area sini


setelah membeli apa yang ia mau, kini Yuna pun masuk kembali kedalam kamar hotel, yang di dalam nya terdapat ata yang sedang tertidur pulas di atas ranjang hotel


'' ata... mau makan apa tidak,, isi perut mu terlebih dahulu, baru tidur lagi..'' ujar yuna menggoyah kan lengan ata


namun ata tak menyahut sama sekali, ata terlanjur mendengkur halus, membuat Yuna nenyantap makanan yang ia beli barusan


lama Yuna menunggu ata terbangun, namun sayang, Yuna harus mendapati ata yang semakin pulas tertidur di atas ranjang

__ADS_1


''ya.. ampun, anak ini, sekali tidur, kayak orang mati..'' Yuna geleng kepala melihat ata yang tertidur pulas


Yuna bangkit dari duduk nya, berjalan ke arah ata yang ada di atas ranjang, membangun kan ata yang tertidur pulas,


'' ata bangun, ini sudah mau jam penerbangan kita..'' ucap Yuna membangun kan ata


'' hhmmm.. bentar lagi..'' ujar ata bergumam pelan


'' ata.. bangun,, nanti kita ketinggalan pesawat..'' ujar Yuna lagi


'' cepat bangun ata.. kalau kau tidak mau bangun, aku akan meninggal kan mu di sini..'' ancam Yuna


'' jangan....?'' teriak ata cepat


membuat ata secepat kilat bangun dari tidur nya, ketika ia mendengar ancaman yuna pada nya


'' eh... buat kaget aja..'' ujar Yuna mengelus dada


'' jangan di tinggal dong,, nanti aku sama siapa..'' ujar ata lagi


membuat Yuna terkekeh geli, melihat kelakuan ata, ia tak habis pikir, sifat ke kanak-kanakan ata masih melekat, padahal ata sudah dewasa


'' maka nya, kau jangan tidur saja, aku sudah bisa. menunggu mu tertidur sedari tadi..'' omel Yuna menatap kesal ata


sedang kan ata, ia malah santai menurun kan ke dua kaki nya, sambil mengucek mata, yang masih memerah, karena kebanyakan tertidur


selesai dari kamar mandi, ata pun menyantap makanan yang Yuna beli tadi, walau pun sudah dingin, ata tetap menyantap nya


'' padahal lapar, tapi tidur aja..'' Yuna memandang ke arah ata yang menikmati makanan nya


'' nama nya juga ngantuk Yuna,, mau di buat gimana pun tidak bisa membuka mata.. terlalu lengket..'' ujar ata sambil tersenyum di sela makan nya


...****************...

__ADS_1


__ADS_2