Penantian Cinta

Penantian Cinta
chapter 39


__ADS_3

Pasutri yang baru saja menyelesaikan pergulatan mereka di atas ranjang king size nya, kini sedang saling berpelukan mesra dibawah selimut tanpa memperdulikan area sekitar yang cukup berantakan karena kegiatan mereka.


"Beb...?"


"hmmm.."


"Mas baru ingat. Dulu waktu kamu menerima lamaran mas bagas, kok kamu bisa kepikiran sih ngelakuin hal seromantis itu..?"


Nindy mendongakkan kepala menatap wajah suaminya,dia bingung dengan pertanyaan suaminya.


"Maksud nya apa yah mas? Nindy kurang paham?" Bagas yang ditatap seperti itu oleh istrinya tidak bisa menahan diri untuk mengec*p bi*** istrinya yang sudah bengkak gara-gara perbuatan nya hari ini.


cup


"Maksud mas ... kok kamu bisa melakukan hal seromantis itu hanya demi menjawab lamaran mas dengan cara bernyanyi di hadapan banyak orang. Setahu mas kamu orang nya kan pemalu sayang ?"


Nindy yang baru ingat dengan kejadian dulu langsung menyusupkan wajahnya ke da** Polos suaminya. Dia tersenyum malu mengingat kelakuannya dulu waktu menerima lamaran suaminya.


"Hei.... kok malah ngumpet sih. Mas kan pengin tahu gimana kejadiannya kok kamu bisa berani melakukan itu? Mas dulu sempat shock setelah satu minggu kamu nyuekin mas, tiba-tiba melihat wajah cantik kamu yang sedang duduk diatas kursi panggung sambil bernyanyi memangku gitar. Waktu itu mas benar benar merasa bahagia karena kedatangan kamu."


"Ehmm... waktu itu sejujurnya nindy juga gugup banget mas. Nindy yang biasanya tidak pernah melakukan hal seperti itu, tiba-tiba entah dapat keberanian dari mana nindy menjawab lamaran mas bagas di depan banyak orang. hehehe nindy kalau ingat kejadian itu jadi malu sendiri mas, dengan suara yang pas-pasan nindy bernyanyi di cafe mas yang banyak pengunjungnya waktu itu."


"Hei....Kata siapa suara kamu pas-pasan..? Justru mas terkejut mendengar suara kamu yang merdu sekali. Apalagi waktu mendengar lagu tentang lamaran kamu sama mas, mas tuh merasa di cafe itu cuma kita berdua saja. Mas sampai speechless dengernya."


"Nggak usah bohong deh mas. Aku juga tahu kok mas, kalau suara aku tidak semerdu itu." Nindy mengerucutkan bibirnya sambil memainkan jari-jari tangan nya sendiri.


"Buat apa mas berbohong sama kamu sayang. Mas sudah jujur loh. Tapi mas berterima kasih sama kamu sayang, karena kamu sudah mau menerima lamaran mas. Mas beruntung bisa dapetin kamu sayang."


cup


Bagas mencium kening istrinya penuh cinta. Dia tidak menyangka akan seberuntung ini mendapatkan cinta dari seorang Ayunindya. Setelah Penantian cinta nya yang cukup lama akhirnya berbuah manis juga.


Pasutri itu saling memeluk mesra di bawah selimut yang menutupi tubuh polos mereka. Jam sudah menunjukan pukul 1 dini hari, dan pasangan itu mulai menutup kelopak matanya terlelap dalam tidurnya setelah melewati malam penuh gair*h yang cukup menguras energi mereka.


*****

__ADS_1


Flashback


kliiiinngg


Ada seorang gadis cantik yang mengenakan gaun indah di tubuhnya memasuki sebuah cafe yang sedang banyak di kunjungi oleh kaum muda-mudi dan pasangan.


Dia melihat keadaan cafe yang cukup ramai hari ini, karena ada acara live musik malam ini. Dia mencari sosok lelaki yang sudah satu minggu dia hindari, tapi sepertinya dia tidak berada di lantai 1 ini dan mungkin sekarang dia berada di ruangan atas.


Gadis itu melangkahkan kaki dengan gugup menghampiri pelayan cafe yang ada di sebelah counter minuman. Dia bertanya dimanakah gerangan sang pemilik cafe berada sekarang. Dan katanya sang pemilik cafe sedang berada di ruangannya.


"Ehmmm kalau saya menyumbang lagu di cafe ini bisa tidak? Sebenarnya saya ingin menjawab lamaran seseorang di sini. Apa saya boleh melakukannya?" Sang pelayan langsung menyambut baik niat sang gadis yang akan menggunakan acara malam ini sebagai bentuk lamaran kepada kekasihnya.


"Baik kak. Kakak bisa mendatangi mas bayu,itu orangnya yang memakai kemeja biru sedang duduk di belakang panggung. kakak bisa membicarakan dengannya. Apa ada yang bisa saya bantu kak?" Sang pelayan memberi tahu dimana mas Bayu berada, dan dia juga menawarkan bantuan kepada sang gadis.


Gadis itu melihat ke arah cowok yang ditunjukkan oleh pelayan cafe yang sedang duduk memantau acara live music hari ini. Gadis itu berpikir apa sebaiknya dia meminta bantuan pelayan cafe untuk memanggil sang pemilik cafe.


"ehmmm apa boleh saya minta tolong... Untuk memanggilkan pemilik cafe ini kesini..?!" Gadis itu berbicara dengan cemas, dia takut sang pelayan tidak mau membantunya. Tapi setelah melihat wajah sang pelayan yang tersenyum lebar menatapnya. Dia jadi merasa lega.


"Baik kak. Akan saya panggilkan pemilik cafe ini untuk melihat pertunjukan dari kakak."


"Tapi tunggu, nanti kalau semisal dia bertanya siapa yang mencarinya bilang saja tidak tahu. cukup Anda bilang kalau ada yang mencarinya, itu saja. sekali lagi makasih yah.!" Pelayan itu pergi setelah menganggukan kepalanya sebagai tanda setuju dengan rencana sang gadis.


Setelah dekat nindy memperkenalkan diri di hadapan Bayu sambil mengutarakan niatnya hari ini datang kesini,tanpa memberi tahu siapa lelaki yang akan dia berikan jawaban.


Bayu langsung memberikan semangat pada gadis itu, dia juga menawarkan peralatan musik apa yang akan mengiringi lagunya nanti. Dan gadis itu memilih gitar sebagai pengiring lagunya, karena gadis itu cukup mahir dalam memainkan alat musik itu.


Ketika pelayan tadi turun bersama sang pemilik cafe ini, gadis itu mengacungkan jempol sebagai ucapan terimakasih pada pelayan yang sedang tersenyum melihatnya. Dia melihat sang pemilik cafe yang sedang berjalan ke tempat duduk yang ada di depan panggung.


Gadis itu tersenyum melihat betapa tampannya sang pemilik cafe, dia tidak menyangka akan sangat merindukannya. Suara musik di depan mulai menunjukkan akan berakhir,dan Bayu sudah menyuruh sang gadis untuk bersiap-siap untuk maju ke depan. Bayu juga memberikan semangat kepada gadis itu supaya dia bisa melakukan nya dengan baik.


Fuuuuhhh


Gadis dengan gaun sabrina berwana baby pink menenangkan jantungnya yang tiba-tiba berdebar cukup kencang karena gugup. Dia menarik nafas dan membuangnya untuk merilekskan debat jantung nya. Setelah dirasa cukup tenang, gadis itu beranjak dari kursi nya menuju panggung didepannya. Dia menaiki tangga kecil dan duduk di sebuah kursi yang sudah di sediakan untuknya. Dia menatap ke depan dan menemukan pelayan tadi dan Bayu sedang tersenyum lebar memberi semangat untuknya.


Dia tersenyum membalasnya, dia melihat kursi depan yang menunjukkan sang pemilik cafe sedang sibuk dengan ponselnya. Dia mengambil mic dan mencobanya. Dia mengawali penampilannya dengan memberikan sambutan terlebih dahulu,tapi sepertinya sang pemilik cafe masih sibuk dengan ponselnya. Ketika di akhir sambutannya akhirnya lelaki itu baru sadar dan mendongakkan kepalanya menatap dirinya.

__ADS_1


Dia tersenyum manis untuk menyapa lelaki itu yang sedang membuka mulutnya terkejut melihat kehadiran gadis cantik yang sudah dirindukannya Selma satu minggu ini.


🎶🎵 Suara petikan gitar mengalun indah sebagai awal pembukaan lagu yang akan di bawakan gadis cantik itu. Para pengunjung bersorak ramai mendengar lagu yang sedang di bawakan gadis itu, mereka penasaran siapa lelaki yang akan di kamar oleh gadis cantik itu.


Tiba-tiba di pertengahan lagu ada seorang laki-laki tampan beranjak dari kursinya menuju atas panggung. Mereka yang tahu kalau lelaki itu adalah sang pemilik cafe langsung bertepuk tangan riuh memenuhi seisi cafe.


Gadis itu tersenyum lebar sambil tetap memetik gitarnya, dia menatap lelaki itu yang bernama Bagas Suseno sang pemilik cafe dan juga sang pemilik hatinya. Mereka saling bertatapan menyampaikan rasa rindu dan cinta mereka.


ketika di akhir sang lelaki mengangkat mic dan menyanyikan lagu dari reff itu sambil dibuat versinya.


...🎶Jadilah pasangan hidupku🎶...


...Jadilah ibu dari anak-anak ku...


...Membuka mata dan tertidur di sampingku...


...Aku tak main-main...


...Seperti lelaki yang lain...


...Satu yang ku mau...


...Ku ingin melamarmu~...


Prok prok prok prok prok


Tepuk tangan riuh menyambut pasangan baru kita yang sedang melepaskan rindu dengan saling berpelukan. Gadis cantik yang bernama nindy merasa sangat bahagia karena Bagas Suseno mau menerima lamarannya.


Mereka saling melepaskan pelukan masing masing dan berterima kasih kepada pengunjung cafe karena sudah bersedia menjadi saksi kisah cinta mereka.


Bagas membantu melepaskan gitar yang ada di pelukan nindy dan kemudian menggandeng tangan nindy untuk pergi meninggalkan panggung menuju ruangannya yang berada di lantai atas.


Nindy yang melihat Bayu dan pelayan tadi langsung mengucapkan terimakasih atas bantuan dari mereka. Kedua pasangan baru itu pergi dari riuhnya keramaian yang tercipta karena mereka menuju tempat yang lebih privasi.


Tbc

__ADS_1


Ini adalah flashback dari cerita chapter 22. kalian bisa mengulanginya lagi jika kalian lupa dengan ceritanya.


terimakasih dan jangan lupa like dan dukungannya yah.


__ADS_2