
Hari ini mas bagas sudah mulai berangkat bekerja lagi. Tadi pagi dia memintaku untuk membuatkannya bekal makan siang, jadi aku membawakannya nasi beserta sayur dan lauknya tak lupa aku menaruh buah jeruk sebagai pencuci mulut.
Beruntungnya mas Bagas tidak terlalu pilih-pilih makanan, katanya yang penting aku yang masak bakalan di makan semua. hehehe
Aku duduk di ruang santai sambil menonton drama favoritku, tadi aku sudah meminta ijin suamiku dan katanya boleh yang penting jangan sampai lupa waktu. Katanya kasihan dari pada aku sendirian dirumah dan tidak melakukan apapun.
Sudah 2 episode yang aku tonton, dramanya bercerita tentang kisah 5 dokter yang bertemu ketika waktu kuliah secara tidak sengaja di acara ospek. Pemainnya 4 laki-laki dan 1 perempuan, mereka sekarang sudah menjadi dokter yang sangat di segani oleh juniornya.
Persahabatan mereka tidak selalu mulus, waktu kuliah dulu ada cinta segitiga diantara mereka. Anggap saja mereka A,B,C,D, dan ceweknya E. Si A dan B, suka kepada si E, tetapi mereka tidak saling mengetahui perasaan mereka masing-masing. Ketika si B tahu kalau si A suka kepada si E, akhirnya si B menyerah untuk mendapatkan cinta si E.
Tapi ketika si B sudah menyerah dengan si E,ternyata si A pun tidak berani mengungkapkan rasa cinta nya pada si E. Sepertinya si A takut persahabatan mereka akan hancur.
Setelah itu si A memilih menikah dengan wanita lain dan sekarang mempunyai seorang anak laki-laki. Ketika anaknya berusia sekitar 4 tahunan istrinya meminta cerai kepadanya,dan akhirnya mereka berpisah dan hak asuh jatuh di tangannya.
Sedangkan si B juga akhirnya menikah dengan wanita lain tapi berakhir juga dengan perceraian. Si C dan si D mereka dulu mempunyai keinginan hidup sendiri. Tapi sekarang mereka sudah mempunyai pacar masing masing. Walaupun ada yang hari kucing kucingan dengan temannya.
Sekarang kembali ke cerita ku. Aku melihat jam sudah menunjukkan jam makan siang, aku mengambil ponselku yang ada di kamar. Ku beranjak menaiki tangga dan sayup aku mendengar dering ponsel ku berbunyi.
Aku bergegas berlari menaiki tangga untuk mencapai kamar.
Ceklek
Id caller suamiku terpampang jelas dan aku langsung mengangkatnya. Aku memperbaiki penampilanku karena mas Bagas melakukan panggilan video call.
Assalamualaikum sayang.
^^^Wa'alaikumsalam mas^^^
Kamu udah makan siang belum sayang..?
^^^Belum mas. ini nindy baru mau turun ke lantai bawah. Maaf yah lama tadi ngangkatnya mas, tadi nindy lagi di bawah sementara ponselnya di kamar atas jadi nindy nggak denger kalau mas Bagas telfon.^^^
Iya nggak apa-apa sayang.
^^^Mas lagi dimana? kok sepi?^^^
Mas di loker sayang.
^^^Mas sudah makan siang belum? Kan ini sudah jam istirahat.?^^^
Ini mas juga sudah mau makan, tapi penginnya bareng sama kamu sayang.
__ADS_1
^^^Ya udah nindy ambil nasi dulu yah. Nanti kita makan bersama ..!^^^
Iya mas tungguin.
Akhirnya kami makan bersama sambil vicall, walaupun berbeda tempat tapi aku merasa tidak sendirian lagi, karena suamiku yang sangat tampan ini menemaniku lewat video call. Aku menceritakan selama aku dirumah melakukan apa saja sama mas Bagas,dan dia mendengarkan ceritaku dengan raut wajah yang bahagia.
Dia juga menceritakan kalau hari ini tidak ada masalah, dan mas Bagas bilang kalau dia kangen sama aku. Dan pipiku langsung merona malu, aku juga sebenarnya sangat merindukannya tapi mau gimana lagi. Mas Bagas kan harus tetap bekerja buat menghidupi aku, walaupun sebenarnya mas Bagas bisa keluar dari kerjaannya yang di pabrik dan mengurusi cafenya saja.
Mungkin suatu saat mas Bagas akan keluar dari pabrik dan lebih fokus pada usaha cafenya . Kata mas bagas, dia juga akan membuat cabang di kota lain. Dia belum mensurvei tempatnya karena terkendala kesibukannya yang harus bekerja di pabrik.
Aku sebagai istrinya hanya bisa memberi semangat kepada mas Bagas. Aku akan menjadi orang yang siap mendengar keluh kesah nya, dan aku tidak akan hanya diam saja melihat suamiku bekerja keras sendirian, aku juga ingin bisa bermanfaat untuk suamiku.
Panggilan vicall berakhir karena mas Bagas harus sholat dan bekerja. Waktu 1 jam kami lalui dengan mengobrol sambil melepas rasa rindu.
Setelah membereskan piring dan mencucinya aku beranjak ke kamar untuk melakukan sholat
zhuhur di kamar. Aku melipat mukenaku dan meletakkan di lemari baju.
Aku yang bingung harus melakukan apa di rumah yang cukup besar ini, akhirnya aku melanjutkan menonton drama yang tadi aku tonton. Aku mengambil cemilan di kulkas untuk menemaniku menonton drama Korea kesukaanku.
Tanpa terasa adzan sholat 'Ashar sudah berkumandang. Aku memutuskan untuk mematikan tv dan beranjak ke kamar atas untuk mandi dan sholat.
Aku melipat mukenaku dan melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 4 sore, waktunya suamiku pulang kerja 1 jam lagi. Aku menghampiri lemari baju dan mengenakan dress motif polkadot warna putih. Aku merias wajahku sedikit supaya suamiku senang, karena pulang kerja di sambut oleh istrinya yang cantik dan wangi.
Aku mencoba menghubungi suamiku untuk memastikan apa dia lembur atau tidak.
Tut...Tut...tu...
Assalamualaikum honey
Aku tersenyum tipis mendengar panggilan baru dari suamiku.
^^^Wa'alaikumsalam mas. Mas lembur apa nggak?^^^
Nggak sayang. Ini mas juga sudah selesai kerjaannya. Mas tinggal sholat dulu baru deh pulang. Kenapa sayang? Kamu sudah kangen yah sama mas?
^^^Kkkkk. Iya mas. buruan dong pulangnya..!!^^^
Sabar yah sayang.!! Mas juga sebenarnya sudah nggak tahan pengin peluk kamu nih.Istrinya mas sudah sholat belum?
^^^Hmm. baru selesai mas. Nindy juga sudah mandi dan wangi, siap menyambut kedatangan suami aku pulang kerja. kkkkk^^^
__ADS_1
Aduh...pasti kamu cantik banget yah sayang. Mas jadi nggak sabar pengin buru buru pulang sekarang juga.
^^^Ya sudah mas nanti hati hati yah di jalan.. jangan ngebut. Nindy tunggu dirumah yah mas.^^^
Iya sayang. I love you sayang. Emmuuachhh
^^^I love you too mas. emmuuachhh^^^
Setelah mematikan panggilan telfonku, aku merapihkan penampilanku dengan mengikat rambutku tinggi menjadi satu. Aku berjalan keluar kamar dan menuruni anak tangga. Aku melihat keadaan rumah yang cukup bersih karena aku sudah membersihkannya tadi. Sekarang aku tinggal menunggu suamiku di ruang santai sambil menonton tv, jadi ketika suamiku membunyikan bel aku tinggal berjalan ke depan dan membukakan pintu untuknya.
Aku mengganti ganti channel tv tapi tidak ada acara yang menarik, aku yang mulai bosan menyandarkan punggung di sandaran sofa. Aku menghela nafas sambil memainkan dresaku, aku melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 16.50 tapi mas Bagas belum sampai juga.
Aku berjalan ke arah ruang tamu untuk memastikan apakah suamiku sudah sampai apa belum. Aku melongok dari jendela tapi pagar depan masih tertutup rapat dan tidak ada penampakan dari suamiku. Aku berniat kembali ke dalam tapi aku seperti mendengar suara motor yang berhenti didepan rumah. Aku langsung membuka pintu rumah dan melihat ada seorang lelaki yang masih memakai seragam sedang membuka pagar rumah.
Dia tersenyum lebar melihatku, dia kembali mengambil motornya untuk dimasukkan ke dalam ruang garasi. Aku melihat sekitar dan tidak menemukan orang diluar aku langsung buru-buru keluar dan menutup pintu pagar, karena aku tidak memakai jilbab ku makanya aku buru-buru melakukannya.
Mas Bagas yang melihatku langsung tersenyum dan mendekatiku. Aku langsung mencium punggung tangan suamiku, dan dia mencium keningku lembut. Kami berjalan bersisian menuju dalam rumah, dan jangan lupakan tangan suamiku yang memeluk mesra pinggang ku.Aku merebahkan kepala di da** bidang suamiku.
"Maaf lama nunggu nya yah sayang..?! Tadi dijalan lumayan macet makanya telat sampai rumahnya." Aku mengangguk sebagai jawaban. Aku tidak memperdulikan bau keringat suamiku yang baru saja pulang kerja. Karena aku menyukai aroma wangi tubuh suamiku. Aku mengeratkan pelukanku di tubuhnya.
"Nggak apa-apa mas. Yang penting sekarang mas sudah pulang,jadi bisa nemenin aku dirumah. hehehe"
cup
"Kamu bosan yah di rumah sendirian sayang?" Aku mendongakkan kepala untuk melihat wajah suamiku.
cup
"Ngelihatnya biasa saja sayang. Bikin mas pengin saja. hehehe." Mas Bagas mencium bibirku gemas. Aku yang melihatnya hanya tersenyum kecil.
"Habis mas ganteng sih. hehehe"
"Kalau itu sih semua orang juga tahu sayang. hahahaha."
"Ciihh.." Aku mendengus sebal melihat sifat kepedean mas Bagas. Tapi itu memang kenyataan mau gimna lagi. Aku yang hanya wanita biasa ini tidak bisa memungkiri ketampanan suamiku ini. Dulu saja aku hampir menyerah karena terlalu banyak saingannya, tapi Allah memang sudah memutuskan untukku berjodoh dengan lelaki tampan ini jadi aku hanya bisa bersyukur sudah mendapatkan lelaki tampan ,sholeh dan juga kaya lagi. Memang is the best Bagas Suseno.
TBC
Jangan lupa like dan dukungannya yah teman teman, supaya aku tambah semangat buat menulisnya.
Terimakasih
__ADS_1